Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
S2. {Kehidupan Zu}


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu kehamilan Hong Shilin sudah memasuki bulan nya, sedangkan Jingmi sudah melahirkan lebih dulu.


Zu yang mengetahui itu tidak pernah meninggalkan Hong Shilin sedetik pun, dia selalu berada di dekat Hong Shilin dan selalu mengawasi nya.


Bagaimana pun ini kelahiran anak pertama mereka, jadi dia tidak mau lengah atau apapun itu dia selalu menjaga Hong Shilin dengan ketat.


Seperti sekarang Hong Shilin sedang berbincang dengan Jingmi di dalam kamar Jingmi, dia sedang menatap putra Jingmi dan Li Xuan itu yang di beri nama Li Xiuhuan.


Walaupun masih kecil Li Xiuhuan sudah terlihat tampan dan Hong Shilin mengakui itu.


“Huan'er sangat tampan dan menggemaskan sekali Jingmi!” ucap Hong Shilin dengan berbinar.


Jingmi yang mendengar itu terkekeh, sudah beberapa kali Hong Shilin mengatakan hal yang sama seperti itu dari tadi.


“Tentu saja Shilin, lihatlah ayah nya ini, bukankah sangat tampan? jadi wajar saja jika Huan'er sangat tampan!” ucap Li Xuan dengan bangga.


Hong Shilin, Jingmi dan Zu yang mendengar itu melirik kesal ke arah Li Xuan, sangat percaya diri sekali!!.


“Kenapa suami mu sangat percaya diri sekali?” tanya Hong Shilin dengan melirik sekilas ke arah Jingmi.


Jingmi yang mendengar itu mengangkat bahu acuh.


“Ini memang nyata!!” gerutu Li Xuan dengan kesal saat melihat kedua wanita itu terlihat kesal atas ucapan nya barusan.


“Baiklah Huan'er sayang, bibi akan pergi terlebih dahulu kita akan bertemu lagi nanti ya? uhh menggemaskan nya~” ucap Hong Shilin dengan mencubit pipi Li Xiuhuan gemas.


“Boleh aku gigit tidak pipi nya? aku benar-benar tidak tahan melihat pipi gembul Huan'er!” tanya Hong Shilin dengan menatap Jingmi penuh harap.


Jingmi dan Li Xuan yang mendengar itu terbelalak kaget.


“Enak saja! kau pikir pipi anak ku itu mantou!” dengus Li Xuan dengan kesal.


(Eh bener gitu bukan tulisan nya? Author lupa hahaha Comen ya kalo ada yg tau nanti Author benerin lagi🤣🤣).


Hong Shilin yang mendengar itu terkekeh pelan lalu berjalan menuju suami nya, dia sangat lelah dan saat ini sangat ingin istirahat.


Entahlah setelah kehamilan nya semakin membesar dia semakin mudah lelah.


“Ayo Zu, aku sangat lelah dan sangat ingin istirahat” keluh Hong Shilin.


Zu yang mendengar itu segera bangkit berdiri dan menuntun istri nya untuk keluar dari kamar Jingmi, mereka pun kembali ke kamar mereka dan setelah sampai Hong Shilin segera duduk di peraduan dan menghela nafas lelah.


“Lelah em?” tanya Zu dengan lembut.


Hong Shilin hanya mengangguk, lalu Zu pun duduk di peraduan dan menyenderkan tubuh Hong Shilin pada tubuh nya.


“Aku sudah tidak sabar untuk menunggu anak kita lahir Zu!” ucap Hong Shilin seraya mengelus perut nya yang tampak besar itu.


“Aku juga!” Zu pun ikut mengelus perut Hong Shilin dengan lembut.


Beberapa saat mereka hanya terdiam dengan aktivitas masing-masing, dimana Zu masih terus mengelus perut Hong Shilin sedangkan Hong Shilin memejamkan matanya menikmati sentuhan suami nya.


Tak lama Hong Shilin terlihat menautkan kedua alisnya dan sedikit meringis, Zu yang menyadari itu menatap Hong Shilin dengan bingung.


“Sayang, kau kenapa?” tanya Zu saat dia melihat Hong Shilin memegang perut nya dan nampak kesakitan.


Hong Shilin membuka kedua mata nya dan menatap Zu.


“Perut ku sakit Zu!” jawab Hong Shilin masih dengan menahan sakit.


Zu yang mendengar itu terbelalak kaget.


“Kenapa bisa? apakah kau akan melahirkan?” tanya Zu dengan panik.


Hong Shilin terdiam mendengar itu, sakit nya tiba-tiba hilang.


Zu yang melihat Hong Shilin diam semakin panik.


“Sayang hey, jawab pertanyaan ku? jangan membuat ku khawatir!!” ucap Zu dengan penuh kekhawatiran.


“Tenang lah Zu, sakit nya tiba-tiba hilang!” jawab Hong Shilin dengan lembut dan mengelus pipi suami nya itu.


“Kau yakin?” tanya Zu memastikan.


Hong Shilin mengangguk.


Zu pun menghela nafas lega mendengar nya.


“Huh, aku kira kau akan melahirkan sayang!” hela Zu dengan lega.


Hong Shilin terkekeh melihat wajah suami nya yang begitu panik tadi.


Tapi tiba-tiba..


“Aww..” ringis Hong Shilin lagi.


Zu yang mendengar ringisan Hong Shilin kembali menatap Hong Shilin.


“Sayang kenapa?”


“Sakit nya datang lagi Zu!” jawab Hong Shilin.


Zu kembali terlihat panik saat melihat Hong Shilin yang seperti sangat kesakitan.


“Tunggu disini, aku akan menyuruh seseorang memanggil kan tabib untuk mu!” ucap Zu dan dia pun segera berlari dan keluar dari kamar nya.


“Cepat panggil kan tabib kemari!” teriak Zu pada anggota nya yang memang berada di kediaman nya itu untuk berjaga-jaga.


Salah satu anggota Black Wolf yang mendengar teriakan Zu segera berlari menuju kediaman yang di tempati oleh tabib wanita yang memang di tugaskan untuk memantau kehamilan Hong Shilin dan Jingmi, tabib itu sudah di bayar sangat mahal dan tinggal di markas Black Wolf dengan geratis karena memang itu perintah dari Jia Li.


Jia Li tidak mau saat nanti kelahiran Jingmi dan Hong Shilin tiba mereka akan repot untuk mencari tabib nya, maka dari itu Jia Li menyuruh Li Xuan untuk menyewa tabib selama kehamilan Jingmi dan Hong Shilin.


Setelah memerintahkan anggota nya memanggil tabib, Zu pun kembali masuk ke dalam kamar nya dan saat itu dia dapat melihat Hong Shilin yang masih memegangi perut nya.

__ADS_1


“Sayang berbaring lah, aku sudah menyuruh anggota ku memanggil tabib.” ucap Zu dan dia pun membantu Hong Shilin untuk berbaring.


Zu mengusap keringat yang mengalir di dahi Hong Shilin dengan lembut, lalu dia pun mencium nya.


“Z-Zu sa-sakit!” ucap Hong Shilin dengan terbata-bata dan menghembuskan nafas kasar.


Zu yang mendengar itu menggenggam tangan Hong Shilin erat, terlihat jelas jika Zu sangat khawatir melihat Hong Shilin yang sangat kesakitan.


“Apakah sangat sakit sayang?” tanya Zu dengan khawatir dan mengelus rambut Hong Shilin dengan lembut.


Hong Shilin mengangguk, dan tak lama tabib wanita itu pun datang dengan nafas terengah.


“Apakah nyonya akan melahirkan?” tanya tabib wanita itu dan berjalan mendekat.


“Sepertinya tabib!” jawab Zu tanpa menatap tabib itu.


“Tuan, anda bisa menunggu nyonya di luar.” ucap tabib itu dengan sopan.


Zu yang mendengar ucapan sang tabib menatap Hong Shilin yang sekarang sedang menatap Zu dengan memelas.


“Tabib, biarkan suami ku disini untuk menemani ku!” pinta Hong Shilin


“Ta-tapi nyonya?”


“Aku akan menemani istri ku tabib!” Zu berucap dengan dingin dan menatap tabib itu dengan datar.


Tabib wanita itu pun hanya bisa menghela nafas panjang dan mengangguk.


Zu kembali menatap Hong Shilin dengan lembut.


“Aku akan menemani mu sayang.”


Hong Shilin tersenyum tipis dan kembali meringis saat sakit itu kembali datang.


Zu hanya bisa berdoa dalam hati nya untuk keselamatan istri dan calon anak mereka yang akan lahir, tak henti-hentinya Zu mengucapkan kata-kata cinta dan semangat untuk Hong Shilin hingga membuat Hong Shilin bahagia.


Setelah beberapa lama menunggu waktu untuk melahirkan pun tiba, Hong Shilin terus berjuang demi melahirkan sang buah hati untuk bisa melihat dunia.


Tanpa sadar Zu meneteskan air matanya saat melihat Hong Shilin yang begitu kesakitan dan berjuang demi melahirkan buah hati mereka, entah kenapa dia merasa sangat sedih saat Hong Shilin berjuang melahirkan anak mereka dengan begitu bersusah payah.


Dalam hati Zu bertanya, kenapa orang tua nya begitu tega membuang nya? apakah dia lupa bagaimana rasanya melahirkan dirinya ke dunia ini, hingga dengan mudah nya membuang nya?.


Lamunan Zu terbuyarkan saat suara Hong Shilin memasuki gendang telinga nya.


“Ahhh...”


“Oek.. oek.. oek..”


Suara tangisan bayi terdengar dengan begitu keras di ruangan itu, Hong Shilin terbaring lemah di atas peraduan dengan nafas yang memburu dan memejamkan matanya.


Zu menangis haru saat Hong Shilin berhasil melahirkan buah hati mereka dengan selamat, lalu dia pun mengusap keringat yang mengucur di wajah Hong Shilin dengan lembut.


“Terimakasih, terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu!” ucap Zu dengan air mata yang mengalir dengan deras.


Zu menciumi dahi Hong Shilin dengan lembut dan Hong Shilin pun membuka matanya, saat nafas nya sudah kembali normal.


“Aku juga mencintai mu!” jawab Hong Shilin.


Zu kembali tersenyum dan mencium sekilas bibir Hong Shilin, dan saat itu juga tabib datang dengan membawa seorang bayi di gendongan nya.


“Bayi nya laki-laki tuan, nyonya” ucap tabib itu dan menyerahkan bayi nya pada Zu.


Zu menerima buah hati mereka dengan lembut dan menatap wajah mungil bayi itu yang begitu mirip dengan nya.


Zu kembali duduk dan membaringkan putra mereka di sisi Hong Shilin, dan saat bayi itu sudah berbaring di sisi Hong Shilin, Hong Shilin tersenyum lebar dan menciumi wajah mungil nya.


“Dia sangat mirip dengan mu!” ucap Hong Shilin seraya menatap Zu.


Zu tersenyum.


“Apakah kau sudah memiliki nama untuk putra kita Zu?” tanya Hong Shilin.


Zu terdiam dan tak lama mengangguk “Yelu, Hong Yelu.” jawab Zu.


Hong Shilin yang mendengar itu mengernyit.


“Kenapa mengikuti marga ku Zu?” tanya nya dengan bingung.


Zu menghela nafas panjang mendengar itu.


“Sayang apa kau lupa? aku tidak memiliki marga”


Hong Shilin yang mendengar jawaban itu tersentak kaget dan merasa bersalah.


“Maaf aku lupa Zu!” ucap Hong Shilin dengan penuh sesal.


Zu kembali tersenyum dan mengelus kepala Hong Shilin dengan lembut.


“Tidak apa-apa sayang.” ucap nya dengan lembut.


Zu dan Hong Shilin kembali menatap putra mereka yang bernama Hong Yelu itu dengan penuh kebahagiaan, saat ini hidup mereka sudah lengkap kelahiran putra mereka membawa begitu banyak kebahagiaan di dalam hidup mereka.


Tuhan memang maha adil, Zu yang memang tidak memiliki keluarga di pertemukan dengan Li Xuan dan disaat itu pula mereka membangun sebuah organisasi bandit dan pada akhirnya merek memiliki keluarga lain.


Setelah beberapa tahun mereka menjadi bandit, mereka di pertemukan dengan seorang gadis hebat nan cantik yang bernama Jia Li.


Sejak saat itupula kehidupan mereka kembali berubah drastis, dimana saat gadis cantik itu mengambil alih jabatan Li Xuan dan membangun sebuah organisasi yang bernama Black Wolf.


Dan akhirnya Zu kembali mendapatkan keluarga saat itu juga, dan sekarang dia di beri keluarga lagi dengan hadir nya Hong Shilin dan putra mereka yang bernama Hong Yelu.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Mungkin aku memang tak memiliki orang tua di hidup ku, tapi dengan hadir nya mereka di dalam kehidupan ku adalah sebuah keberuntungan bagi ku.


Mereka bukan keluarga kandung ku, tapi aku bahagia memiliki mereka di hidup ku. -Zu-


Terimakasih telah menjadi matahari dan menghangatkan hidup ku dengan sinar mu, kau adalah anugerah terindah pemberian Tuhan di hidup ku, aku mencintaimu matahari ku. -Zu-


Singkat saja, kau penyemangat ku dan kau kebahagiaan ku, aku juga mencintaimu suami ku. -Hong Shilin-


_END_


#Zu POV.


Zu menutup buku harian nya dengan senyum yang tidak lepas dari bibir nya, wajah nya yang setengah baya itu terlihat sangat bahagia.


Dia menatap buku yang penuh dengan saksi hidup nya itu dengan lembut lalu mengusap nya, dan setelah itu dia pun manaruh nya dan berjalan keluar dari ruangan nya.


Saat sampai di pintu dia di kejutkan dengan kehadiran tiba-tiba putra pertama nya itu.


“Yelu, kau mengagetkan ayah!” ucap Zu dengan kesal.


Hong Yelu yang baru saja sampai dan hendak memanggil ayah nya untuk makan siang bersama memicingkan matanya.


“Ayah, aku baru saja sampai dan tidak tahu jika ayah sedang berjalan keluar dari ruangan!” jawab Hong Yelu.


“Dan lagi pula, kenapa sedari pagi ayah berada di ruangan ayah dan tidak keluar-keluar? apa ayah sedang melakukan sesuatu?” selidik Hong Yelu.


Zu yang mendengar itu memukul pelan kepala putra nya itu.


“Ayah kenapa memukul ku?” rengek nya dengan kesal.


“Memang nya salah jika ayah berada di ruangan ayah sendiri?” tanya nya dengan memicingkan matanya.


“Ya, tidak sih!” jawab Hong Yelu dengan mengusap kepala nya.


“Sudahlah, bukankah kau tadi kesini untuk mengajak ayah makan? sebaiknya kita cepat ke ruang makan.” ucap Zu dan menarik tangan anak nya itu.


“Ayah pelan-pelan sedikit, ayah harus ingat jika ayah tidak lagi muda!” dengus Hong Yelu.


“Kau meremehkan ayah?” tanya Zu tak terima.


“Bukan seperti itu, jika pinggang ayah sakit bagaimana?” peringat Hong Yelu.


“Ayah kuat kau tahu?!”


Hong Yelu yang mendengar itu memutar bola matanya dengan malas.


“Ya, ya, ayah yang terkuat!” ucap nya dengan malas.


Sedangkan Zu hanya terkekeh mendengar ucapan putra nya itu, dan tak lama mereka pun sampai di ruang makan dan disana terlihatlah Li Xuan, Jingmi dan anak-anak nya.


Begitupun Hong Shilin dan putri mereka, Zu duduk di samping Hong Shilin sedangkan Hong Yelu duduk di samping adik nya.


“Kau baru keluar dari ruangan mu?” tanya Li Xuan.


Zu hanya tersenyum dan mengangguk.


“Apa yang kau lakukan selama itu di ruangan mu?” tanya Jingmi.


“Rahasia!” ucap Zu dan dia pun terkekeh.


“Sudah tua, tapi masih main rahasia-rahasiaan!” gerutu Hong Shilin.


Zu yang mendengar gerutuan istrinya itu kembali terkekeh, lalu mereka pun memulai makan siang mereka dengan nikmat.


Begitulah mereka selalu bersama dari awal mereka tumbuh dewasa hingga akhirnya mereka menua, kehidupan mereka penuh dengan warna dan perjalanan hidup yang tidak mudah.


~END~


TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI CERITA KEHIDUPAN ZU DARI AWAL HINGGA AKHIR INI, MAAF JIKA CERITANYA KURANG SERU ATAUPUN MASIH BANYAK KEKURANGAN.


WAJAR SAJA AUTHOR PEMULA DAN AUTHOR BELUM PRO SEPERTI YANG LAIN KHIHIHI🤭🤭


TERIMAKASIH UNTUK DUKUNGAN KALIAN SEMUA DARI AWAL CERITA INI SAMPAI SAAT INI, AUTHOR BENER-BENER MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH KEPADA KALIAN.


MULAI DARI LIKE, COMEN, RATE, VOTE HINGGA TIP NYA, TERIMAKASIH SAYANG❤️❤️❤️😘😘😘


AUTHOR BENER-BENER BELUM RELA KALAU END SECEPET INI HIKS HIKS😭😭.


IKUTI TERUS KISAH INI YA, DAN KARENA INI SUDAH END AKAN DI LANJUT CERITA SANG KING BLACK WOLF!!


AUTHOR KASIH SEDIKIT BOCORAN TENTANG KISAH PANGERAN CHEN INI YA..


Kisah cinta ini antara gadis yang menurut orang-orang hina karena hanya anak haram dari seorang bangsawa.


Di pertemukan dengan seorang pria yang sangat sempurna dan incaran semua gadis baik di benua nya maupun di kerajaan Inggris.


Perubahan hidup sang gadis saat pria dingin itu tidak sengaja terus menerus hadir dalam kehidupan nya.


Kisah cinta "Sang King Black Wolf" akan hadir dan menemani hari-hari kalian.


Permainan seruling indah nya akan tanpa sengaja menarik anda kedalam kehidupan nya.


Dia pria paling sempurna menurut pandangan orang-orang, tampan, jabatan tidak main-main yaitu King Black Wolf dan pangeran kekaisaran Liu dan kerajaan Benedict, tapi sayang dia sangat dingin dan tidak pernah mau dekat dengan para gadis kecuali keluarga nya.


Mungkin kalian tidak akan percaya, pria dingin itu ternyata sangat manja!!!!.


Nantikan kelanjutan kisah nya ya khihihi🤭🤭.

__ADS_1


Pria dingin tapi manja? uwow sangat mengejutkan hahaha🤣🤣.


"Story the King of Black Wolf" akan hadir tungguin ya hohoho🤣🤣🤭🤭.


__ADS_2