
Sepasang muda mudi yang baru saja kena semprot banyak orang itu kini tangah duduk di kursi taman yang ada di belakang rumah besar milik keluarga Alexander itu.Selly dengan telaten mengobati luka luka yang ada di wajah Marvel.Sesekali pria itu meringis kesakitan saat Selly menyentuh memar di wajah berjambangnya.
Marvel mengamati wajah sang terus menunduk itu.Rasa malu seolah tak habis habis gadis itu rasakan.Dunianya seolah runtuh hanya dalam hitungan jam.
"Sell..." ucap Marvel lirih.
Selly tak menjawab,ia semakin menunduk,mencoba menyembunyikan rintikan air mata yang kembali menetes.
Marvel merasa teriris,sedari tadi wanita yang telah ia renggut kehormatannya itu tak henti menangis walaupun tanpa suara.Marvel semakin kalut,ia bingung,apa yang harus ia lakukan.
"Sell ngomong dong....gue harus apa sekarang...?gue bingung...!!"
Selly menggelengkan kepalanya,air mata kembali luruh,ia pun tak tahu harus bagaimana.Ucapan Mira sebelum pingsan sukses membuat jantung kedua anak manusia itu seolah berhenti berfungsi.
Mereka kakak dan adik?saudara kandung?saudara se ayah?benarkah?memang siapa ayah mereka?Marvel saja tak pernah tau siapa ayah nya karena Mira tak pernah mau memberi tahukan padanya siapa laki laki yang sudah menghamilinya dulu.Sedangkan Selly....??hellow....dia anak seorang Nani,seorang mucikari yang sudah puluhan tahun hidup dan berhubungan dengan banyak laki laki.Jangankan Selly,Nani sendiripun tak tau siapa ayah dari anaknya itu.
Tapi bagaimana bisa Mira mengatakan bahwa Selly dan Marvel saudara se ayah?
Dan jika itu benar,bagaimana ini?betapa hinanya perbuatan mereka?mereka berhubungan selayaknya suami istri dengan a kandung mereka sendiri?betapa besarnya dosa yang akan mereka tanggung?!melakukannya di luar nikah saja mereka sudah dosa,lah ini sama saudara sendiri???Ya Allah........kedua manusia itu benar benar terpukul dengan keadaan ini.Rasanya ingin sekali lenyap dari bumi ini saat itu juga.
Lalu bagaimana jika Selly hamil nantinya....???
Aaakkkkhhhhh............othor stress bayanginnya.....π«π«π«
Selly menangis lagi dan lagi.Ia menunduk sambil menutup wajahnya,ia benar benar bingung harus berbuat apa.Bagaimana hidupnya setelah ini.
Sedangkan Marvel ia menarik rambutnya kuat sambil menatap langit.
"Ampuni hamba Tuhan...!!" ucapnya.
"aakkkhhh....!!!" Marvel berteriak sambil menendang udara.
Tanpa mereka sadari,sepasang mata menatap ke kalutan mereka dari sebuah balkon kamar di lantai dua.Tuan Jonathan memijit pelipisnya,ia benar benar pusing.Anak kandungnya pergi,anak tirinya merenggut kehormatan pelayannya sendiri,istrinya sedari tadi nangis setelah sadar dari pingsannya.Terus dia harus gimana....????
Jonathan mendekati sang istri yang tengah meringkuk memeluk gulingnya,
"ma...." ucapnya yang kini tengah duduk di sisi ranjang.
Mira bangkit,ia memeluk suaminya...
"pa....hiks.."
Jonathan mengusap pucuk kepala sang istri.
"Pa...Marvel dan Selly pa....hikss..." ucap Mira sambil menangis.
"dari mana kamu tahu mereka saudara ma?kata siapa?"tanya Jonathan.
Mira menjauhkan tubuhnya,ia mengambil sebuah ponsel ber case bunga bunga dari dalam tas nya.
" ini pa....ini hp mamanya Selly,dan laki laki ini,ini yang namanya Samuel...!hiks....dia ayah kandung Marvel...!"ucapnya menangis sambil memperlihatkan foto Nani dan Samuel yang berada di layar ponsel itu.
__ADS_1
"dari mana kamu tahu kalau ini hp mamanya Selly?"
"Johan yang bilang pa....mereka saudara pa...!ayah mereka adalah orang yang sama...!hiks...hiks.."
Jonathan mengamati foto foto sepasang paruh baya yang nampak berpose cukup menantang itu.Jonathan menyipitkan matanya.Ia merasa sanksi,apa benar mereka pasangan suami istri.Jonathan melihat watermarks yang berada di dalam foto itu.Tertera nama,jam dan tempat pengambilan foto tersebut.Mungkin ia yang sudah tua itu harus turun tangan,ia harus meluruskan permasalahan ini,bathinnya.
...****...
Malam hari...
Di sebuah villa yang terletak jauh dari hiruk pikuk kota metropolitan....
Suara adzan isya' berkumandang,pertanda waktu untuk para umat muslim menjalankan kewajiban lima waktunya telah tiba.
Seorang pria berbadan tegap itu tengah duduk di sebuah bangku panjang di balkon kamarnya sambil menghisap rokok favoritnya.Tatapan netra tajamnya menatap lurus ke depan.Ya....seperginya ia dari rumah utama,Johan mengajak Adela menuju villa keluarga yang letaknya tak jauh dari makam sang mama,Mayang.Johan ingin menenangkan diri untuk sementara,ia ingin menjauhkan diri dari keluarga nya untuk beberapa saat.
Adela datang dari dalam kamar dengan mukenah ungunya.Ia mendekati sang suami,lalu duduk di sampingnya.Adela mengamati wajah sang suami,nampak jelas raut kesedihan dan kekecewaan di sana.Adela menghela nafas panjang,bahkan Johan tidak menyadari kehadirannya saking asyiknya melamun.
"mas...." ucapnya lembut,membuat Johan tersadar dari lamunannya dan menoleh ke arah sang istri yang sudah duduk di sampingnya.
"eh...sayang....kamu disini?" tanyanya.Johan segera mematikan rokoknya.
Adela menatap dalam laki laki tercintanya itu.
"ada apa?kamu udah sholat?" tanya Johan.
Adela menggelengkan kepalanya,
"sama kamu yuk mas..." ucapnya.
Adela meraih telapak tangam sang suami,
"kamu bisa mengadukan apapun yang kamu rasakan pada Nya mas....." ucapnya lembut.
"tapi Del.....apa Tuhan mau menerima sholatku?lihat badan aku..."ucapnya sambil menunjukkan tato di sekujur tubuhnya
"mas....jujur....aku nggak tahu apakah Allah akan menerima sholat kamu atau nggak,jangankan kamu...aku sendiri aja juga nggak tau apa Allah mau menerima sholatku atau nggak.Yang penting kan kita berusaha mas...kita jalankan sesuatu yang memang wajib kita jalankan.Diterima atau nggak nya,biar Allah yang menentukan.Yang penting kita jalani dulu.....mau ya..." ucapnya penuh kelembutan.
Johan menatap sendu wajah ayu yang polos tanpa make up itu.
"mas....mau ya..." ucapnya sambil meremas lembut jemari tangan Johan yang nampak sedang berfikir.
"mas...." ucapnya lagi
Johan tersenyum.
"iya...aku mau..." ucap nya kemudian.
"alhamdulillah...." ucap Adela bersyukur.Ia nampak begitu bahagia.
"ya udah....sekarang kamu ambil wudhu dulu ya...biar aku gelarin sajadah kamu.." ucapnya dengan berbinar binar,bahkan ia hampir meneteskan air matanya karena bahagia.
__ADS_1
Johan mengusap gemas rambut berbalut mukenah itu,ia kemudian beranjak mengambil wudhu.
Adela sangat bahagia,ia tak henti henti mengucap syukur.Akhirnya sang suami bersedia ikut sholat dengannya.Akhirnya yang ia tunggu datang juga.Adela setengah berlari menuju lemari.
"Adel...kamu ngapain sih...jangan lari lari.." ucap Johan yang sudah selesai dengan wudhunya.
Adela membuka lemari besar tersebut,lalu mengambil sebuah sarung dan peci yang masih baru bahkan masih terbungkus plastik.Adela memang pernah membelikan sarung dan peci untuk Johan saat awal awal mereka menikah.Johan tidak tahu,karena Adela memang tidak bilang.Ia ingin sekali melihat Johan memakai sarung dan peci itu lalu mengimaminya sholat.Dan akhirnya,setelah hampir satu tahun menikah,sarung dan peci itupun keluar dari kandangnya.
Adela mendekati Johan.
"itu sarung sama peci siapa Del?"
"punya kamu lah....aku dulu sengaja beliin ini buat kamu....aku pengen kamu pakai ini" ucapnya sambil menyerahkan peci dan sarung itu.
Johan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.Terniat sekali istrinya ini,...
Johan pun memakai sarung dan peci itu di hadapan Adel.Wanita hamil itu nampak senyum senyum manja melihat sang suami yang tampan dan gagah itu mengenakan peci dan sarung yang sudah ia persiapkan berbulan bulan yang lalu.
"kenapa?" tanya Johan saat melihat Adela yang menggeliat sambil senyum senyum manja.Dasar Adel.....ganjen banget kalo di depan suamiπ
"nggak apa apa....seneng aja liat om om ganteng pake sarung..." ucapnya manja.
Johan terkekeh..
"ini jadi sholat nggak?"
"ya jadi lah..."
"ya udah buruan...senyum senyum mulu..." ucap Johan.
Adela pun memposisikan dirinya sebagai makmum...
Hening....
"Allahu Akbar...."
suara itu mengalun merdu,menembus relung hati terdalam seorang Adela Belva.Adel tersenyum,ia bahkan memejamkan matanya merasakan keteduhan saat telinganya menangkap sebuah suara yang sangat menggetarkan hatinya.
Alhamdulillah....akhirnya Johan benar benar jadi imam sholatnya.Sebuah moment yang tak kan pernah bisa dilupakan oleh seorang Adela Belvaβ€β€β€
...----------------...
***PENGUMUMAN.........!!!
AUTHOR BOLEH DONG MINTA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YANG BANYAK.....π
JANGAN LUPA MAMPIR JUGA DI NOVEL KEDUA AUTHOR
ππππ***
__ADS_1
***SEKIAN PENGUMUMAN NYA.....
TERIMA KASIH...ππππππππ***