Tolong Jangan Salahkan Aku

Tolong Jangan Salahkan Aku
Tak ada yang peduli


__ADS_3

Ferdi menatap Selomita, membuat gadis itu mundur sejengkal demi menghindari tatapan tajam Ferdi.


"Ada apa? Kenapa dengan Mily, Mita?"


"Kamu ngga lihat grup kantor?"


Tanpa banyak tanya Ferdi membuka ponselnya, dia memang tadi sengaja menonaktifkan nada deringnya karena tak ingin terganggu saat sedang makan siang bersama Louisa.


Ferdi cukup terkejut karena di sana ada banyak foto dan video tentang Mily yang sedang di marahi oleh Fisha di restoran kemarin.


Ferdi menelan salivanya, memikirkan nasib Mily yang semakin tersudut kan.


"Kamu ngga percaya kan Fer? Ngga mungkin Mily melakukan itu kan?"


Ferdi hanya mampu membisu, ia tak punya kuasa untuk menjelaskan situasi keduanya pada Selomita.


Ia sendiri belum yakin apa Ridho berkata jujur padanya atau tidak tentang masalah penjebakan itu.


"Fer! Kamu mempercayai berita ini!" Sentak Selomita membuyarkan pikiran Ferdi.


"Sebaiknya kita ngga terpancing, itu memang bukan urusan kita kan?"


Selomita hanya mampu termangu di kursinya. Sisi hatinya membentuk dua kubu, ada yang menolak pikiran bahwa tak mungkin Mily melakukan hal itu.


Namun sisi lainnya percaya ada yang tak beres dengan keduanya, karena banyaknya sikap keduanya yang berubah.


Hati Selomita terasa sakit, ia merasa di khianati meski ia tak memiliki hubungan apa pun dengan Ridho.


Dia yang dulu selalu membanggakan lelaki itu nyatanya harus kecewa jika berita itu memang benar. Terlalu mengidolakan seseorang ternyata tak terlalu baik, saat idolamu melakukan kesalahan, kecewamu akan berkali lipat.


"Huh! Aku ngga nyangka Mily kita yang polos ternyata seorang pela*kor," sela Husain yang membuat situasi semakin panas.


Hanya Ferdi yang sedikit tau kisah mereka dan menganggap kedua temannya terlalu berlebihan memojokkan Mily.


"Kita ngga tau apa yang terjadi. Jangan lebih dulu menghakimi!" pinta Ferdi tegas.


"Di sini terlihat jelas kalau Mily di peluk oleh pak Ridho. Ngga nyangka aku kelakuan mereka benar-benar—"


Husain menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum sinis, membuat Selomita makin percaya dengan pikiran buruknya.


****

__ADS_1


Ridho saat ini sedang menghadapi kedua orang tuanya. Hanya Gunawan yang terlihat tenang karena sudah tau apa yang terjadi dengan rumah tangga putranya.


Fisha pun memutuskan pulang karena ingin menemui mertuanya sebelum mereka datang ke rumah sakit.


"Kenapa kalian ada di rumah, Alma siapa yang jaga? Kenapa kita ngga ke rumah sakit aja!" tanya Elya bingung.


"Alma ada Firda mah, sebelum ke rumah sakit, sebaiknya kita bicara dulu," pinta Fisha.


Elya menatap bingung menantu dan putranya yang terlihat duduk saling menjauh.


"Mas Ridho udah menikah lagi mah—"


"Apa?!" sela Elya.


Gunawan memegang tangan sang istri agar tenang, dan membiarkan menantu dan putra mereka menjelaskan seluruh masalahnya.


"Dengarkan dulu, jangan di sela apa pun," pinta Gunawan tenang.


"Apa papah udah tau? Papah kelihatan tenang sekali!" sungut Elya.


Fisha merasakan hatinya terasa sakit, sebab sepertinya dugaan jika salah satu mertuanya tau ternyata benar adanya.


"Lanjutkan," pinta Gunawan pada sang menantu tanpa menjawab ucapan istrinya.


Ridho mendekati sang istri dan memeluknya, tapi segera di tepis oleh Fisha.


"Menjauhlah Mas! Mereka tega meminta aku merestui pernikahan mereka, aku ngga mau, aku ngga sanggup di madu! Jadi aku udah memutuskan untuk bercerai dengan mas Ridho!" putusnya.


Semalaman Fisha memang memikirkan nasib rumah tangganya, dia sudah yakin jika rumah tangganya tak akan kembali sehat seperti dulu, meski sang suami menjanjikan perceraian untuk Mily.


Bukan itu masalahnya, tapi anak dalam kandungan Mily yang akan terus membayangi hubungan rumah tangganya.


Bagaimana mungkin Ridho melepas tanggung jawabnya sebagai seorang ayah pada anaknya Mily. Oleh sebab itu lebih baik ia mundur dari pada selalu di liputi perasaan curiga nantinya.


"Jangan begini Bun, kamu masih diliputi amarah, pikirkan dengan tenang, pikirkan anak-anak kita Bun," pinta Ridho.


"Apa kamu ngga sadar mas? Saat kamu menikah lagi apa kamu ngga memikirkan perasaan kami jika kami mengetahui hal itu?" balas Fisha sengit.


"Tunggu, bisakah kamu ceritakan dulu masalahmu pada mamah Do? Supaya tidak ada kesalahpahaman nantinya," sela Gunawan.


Istrinya yang sejak tadi diam membisu pasti masih syok dengan berita ini. Jadi sebelum mendengarkan pertengkaran keduanya, alangkah baiknya sang istri tau cerita di balik pernikahan itu.

__ADS_1


Fisha membuang muka, merasa muak dengan pembelaan sang suami pikirnya. Ridho menjelaskan segala kronologi dirinya yang merasa di jebak hingga berakhir harus menikahi Mily.


Tanpa bermaksud menyeret sang ayah, Ridho menatap Gunawan dan di balas anggukan, dia juga menceritakan jika sudah pernah mencari solusi pada sang ayah dan pilihan yang tepat saat itu adalah menikahi Mily agar nanti gadis itu bisa memiliki status yang jelas.


"Ka-kamu memperkosa Mily?"


Ridho mengangguk mengakui. "Bahkan saat ini Mily tengah hamil anak kami mah," lanjutnya.


Air mata Fisha kembali luruh. Hatinya sangat sakit membayangkan jika sang suami pernah berbagi tubuh dengan wanita lain meski menurutnya dalam keadaan tidak sadar.


"Kenapa bisa jadi begini? Apa kamu hanya sekali melakukan itu?"


"Iya Mah, sungguh, meski kami sudah menjalani rumah tangga selama dua bulan ini, Ridho dan Mily tidak pernah melakukan hubungan layaknya suami istri."


"Ridho hanya bertanggung jawab pada kesehatan dan materi Mily saja. Mily juga tidak menuntut apa-apa, dia hanya ingin paling tidak dia memiliki status seorang janda."


Kini Elya menatap sang menantu yang sejak tadi masih terisak. Ia tau bagaimana perasaan menantunya, sebagai wanita pasti merasakan sakit saat mengetahui jika suami yang kita cintai memiliki wanita lain.


"Fisha, mamah tau kamu terluka. Mamah ngga membenarkan kesalahan Ridho, tapi mamah yakin Ridho ngga berbohong, bagaimana pun Ridho harus bertanggung jawab atas perbuatannya."


"Mamah yakin mereka di jebak? Fisha yakin itu hanya akal-akalan mereka saja Mah!" balas Fisha sengit.


Tanpa bicara, sebenarnya Elya sendiri juga yang nanti akan mengultimatum Mily untuk menjauhi putranya.


Namun sebagai orang tua, mungkin saat ini ia bersikap egois dengan membela sang putra agar bisa menyelamatkan rumah tangganya.


"Mamah berjanji sama kamu, mamah sendiri yang akan memastikan mereka bercerai!" ucap Elya tegas.


Hanya Gunawan yang sepertinya kurang setuju dengan pemikiran sang istri. Seolah Mily harus di buang tanpa ada yang peduli dengan apa yang sudah di alami gadis malang itu.


"Meski bercerai, mereka masih akan tetap berhubungan karena saat ini mereka memiliki anak mah. Dan aku pasti ngga sanggup kalau harus tutup mata akan nasib anak itu."


Ridho merasa dilema, sudah pasti dia tidak akan menelantarkan anaknya dari Mily. Anak itu tak memiliki salah apa pun.


"Bagaimana kalau anaknya kamu yang rawat? Jadi kalian tidak harus berhubungan lagi dengannya?" saran Elya yang membuat semuanya terkejut.


.


.


.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2