WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 32


__ADS_3

Johan melangkahkan kakinya lebar masuk ke dalam gudang tua itu.Sedangkan Marvel kini mulai berjibaku melawan dua preman yang menyerangnya bersamaan.Seorang preman menghadang langkah Johan,menahan pria yang sudah di selimuti amarah itu agar tidak masuk ke dalam mengganggu kesenangan Angga.


"menyingkir..." ucap Johan dingin.Aura iblis menyeruak dari dalam dirinya.Siapapun akan bergidik melihat Johan yang nampak sangat menyeramkan saat ini.


"lawan gue dulu..." ucap preman itu.


Johan menyeringai.


Adegan penyerangan pun terjadi.Preman itu terus mencoba melawan Johan Alexander,namun pria itu hanya mengelak bahkan ia tidak berpindah dari posisinya.


Marasa sudah cukup bermain main,Johan memberikan beberapa pukulan membuat preman itu terpelanting ke lantai kesakitan.


Johan memepercepat langkahnya.Hingga saat ini ia sampai di depan sebuah pintu di dalam gudang itu.Dari dalam ruangan samar samar terdengar suara seorang wanita.Dada Johan bergetar,itu pasti Adela.


Johan segera mengambil ancang ancang...


1.......


2......


3......


braaakkkk......


pintu terbuka.


Johan mengetatkan giginya.Amarahnya semakin memuncak.Dadanya naik turun melihat gadis yang ia sayangi di ikat dengan tubuh yang hampir t********,hanya menyisakan celana d**** yang melekat di tubuhnya,dimana banyak sekali luka di tubuh polos itu.Adela terus menangis,ia menunduk tidak sanggup lagi untuk melihat pria yang baru saja tiba itu.Johan semakin murka.Dilihatnya pria di hadapan Adela yang kini sudah bertel**jang dada.


"an**ng......!!!!!" teriak nya.Johan menghampiri Angga.Ia menyerang laki laki yang sudah dua kali melakukan hal buruk pada Adela itu dengan membabi buta.Tangan,kaki lutut semua bekerja memberikan pukulan demi pukulan untuk pria br****ek bernama Angga itu.


Angga tak lagi tinggal diam.Ia pun melawan mantan atasannya itu.


Kedua laki laki itu saling serang...pukulan demi pukulan sama sama mereka terima.Meskipun Johan lebih unggul namun wajah tampannya pun tak luput dari tinjuan demi tinjuan yang Angga layangkan.


Tak lama kemudian Marvel datang membantu setelah ia berhasil melumpuhkan preman preman di luar gudang itu.


"urus Adel....biar ba****** ini gue yang ladenin.." ucap Marvel.


Marvel mengambil alih keadaan.Sedang Johan berlari mendekati Adela yang nampak Kacau.


Johan melepaskan ikatan tali pada tangan dan kaki Adela dengan gemetar.Sungguh,perasaannya hancur melihat gadis yang sangat ia sayangi ini sekarang.Wajahnya pucat,darah pengalir dari ujung bibir wanita itu dengan luka memar di sana.Sekujur badannya terdapat luka merah keunguan dengan beberapa bagian juga mengeluarkan darah bekas gigitan brutal Angga.


Adela terduduk lemas saat semua ikatannya berhasil terlepas.Ia merapatkan tubuhnya,berusaha menutupi tubuhnya dengan tangannya.Ia sangat malu saat ini,ia bahkan tak berani menatap Johan.Air mata tak henti mengalir membasahi pipinya yang merah bekas tamparan Angga.


Johan melepas kemeja hitamnya.


"pakai dulu" ucap Johan sambil membimbing Adela mengenakan kemeja miliknya yang terlihat kebesaran jika dipakai Adel.Kemeja itu berhasil menutup tubuh Adela hingga setengah pahanya.Johan bangkit,membiarkan Adela mengancingkan sendiri kancing kancing kemeja itu.Johan beralih menatap Marvel yang sudah berhasil membuat Angga babak belur.


"Vel..." ucap Johan.


Marvel menoleh ke arah Johan.Johan lantas melemparkan sebuah pistol jenis revolver itu pada kakak tirinya tersebut.Pistol bukanlah barang baru untuk Johan.Johan yang notabene adalah seorang brandalan,senjata senjata sejenis itu hanyalah mainan baginya .


"tahan mereka disini,jangan biarin mereka lolos.Gue akan kembali lagi dan membunuh mereka semua..."ucap Johan dingin.


Ia kemudian beranjak membopong Adela keluar dari gudang itu untuk di antar pulang.Johan berjalan dengan tatapan tajam meninggalkan tempat tersebut.Dadanya naik turun terasa sesak saat air mata Adela jatuh membasahi dada bidangnya yang kini tak terhalang sehelai kain pun.Adela membenamkan wajahnya kedalam dada Johan,menyembunyikan wajah yang sudah penuh dengan luka memar itu.Johan mempercepat langkahnya.Ia segera mendudukkan Adela di jok depan samping kemudi mobilnya,sedang ia kini bersiap melajukan mobil mewahnya itu.Sesaat Johan menatap wanita disampingnya tersebut,suara tangisannya bahkan sudah tak terdengar lagi...hanya isakan yang memilukan itu yang terdengar.Adela terus merapatkan tubuhnya,pandangan nya menatap keluar jendela,seolah ia enggan untuk menatap wajah laki laki yang sudah menolongnya itu.Ia merasa sangat malu.


" kita pulang ya..."ucap Johan lirih.Adela hanya mengangguk tanpa menoleh.Mobil itupun melaju melesat meninggalkan tempat tersebut.


Sementara di dalam gudang.


Marvel berjongkok mendekatkan tubuhnya pada Angga yang sudah terkapar lemah.Ia mengangkat dagu Angga agar menatap wajahnya dengan menggunakan pistol yang ia bawa.

__ADS_1


"apa tujuan lo melakukan ini?" tanya Marvel


Angga tersenyum licik.


"apa peduli lo" ucapnya menatang.


Mervel menaikkan satu ujung bibirnya.


"hehh....udah mau mati aja masih belagu lo" ucapnya kemudian memberikan pukulan pada wajah Angga.


Marvel bangkit.Ia berjalan keluar gudang untuk menyeret tiga preman yang sudah ia hajar habisa habisan tadi.


"bangunn....!masuk buruan...!" ucap Marvel sambil menendang tubuh para preman yang masih terkapar itu.


Ketiga preman itu bangkit merangkak menuju ke dalam gudang.


Setelah sampai didalam gudang.


"ba**sat....!!" umpatnya.


Marvel segera mengikat tiga preman itu dengan cepat.Setelah itu ia segera berlari ke arah belakang gudang,mencari keberadaan Angga yang sudah lenyap entah kemana.


"an**ng....!!" umpatnya.Ia mengusap wajahnya kasar.


Marvel mengambil ponsel di sakunya....


tuutt....tuutt...


"halo...."


"halo....gue punya tugas buat lo......" ucap Marvel pada anak buahnya dari sambungan telfon.


...***...


Shelly yang sedari tadi menunggu di depan kost an Adel segera berlari mendekati mobil merah yang membawa sahabatnya itu.


Johan turun dari mobilnya,mengitari mobil dan membuka pintu di sisi samping tempat Adela duduk.


Johan hendak membopong Adela...


"nggak usah tuan,saya jalan sendiri aja." ucap Adela lirih sambil menunduk.Johan pun menghentikan gerakannya.


"Adel...." ucap Shelly setengah teriak.Ia memeluk sahabatnya itu sambil menangis.


Kedua gadis itu saling memeluk memberikan kekuatan.Johan diam,membiarkan dua gadis itu untuk saling menguatkan.


"lo kenapa Del...?" tanya Shelly sambil menangis


Adela tak menjawab,dia hanya menundukkan pandangannya sambil terus menangis.


"tuan....Adela kenapa?"


"ceritanya panjang...sekarang saya minta sama kamu,kamu temani Adela,kalau perlu kamu tidur di kamar Adela.Jaga dia,saya harus pergi,nanti saya akan kembali lagi kesini." ucap Johan pada Selly


"iya tuan....saya pasti jagain Adel"


Johan menatap Adela.


"kamu istirahat baby.....aku harus pergi..." ucap Johan lembut.Ia segera bergegas meninggalkan dua gadis itu.Ia membuka pintu mobilnya,tiba tiba....


"tuan...." ucap Adela membuat langkah Johan terhenti.Johan menatap gadis malang itu lekat lekat.

__ADS_1


"hati hati...." ucap Adela kemudian.


Johan tersenyum,lalu mengangguk.Johan masuk ke dalam mobilnya,dengan segera ia bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut dengan kecepatan penuh.


...***...


Mobil mewah milik putra Alexander itu sudah sampai di gudang tua tempat Adela disekap tadi...


Johan yang kini bertelanjang dada itu pun keluar dari mobilnya dan dengan langkah lebar berjalan menuju ke dalam gudang tua itu.


Sesampainya di dalam gudang....


"kenapa cuma tiga?" tanya Johan pada Marvel.


"si br***sek itu berhasil kabur....gue lengah." ucap Marvel.


buughhhh...


"an**ng...!!" umpat Johan sambil menendang salah satu tubuh tawanannya itu sebagai pelampiasan kekesalannya.


Johan mengusap wajahnya kasar.


Dengan satu gerakan ia merampas pistol yang dipegang oleh Marvel dan mengarahkannya ke arah para preman itu.


"katakan....dimana ba****an itu sekarang...." ucap Johan dingin,sedangkan tangannya mengarahkan pistol itu ke arah para preman tersebut.


Preman preman yang tadinya garang itupun kini menciut.


bugghh....bugghh


sebuah pukulan dari tangan besar Johan mendarat pada salah satu preman itu.


"jawab....!!" suara Johan menggelegar ke seluruh ruangan.Tak mendapatkan jawaban membuat Johan makin murka.


doorrr.....dooorrrr....


Dua buah timah panas mendarat sempurna di kedua bola mata salah satu preman itu.Membuat sang pemilik tewas seketika di tempat itu.


"Jhon....!!" pekik Marvel kaget.Johan mengeluarkan senyuman psikopat nya.


Johan kembali mengarahkan pistolnya pada salah satu preman lain.


"jawab....atau mati" ucap Johan dingin dan penuh penekanan sambil menempelkan pistol itu ke salah satu preman yang masih hidup.


"a....ampun tuan....sa....saya...hanya disuruh tuan...saya ...tidak mengenal Angga tuan...saya tidak tau dimana dia berada sekarang" ucap preman itu ketakutan.


"siapa yang menyuruh kalian " tanya Johan lagi.


"Ang...Angga dan teman nya tuan....perempuan...."ucapnya lagi.


" perempuan?"


"iya tuan....ta...tapi saya tidak mengenal wanita itu" ucapnya terbata bata.


dorr....dorr.....doorr.....dorr....


Tembakan beruntun itu telah berhasil menghabisi nyawa dua preman itu.Percikan darah segar mereka pun mengenai wajah dan dada Johan yang polos tanpa sehelai benang pun.


"suruh anak buah lo untuk membuang bangkai mereka ke laut.....dan bakar tempat terkutuk ini" ucapnya pada Marvel kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Marvel menghela nafas panjang.Ia tidak tahu,sebegitu berartinya Adela bagi Johan hingga ia sampai semurka itu saat ada orang yang berani menyakiti seorang Adela Belva.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2