Tolong Jangan Salahkan Aku

Tolong Jangan Salahkan Aku
Terkuak 2


__ADS_3

Louisa duduk terlebih dahulu, Dika memberontak dan di lepaskan begitu saja oleh anak buah Herman.


Beberapa orang berjaga di pintu masuk, semua karyawan yang berada di restoran di minta untuk keluar kecuali manajer hotel.


"Sayang, aku bisa jelasin," ucapnya sambil berlutut di kaki Louisa.


"DIKA! KAMU APA-APAAN? SIAPA DIA!" bentak Fisha kesal.


Ferdi meminta Mily untuk duduk terlebih dahulu karena ia tau kalau calon istrinya itu terlihat syok.


"Aku akan duduk melihat di sini, sebaiknya kamu selesaikan masalahmu dengan mereka terlebih dahulu!" tunjuk Louisa menggunakan dagunya.


Enggan melihat drama mantan istri dan kekasih barunya, Ridho bergegas mendekati Dika dan mencengkeram kerah kemejanya.


"Apa masalahmu denganku!" kecamnya.


Dika tertawa tanpa merasa takut, pikiran lelaki itu sepertinya permainan balas dendamnya telah usai.


"Dia masalahku," tunjuknya pada Fisha.


Fisha terkesiap mendengar ucapan Dika yang menunjuknya.


"Aku? Kenapa denganku? Ada apa ini Dik!" jawab Fisha kesal.


"Kalian berisik sekali," sela Louisa sambil memegang telinganya.


"Tidak bisakah kalian bersikap seperti seorang yang berpendidikan, duduk dan bicaralah, jangan sampai merusak barang-barang di hotel milikku," ancamnya.


"Kamu kira aku akan melepaskanmu? Aku akan menuntut hotelmu!" ancam Ridho balik.


Louisa terkekeh mendengar ancaman Ridho, "atas dasar apa? Sebaiknya kamu selesaikan dulu masalahmu, baru berurusan denganku!" tantang Louisa datar.


"Apa urusannya Fisha denganmu? Apa kalian bersekongkol?" tuduh Ridho.


"Apa maksud kamu menuduhku seperti itu mas?" Fisha tak terima dengan tuduhan mantan suaminya, justru di sini dia yang bingung dengan semua ini.


Dika menyentak kasar tangan Ridho yang mencengkeram kerah bajunya.


"Tenanglah, bro, aku akan menjelaskan semuanya, jadi mari kita duduk," ucapnya santai.


Ridho benar-benar tak percaya dengan kelakuan Dika yang terlibat santai.


"Aku akan menjelaskan pada kalian dengan syarat no rekaman atau apa pun, setuju?" tawarnya.


"Aku akan menjebloskanmu ke penjara, breng*sek!" maki Ridho tak terima.


"Ya sudah laporkan saja, apa kamu punya buktinya? Ini tawaranku, kalau kalian setuju dengan penawaranku, maka akan kuceritakan semuanya, kalau enggak lebih baik aku pergi dengan tunanganku," ucapnya dengan seringai menyebalkan.

__ADS_1


Di sinilah kelemahan Ridho dan Mily, mereka tak memiliki bukti untuk menjebloskan Dika ke dalam jeruji besi, hanya dari keterangan lelaki itu saja yang bisa menjebloskannya ke penjara.


Hanya Louisa yang tersenyum miring, gadis itu memikirkan sesuatu yang pasti bukan hal baik.


“Siapa dia Dika?” ulang Fisha yang belum mendapatkan jawaban.


“Kenalkan dia Louisa, tunanganku,” jelas Dika tanpa rasa bersalah.


"Tunanganmu?" lirih Fisha.


"Apa maksudnya ini Dika?" lanjut Fisha sambil terduduk lemah.


"Lalu apa kaitanmu dengan mereka Sain?" sela Ridho menatap Husain.


Dika dan Husain tertawa sangat menyebalkan, Ridho benar-benar tak tahan ingin menghabisi mereka berdua.


"Dia sepupuku, beruntung kami mempunyai tujuan yang sama, Dia—" tunjuknya pada Dika "ingin menghancurkan kebahagiaan istrimu, sedangkan aku ingin menghancurkanmu!" jelasnya.


"Kenapa kamu melakukan ini Sain! Jadi kamu yang sudah menjebakku dan Mily?" geram Ridho.


"Ya begitulah, mungkin Tuhan akhirnya membantu kami yang sudah pernah terluka karena kalian," ejeknya.


"Jangan membawa-bawa nama Tuhan untuk tindakan keji kalian! Menjijikkan!" sela Ferdi muak.


"Jelaskan saja, mengapa harus Mily yang kalian tumbalkan jika masalah kalian dengan Fisha dan Ridho!" sentak Ferdi kesal.


"Kamu juga sudah membuatku kesal dengan menolakku dulu! Tatapan jijikmu padaku sangat melukai harga diriku!" jelas Husain.


"Kamu keterlaluan Sain! Hanya karena itu kamu melakukan hal ini pada Mily?" sela Selomita yang tak habis pikir dengan perbuatan rekan kerjanya.


"Kamu ngga usah ikut campur! Aku lelah selalu di pandang sebelah mata! Kamu Do, ingatkah dulu saat proyek pertama kita hingga membuatmu naik jabatan?" ujar Husain menatap lekat atasannya.


Ridho tengah mengingat kejadian yang sudah lama berlalu, dalam benak ayah dua anak itu mencari apa yang salah dengan kejadian yang telah lalu itu.


Melihat Ridho yang tampak memikirkan di mana letak kesalahannya, Husain kembali melanjutkan.


"Kamu sangat tau kalau proyek itu akulah yang paling banyak berkontribusi, tapi apa? Kamu di puji atas hasil kerja keras kita dan di pilih untuk menduduki jabatanmu sekarang! Mengapa kamu tega padaku HAH!" bentaknya kesal.


Ridho bergeming, dia baru menyadari apa yang telah membuat bawahan yang juga sahabatnya itu membencinya.


"Kamu yang tidak hadir saat rapat itu! Jangan salahkan aku jika akhirnya pak Suseno yang memilihku! Harusnya kamu sadar diri! Hoby kamu yang suka hura-hura di malam hari yang merusak kariermu sendiri!" balas Ridho tak terima.


"Aku tak masalah tentang jabatanmu! Yang aku tanya mengapa kamu menerima pujian itu untuk dirimu sendiri tanpa memberi tahu Pak Suseno kalau akulah yang paling banyak bekerja!"


Ridho tau kekecewaan Husain, dia mengakui kesalahannya yang terlena akan pujian atasannya kala itu hingga melupakan sahabatnya yang sudah banyak bekerja padanya.


"Menyesal?" sindir Husain, "Pantas bukan kalau aku benci padamu!"

__ADS_1


"Kalau memang kamu marah harusnya kamu luapkan padaku Sain! Jangan melakukan hal gila seperti ini! Kamu merusak kebahagiaan semua orang!" ketus Ridho.


"Kamu pikir kamu tak merusak kebahagiaanku? Kamu bahkan berkata dengan bangga jika itu hasil kerjamu tanpa melibatkan aku, apa kamu tau orang selalu membandingkan aku denganmu? Tak perlu membela diri, harusnya kamu sadar diri!" kecam Husain.


Giliran Fisha yang menanyakan hal yang sama pada Dika, mengapa lelaki yang menjadi cinta pertamanya itu tega menipunya.


"Lalu kenapa kamu lakuin ini sama aku Dik? Setelah semuanya?" lirihnya.


"Itu karena orang tuamu! Betapa tega ibumu memutuskan pertunangan sepihak kita tanpa memikirkan perasaanku dan keluargaku! Saat aku berjaya kalian selalu membanggakanku, mengeruk uangku! Saat aku kesusahan kamu membuangku!" cibir Dika.


Fisha merasakan sesak di dadanya, kelakuan sang ibu yang tanpa menanyakan padanya tentang urusan pribadinya justru merusak masa depannya.


"Aku sungguh ngga tau apa yang sudah di perbuat ibuku Dika, kenapa kamu membalas dengan cara seperti ini Dik," ujarnya sambil terisak.


Selomita dan Mily merasa iba pada wanita yang pernah menjadi istri dari Ridho.


"Kamu harus merasakan sakitnya jadi aku Sha! Di khianati dan dia buang setelah tak berguna!" jelas Ferdi.


"Jadi kamu memang sengaja menipuku?"


Dika tersenyum miring, "bukankah itu impas? Aku mengambil apa yang pernah kuberikan dulu, harusnya kamu sadar bahkan uang yang kuambil darimu tak sebanding dengan uang yang sudah keluargamu keruk dariku!" ketusnya.


"Husain berkata kalau kamu dekat dengan gadis itu, pasti sangat menyenangkan saat kamu terluka oleh orang-orang yang kamu sayangi!" ucap Dika mencemooh.


Dika dan Husain berdiri hendak meninggalkan mereka semua yang sibuk dengan pikiran masing-masing.


Masa lalu yang tanpa sadar ternyata telah melukai orang lain, berimbas pada masa depan mereka.


Dika mendekati Louisa dan mengajak tunangannya itu pergi, diikuti oleh Husain yang menatap puas pada kelima orang yang hanya bisa bergeming di tempatnya.


"Maafkan aku mas, ternyata masa laluku yang telah menyeret kita ke dalam masalah pelik ini," lirih Fisha.


Dia tak tau siapa yang harus di salahkan, dia tak bisa sepenuhnya menyalahkan sang ibu yang pasti ingin dia hidup bahagia, meski dengan cara yang salah.


Mily yang tak sadar jika ternyata Husain mengungkapkan perasaannya secara serius kala itu padanya membuatnya menyesal, dia tak bermaksud melukai harga diri laki-laki itu, hanya saja dia memang tak memiliki perasaan padanya.


Ridho yang sadar telah terlena hingga melupakan orang lain, nyatanya telah menyakiti sahabatnya teramat dalam. Ia menyesal tentu saja, meski dia tak terima karena di balas sedemikian kejam oleh mereka.


"Aku juga salah, harusnya kita meminta maaf pada Mily yang terlibat dengan kesalahan masa lalu kita Sha,"


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2