
Fisha tidak menyerah, setelah pertemuannya dengan Ridho belum mendapat kepastian, karena mantan suaminya itu lebih memilih diam, Fisha memutuskan untuk bertemu dengan Selomita.
Selomita merasa heran karena permintaan Fisha untuk bertemu, terlebih lagi sang kekasih melarangnya untuk bertemu dengan mantan istrinya.
Ridho tau apa yang akan di sampaikan Fisha pada Selomita, sungguh dirinya belum siap dengan permintaan Fisha.
Di satu sisi dia kesal dengan ancaman Fisha, di sisi lainya iya takut kehilangan kebersamaan dengan anak-anaknya.
Untuk hati, Ridho meyakini jika sudah tak ada rasa cinta pada mantan istrinya itu, tapi dia tetap memikirkan permintaan Fisha untuk kembali bersama.
"Mengapa kamu melakukan ini Sha, setelah semuanya berakhir dan aku telah rela melepaskanmu, kenapa kamu kembali?" gumamnya.
"Kenapa pak?" tanya Ferdi yang tiba-tiba ada di ruangannya.
"kamu ini ngga sopan, main nyelonong aja!" cibirnya.
"Astaga Pak, saya udah ketuk pintu beberapa kali tapi bapak diem aja, tanya aja Tiara!"
Tanpa memedulikan gerutuan Ridho, Ferdi tetap melangkah masuk.
"Gimana keadaan Bintang Fer?"
"Sehat pak. Mendinglah Husain di pindahkan, ngga bisa juga ngeluarin dia seenaknya, karena emang kinerja dia ngga pengaruh sama masalah pribadi kita," ujar Ferdi lesu.
Saat dia meminta sang ayah untuk memecat Husain karena permasalahan dengan istrinya dulu, Suseno menolak, karena itu masuk urusan pribadi.
Husain dengan tak tau diri juga tetap bekerja meski sering di abaikan oleh mereka.
Husain memilih pindah departemen dan di setujui oleh Suseno.
"Aku kalau liat dia rasanya ingin menghajarnya tapi ngga bisa, gimana juga aku punya andil atas sakit hatinya. Aku juga lagi bingung Fer, Fisha ngajak rujuk," keluhnya.
Ferdi mengernyitkan dahi, pasti hal ini juga yang membuat istrinya ke pikiran. Dia tau karena Fisha sempat mendatangi sang istri. Namun Mily mengelak dan berkata jika mereka hanya sekedar menyapa.
"Pasti ada yang dia ancam," tebaknya.
Ridho menghela napas dan mengangguk, "dia akan membawa anak-anak pergi jauh dariku."
"Setelah usahanya di ambang kebangkrutan dan kehilangan segalanya, dia meminta rujuk? Benar-benar ajaib Bu Fisha," ledeknya.
"Kamu tau usaha Fisha hampir bangkrut?" heran Ridho.
Dia menang tak pernah mengurusi kehidupan pribadi mantan istrinya, tentu saja berita mengenai kebangkrutan Fisha menjadi kabar yang mengejutkan baginya.
"Bapak lupa kalau ibu saya dan Bu Fisha berteman?" cibirnya.
"Bahkan usahanya yang baru sudah tutup, tinggal butik lamanya yang sedang dalam masa kritis," jelas Ferdi.
__ADS_1
Ridho tak menyangka, Fisha yang ia kenal sangat ulet bekerja, bahkan bisa sampai kehilangan butiknya, entah apa yang terjadi pada mantan istrinya itu, batin Ridho.
"Wajar sih pak, seperti yang dulu kita dengar, mantan kekasihnya itu kan menipunya, mungkin sebabnya Bu Fisha kehilangan banyak hartanya."
Ridho ingat kala Fisha berkata seperti itu pada Dika saat di restoran, dia hanya tak menyangka mantan istrinya akan sebodoh ini.
Ridho menghela napas, "aku bingung, jujur aku sudah ngga punya perasaan sama dia, tapi untuk melangkah bersama Selomita rasanya agak sulit, karena aku belum berhasil mendapatkan restu orang tuanya," ujarnya lemah.
.
.
Saat makan siang, Selomita memilih menemui mantan istri kekasihnya.
"Maaf Bu Fisha saya terlambat," sapa Selomita yang sebenarnya basa basi, ia memang sudah bergegas datang ke sana setelah jam istirahat kantor.
Namun saat melihat Fisha sudah duduk menunggu, tentu saja dia merasa tidak enak.
"Duduklah, ini memang waktunya jam istirahat, kamu enggak terlambat."
"Bagaimana kabar anak-anak Bu?" tanya Selomita, dia masih memanggilnya dengan panggilan Bu, meski ia memanggil Ridho dengan sebutan Mas.
"Baik. Maaf mengganggumu, apa Mas Ridho tidak mengatakan apa pun sama kamu?" selidik Fisha.
Ridho memang tak mengatakan apa pun, kekasihnya hanya melarangnya menemui Fisha, tapi karena rasa penasaran Selomita memilih mengabaikan permintaan kekasihnya.
Pikiran Selomita mendadak tidak enak, ia ingin menyudahi percakapan yang ia tau apa yang di inginkan mantan istri kekasihnya ini.
"Jangan bilang Bu Fisha ingin rujuk dengan mas Ridho!" balas Selomita tajam.
"Kamu masih muda, aku yakin kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari Mas Ridho, tolong mengalahlah demi anak-anakku," pinta Fisha tak tau malu.
Selomita tersenyum sinis, "Ibu yang sudah membuang Mas Ridho dan kini memintanya kembali? Apa Ibu ngga punya harga diri?" sindir Selomita telak.
Fisha merasa kesal dengan hinaan Selomita, tapi ia tak akan menyerah, ia akan mendapatkan Ridho bagaimana pun caranya.
"Aku akan menyingkirkan harga diriku demi anak-anak!" balasnya sengit.
"Kenapa baru sekarang? Setelah Anda di buang kekasih Anda, kini mengemis pada mantan suami untuk balikan?" hina Selomita terang-terangan.
"Aku ngga peduli apa pun ucapanmu, niatku hanya memberi tahumu, terserah kamu anggap aku apa, jangan sampai nanti kamu terluka, karena aku sudah berbaik hati memberitahumu."
Setelah mengatakan itu, Fisha bangkit berdiri meninggalkan Selomita dengan perasaan kesal. Dirinya benar-benar merasa terhina.
Wanita itu memang tidak sadar dengan permintaannya yang keterlaluan, seenaknya membuang lalu seenaknya juga ingin kembali.
Selomita meminta kekasihnya untuk bertemu sepulang kerja.
__ADS_1
Gadis cantik itu sangat takut akan permintaan mantan istri kekasihnya, dia tak sanggup kehilangan Ridho. Hatinya sudah sangat menginginkan mereka bersatu.
"Astaga rintangan apalagi ini Tuhan," monolognya.
.
.
Ridho tau pasti akan ada yang hal serius yang ingin di sampaikan oleh kekasihnya.
Mereka pulang bersama, Ridho memang sudah terbiasa berangkat dan pulang bersama kekasihnya. Namun hari ini mereka berangkat sendiri-sendiri. Terpaksa Selomita menyewa sopir bayaran untuk membawa pulang mobilnya.
"Apa kamu menemui Fisha?" tanya Ridho memecah keheningan mereka beberapa saat lalu.
Selomita menarik napas, lalu meminta Ridho menepikan mobilnya di sebuah taman.
"Maafkan aku Mas, aku penasaran dengan permintaan Bu Fisha, kamu enggak mau menjelaskan jadi terpaksa aku mencari tahu lewatnya langsung," jelasnya.
Ridho mendesah, "apa yang dia inginkan darimu?" tanya Ridho meski dia sudah menebak jawabannya.
"Dia—" ujar Selomita ragu-ragu.
"Meminta kamu mundur?" tebak Ridho yang di balas anggukan oleh Selomita.
"Apa kita harus berakhir di sini mas? Hubungan kita juga tidak berjalan maju, karena restu dari orang tuaku," lirihnya.
Ridho menelan kasar salivanya, dia menggenggam erat tangan Selomita, menatap wajah wanita yang telah berhasil membuatnya melupakan sakit hatinya karena Fisha.
"Maafkan aku," ucapnya tercekat.
Selomita sudah bergidik ngeri membayangkan apa yang akan di katakan oleh kekasihnya.
Sungguh ia tak siap kehilangan kekasih yang sudah di idamkannya sejak dulu.
"Ini pilihan sulit, tapi aku juga bingung, ini kesempatan terakhirku Mita," ujar Ridho mantap.
"Kamu ... Memilih meninggalkanku Mas?"
Air mata sudah tergenang di pelupuk mata gadis cantik itu, sungguh dia tidak mau kehilangan Ridho.
.
.
.
Tbc
__ADS_1