
Pagi menyingsing menyinari bumi agar orang-orang memulai aktivitas nya masing-masing.
Seperti di kekaisaran Liu, hari ini orang-orang sangat sibuk mempersiapkan acara kremasi permaisuri Annchi dan putri Liu Yin.
Banyak para pengawal dan pelayan yang lalu lalang untuk menyiapkan acara nya, tapi tidak untuk satu orang yang sekarang masih menikmati mimpi nya, bahkan seperti nya dia tak ada niatan sama sekali untuk bangun dari mimpi nya yang indah itu.
Jingmi yang melihat putri Liu Mei tak bangun-bangun dari tidur nya hanya bisa menghela nafas pasrah, dia sudah menyiapkan air mandi sedari pagi tapi putri Liu Mei tak bangun-bangun, sepertinya air yang dia siapkan sudah dingin lagi.
"Putri apakah anda tak ada niatan untuk bangun? Kita harus segera bersiap-siap untuk datang ke aula putri" ucap Jingmi seraya menggoyangkan tangan Jia Li
"Hemm 5 menit lagi Jingmi" ucap Jia Li
"Tidak ada 5 menit 5 menitan putri, cepat bangun putri kita akan telat nanti" ucap Jingmi dengan menggoyangkan badan Jia Li
"Oke oke you win" ucap Jia Li seraya bangun dari tidur nya
"Putri bicara apa?" tanya Jingmi dengan ekspresi bingung nya.
"Ga" jawabnya singkat
Setelah itu Jia Li bersiap-siap dibantu Jingmi untuk datang ke acara kremasi permaisuri dan putri Liu Yin. sebenarnya dia sangat malas untuk datang tapi apa boleh buat dia harus menghormati kaisar Liu bukan?.
Aula utama
__ADS_1
Di aula utama semua orang sudah hadir untuk mengikuti acara kremasi permaisuri dan putri Liu Yin, orang-orang dari kekaisaran lain pun sudah hadir, hanya putri Liu Mei yang belum datang.
Permaisuri Xia yang sudah sangat penasaran pun bertanya pada kaisar Liu
"Kaisar Liu apakah putri Liu Mei tak akan datang?" tanya permaisuri Xia Wei
Kaisar Liu yang sedang melamun pun terkejut oleh kedatangan permaisuri Xia Wei.
"Ah..eh permaisuri Xia Wei, mohon maaf aku tak menyadari kehadiran mu tadi" ucap kaisar Liu dengan tidak enak hati
"Tak apa kaisar, aku hanya ingin bertanya apakah putri Liu Mei tak akan datang?" tanya permaisuri Xia Wei lagi.
"Eh itu.." sebelum melanjutkan perkataan nya, kaisar Liu sudah terpotong oleh teriakan Kasim.
"Putri pertama kekaisaran Liu, putri Liu Mei tiba.." ucap seorang Kasim
Saat Jia Li datang seketika aula menjadi hening semua masih terpesona oleh kehadiran nya, tapi Jia Li hanya acuh tak acuh dan tetap memasang wajah datar nya.
Sama seperti yang lain orang-orang dari kekaisaran lain pun sangat terpesona oleh Jia Li bahkan para putra mahkota dan pangeran tak ada yang berkedip begitupun dengan putra mahkota Xia Junsu dan putra mahkota Han Lian.
"Hormat hamba yang mulia kaisar, putra mahkota, pangeran dan ibunda selir" ucap Jia Li dengan datar dan suara dingin nya.
Setelah Jia Li selesai berbicara orang-orang pun tersadar dan kaget dengan cara bicara putri Liu Mei, dia tak seperti yang di rumorkan, rumor bilang putri Liu Mei pemalu, jelek, dan sampah kekaisaran.
__ADS_1
Tapi ini apa? berbanding terbalik dengan yang di rumorkan.
Permaisuri Xia Wei yang sudah menunggu kedatangan putri Liu Mei pun tersenyum senang, tapi tidak dengan Jia Li dia hanya acuh tak acuh dan segera duduk di tempat duduk yang telah di sediakan.
Permaisuri Xia yang melihat itu pun menunduk sedih, ternyata putri Liu Mei masih marah pada nya, kaisar dan putra mahkota Xia yang melihat itu pun mendekati permaisuri Xia.
"Tenanglah Wei'er kita akan berbicara nanti setelah acara ini selesai" ucap kaisar Xia
"Dia masih marah yang mulia" ucap permaisuri Xia dengan sedih
"Tenanglah ibunda, benar kata ayahanda kita akan berbicara nanti" ucap putra mahkota Xia Junsu menenangkan permaisuri Xia Wei.
Setelah itu mereka pun kembali ke tempat duduk mereka, Jia Li yang sangat bosan disitu pun tak henti-hentinya menguap.
'Ckck.. sangat bosan sekali disini, kapan mulai nya sih. Lebih baik aku tidur tadi' batin Jia Li berdecak kesal.
Putra mahkota Han Lian yang sedari tadi terus mengamati putri Liu Mei tak sedetik pun mengalihkan tatapan nya, dia seperti pernah bertemu dengan putri Liu Mei tapi dimana? jangankan bertemu seperti nya putri LIU mei tak pernah keluar istana, tapi dia seperti familiar dengan nya.
Jia Li yang merasa seperti di amati pun mencari-cari siapa orang nya, dan ketika ia melihat siapa yang mengamati nya pun terkejut, ternyata Han Lian adalah putra mahkota kekaisaran Han, tapi walaupun dia terkejut ekspresi nya tetap sama tak ada perubahan sama sekali, datar seperti tembok kekaisaran Liu-_-
-------------------------------------------
Hey disini authorđź‘‹
__ADS_1
Seperti yang udah author bilang pas hari ultah author bakal Crazy Update, tapi sepertinya up nya ga bakal bareng karena riview nya lama, jadi tungguin aja okey🤗
See youđź‘‹