
Ceklekk...
pintu ruangan CEO itu terbuka.Adela masuk ke dalam ruangan tersebut.
"darimana?" tanya Johan yang sudah duduk sofa panjang disana dengan kaki kanan yang ia tekuk diatas kaki kirinya.
Adela menatap ke arah Johan,lalu tersenyum manis.Raut bahagia terpancar dari wajah wanita berhijab itu.Seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru,Adela setengah berlari mendekati suaminya tersebut...
"dari pantry mas...nyariin Selly....tapi dia nggak masuk hari ini.." ucapnya kemudian mendudukkan bo*ongnya di samping sang suami.
Adela segera menelusup masuk ke dalam pelukan Johan.
"perasaanku kok nggak enak ya mas....aku takut terjadi sesuatu sama Selly.Nggak biasa biasanya dia tiba tiba ngilang kayak gini" ucapnya sambil jari jarinya bermain di dada bidang Johan Alexander,sandaran ternyamannya.
Johan menghujani pucuk kepala Adela dengan kecupan yang bertubi tubi.
"kamu udah coba ke kost an nya?" tanya Johan.
Adela menggelengkan kepalanya.
"belum mas...tadi kan aku abis ketemu sama orang yang nolongin aku yang aku ceritain itu"
"besok kita ke kost an Selly ya....kita cari tau dia kemana" ucap Johan lagi.Adela hanya mengangguk.
"oh ya....kamu udah kasih uang sama laki laki itu"
"udah....sesuai perintah kamu..." ucap Adela sambil menatap Johan dengan ekspresi menggemaskan.Johan mengusap lembut rambut Adel lalu kembali mwngecupnya.
"eh...iya ....bentar.." Adela mengambil ponsel di dalam tasnya.Ia membuka ponsel miliknya lalu menuju ke aplikkasi WhatsApp.Dicarinya nomor pria yang beberapa hari ini sering menghubungi nya,Adela kembali menelusup ke pelukan Johan,Johan hanya mengamati gerakan tangan istrinya itu.Kemudian dengan satu gerakan Adela menyentuh tombol blokir di sana.
"selesaii...." ucap Adela sambil memperlihatkan memperlihatkan layar ponselnya pada sang suami.Johan tersenyum puas lalu mengeratkan pelukannya.
Tiba tiba....
Adela menegakkan duduknya.
"kenapa?" tanya Johan.
"mas......" Adel menatap Johan dengan tatapan yang sulit di artikan.
"apa?"
"coba angkat tangan kamu dong?"
Johan mengernyitkan dahinya
"kenapa?"
"angkat aja..."
Johan menurut,ia mengangkat tangan kanannya ke atas dengan ragu ragu.Adela mendekat,ia menyingkap jas yang Johan kenakan,kemudian dengan gerakan pelan ia mendekatkan kepalanya ke dalam ketiak sang suami sambil mengendus endusnya...
"kenapa sih Del?" tanya Johan bingung.
Adela makin mendekat,hidungnya terus mengendus di sana.
__ADS_1
"Adel kamu kenapa ?"
"kok baunya seger banget sih mas...?" ucapnya polos tanpa berpindah posisi.
"hahh?" Johan mengernyitkan dahinya.
Adela semakin mengendus,bahkan hidungnya kini sudah menempel di ketiak yang terbungkus kemeja putih itu,membuat Johan merasa kegelian,dan reflek mundur menjauh dari istrinya itu.
"ih...Adel apaan sih....geli..!ini ketek Del...jorok..!"ucap Johan.
" enak...."ucap Adela sambil terus bergerak mendekati suaminya,seolah ia menemukan aroma yang memabukkan dari dalam tubuh suaminya.
Adela semakin mendekat,ia terus mencoba masuk ke dalam ketiak itu,sementara Johan yang geli sekaligus heran itu hanya bisa menahan istrinya sambil terus tertawa.
"Adel..ini dikantor...aku masih punya banyak kerjaan sayang..jangan mancing deh!jangan sekarang..."
Adela masih berusaha mendekat.Johan segera memeluk wanitanya itu untuk menahan pergerakan Adela,Johan menggerakkan tangannya,mengangkat dagu Adela agar menatapnya
"jangan sekarang ya...kalau aku kepancing bahaya sayang....kerjaanku gimana...?masih banyak..ntar ya dirumah..."
Adela cemberut.
"kamu kenapa sih...aneh banget....?" tanya Johan.
"nggak tau...ketek kamu enak mas baunya..." ucap Adela sambil membalas pelukan Johan,kepalanya mencoba masuk lagi ke ketiak itu,tapi ditahan Johan,membuat Johan heran sekaligus lucu mendengar nya.Johan tak bisa menyembunyikan tawanya melihat wajah sang istri.
"jangan ketawa..." rengek Adela.
"iya...iya...nggak ketawa..ntar ya dirumah...kamu puas puasin nanti.Sekarang makan dulu...ini kamu yang bawain kan" ucap Johan menenangkan Adel,seolah seolah sedang menenangkan anak kecil.
"mas...." ucap Adela lagi,Johan menoleh..
"apa?"
"suapin..."
Johan menggelengkan kepalanya,istrinya hari ini benar benae aneh,tapi ia cukup terhibur dengan nya.
"ya udah sini aku suapin..." ucapnya.
Sepasang suami istri itupun makan bersama.Johan yang biasanya selalu dimanjakan Adela,kali ini giliran Adel yang minta di manjakan suaminya.
...****...
Sementara diruangan lain di bangunan yang sama....
Marvel mencoba menghubungi Selly berkali kali tapi tidak di angkat.
"ck...kemana sih dia!" ucapnya kesal.
Selama seharian ini Marvel tidak melihat gadis itu,ada perasaan cemas di sana,terlebih lagi kemarin ia mendengar pembicaraan salah seorang OB yang terdengar kesal lantaran Selly hanya bekerja sampai siang dan setelah itu menghilang tanpa berpamitan ataupun memberi kabar.
Marvel beranjak dari kursi kerjanya,ia keluar dari ruangannya dengan langkah lebar.Ia berjalan cepat menuju ruangan Johan.Tari yang melihat Marvel hendak masuk ke ruangan CEO itupun hendak mencegah sang asisten,pasalnya saat ini sang CEO sedang berada di dalam ruangannya dengan Adela,entah apa yang mereka lakukan tidak ada yang tau.
"tuan....di dalam ada.........."
__ADS_1
ceklek...
"anjr*t....!" umpat Marvel pelan, sambil reflek berbalik badan membelakangi sepasang suami istri itu,pasalnya saat ia membuka pintu sebuah pemandangan menggelikan terpampang nyata di depan matanya.
Johan yang sudah membuka jas nya dengan tiga kancing kemeja di bagian atas yang sudah terbuka,sedangkan Adela bersandar dengan manjanya dengan satu telapak tangan yang masuk ke dalam kemeja tersebut.
Adela segera menegakkan posisi duduknya,sementara Johan dengan santai kembali melanjutkan makannya.
"lo berdua ngapain sih?pulang sono...nggak tau tempat banget mau *** ***..."
"paan sih lo...lo yang main masuk aja...!ketuk pintu dulu kekk....!" ucap Johan tak mau kalah.
Marvel mengatur nafasnya,mencoba mengontrol emosinya.
Sesaat kemudian ia kembali menoleh ke arah sepasang suami istri yang kini sudah duduk berdampingan selayaknya manusia normal.
Marvel kemudian mendekati mereka,duduk di sofa tunggal di sana.Adela menunduk sambil menyantap makanannya sendiri,sedangkan Johan tak peduli dengan raut wajah kesal Marvel,ia terus makan dengan lahapnya.
"lo tau nggak Selly kemana?" tanya Marvel pada Adela.
Adela dan Johan menghentikan makannya,menatap Marvel dengan tatapan yang sulit di artikan.
"napa lo berdua liatin gue kek gitu?" tanya Marvel.
"lo ngapain nanya nanya soal Selly?" tanya Johan penuh selidik.Membuat Marvel salah tingkah.
"saya juga coba menghubungi Selly dari tadi tapi nggak di angkat sama dia tuan"
"dia bukan tuan kamu lagi sayang...jangan panggil tuan" ucap Johan.
"terus aku harus manggil apa mas?"tanya Adela pada suaminya.
"panggil sayang aja..." ucap Marvel spontan membuat sebuah sendok yang tadinya berada di tangan Johan langsung melayang ke arahnya.
"mata lo..." ucap Johan kesal.
Adela hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua saudara itu.
Adela memberikan sendoknya untuk Johan,kemudian Johan kembali menikmati makanan nya.
"kamu coba ke kost an nya aja mas....mungkin dia lagi sakit...aku juga khawatir sama dia....nggak biasa biasanya dia kayak gini" ucap Adela pada Marvel.
"iya deh....ntar pulang kantor gue kesana..." ucap Marvel.
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤*****