Tolong Jangan Salahkan Aku

Tolong Jangan Salahkan Aku
Rencana Ferdi


__ADS_3

Hari ini hati Ridho menjadi kacau, setelah pertemuan dengan Ferdi kemarin, pesan yang dikirimnya untuk Mily bahkan tak mendapat balasan.


Dia cemas dan takut sesuatu terjadi pada istri keduanya. Bukan hal yang mustahil bagi Fisha melukai Mily, sebab salah satunya akibat ulahnya yang membawa Alvian tanpa persetujuan istrinya.


Flasback.


Setelah puas bermain, Ridho kembali membawa Alvian pulang ke rumah mereka.


Terlihat Fisha yang mondar-mandir di teras. Ia yakin sang istri menunggu kedatangannya.


"Vian!" pekiknya lantas berlari mendekati suami dan putranya yang terlelap di gendongan.


"Biar aku tidurkan dia di kamar, dia kelelahan," elak Ridho masih menggendong sang putra.


"Berikan dia padaku Do! Jangan lancang kamu!" kecam Fisha tajam.


"Lancang? Dari mananya aku lancang? Aku hanya mengajak anakku jalan-jalan dan kau sudah mengatakan aku lancang? Apa bertemu dan mengajak anakku sendiri itu hal yang lancang?" jawab Ridho tajam.


Marlina lantas mendekati keduanya yang sedari tadi tengah bersitegang di luar.


Melihat sang cucu yang tidur di gendongan sang menantu membuatnya tak tega.


"Sudahlah Fisha, biarkan Ridho mengantar Alvian ke kamarnya," lerai Marlina.


Hari yang sudah malam membuat Marlina enggan membuat keributan lagi di kediaman sang putri.


Akhirnya Fisha mengalah dan mengesampingkan kemarahannya, dia menyingkir memberi jalan bagi Ridho untuk bisa masuk ke dalam rumah.


Setelah sampai di kamar sang putra, Ridho lantas mengusap surai sang putra dan mencium keningnya, dia tidak berbohong tentang kerinduannya pada sang putra.


Dalam hati, dia mengucapkan beribu kata maaf karena tanpa sengaja menyeret anak-anak dalam masalahnya.


Fisha berdiri di ambang pintu, sedangkan Marlina lebih memilih menunggu di ruang tamu.


"Sebaiknya kamu jangan menemui anak-anak dulu sebelum sidang putusan kita jelas mas! Aku ingin menyiapkan mental anak-anak yang harus bersiap kehilanganmu!" ujar Fisha tajam.


"Aku bahkan bisa meluangkan waktuku setiap hari jika kamu mengizinkan," elak Ridho tajam.


"Kalian sebaiknya bicara yang tenang di sini, jangan membangunkan Alvian!" gerutu Marlina yang pusing melihat anak dan menantunya kembali bersitegang.


Fisha lantas menutup pintu kamar sang putra lalu duduk di sebelah ibunya, menghadap Ridho.

__ADS_1


Bahkan tak ada suguhan yang Fisha berikan karena ia enggan menawari suaminya apa pun saat ini.


"Kamu tau kan Do, apa yang kamu lakukan tadi itu salah, kamu membuat ibu dan Fisha kelimpungan mencari Alvian!" gerutu Marlina.


Ridho mendengus, "kenapa harus mencari, aku ayahnya, sudah pasti aku akan memulangkan Alvian, karena aku tahu dia butuh ibunya."


"Yang tidak masuk akal di sini adalah, kalian menghalang-halangi aku dan orang tuaku bertemu anak dan cucu mereka!" tegur Ridho keras.


Fisha menghela napas, "aku akan membiarkan kamu menemui mereka mas tapi tidak sekarang, tolong mengerti aku," pinta Fisha.


"Mengerti kamu? Sejak kapan aku tak mengerti kamu?" balas Ridho jengah.


"Aku menuruti permintaan kamu untuk mengambil semua aset kita, aku menuruti permintaan kamu yang akan mengambil alih hak asuh anak-anak. Kamu juga minta nafkah yang tetap harus berikan saat itu dan masih aku kabulkan!"


"Lalu apa kamu mengerti aku? Aku hanya ingin tak di halangi bertemu anak-anakku! Dan satu lagi, aku menolak dengan tegas permintaan nafkah yang kamu ajukan, aku bersedia dengan perjanjian awal yang hanya sebesar sepuluh juta per bulan!" putus Ridho.


"Nggak bisakah kamu mengerti aku Mas? Di sini aku yang terluka akibat pengkhianatanmu, tak bisakah kamu mengalah mengikuti keinginanku?" pinta Fisha lirih.


"Sekarang aku tanya, bagaimana perasaanmu saat Alvian bersamaku? Begitu juga perasaanku. Aku merindukan dia, mengapa aku menolak bercerai darimu karena aku juga sakit!"


Malas berdebat dengan sang istri yang tak ada ujungnya, Ridho memilih meninggalkan kediamannya.


Flasback off


'Orang jahat, lahir dari orang baik yang tersakiti' begitu kata-katanya.


"Apa iya Fisha akan melakukan hal yang mengerikan karena sakit hati? Harusnya dia melampiaskannya padaku, mengapa harus Mily?" monolognya.


Namun ia ingat, jika Fisha sudah melakukan pembalasan padanya, yaitu dengan menjauhkan anak-anak darinya.


Apa sekarang Mily yang menjadi sasarannya?


Ridho menggeleng menghilangkan pikiran buruknya tentang sang istri, ia yakin Fisha tak akan melakukan apa pun yang melanggar hukum, menurutnya.


.


.


Di kediaman Mily, suasana makin tegang saat Ika masih berada di atas awan karena kecamannya pada Mily.


Bahkan kasak-kusuk warga semakin terdengar dan mendukung langkah Ika.

__ADS_1


Dua orang yang tadi takut-takut kini juga sudah berani menengadahkan pandangannya dan menatap sinis ke arah Mily dan keluarganya.


Ferdi memutar otaknya, sungguh rencananya yang ingin menyelamatkan Mily dengan mengaku sebagai calon suaminya, nyatanya tak berarti banyak.


Namun, dia kembali bisa tersenyum puas dengan apa yang akan dia lakukan saat ini.


"Dari mana ibu mendapatkan foto-foto ini?" tanya Ferdi tenang.


Ika tersenyum sinis sebelum menjawab pertanyaan Ferdi, "Anda ngga perlu tau dari mana saya mendapatkan foto-foto itu!" desisnya.


"Benarkah? Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita langsung saja ke kantor polisi, karena aku memang sedang mencari dalang di balik penjebakan Mily," jelas Ferdi yang membuat tubuh Ika bergetar.


Dia tak mengerti apa yang di ucapkan Ferdi, mengapa laki-laki yang mengaku sebagai calon suami Mily itu bahkan hendak menggiringnya ke kantor polisi.


"Benar juga, dia orang yang kita cari selama ini!" seru Bian yang tau apa yang direncanakan oleh Ferdi.


Hanya Mily dan Saidah yang masih bingung dengan keduanya, terlebih lagi dua orang warga yang tadi bersikap sinis mendadak semakin pucat mendengar kata polisi.


"Tunggu! Mengapa tiba-tiba membawa saya! Saya ngga tau apa-apa!" elaknya.


"Kamu jangan mengalihkan pembicaraan kami ya! Kamu hanya tamu tak di undang di sini!" pekik Ika kesal bercampur takut.


"Ibu ngga usah banyak bicara, nanti saja di kantor polisi ibu akan mendapatkan penjelasan! Karena itu adalah masalah yang tak bisa di konsumsi publik seperti sekarang," ucap Ferdi tajam lalu bangkit berdiri.


"Ayo Bu, jangan sampai ibu di jemput paksa oleh pihak yang berwajib," ancamnya kemudian.


"Tunggu, bisa tolong jelaskan masalah ini? Maaf tapi kami berusaha menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan," sela Pak Rt.


"Maaf pak Rt, semuanya memang berhubungan dengan pihak yang berwajib, kami beruntung karena sedang mencari pelaku yang telah menjebak Mily dan Ridho," jelas Ferdi yang malah membuat bingung.


Ika dan kedua warga bahkan sudah ketar-ketir, mendengar ketegasan Ferdi yang akan menyeret ketiganya ke kantor polisi.


Mereka tak menyangka karena foto yang di kirim oleh Marlina akan menyeret mereka ke dalam situasi yang sangat serius.


"Bisa jelaskan pada kami?" pinta petugas kelurahan.


"Tidak bisa pak, kalau bapak mau ikut ayo kita ke kantor polisi sekarang! Maka bapak akan tau masalah yang sebenarnya," ajak Ferdi.


Padahal Ferdi sendiri tidak tau apa perempuan bertubuh gempal itu yang sengaja menjebak Mily dan Ridho apa bukan.


Rasanya tidak mungkin, tapi demi bisa membungkam rencana jahat dan seseorang di balik insiden ini terpaksa Ferdi melakukan hal itu.

__ADS_1


Hai-hai sambil nunggu aku up, mampir yuk di karya author NAZWA TALITA judulnya CINTA BERSELIMUT LUKA. Jangan lupa Like, komen dan subscribe ya🥰🙏



__ADS_2