
Mira gemetar memegang ponsel itu.Sebuah ponsel yang pasti bukan milik Marvel.Mira mulai membuka ponsel itu,sebuah ponsel dengan wallpaper sepasang pria dan wanita paruh baya yang sedang berpose cukup mesra.Mira semakin gemetar,ia membuka galeri ponsel itu.Dilihatnya banyak foto orang yang sama dengan pose yang lebih menantang.Mira berurai air mata.Ingatannya kembali berputar ke masa kelamnya dulu,masa dimana Mira remaja jatuh cinta dengan laki laki bre**sek itu,hingga lahirlah seorang Marvel.
Ponsel siapa ini?kenapa ada foto laki laki ini?
Sungguh...Mira seolah tak rela jika Marvel harus mengenal pria ini,Samuel,ayah kandungnya.Pria yang sudah merenggut kehormatan Mira,membuatnya di usir oleh keluarganya sendiri,dan hidup lontang lantung di kota itu dalam keadaan hamil besar.Mira muda yang harus menanggung kerasnya hidup seorang diri.Menjadi buruh serabutan,untuk menghidupinya dan calon anaknya pada waktu itu.Hingga akhirnya ia bertemu Mayang,ibu kandung Johan.Mayang bertemu dengan Mira saat Mira sedang membawa Marvel kecil yang sakit ke rumah sakit,namun karena tak punya biaya,pihak rumah sakit pun menolak mereka.Namun nasib baik menaungi Mira dan Marvel,mereka bertemu Mayang saat Mayang sedang memeriksakan kandungannya.Mayang pun membiayai semua pengobatan Marvel hingga sembuh,bahkan wanita baik hati itu memberikan pekerjaan pada Mira sebagai ART lalu beralih menjadi pengasuh saat Johan lahir ke dunia.
ceklek....
pintu kamar terbuka,membuyarkan lamunan Mira.
Selly datang dari balik pintu tersebut..
Mira segera memasukkan ponsel itu ke dalam sakunya.
"permisi nyonya,nyonya sudah di tunggu di meja makan" ucap Selly.
Mira mengusap lelehan air mata di pipinya.
"iya...sebentar lagi saya turun" ucap Mira.
Selly melirik ke arah Marvel yang masih tertidur,lalu mengangguk sopan menanggapi ucapan Mira.
"saya permisi nyonya...."
"Sell....tunggu...."
"iya nyonya..."
"tolong kamu bersihin kamar mandi Marvel ya...agak kotor soalnya..."
"baik nyonya..." ucap Selly sopan.
Mira segera menuju ruang makan.Disana sudah ada Jonathan,Johan juga Adela.
"mama kenapa?" tanya Adela saat melihat sang mertua nampak sedih.
"mama nggak apa apa kok" ucap Mira.
"Marvel udah besar ma....nanti juga dia sadar kok....nggak usah se panik itu lah...." ucap Jonathan.
Mama Mira tak menjawab,ia masih sibuk dengan pikirannya tentang foto Samuel dan ponsel ber case bunga bunga itu.
Ke empat orang itupun memulai sarapan mereka.Setelah selesai,Adela pun mengantarkan sang suami yang hendak pergi ke kantor itu ke depan rumah.
Adela mencium punggung tangan Johan..
"hati hati ya mas...."
"iya sayang..." jawabnya.Johan mencium kening Adel lalu bergegas menuju mobilnya.Adela segera masuk ke dalam rumah itu,namun tiba tiba langkahnya terhenti melihat Mira yang nampak terburu buru sambil membawa tas branded nya.
"mama...mama mau kemana?"
"em....mama ada urusan sebentar...."ucapnya
__ADS_1
" oh..."
"mama pergi dulu ya sayang..." ucapnya.
"iya ma...hati hati" ucap Adela di balas dengan anggukan kepala oleh Mira.
...****...
Sementara di dalam kamar...
Gadis berseragam pelayan itu kini tengah duduk di tepi ranjang king size ber sprei putih itu.Matanya tak henti menatap sendu pada laki laki yang kini tengah tertidur pulas tersebut.Bahkan perintah sang nyonya untuk membersihkan kamar mandi pun belum ia laksanakan.Ada perasaan iba dalam dirinya,apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat laki laki yang murah senyum itu jadi se kacau ini?
Tangan itu tergerak,hendak mengusap wajah berjambang itu,namun ia urungkan.Ia kembali teringat ucapan Marvel kemarin tentang posisinya.Walaupun Marvel mengatakan itu saat dirinya tengah emosi,namun ucapan ucapan itu berhasil menorehkan luka di hati gadis dua puluh tahun tersebut.Setetes air mata kembali terjatuh.Entahlah....masih ada rasa sakit hati disana,namun ada juga rasa iba saat melihat wajah laki laki yang kini tengah terlelap dalam mimpinya itu.
Selly mengusap lelehan air matanya.Ia kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan kamar mandi sang majikan tersebut.
Kurang lebih lima belas menit,Selly selesai dengan aktifitas membersihkan kamar mandinya.Gadis itupun berbalik badan hendak keluar,namun tiba tiba..
bugghhh....
Kepalanya membentur dada bidang milik Marvel yang entah sudah sejak kapan berdiri di belakangnya.
"tu...tuan..."
Marvel dengan mata yang masih merah dan gerakan masih sempoyongan itu menatap tajam pada gadis di hadapannya tersebut.
Selly memundurkan langkahnya,ia mencium gelagat kurang baik saat ini.
Marvel masih menatap tajam pada wanita itu,sebuah tatapan dibawah kesadarannya,ia melangkah maju,mendekatkan tubuhnya pada tubuh mungil Selly yang semakin terhimpit di dinding kamar mandi itu.
Marvel mengungkung gadis itu,ia mendekatkan wajahnya pada wajah Selly,membuat gadis itu semakin meremang ketakutan.
"lo nggak pernah lihat gue" ucapnya berbisik di telinga Selly,bahkan kini bibir itu menempel di telinga Selly.
"tuan..... sadar..."ucapnya
"gue cinta sama lo Ra....tapi lo pura pura buta...!gue capek Ra!gue capek lo mainin terus...GUE CAPEK...!!" ucapnya lirih,namun membentak di ujung kalimatnya.
Selly semakin menangis ketakutan.
Marvel menarik kerah baju gadis itu,
"gue udah belain lo mati matian Ra...!gue udah nyembunyiin lo..ngelindungin lo dari amukan Johan!gue udah melakukan banyak hal buat lo tapi lo masih nggak bisa lihat gue...!" ucapnya seolah ia sedang berbicara dengan Clara.
Selly menatap nanar pada laki laki itu.
"tuan....sadar...." ucapnya lirih.
Marvel yang sedang buta....
Kini kembali melakukan hal yang tak disukai oleh wanita itu.Marvel melum** bibir mungil itu.Membuat gadis itu membelalakkan matanya.Selly kembali menangis,ia meronta ronta meminta dilepaskan oleh pria mabuk tersebut.Namun tenaga Selly tak sebanding dengan kekuatan milik Marvel.Marvel semakin memperdalam ciumannya,membuat Selly semakin ketakutan.
buughh....
__ADS_1
"akkhh..."
Selly menghantam jagoan Marvel menggunakan lututnya,membuat Marvel kesakitan dan melepaskan bibir mungil itu.Selly segera berlari meninggalkan kamar mandi,namun Marvel yang sedang mabuk tersebut menarik tangan Selly yang kini sudah keluar dari kamar mandi itu dan menghempaskannya ke ranjang king size miliknya.
Marvel yang buta itu melepas kaos polosnya dan mulai menindih Selly.Selly berteriak sekencang kencangnya.Berharap ada yang datang memberikan pertolongan padanya.Namun sia sia,kamar luas itu kedap suara,membuat tangisannya tak terdengar dari luar.
Dan terjadilah....
Selly menangis sejadi jadinya.Ia dirusak oleh pria yang dulu pernah menjadi penolongnya,menyelamatkannya dari dunia malam milik sang mama.
aduuhhhh.....gimana inii......??😭😭😭author kok sedih nulisnya.....😭😭😭😭😭😭😭
***tetep tunggu kelanjutannya ya Readers.....😩😩😩
semua akan tetap indah pada waktunya......😢😢😢***
...----------------...
***Bolehlah kasih like vote dan komennya😭😭😭
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUA KU***...
👇👇👇👇






SANGAT DI TUNGGU LIKE VOTE DAN KOMENNYA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤********