
Hari-hari berlalu dengan bagitu cepat hingga tak terasa usia kehamilan Jia Li sudah memasuki waktu nya, semua keluarga Benedict sudah sangat tidak sabar menanti kelahiran si junior begitu pula Jia Li dan Yui mereka selalu menikmati hari-hari kehamilan Jia Li dengan sebaik mungkin, semua permintaan Jia Li selalu Yui turuti tapi jika itu tidak masuk akal Yui akan menolak nya karna Yui sudah kapok jika di suruh memakai pakaian sialan lagi!
Seperti sekarang Jia Li sedang duduk di taman di dekat kediamannya dengan di temani oleh para pelayan dan prajurit yang menjaga Jia Li sedangkan Yui dia berada di ruang kerja nya, setelah usia kehamilan Jia Li yang semakin mendekati waktu melahirkan Yui tidak pernah meninggalkan Jia Li terlalu jauh karena dia takut akan terjadi apa-apa pada Jia Li.
“Kakak ipar?” panggil putri Ella dengan antusias
Jia Li yang sedang menyesap teh nya tersedak karena terkejut dengan panggilan tiba-tiba putri Ella
“Uhukk.. Uhukk..”
“Eh kakak ipar hati-hati” putri Ella memijit leher belakang Jia Li dengan khawatir
“Kau sih Ella, memanggil kakak ipar secara tiba-tiba!” Chloe memukul kepala Ella dengan geram
“Aku kan hanya memanggil saja, aku juga tidak tahu jika kakak ipar akan tersedak!” gerutu Ella dengan pelan dan mengusap kepala nya yang di pukul putri Chloe
“Sudah jangan bertengkar aku tidak apa-apa” ucap Jia Li melerai mereka
“Maaf kak aku tidak sengaja” ucap Ella dengan tidak enak hati
“Tidak apa-apa aku juga hanya tersedak saja” Jia Li tersenyum menatap mereka yang sudah duduk di kursi
“Dimana Jolicia?” tanya Jia Li
“Oh dia sedang menemani ibunda, karena teman lama ibunda datang kemari” jawab Ella
Jia Li hanya mengangguk saja, tak lama Jia Li merasakan sakit lagi di perut nya memang sudah beberapa kali dia akhir-akhir ini merasakan sakit di perut nya itu
“Aww” ringis Jia Li pelan
“Kenapa kak?” tanya Chloe khawatir
“Oh tidak apa-apa, perut ku tadi tiba-tiba sakit tapi sekarang sudah tidak” jawab Jia Li dengan tersenyum
“Benar kah kak? aku khawatir kau akan melahirkan” Ella berucap dengan khawatir dan berdiri dari duduk nya
“Tidak! aku memang sudah beberapa kali merasakan nya tapi nanti juga hilang sendiri”
“Benar kak? bagaimana jika kita kembali ke kediaman mu kak, aku benar-benar khawatir kau akan melahirkan!” Chloe pun ikut panik saat mendengar ucapan Jia Li
“Aku-- Aww” Jia Li kembali merasakan sakit di perut nya dan kali ini sangat terasa sakit
“Kak sakit lagi?” tanya Chloe dengan panik
“Aww, ini benar-benar sakit Chloe, tolong panggil kan Andre kemari” Jia Li memegang perut nya dan salah satu tangan nya memegang meja
“Pelayan salah satu dari kalian panggil kan tabib dan untuk sisa nya beri tahu ayah, ibunda, dan para pangeran, sedangkan kau Ella beritahu kak Andre” perintah Chloe dengan panik
Dan semua pun mengangguk dan mulai berlarian untuk melaksanakan tugas masing-masing, sedangkan Chloe memegang tangan Jia Li dengan cemas
“Kak, apakah sangat sakit?” tanya Chloe khawatir
“Aku masih bisa menahan nya tenang jangan terlalu khawatir” Jia Li menarik nafas nya dengan panjang dan mengembuskan nya
Sedangkan Ella yang diberi perintah untuk memanggil Yui menerobos masuk ke dalam kediaman Jia Li dan memasuki kamar Jia Li tanpa permisi
“Kak?!” teriak Ella dengan keras
“Oh astaga Ella!! apa kau tidak bisa tidak mengagetkan ku?!” ucap Yui dengan kesal
“Ma-maaf kak, ini gawat kak Jia akan melahirkan!!”
“Apa?!” Yui bangkit dari duduk nya karena terkejut
“Iya kak, ayo cepat kita ke taman samping!”
__ADS_1
Yui pun mengangguk dan segera berlari meninggalkan Ella di dalam kamar nya
“Oh astaga kak Andre, kenapa malah meninggalkan ku sih!” gerutu Ella dengan kesal dan setelah itu ikut berlari
Setelah Yui sampai di taman dia bisa melihat Jia Li yang sedang menahan skait dan Chloe yang sedang manatap Jia Li khawatir.
“Sayang kau tidak apa-apa?” tanya Yui khawatir
“Jika akan melahirkan berarti sedang apa-apa, bagaimana sih masih bertanya lagi!” Chloe menjawab ucapan Yui dengan kesal
“Ck menyahut saja!”
“Bisakah kalian diam?! ini sangat sakit!!” ucap Jia Li dengan kesal
“Maaf sayang”
Yui pun menggendong Jia Li dan membawa Jia Li ke kediaman nya dengan khawatir karena Jia Li terus meringis kesakitan, sedangkan Chloe dan Ella yang baru sampai kembali mengikuti Yui dan Jia Li dari belakang.
Raja Ken, ratu Amanda, putri Jolicia dan kedua pangeran yang mendengar ucapan pelayan yang menyampaikan kabar jika Jia Li akan melahirkan terkejut bukan main, dan mereka pun segera bergegas menuju kediaman Jia Li untung saja teman ratu Amanda sudah pergi dari beberapa menit yang lalu.
Sedangkan di kamar nya Jia Li selalu meringis kesakitan dan Yui pun selalu menemani Jia Li, saat tabib yang akan membantu Jia Li melahirkan sudah datang dan mereka pun segera menyiapkan segala keperluan nya sembari menunggu waktu tepat Jia Li melahirkan.
Setelah beberapa waktu berlalu akhirnya Jia Li pun tidak bisa menahan nya dan dia pun sekuat tenaga untuk melahirkan buah cinta mereka dengan di temani Yui, Yui sungguh merasa tidak tega melihat Jia Li yang berjuang begitu keras untuk melahirkan anak mereka.
“Sayang, berjuanglah” bisik Yui dan menciumi kening Jia Li dengan lembut
Sedangkan Jia Li tersenyum manis dan kembali berjuang untuk melahirkan si kecil, dan tak lama terdengar lah suara tangisan bayi di ruangan itu
“Oek.. oek..”
“Putra mahkota bayi nya sudah lahir, dan laki-laki” ucap tabib itu dengan tersenyum dan memberikan bayi laki-laki itu pada salah satu pelayan agar di bersihkan
“Sayang terimakasih, aku sangat mencintaimu” Yui menciumi wajah Jia Li dengan menangis haru karena melihat perjuangan Jia Li untuk melahirkan anak mereka
“Aku juga sangat-- Aww..” Jia Li kembali meringis kesakitan
“Sayang kau kenapa?” Yui bertanya dengan panik
“Sepertinya ada satu baby lagi di perut ku?!” Jia Li tersenyum saat mengatakan itu, dia memang sudah merasa jika si junior di dalam perut nya ada dua
“Ke-kembar?” Yui melongo tak percaya mendengar itu
Jia Li mengangguk
“Tabib sudah waktu nya” saat Jia Li mengatakan itu dia pun kembali berjuang untuk mengeluarkan satu baby lagi dari dalam rahim nya
Dan setelah beberapa menit berjuang akhirnya si kecil pun keluar dan Jia Li pun bernafas lega
“Oek.. oek..”
“Putra mahkota bayi nya perempuan” ucap tabib itu dan kembali menyerahkan si baby pada salah satu pelayan lagi agar di bersihkan
“Terimakasih sayang terimakasih, kau memberikan kebahagiaan yang berkali-kali lipat padaku” Yui kembali menangis haru
Sungguh dia tidak menyangka jika si junior akan lahir kembar!
“Aku sangat lelah” Jia Li memejamkan matanya karena sangat lelah, bagaimana pun melahirkan itu menguras tenaga apalagi ini twins!
“Beristirahat lah” Yui mencium bibir Jia Li sekilas dan mengusap lembut kepala nya
Sedangkan di luar kediaman Jia Li, semua anggota keluarga Benedict yang menunggu kelahiran penerus Benedict saling menatap dengan wajah terkejut saat mendengar dua tangisan bayi dari dalam ruangan Jia Li.
“A-ayah kenapa ada dua tangisan bayi?” Rey bertanya dengan wajah terkejut
“Sepertinya kembar!” ucap Chloe
__ADS_1
“Wahh jika benar kembar, itu sangat menyenangkan!!” Rey berucap dengan antusias
Tak lama pintu pun terbuka dan beberapa pelayan keluar dari ruangan itu dengan membawa wadah yang berisi air berwarna merah, dan semua anggota keluarga Benedict pun masuk ke dalam dengan antusias saat mereka sampai mereka melihat Jia Li yang sedang menggendong satu bayi dan Yui pun menggendong bayi juga
“Kak, kembar?” ucap Ella antusias
“Yes, baby boy and baby girls” jawab Yui dengan senyum bahagia
“Selamat Andre dan Jia, kalian memberikan kami cucu Doble!” ratu Amanda tersenyum bahagia dan mengambil bayi yang berada dalam gendongan Jia Li
Sedangkan raja Ken membawa bayi yang dalam gendongan Yui.
“Yang perempuan rambut nya putih seperti dirimu Andre! dia sangat cantik seperti Jia” ucap ratu Amanda dan mengelus pipi nya lembut
“Dan yang laki-laki berambut hitam seperti Jia dan sangat tampan” ucap raja Ken
“Tentu saja tampan, ayah nya saja sangat tampan begini!” Yui berucap dengan bangga
“Terlalu percaya diri sekali!!” ejek Ella dan Chloe bersamaan
“Kak, apa kalian sudah menyiapkan nama untuk mereka?” tanya Gail sembari menatap keponakan nya itu dengan gemas begitu juga Jolicia
“Aku ingin memberikan nama mereka Fredy dan Freya. Fredy Benedict and Freya Benedict, bagaimana?” tanya Jia Li
“Tidak!” tolak Yui cepat
“Eh?” mereka semua menatap Yui dengan bingung
“Kau tidak setuju?” tanya Jia Li heran
“Maksud ku, aku ingin memberi nama mereka Fredy Einstein Benedict dan Freya Einstein Benedict, bagaimana?” tanya Yui
Jia Li, Gail, Rey, Chloe, Ella, dan Jolicia yang mendengar nama itu mengangguk paham, bagaimana pun di kehidupan pertama marga kakak mereka itu Einstein.
“Kenapa harus ada Einstein nya Andre?” tanya raja Ken heran
Karena memang raja Ken dan ratu Amanda belum mengetahui jika Andre sudah meninggal dan yang sekarang di hadapan mereka adalah Yui
“Tidak kenapa-kenapa ayah, aku hanya ingin saja, apakah boleh?”
“Baiklah terserah dirimu saja, yang penting aku memiliki cucu!”
“Jadi??” Ella menjeda ucapan nya
Dan...
“Welcome to the world Fredy and Freya”
Mereka tersenyum bahagia saat mengucapkan itu, sedangkan Jia Li dan Yui saling berpelukan dan tersenyum penuh dengan kebahagiaan.
--------
Mungkin di kehidupan pertama aku tidak memiliki takdir yang baik, tapi di kehidupan kedua ini Tuhan memberikan ku kebahagiaan yang berlipat ganda dari kehidupan pertama ku.
Aku sangat bersyukur Tuhan memberikan ku suami yang sangat mencintai dan menyayangi ku, selalu memperhatikan ku, tidak pernah mengeluh dengan sifat manja ku dan selalu siaga saat aku membutuhkan nya
Memberikan keluarga yang mau menerima kehadiran ku dengan lapang dada dan sekarang memberikan dua baby lucu padaku, aku sangat bersyukur karena di kehidupan ini aku bisa merasakan yang nama nya KEHANGATAN KELUARGA:)
-----------
Gunung es sudah mencair, dinding pemisah sudah terkikis dan hati yang terkunci sudah terbuka, sekarang kau sudah menikmati kebahagiaan mu dan kehangatan keluarga sudah kau rasakan.
Apa lagi yang kau inginkan?
END ( ◜‿◝ )♡
__ADS_1