
Sore itu Jasmine yang baru saja bangun dari tidurnya tersentak kaget dan segera mendudukkan tubuhnya, dia baru ingat ternyata seharian ini dia tidak menemui Sherina dan Caitlyn.
Dengan tergesa-gesa dia berlari menuju pintu kamar nya, saat lima langkah lagi Jasmine sampai di pintu kamar nya, pintu kamar nya tiba-tiba saja di dobrak oleh seseorang hingga terlepas dari tempatnya.
Jasmine tersentak kaget dan terdiam di tempatnya dengan kedua mata terbelalak lebar, saat dia tahu siapa yang sudah mendobrak pintu kamar nya dia segera menundukkan kepalanya dengan takut.
“Jalangg sialan!! masih berani kau kembali ke kediaman Oswald-ku hah?!” teriak tuan besar Darius dengan murka.
Jasmine yang mendengar teriakan murka itu hanya bisa menunduk takut dan tak berani mengangkat kepala nya.
Tuan besar Darius, tuan Erick, nyonya Belinda, Denzel, Sherina, Caitlyn dan Agler yang melihat Jasmine hanya terdiam dengan menundukkan kepalanya menggeram marah, kecuali Agler ya.
“Dasar bisu! apa kau takut hah?! kemana keberanian mu tadi sialan?!” bentak Sherina murka.
Jasmine yang mendengar bentakan itu terdiam dengan mengernyit bingung, keberanian? keberanian apa maksud nya?.
Nyonya Belinda yang sudah sangat geram segera berjalan menuju Jasmine dan setelah sampai segera menarik rambut nya, hingga membuat Jasmine menengadah dengan kesakitan.
“Berani nya kau tadi melukai putri ku!! apa kau sudah bosan hidup hah?!” teriak nyonya Belinda tepat di hadapan wajah Jasmine.
Jasmine lagi lagi hanya bisa terdiam dengan menahan sakit, apa maksud mereka semua? melukai siapa?.
Nyonya Belinda yang tidak mendapatkan jawaban dari Jasmine segera mendorong tubuh Jasmine hingga jatuh tersungkur, setelah itu dia mencengkeram dagu Jasmine erat dan menampar nya berkali-kali.
Plak
Plak
Plak
Plak
Jasmine tersungkur dengan keras dan lagi-lagi kepala nya membentur lantai hingga kembali mengeluarkan darah, Jasmine menggigit bibirnya dengan keras menahan sakit dan isakan nya.
Tak sampai di situ tuan besar Darius yang sudah sangat emosi dan benci pada Jasmine, segera berjalan menuju Jasmine dan menendang pinggang nya hingga Jasmine kesakitan.
Bugh..
“Ugh..” rintih Jasmine pelan dan tanpa terasa dia menangis dalam diam.
Agler yang melihat itu semua mengalihkan pandangan nya dengan pikiran berkecamuk, apakah ini yang di maksud kakak nya dengan berubah? ini benar-benar membingungkan.
Sedangkan Sherina dan Caitlyn yang melihat Jasmine di siksa tersenyum puas, tuan Erick dan Denzel hanya terdiam dan menikmati pertunjukan itu.
“Sudah cukup kau berada di keluarga Oswald-ku sialan!! aku benar-benar tidak sudi kau menginjakkan kaki mu di kediaman ku!!” bentak tuan Darius dengan nafas memburu.
“Sudah cukup kau membawa kesialan di keluarga terhormat ku, sudah cukup kau menjadi sampah tidak berguna disini!!.
Sudah cukup kau mempermalukan keluarga Oswald-ku!! kau? benar-benar membuat ku muak!! tidak saja kau membuat ku kehilangan putri ku, tapi kau juga membuat diri ku malu dengan lahirnya kau di keluarga ku!!.
Kau benar-benar bajjingan sama seperti ayah mu itu!! lebih baik kau mati saja jalangg! aku benar-benar tidak sudi marga ku berada di belakang nama mu!!” teriak tuan Darius dengan keras tanpa perasaan.
Jasmine yang masih tersungkur dengan menundukkan kepalanya menangis terisak hingga membuat semua orang membeku, apakah mereka salah mendengar? si bisu menangis? mengeluarkan suara nya?.
__ADS_1
“Apakah aku benar-benar sangat menjijikkan di mata kalian? apakah aku serendah itu di mata kalian? apakah aku sememuakkan itu di mata kalian?” tanya Jasmine dengan beruntun dan berurai air mata.
Dia menengadah kepalanya menatap keluarga nya yang kembali membeku mendengar kalian panjang Jasmine? si bisu bisa berbicara? selama 19 tahun mereka bersama Jasmine, baru kali ini mereka mendengar Jasmine berbicara.
Agler yang melihat Jasmine menangis terisak dengan air mata yang mengucur deras dan bercampur darah yang keluar dari luka di kepalanya, menatap Jasmine iba.
Siapapun yang melihat kondisi Jasmine sekarang, pasti akan merasa iba.
Jasmine bangkit dari duduk nya dengan susah payah, setelah bisa menyeimbangkan tubuh nya Jasmine dengan berani mengangkat kepala nya dan menatap kakek nya itu.
“Tidak ada, tidak ada manusia yang mau terlahir haram seperti ku, tidak ada.
Kalian terus menerus membuat hidup ku menderita, mencaci, memaki, menghina, memperkerjakan aku layak nya pelayan dan selalu menyiksa ku tanpa ampun.
Hanya karena aku terlahir haram dan tidak di ketahui asal usulnya? aku manusia, aku juga memiliki perasaan! hiks hiks.” Jasmine mengungkapkan perasaan nya yang selama ini dia pendam seorang diri dengan begitu pilu nya.
“Jika kalian, jika kalian yang berada di posisi ku, apakah kalian mau? di perlakukan seperti diriku? tidak mempunyai keadilan di hidupnya?.
Aku terluka, aku tersiksa, aku sakit, aku terpuruk, aku kesepian, aku frustasi, aku menderita dan aku benar-benar putus asa dengan hidup ku sendiri.
Keluarga ku yang seharusnya melindungi ku, memberi ku kasih sayang, menerima diriku apa adanya, justru menyiksa ku dan membuat ku selalu berada di ambang kematian.
Apakah kalian pikir aku tidak sakit hati? apakah aku tidak tertekan? kalian benar-benar kejam, bahkan melebihi seekor binatang!!.” ungkap Jasmine dengan berani.
Dia benar-benar muak dengan hidup nya sendiri! jika saja bunuh diri tidak di benci oleh Tuhan, mungkin sudah sejak dulu dia bunuh diri!!.
Semua orang yang mendengar ucapan Jasmine tersentak kaget, ini, apakah mereka salah mendengar?.
Dia yang tadi nya masih terisak tiba-tiba terhenti, dia menatap semua anggota keluarga nya itu dengan pandangan kosong.
“Kalian benar-benar cari mati!!” ucap Jasmie dengan sangat dingin.
Tuan besar Darius, tuan Erick, nyonya Belinda, Denzel, Sherina, Caitlyn dan Agler yang mendengar suara dingin Jasmine menelan saliva nya kasar.
“Jangan kau pikir kau mengucapkan hal-hal tadi aku akan tersentuh dan mengurungkan niat ku untuk membunuh mu jalangg!! jangan harap!!” bentak tuan Darius dengan keras saat dia sudah kembali tersadar.
Jasmie yang mendengar itu tersenyum miring.
“Tersentuh?” Jasmie mengulangi perkataan tuan besar Darius dengan mengejek.
“Bahkan aku tidak berniat mengucapkan hal-hal itu hanya karena ingin membuat kalian tersentuh!” lanjut Jasmie dengan sinis.
“Jalangg sialan!! aku akan benar-benar membunuh mu!!” teriak tuan Darius dengan penuh amarah.
“Aku bahkan ragu, apakah kau benar-benar bisa membunuh ku!” ejek Jasmie dengan santai nya.
Semua orang yang mendengar ucapan Jasmine terbelalak kaget, ada apa dengan Jasmine?.
“Dasar sampah tidak berguna!! kau hanya hama di keluarga Oswald-ku!!” bentak tuan Erick dengan kasar.
Jasmie yang mendengar itu mendatarkan wajah nya dan menatap dingin pada tuan Erick, hingga membuat Erick menjadi gugup.
“Bukan aku yang sampah, tapi kalian yang buta!!” ucap Jasmie dengan sangat dingin.
__ADS_1
“Kau benar-benar kurang ajar sialan!!” bentak Denzel yang sedari tadi diam.
“Sialan jangan teriak sialan! memalukan!!” hina Jasmie dengan sinis.
Denzel yang mendengar itu mengepalkan tangannya erat dan berjalan menuju Jasmie dengan penuh amarah.
Saat sudah berada di dekat Jasmie, Denzel melayangkan tinju nya tapi dengan cepat Jasmie menangkap nya dan setelah itu memelintir nya.
Denzel dan semua orang yang melihat itu terbelalak kaget.
Krakk..
“Argghh..”
Suara tulang patah dan teriakan kesakitan Denzel terdengar di ruangan itu, anggota keluarga Oswald yang melihat tangan Denzel patah membeku di tempatnya.
Brughh..
Jasmie mendorong Denzel dengan keras hingga dia tersungkur dengan tidak elitnya.
“Jangan main-main dengan ku!!” peringat Jasmie.
“Berani nya kau melukai cucu ku!!” murka tuan Darius dengan menatap benci pada Jasmie.
Jasmie yang mendengar teriakan itu menutup telinganya, dan setelah itu bergumam.
“Apakah telinga ku baik-baik saja? aku harap pita suara nya tidak putus.” gumam Jasmie dengan pelan.
Jasmie menatap tuan Darius dengan datar dan menurunkan kedua tangan nya, lalu dia berbalik dan berjalan menuju peraduan nya.
Keluarga Oswald yang melihat itu mengernyitkan dahinya, lalu tak lama mereka terbelalak kaget melihat apa yang di ambil Jasmine.
Jasmie mengambil pedangnya dan setelah itu mengeluarkan nya dari sarungnya, dia menaruh sarung pedang nya di atas peraduan dan setelah itu membalikkan tubuhnya menatap keluarga Oswald.
Dia menyeringai menatap anggota keluarga Oswald yang membeku di tempatnya melihat dia mengambil pedang, Jasmie berjalan mendekati anggota keluarga itu dengan menarik pedang nya yang bergesekan dengan lantai.
Suara gesekan antara pedang dan lantai di ruangan itu seperti sebuah lagu kematian bagi mereka, Jasmie yang berjalan dengan membawa pedang yang begitu indah tapi mematikan sudah seperti dewi kematian bagi yang melihatnya.
Di tambah dengan wajah nya yang datar tapi berlumuran darah benar-benar sangat menyeramkan, bahkan tuan besar Darius sampai menelan saliva nya dengan kasar melihat perubahan Jasmine itu.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, comen and vote🤩🤩💗💗.
__ADS_1