
Hong Shilin yang mendengar ucapan itu mengangkat sebelah alisnya, lalu tak lama dia pun tertawa terbahak-bahak.
Hong Xinian, Hua Junyi dan Zu yang melihat Hong Shilin tertawa saling mengernyit dahi mereka karena bingung.
“Sayang, ada apa dengan mu?” tanya Zu dengan bingung.
Hong Shilin yang masih tertawa menghentikan tawa nya dengan susah payah, lalu dia pun menghembuskan nafas nya dengan panjang saat dirinya berhasil menghentikan tawa nya itu.
“Hahaha, kau bilang apa tadi? meminta maaf karena sudah sadar jika dirimu melakukan banyak kesalahan dan dosa padaku? ada apa dengan mu? apa kau salah meminum obat?” ucap Hong Shilin dengan sinis.
Hong Xinian yang mendengar itu menunduk kan kepala nya, dia sadar apapun yang akan dia ucapkan pasti tidak akan mudah untuk di percaya oleh Hong Shilin.
“Mei-mei, mungkin apa yang akan Jiejie ucapkan tidak akan mudah untuk kau percayai, tapi Mei-mei Jiejie benar-benar meminta maaf pada mu, Jiejie sadar apa yang sudah Jiejie lakukan pada mu tidak akan mudah kau maafkan.
Hanya karena rasa iri, Jiejie tega melukai dirimu, Jiejie benar-benar bodoh Mei-mei, maafkan Jiejie” ucap tulus Hong Xinian.
“Kau memang bodoh! kau manusia paling bodoh yang pernah aku temui! kau benar-benar bodoh!!” sarkas Hong Shilin.
Emosi nya tiba-tiba mencuat saat mendengar ucapan Hong Xinian tadi.
Hong Xinian yang mendengar itu semakin menundukkan kepalanya, Hua Junyi yang melihat kekasih nya semakin sedih membawa nya kedalam pelukannya lalu mengusap punggung Hong Xinian.
“Apa kau pikir aku akan mudah memaafkan mu setelah semua yang telah kau lakukan pada ku hah?! apa kau pikir aku orang baik yang akan mudah memaafkan?! kau sudah menghancurkan hidup ku hingga berkeping-keping, lalu sekarang dengan mudah nya kau mengatakan ' Jiejie meminta maaf '? kau bodoh atau bagaimana hah?!!
Jika dirimu berada di posisi ku, apa kau akan memaafkan ku yang sudah menghancurkan hidup mu? apa kau akan memaafkan nya hah?!!” bentak Hong Shilin dengan nafas nya yang memburu dan dada nya yang sudah naik turun karena menahan luapan emosi nya.
Zu yang melihat emosi Hong Shilin tidak stabil, membawa Hong Shilin kedalam pelukan nya lalu mengusap punggung Hong Shilin agar tenang.
Hong Xinian yang mendengar itu terisak di dalam pelukan kekasih nya, begitupun Hong Shilin dia juga terisak di dalam pelukan Zu.
Tiba-tiba Hong Xinian melepaskan pelukan kekasih nya dan bangkit berdiri, lalu setelah nya dia berjalan ke arah Hong Shilin dan duduk bersimpuh di hadapan Hong Shilin.
“Maafkan Jiejie, hiks hiks, maafkan Jiejie Mei-mei hiks hiks” Hong Xinian mencoba menggapain tangan Hong Shilin, tapi di tepis oleh Hong Shilin dengan keras.
Hong Shilin melepaskan pelukan Zu dan memandang sengit ke arah Hong Xinian dengan air mata yang terus mengalir, sedangkan Zu dan Hua Junyi hanya mampu terdiam dan menyaksikan pertengkaran itu.
“Pergi dari sini, aku tidak mau melihat wajah mu lagi, aku sungguh muak melihat mu berada di sini!” bentak Hong Shilin dengan keras.
__ADS_1
“Maafkan Jiejie” ucap Hong Xinian.
“Pergi!!” habis sudah kesabaran Hong Shilin.
Hong Xinian yang di bentak dengan keras oleh Hong Shilin hanya mampu menangis, sedangkan Hua Junyi yang melihat betapa emosi nya Hong Shilin segera bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati Hong Xinian.
Dia membantu Hong Xinian untuk berdiri.
“Kita pergi dari sini Nian'er” ucap Hua Junyi dengan lirih.
Bagaimana pun ini salah kekasih nya, dia pantas mendapatkan penolakan dari Hong Shilin.
“Ta-tapi Junyi” Hong Xinian hendak menolak ajakan Hua Junyi tapi ucapan segera di potong oleh Hua Junyi.
“Lain kali kita akan kesini lagi, sekarang sebaiknya kita pergi, adik mu sedang sangat emosi, aku takut itu akan mempengaruhi kesehatan nya lagi” jelas Hua Junyi.
Hong Xinian yang mendengar itu terdiam dan mau tak mau dia pun menerima ajakan Hua Junyi, setelah melirik sekilas ke arah Hong Shilin yang sekarang sedang menangis di dalam pelukan Zu, Hong Xinian dan Hua Junyi pun pergi dari sana.
“Berhentilah menangis sayang, jika kau terus menangis itu akan mempengaruhi kesehatan mu” ucap Zu.
“Aku tahu sayang, aku tahu, tapi aku mohon berhenti lah menangis, aku takut kau sakit kembali” Zu memeluk erat tubuh gadis yang dia cintai itu.
Hong Shilin yang dapat melihat betapa khawatir nya Zu hanya mengangguk, dia juga tidak mau menangis karena takut kesehatan nya terganggu, tapi jika dia kembali mengingat perkataan Hong Xinian luka di hati nya kembali terbuka.
Dia benar-benar benci jika sudah mengingat nya!!.
Setelah beberapa saat Hong Shilin pun berhenti menangis dan menengadahkan kepalanya menatap wajah pria yang dia cintai itu.
“Sudah berhenti menangis hem?” ucap Zu dan dia pun mengusap air mata yang berada di pipi Hong Shilin.
Hong Shilin menganggukkan kepalanya dan kembali memeluk Zu.
“Terimakasih” ucap Hong Shilin dengan suara serak.
“Tidak usah berterima kasih, aku tidak melakukan apapun”
Hong Shilin yang mendengar itu kembali menatap Zu.
__ADS_1
“Terimakasih sudah mau berada di sisi ku dan menjadi tempat sandaran ku di saat aku sedang terpuruk” ucap Hong Shilin.
Zu yang mendengar itu tersenyum tipis.
“Sudah menjadi kewajiban ku sebagai pria yang mencintai mu!” jawab Zu dengan lembut lalu mencium kedua mata Hong Shilin.
Hong Shilin memejamkan matanya dan menikmati ciuman Zu di kedua mata nya, setelah nya dia pun membuka kembali kedua mata nya dan menatap Zu.
“Aku benar-benar beruntung karena di cintai oleh mu Zu!”
“Dan aku pun beruntung dicintai oleh gadis cantik dan tangguh seperti dirimu!” ucap Zu pula.
Hong Shilin tersenyum manis mendengar ucapan Zu, lalu setelah nya dia mencium bibir Zu sekilas.
Cup~
“Kau menggoda ku hem?” goda Zu saat Hong Shilin mencium bibir nya.
Hong Shilin tersipu mendengar ucapan Zu.
“Oh, kau benar-benar menggemaskan sayang!” Zu mengangkat dagu Hong Shilin lalu segera mencium bibir nya dan setelah nya dia pun mel*mat bibir tipis nan manis Hong Shilin.
Hong Shilin yang melihat itu segera mengalungkan kedua tangan nya ke leher Zu dan memejamkan matanya, membalas permainan lidah Zu di dalam mulut nya.
.
.
.
.
.
.
*Jangan lupa, like, Comen and vote❤️**🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️*
__ADS_1