Tolong Jangan Salahkan Aku

Tolong Jangan Salahkan Aku
Kebimbangan Ridho


__ADS_3

Betapa bahagia Ridho, saat ia kembali setelah lelah bekerja, langsung di suguhi pemandangan kedua anaknya yang sedang bermain di ruang keluarga orang tuanya.


"Vian, Alma, ayah sangat merindukan kalian," pekiknya bahagia, lantas segera memeluk kedua anaknya.


Ridho tak memerhatikan bahwa ada mantan istrinya juga di sana, saat ia menoleh ke belakang, dia terkejut karena ada Fisha yang tengah duduk di temani sang ibu.


Ridho pikir kedua anaknya hanya di antar oleh Fisha. Ridho mendekati keduanya, duduk di sebelah sang ibu menghadap Fisha.


"Makasih kamu mau membawa mereka ke sini Sha," ujarnya tulus.


"Kamu bersihkan diri dulu Do, baru main bersama mereka," tegur Elya pada sang putra.


Ridho menatap Fisha meminta penjelasan, ia tak mau kehilangan momen langka seperti ini, Ridho takut Fisha akan membawa anaknya pergi lagi saat dia membersihkan diri nanti.


"Kamu tenang aja mas, aku ngga akan ke mana-mana," seolah tau apa yang sang mantan suami pikirkan.


"Janji ya Sha, aku mohon, izinkan aku melepas rindu dengan mereka," pinta Ridho seperti anak kecil.


"Iya mas, sana mandi dulu!" tegas Fisha.


Mereka berdua seperti kembali pada masa silam, di mana hubungan keduanya tak serumit sekarang.


Sepeninggal Ridho, Fisha kembali berbincang dengan ibu mertuanya.


"Mamah senang akhirnya hati kamu terbuka untuk membiarkan Ridho menemui anak-anaknya," sindir Elya.


Fisha menghela napas, dia berharap sang mertua menjadi jalan terakhirnya agar bisa kembali bersama mantan suaminya itu.


"Mamah ngga tau bagaimana hancurnya aku kan? Jangan sudutkan aku atas keputusanku yang dulu mah, hatiku hancur, aku terluka, jelas saja akalku secara naluriah ingin membalas dendam. Namun aku sadar, bagaimana pun mereka akan selalu merindukan ayahnya," jelas Fisha lirih.


Elya juga tak bisa menyalahkan mantan menantunya itu, dirinya juga tak bisa membayangkan jika berada di posisinya.


Andai mereka mau berubah dan kembali kompak menjadi orang tua yang baik bagi cucu-cucunya dia sudah merasa cukup, meski mereka gagal menjadi seorang suami istri.


"Menurut mamah, apa sebaiknya aku dan mas Ridho kembali bersama?" pertanyaan Fisha membuat Elya membelalak.


"Maksud kamu? Kamu mau rujuk sama Ridho? Lalu?" Elya tercekat tak mampu mengeluarkan pertanyaan selanjutnya.

__ADS_1


"Aku sudah memikirkannya mah, tak ada lelaki yang bisa menyayangi anak-anak dengan tulus, setelah melihat Mily menikah, aku jadi tau mas Ridho menepati janjinya, bolehkan aku berharap?" jelasnya sendu, dia sedang berusaha menarik simpati mantan mertuanya.


"Tapi Ridho sudah memiliki kekasih Sha," jawab Elya lemah.


Dia memang menyukai Selomita, gadis ceria dan juga dari golongan keluarga berada sepertinya. Dia juga gadis cerdas, tentu saja Elya berharap hubungan keduanya akan berlanjut setelah kehidupan pahit pernikahan putranya.


Namun ia tahu, keluarga Selomita belum merestui hubungan keduanya. Elya diambang kebimbangan, apa dia harus menerima Fisha kembali menjadi menantunya, atau membiarkan sang putra berjuang meluluhkan hati orang tua Selomita.


"Apa mamah ngga mau lihat kita kumpul lagi kaya dulu mah?" tekan Fisha.


"Mamah ngga bisa ikut campur urusan Ridho, sebaiknya kamu bicarakan dengannya, kalau pun tidak bersama, harusnya kalian tetap kompak sebagai orang tua," jawab Elya berusaha netral.


Fisha menghela napas, mantan mertuanya tak menolak keinginannya, sepertinya ia harus berusaha sabar, karena ia yakin sang mertua akan berada di pihaknya.


Setelah puas bermain, ternyata anak-anak tertidur di kediaman orang tua Ridho.


Gunawan juga terkejut dengan kehadiran cucu dan mantan menantunya.


Elya menawarkan agar mereka menginap saja, karena tak tega membangunkan Alvian dan Alma yang kelelahan setelah bermain dengan ayahnya.


"Sebaiknya kamu menginap saja Sha, kamu bisa tidur dengan anak-anak, Firda bisa tidur bersama Tini di belakang. Papah juga belum ketemu cucunya, iya kan pah?" pinta Elya.


Gunawan memang merindukan cucu-cucunya, tapi meminta mantan menantunya untuk menginap, rasanya agak segan dia kabulkan. Namun dia juga yakin Fisha tak akan mau pergi tanpa anak-anaknya, terpaksa dia menyetujui keinginan istrinya.


Ridho dan Fisha memutuskan untuk berbincang setelah makan malam. Tentu Ridho tak tau jika kedatangan mantan istrinya memiliki maksud terselubung.


"Terima kasih karena sudah membawa anak-anak ke sini Sha," ujarnya tulus.


Fisha menatap sang mantan suami, hatinya kembali berdesir, dia merutuki kebodohannya karena memilih untuk melepaskan laki-laki itu dulu.


"Maafkan aku yang dulu semena-mena Mas, kamu tau aku saat itu sangat terluka karena keadaan kita," ucap Fisha sendu.


Gunawan menatap keduanya dari kejauhan, dia yakin ada yang Fisha inginkan dengan tiba-tiba datang menemui keluarganya.


"Kamu tau tujuan Fisha datang ke sini Mah?" tanya Gunawan setelah dia meninggalkan keduanya.


"Ma-maksud papah apa?" jawab Elya gugup.

__ADS_1


"Kegugupan kamu sudah menjelaskan maksud kedatangan Fisha. Jangan bilang kalau dia berharap bisa rujuk dengan Ridho!" cecar Gunawan.


"Papah ini, kalau pun mereka kembali memang kenapa? Kita bisa kaya dulu lagi, ngga harus kesusahan menemui cucu-cucu kita. Jangan menyalahkan Fisha karena keputusannya dulu, wajar jika dia juga sakit hati," jelas Elya yang membela mantan menantunya.


Gunawan terlihat heran dengan pembelaan sang istri, dulu Elya merasa kesal karena Fisha memilih berpisah dari putra mereka. Sang istri juga terlihat senang dengan hubungan baru putranya, berbeda dengannya yang bersikap netral sejak dulu.


"Mamah aneh, dulu mamah kesal sama Fisha, bahkan pernah bilang ngga akan mau lagi menerima dia kalau nanti Fisha minta rujuk," cibir Gunawan.


"Ya, papah orang itu bisa berubah kapan pun, udah ah, mamah cape!" elak Elya yang malu akan ucapan suaminya yang mengingatkan dia akan sumpah serapahnya dulu pada Fisha.


Kembali ke Ridho dan Fisha yang saat ini sedang terdiam dengan pikiran masing-masing.


Ponsel Ridho berdering, ada sebuah pesan masuk, dia bergegas membukanya, tak lama senyumnya merekah, karena menerima pesan dari kekasihnya Selomita.


Fisha merasa cemburu dengan sikap Ridho, dia yakin orang yang mengirim pesan itu adalah Selomita.


"Mas," tegur Fisha berusaha menahan kesal.


Ridho menoleh setelah membalas pesan sang kekasih, "ada apa Sha? Ini udah malam, sebaiknya kamu juga istirahat," pinta Ridho sebab dia ingin menghabiskan waktu dengan Selomita.


Keduanya seperti remaja yang tengah di mabuk asmara, saling berbalas pesan hingga kantuk melanda adalah kegiatan rutin malam mereka.


"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan mas dan ini hanya sekali," ucap Fisha serius.


"Ada apa?" Ridho mengernyitkan dahinya bingung, karena tiba-tiba suasana hati mantan istrinya berubah.


"Demi anak-anak, apa kamu mau kembali bersamaku? Ini tawaran terakhirku mas, kalau kamu menolak, aku akan pergi jauh sambil membawa anak-anak," tawarnya disertai ancaman.


"A-apa maksudmu?"


.


.


.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2