WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 13


__ADS_3

"lima tahun gue tinggal.....ternyata kalian udah banyak berubah ya....?ucap Clara.


saat ini ia bersama Johan dan Marvel berada di sebuah cafe.Setelah kehebohan drama makan siang di ruangan Marvel tadi,Johan segera mengajak Clara dan Marvel ke kafe untuk sekedar minum kopi,juga sekaligus menuruti kemauan Clara untuk pergi keluar bertiga.


" nggak ada yang berubah...."jawab Johan.


Clara tersenyum kaku.


"oh ya?" ucap nya..."ok...mungkin karena gue kurang mengenLi lo kali ya...makanya gue sampai nggak tau kalo lo seperhatian itu sama bawahan lo...sampai nawarin nyuapin makan segala"ucap Clara penuh sindiran.


Johan hanya diam,menatap wanita itu tajam.


"lo apa kabar Ra,,?kapan sampai" tanya Marvel mengalihkan suasana


"kabar gue baik...gue baru sampai tadi siang dan langsung ke kantor kalian,niat gue sih pengen ngasih kalian kejutan...eh..nggak tau nya malah gue yang terkejut..." ucapnya lagi.Clara merasa ada yang berbeda dengan dua pria di hadapannya ini.Mereka begitu berbeda memperlakukan office girl tadi.


Johan membuang muka...ia ingin sekali segera pergi dari sini.


Sejenak mereka larut dalam pikiran masing masing.


lalu....


Johan berdiri....


"gue mau balik..." ucapnya.


"secepat itu?" sahut Clara...


"gue sibuk" jawabnya kemudian pergi meninggalkan Marvel dan Clara.


Clara bersungut,ia menghela napasnya kasar.Johan tidak berubah,dia masih saja tetap cuek dan angkuh.


"gue nggak percaya kalau gue nggak bisa naklukin lo.Gue benar benar nggak tahan,gue nggak bisa terus terusan lo diemin Jhon...!gue harus dapetin lo gimanapun caranya" batin Clara.


ekspresi Clara yang nampak menahan emosi itupun tertangkap jelas oleh Marvel yang belum beranjak dari tempat duduknya.


"kenapa?kecewa?" ucap Marvel tenang sambil terus memperhatikan wajah wanita cantik itu.


Clara menatap Marvel,kemudian sebisa mungkin menetralkan ekspresinya.


"kecewa?siapa yang kecewa...gue nggak kecewa" ucapnya berbohong.


"mau sampai kapan lo nyakitin diri lo sendiri." ucap Marvel lagi


"lo ngomong apa sih,gue nggak ngerti" ucap Clara menatap sinis pada Marvel.


"harusnya lo berhenti Ra....Johan nggak bisa lo raih..Stop memaksakan perasaan lo..!mau sampai kapan lo ngejar ngejar orang yang sama sekali nggak pernah peduli dengan keberadaan lo.."


"cukup...!" ucap Clara pelan,namun penuh penekanan.


"gue akan dapetin apa yang gue mau...dan itu pasti!Johan itu milik gue..!dia ditakdirkan untuk gue!dan sampai kapanpun nggak akan ada satu wanita pun yang berhak memiliki dia.....selain gue..." ucap Clara.Senyum psikopat muncul dari wajahnya.


"segitu besarnya obsesi lo sampai lo tutup mata atas semua kenyataan yang lo alami.Gue kira setelah lima tahun lo pergi dari Indonesia lo akan move on dan memulai hidup baru...ternyata gue salah...lo masih berharap yang sama..."ucap Marvel menatap dalam pada Clara


"gue tau apa yang harus gue lakuin Vel.Lo tenang aja,lo cukup dukung gue...dan tunggu kabar bahagia dari gue" ucap Clara sembari mengusap pelan punggung tangan Marvel,kemudian beranjak pergi meninggalkan tempat itu.


...***...


Jam pulang kantor....


Adela dan selly sudah berada di depan lift berniat untuk turun.Mereka menunggu lift terbuka sambil sesekali bercanda.


tring..


lift terbuka.

__ADS_1


Adela yang sambil bercanda hendak masuk lift seketika terdiam saat melihat dua orang yang sudah terlebih dulu ada di dalam kotak besi itu.


Johan dan Marvel.


Adela menundukkan pandangannya,lalu Adel dan selly masuk dan berdiri di belakang Johan dan Marvel.


Hening...


kotak besi yang di isi empat manusia itu saling diam,tidak ada yang bebicara.Sesekali Johan melirik Adela dari pantulan pintu lift itu.


tring...


pintu terbuka...Johan keluar terlebih dulu,disusul marvel kemudian dua gadis itu.


"Del...lo tunggu sini ya...gue ambil motor dulu" ucap Selly.


"ok" sahut Adela.


Selly kemudian bergegas pergi.Adela menunggu di depan pintu masuk perusahaan sambil menyandarkan tubuhnya di sebuah pilar besar disana.


Sedang Johan yang tak sengajabmendengar pembicaraan dua office girl itu..


"lo pulang duluan deh...gue mau naik taxi aja" ucap Johan pada Marvel.


"lo mau kemana?" tanya Marvel penuh selidik.


"ada urusan...." ucapnya kemudian menyuruh Marvel untuk pergi.Marvel pun hanya mengikuti perintah atasan sekaligus adik tirinya itu.


seperginya Marvel...


Johan dengan langkah lebar mendekati Adela yang masih bersandar di pilar besar depan pintu masuk perusahaan itu.Dengan sekali gerakan Johan menarik tangan Adela dan membawanya pergi dari tempat itu menuju jalan raya.


Adela yang tidak siap sontak terkaget kaget dengan ulah Johan


"tu...tuan...!tuan ngapaain...?!" tanya Adela gugup.Kaki Johan yang panjang membuat langkahnya lebar,ia pun berjalan cepat sehingga Adela yang di genggam lengannya oleh Johan harus berlari untuk mengimbangi langkah Johan agar tidak jatuh..


Selly yang baru sampai hendak menghampiri Adela di tempat terakhir mereka berpisah,tapi tatapan matanya seketika fokus melihat sahabatnya itu ditarik paksa oleh sang CEO.


"Adel..." teriak Selly...


Adela menoleh ke arah suara tersebut.


"sell....." ucapnya lirih dengan wajah memelas.Belum sempat Selly mendekati sahabatnya,Adela dan sang CEO sudah hilang masuk kedalam taxi yang diberhentikan oleh Johan.


Taxi itu melesat dengan kencangnya meninggalkan Selly yang masih bingung dengan yang baru saja ia lihat.


Di dalam taxi....


Johan duduk dengan nafas naik turun....dia cukup ngos ngosan juga dengan adegan yang bisa di katakan penculikan tadi.Johan menatap Adela yang menunduk.


"tu...an....ki......kita mau kema..na?" tanya Adela terbata bata.


"pulang" jawabnya singkat.


Adela mendongakkan wajahnya,menatap Johan yang fokus menatap ke depan.


"rumah kita beda arah tuan.." ucap Adela sedikit jengkel.


Johan dengan cepat menoleh ke arah Adela dengan tatapan seolah hendak memangsa Adela hidup hidup.


"diam...!" ucapnya kemudian penuh penekanan.


Adela seketika diam dan menunduk..


"ya Allah....aku mau dibawa kemana ini....hikss....lindungi hamba Ya Allah..." batin Adela berdoa

__ADS_1


"lebih cepat pak" ucap Johan pada supir taxi


"baik tuan" jawab supir taxi teesebut.


Diam diam Adela mengeluarkan ponsel dari dalam ranselnya,Ia berniat untuk mengirim pesan pada Selly ,mencoba meminta bantuan pada sahabatnya tersebut.Namun belum sempat mengetik satu huruf pun Johan merampas ponsel tersebut mematikannya,lalu menyimpannya di saku jasnya.


"tuan......." Adela merengek...memelas pada tuan angkuhnya yang makin hari makin mengerikan menurutnya.


Kendaraan roda empat warna biru itu pun segera melesat dengan lebih cepat menembus jalanan kota yang padat.


sesampainya di depan sebuah bangunan bertingkat itu


Johan terlebih dahulu keluar mobil kemudian membukakan pintu mobil di sisi sebelahnya,tempat Adela duduk.


"turun.." perintah Johan


Adela menggelengkan kepalanya dengan cepat.Ia memeluk ranselnya dengan satu tangannya,sedang tangan satunya berpegangan pada jok taksi.


"turuunn..." ucap Johan dengan penekanan seolah mulai jengkel dengan sikap Adela yang tidak berpindah sama sekali dari tempatnya duduk.Johan mengusap wajahnya kasar..lalu dengan satu gerakan....


setttt.....


Adela sudah berada di atas pundak Johan,ia menggendong Adela seperti mengangkut karung beras.Untung saja Adela menggunakan jaket,membalut seragam dan juga ujung hijab Adela,sehingga saat Johan menggendongnya hijabnya tidak tersingkap.Adela yang memdapat perlakuan tersebut secara mendadak sontak membelalakkan matanya kaget.


"tuann....ngapain...!lepasin saya.....!!" ucap Adela meronta ronta sambil memukul mukul punggung Johan.


plakkk.....


"diam...!" ucap Johan jengkel sambil dengan reflek menepuk pan**t Adel dengan cukup keras.


Adela ter belalakk...ia pun berteriak histeris sambil terus meronta ronta minta di lepaskan.


"aaaaaaa..........sialan lo ya..!dasar om om mesumm....!!!lepasiiiiinnnn......" ucapnya sambil terus meronta ronta.


"Johan gila...stress....psycho....sintingggggg....!!!!!!lepasin gueee....!!!!hwaaahaaa...." Adela mengumpat tak henti henti seolah bukan bos nya yang menjadi lawannya saat ini.


Johan tidak peduli,dia bahkan terhibur dengan umpatan umpatan gadis itu...dengan santai nya ia membawa Adel menuju unit apartment nya yang ada di lantai 20.Johan tidak peduli dengan tatapan orang orang yang melihatnya dengan tatapan heran,kaget,geli,atau apalah...Entah apa yang ada di pikiran mereka.Tetapi tidak ada satu pun yang berani menegur,mereka tau siapa itu keluarga Alexander,tidak ada yang berani berurusan dengan keluarga konglomerat itu.


Hingga sampai di didepan lift,Adela terus berteriak


"lepasin gueeeee.....!!"


mereka pun menjadi pusat perhatian semua orang yang mengantri di depan lift.


"lu diem atau gue banting ...!" ucap Johan tegas.Adela seketika memelankan suaranya.


"lepaskan saya tuaann.....hiikks..." ucapnya sambil sedikit merengek.Sumpah dia benar benar malu...dia jadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana.


tring...


lift terbuka....


Johan melangkah masuk kedalam lift masih dengan posisi menggendong Adela yang kini wajahnya sudah ia benamkan di balik punggung Johan.Saat johan dan Adel sampai di dalam lift,beberapa orang lainnya hendak ikut masuk namun Johan memeberi isyarat dengan tangannya untuk mereka berhenti.Beberapa orang itupun menghentikan langkah mereka.Mereka pun memilih menunggu lagi,membiarkan Johan dan Adela menguasai ruangan berbentuk kotak besi yang kini sudah mulai bergerak naik itu berdua.


Saat sudah di dalam lift...


"tuan....turuuunnn" ucap Adela lirih.


Johan pun menurunkan tubuh Adela.Johan merapikan jasnya merapikan jasnya yang sedari tadi ditarik tarik oleh Adel.Sedang kan Adela meringsut mundur,berdiri dipojokan dengan posisi yang agak jauh dari Johan.


Johan menatap lurus ke depan dengan sikap angkuhnya.Sedangkan Adela,mulutnya tak henti komat kamit merapalkan doa meminta perlindungan dari sang Kuasa..


tingg.....


pintu lift terbuka,Johan segera menyeret tangan Adel menuju unit apartment nya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2