Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Eps 88 "Godaan Yui"


__ADS_3

“Oh astaga, Lili kecil wajah mu memerah!” goda Yui lagi


Jia Li yang mendengar itu semakin malu dan wajah nya semakin memerah seperti kepiting rebus🤣, tak tahan dengan godaan Yui Jia Li berjalan menjauh dari Yui, Jingmi dan Chen tanpa berbalik melihat ke arah Jingmi yang semakin menganga lebar!


Yui yang melihat Jia Li meninggal kan nya terkekeh geli


‘Dia benar-benar sudah berubah! aku tidak tahu apa yang selama ini kau alami disini, tapi aku benar-benar bahagia kau sudah sedikit berubah tidak seperti dulu Lili ku!’ batin Yui tersenyum lembut


Sedangkan Jingmi dia benar-benar syok melihat perubahan Jia Li


‘Oh astagaa!! Seperti nya pesta syukuran itu benar-benar harus di adakan!’ batin Jingmi syok


Setelah itu Yui pergi menyusul Jia Li yang semakin menjauh tanpa memperdulikan Jingmi yang masih syok melihat perubahan Jia Li.


“Bibi, bibi” panggil Chen


“Eh iya Chen, ada apa?” tanya Jingmi dengan linglung


“Kita sudah di tinggal kan oleh bunda dan paman Andre bibi” ucap Chen dan menunjuk ke arah Yui yang masih mengejar Jia Li


Jingmi yang mendengar itu menatap arah Chen menunjuk dan dia pun memaki dalam hati


‘Siall!! kenapa mereka meninggalkan diri ku dan Chen’ batin Jingmi


Akhirnya dia pun berjalan menyusul Jia Li dan Yui yang semakin menjauh

__ADS_1


Sedangkan Yui yang sudah berhasil mengejar Jia Li, masih tetap menggoda Jia Li hingga Jia Li semakin malu dan salah tingkah


“Lili ku sayang, kenapa kau meninggalkan diriku? jika aku di culik bagaimana?”


“Ck, tidak akan ada yang mau menculik mu” ucap Jia Li dengan kesal


“Oh ya? aku sangat tampan sayang, tidak mungkin tidak ada yang mau menculik ku”


‘Sayang?’ Jia Li yang mendengar itu tersenyum senang


“Jangan memanggil ku sayang!” ucap Jia Li sok ketus


“Kenapa? apa kau tidak mau aku panggil sayang?” tanya Yui dan melihat ke arah wajah Jia Li yang semakin memerah


“Tidak!”


Jia Li yang mendengar itu entah kenapa menjadi sangat kesal, memanggil wanita lain? tidak akan dia biarkan!!


“Kau!! awas saja jika berani!”


“Kenapa memang nya?” tanya Yui dengan senyum mengembang di bibirnya


“Tidak!! awas saja jika berani macam-macam!” ucap Jia Li dan meninggalkan Yui


Yui yang mendengar ucapan itu tersenyum lebar, macam-macam? bagaimana dia mau macam-macam sedangkan cinta nya hanya untuk Jia Li! dia tidak menyangka di kehidupan ini Jia Li mau berbicara banyak dengan nya, bahkan dia sudah sedikit berubah, berbicara dengan nya sudah tidak dingin dan datar lagi.

__ADS_1


Jia Li yang sudah sampai di depan pintu aula merubah wajah nya menjadi datar dan tak lama Yui pun sampai dan sama hal nya dia merubah wajah nya menjadi datar juga, mereka berdua menunggu cukup lama di depan pintu aula hingga Jingmi dan Chen datang


“Li! kenapa kau meninggalkan diriku dan Chen?” tanya Jingmi dengan kesal saat sudah sampai di pintu aula


“Kau lambat” jawab Jia Li dengan dingin dan datar


Lambat? Jingmi yang mendengar itu sangat ingin memukul wajah datar nya Jia Li! sudah jelas dia yang meninggal kan dirinya dan Chen, masih bilang jika dirinya lambat!


Setelah itu Jia Li mengambil Chen dan menggendong nya, dan mereka pun masuk saat kasim sudah mengumumkan kedatangan mereka


“Putri mahkota Liu Mei, putra mahkota Benedict dan pangeran kelima Chen, memasuki aula...” teriak Kasim dengan lantang


Lantas orang-orang yang mendengar itu menatap ke arah pintu masuk aula dan terlihat lah putra mahkota Benedict berjalan berdampingan dengan putri mahkota Liu Mei yang menggendong pangeran Chen, sedangkan Jingmi berada di belakang mereka


Pemandangan itu membuat orang-orang yang berada di aula menatap mereka kagum, bagaimana tidak! mereka sudah seperti pasangan suami istri yang sudah memilki seorang anak, pasangan yang sangat cocok bagaikan Dewa dan Dewi!


Putra mahkota Benedict yang sangat tampan dengan mata biru dan rambut putih nya dan pakaian khas seorang putra mahkota yang semakin membuat dia bagaikan seorang Dewa, sedangkan putri mahkota Liu Mei yang sangat cantik dengan hanfu berwarna putih dengan ukiran Phoenix di setiap sisi nya rambut coklat kehitaman yang di gerai dan hanya memakai sedikit hiasan kepala, membuat nya bagaikan seorang Dewi yang suci dan mengagumkan.


Pangeran Chen yang tak kalah tampan di usia muda nya dengan pakaian pangeran berwarna merah kehitaman, dengan pipi gembul nya membuat dia sangat menggemaskan.


Putra mahkota Han Lian dan putra mahkota Xia Junsu yang melihat putri Liu Mei memasuki aula bersama putra mahkota Benedict mengepalkan tangan mereka dengan erat, bahkan mereka menatap tajam ke arah Yui


Yui yang merasa di tatap oleh seseorang dengan tajam mengedarkan pandangannya dan yah mata biru nya menangkap mata tajam dua pria yang sedang menatap nya, Yui yang melihat tatapan tajam dua pria itu keheranan, apa salah nya hingga di tatap seperti itu?


Saat Jia Li, Yui, Chen dan Jingmi sudah mengucapkan salam mereka pun duduk di bangku masing-masing, tapi tatapan Yui tidak pernah lepas dari kedua pria itu begitupun dengan Han Lian dan Xia Junsu.

__ADS_1


Jia Li yang melihat mereka bertiga saling tatap seperti itu hanya mengangkat bahu acuh.


__ADS_2