Tolong Jangan Salahkan Aku

Tolong Jangan Salahkan Aku
Akhir bahagia Mily.


__ADS_3

Hari ini menjadi hari yang baru bagi Mily, kehidupan kelamnya membawa ia menjadi pribadi yang kuat demi orang-orang di sekelilingnya.


Tak menyangka jika takdir yang dulu dia anggap kejam, ternyata membawanya pada kehidupan manis setelahnya.


Hari ini hari bahagianya bersama Ferdi. Masa depan masih panjang, kehidupan pasti akan naik dan turun.


Mungkin juga mereka akan melewati kerikil tajam di kemudian hari. Namun rasa cinta keduanya membuat mereka yakin untuk melangkah bersama.


"Sebagai seorang Abang, aku berharap kamu bisa menjaga adikku Fer. Bahagiakan dia," pinta Ridho penuh harap.


"Aku janji akan selalu menjaganya dan membahagiakannya, terima kasih atas doa kalian, aku juga berdoa semoga kalian segera bersatu," jawabnya pada Ridho dan Selomita.


Keduanya hanya bisa mengaminkan ucapan pengantin laki-laki yang terlihat gagah saat ini.


Kedua mempelai itu tersenyum bahagia di singgasananya. Singgasana sederhana yang berada di teras belakang kediaman Mily.


Wanita itu tak lelah berucap syukur dengan semua yang sudah terjadi hari ini.


Namun ada dua orang yang memandang kecut keduanya di tempat itu.


Satu wanita yang menatap miris nasibnya sendiri dan menatap penuh iri pada Mily.


"Setelah semuanya, mengapa Tuhan masih memberikan kebahagiaan padamu?" gumam Fisha yang terlihat tak senang dengan pernikahan Mily.


Dia hadir hanya sekedar ingin tau apa benar wanita yang ia anggap telah merusak kebahagiaannya kini bisa bahagia? Nyatanya dia malah semakin terpuruk melihat pemandangan itu.


Orang kedua itu adalah Louisa, wanita itu tak menghadiri secara langsung acara pernikahan lelaki obsesinya.


Dia hanya berdiam diri di dalam mobil sambil menatap rumah Mily dengan kesal.


Setelah kejadian lalu di hotelnya dia berpikir, Ferdi tak akan melanjutkan niatnya untuk menikahi Mily, nyatanya hari ini justru berlangsung.


Louisa berjanji dia akan selalu hadir menjadi mimpi buruk bagi kehidupan Ferdi dan Mily.


Flasback.


Setelah Dika meninggalkan semua orang sambil mengajak Louisa pergi dari sana, nyatanya keduanya malah terlibat percekcokan sengit di kantornya.


"Jelaskan! Apa kamu berselingkuh dengan mantan kekasihmu?”


"Sayang dengarkan dulu, aku akan jelaskan semuanya," bujuk Ferdi.


Louisa diam mendengarkan, meski sebenarnya ia tak butuh alasan sang tunangan untuk menendangnya dari kehidupannya.


Dika menjelaskan semua rencananya yang sebenarnya hanya karena sebuah balas dendam, tapi semua harus terhenti sebelum ia bisa mendapatkan semuanya dari Fisha karena mereka telah ketahuan.


"Kamu sengaja mendekati mantan kekasihmu, hanya demi uang?" cibir Louisa.

__ADS_1


"Kamu tidak tau berapa banyak uang yang sudah aku berikan padanya, aku rasa wajar jika aku mengambil kembali miliku!" alibinya.


"Baiklah, lantas di mana uang itu? Ku dengar kamu mengaku sebagai pemilik hotel ini!" dengus Louisa kesal.


Dika terkekeh mendengar keinginan tunangannya, tapi seketika tawanya terhenti kala melihat wajah sang tunangan tampak serius.


"Kamu meminta uang itu?" beonya.


Louisa mengangguk, sengaja dia akan meminta uang itu untuk membalas rasa kecewanya pada Dika.


"Untuk apa?" Dika tak yakin untuk apa uang itu karena ia yakin sang tunangan memiliki lebih banyak uang dari pada dirinya.


"Anggap saja, untuk menutup mulutku!" tawarnya serius.


"Maksud kamu?" Dika tak mengerti dengan ucapan tunangannya.


Louisa bangkit berjalan mendekati sang kekasih, memeluk leher Dika dari belakang tempat duduknya dan berbisik di telinganya.


"Aku bisa menyerahkan semua bukti itu ke Ferdi agar kamu dan sepupumu di tuntut oleh mereka, kau tau kan? Mereka tak bisa melaporkanmu karena bukti, aku bisa memberikan itu pada mereka, aku yakin mereka bersedia membayar untuk itu agar kamu ... Membusuk di penjara," bisik Louisa membuat Dika menegang.


"Ma-maksudmu apa sayang, jangan begini!" pintanya.


"Berikan saja uang itu lalu enyahlah dari hidupku!" ketusnya, meski dia tak membutuhkan uangnya.


Dika terkejut bukan main dengan permintaan tunangannya. Dia sungguh tak mengerti mengapa semuanya jadi kacau begini.


"Tidak bisa sayang, sebagian uangnya sudah aku berikan pada Husain, aku hanya—"


"Baiklah, simpanlah uang itu untukmu saja, tapi enyahlah dari kehidupanku!"


"Apa kamu akan membuangku setelah apa yang aku lakukan untuk hotelmu?"


Louisa melangkah hendak meninggalkan Dika karena sudah merasa muak dengan tunangannya.


"Seharusnya kamu pikirkan dulu semuanya sebelum terjadi seperti ini! Kamu pikir aku sungguh mencintaimu? Kembalilah ke asalmu!" ejeknya lalu pergi begitu saja.


Dika mengepalkan tangan mendengar hinaan Louisa. Dia merasa semua wanita sama saja, mereka akan membuangnya setelah dia sudah tak berguna.


Keesokannya Louisa menemui Ferdi di restoran milik lelaki itu, karena di akhir pekan seperti ini ia tau pasti Ferdi ada di sana.


"Mau apa lagi kamu ke sini!" ketus Ferdi yang sebenarnya muak untuk menemui Louisa.


"Hei," Louisa mendekat dan hendak memeluk Ferdi.


"Stop di situ atau aku akan meminta penjaga menyeretmu keluar!" ancamnya.


Louisa mendengus kesal, dia lalu duduk di sofa mengikuti Ferdi yang sudah duduk terlebih dahulu.

__ADS_1


"Aku sudah membuang tunanganku, kamu juga tak perlu merasa bersalah lagi pada gadis kampung itu karena semuanya sudah terkuak!" ujarnya sambil tersenyum.


Ferdi menyandarkan punggungnya, "kamu pikir aku hanya merasa bersalah padanya?" cibirnya.


"Aku mencintainya, jadi urusan kamu membuang tunanganmu itu bukan urusanku!" ketusnya.


Louisa menegang, ia tak menyangka jika perasaan Ferdi pada wanita yang dia benci itu ternyata serius.


"Kamu, serius akan menjalin hubungan dengannya?"


"Tentu saja, jadi aku harap kamu jangan mengacau, kalau kamu tidak mau hotel peninggalan ayahmu itu hancur!" ancamnya.


"Kamu tidak akan bisa menghancurkannya!" balas Louisa yakin.


Ferdi menatap Louisa lekat, dia menopang kepalanya dengan sebelah tangan, merasa jengah untuk menjelaskan pada gadis di depannya.


"Pemegang saham tertinggi adalah dari perusahaanku, kamu tau kalau aku sebentar lagi akan duduk di sana menggantikan papah. Aku yakin kamu paham maksudku!"


Louisa tersentak, Ferdi kini berani mengancam akan menarik saham perusahaan dari hotelnya, yang akan membuatnya kehilangan donatur utama.


"Kamu gila! Aku ngga akan biarkan papah melakukan itu!" balas Louisa.


Ferdi terkekeh, "dia sudah melepas segalanya padaku, jadi aku yakin dia tak akan mampu menuruti keinginanmu. Hiduplah dalam damai Louis, carilah kebahagiaanmu sendiri. Hentikan obsesimu padaku, karena sampai kapan pun aku tak akan pernah tertarik padamu."


Flasback off


Mily mendekati meja Fisha yang tampak kosong, kedua anaknya sedang bersama Ridho dan Selomita di meja lainnya.


"Terima kasih sudah mau datang ke acaraku Mbak," ucap Mily tulus.


Fisha tersenyum hambar, sejujurnya dia tak senang melihat Mily bahagia, tapi ia bisa apa saat ini.


"Mily, kamu sudah bahagia sekarang, lalu bagaimana denganku?" tanyanya dengan nada lemah.


Mily mengernyit bingung dengan pertanyaan Fisha, "aku yakin mbak akan menemukan kebahagiaan lagi.”


Mily mengikuti arah pandang Fisha. Mantan madunya itu terlihat sendu saat melihat kedua buah hatinya sedang bersenda gurau dengan mantan suami dan kekasih barunya.


"Apa kamu bisa membantuku untuk kembali bersama dengan Mas Ridho Mil?" pintanya yang membuat Mily menegang.


.


.


.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2