
Sore hari....
Disebuah villa mewah itu,,Seorang wanita berhijab duduk bersantai di balkon kamarnya.Matanya terus menatap pada pemandangan asri yang terhampar di hadapannya.
Ya....setelah drama menginjak kaki tuan angkuh itu Adela segera diantar pak Asep menuju kamarnya yang terletak di samping kamar Johan.
Sedari tadi ia hanya duduk duduk di balkon sambil memainkan ponselnya yang sudah berhasil ia rampas dari tangan Johan.
Sedangkan si pria angkuh itu sejak tadi belum keluar dari kamarnya,mungkin ia tidur.
tokk tokk tokk....
pintu kamar yang tak tertutup itu diketuk.Seorang wanita paruh baya datang membawa nampan berisi secangkir teh,kopi dam beberapa cemilan.
"permisi non..saya disuruh tuan muda untuk membawakan ini kesini" ucap wanita itu lalu meletakkan nampan yang ia bawa diatas meja disamping Adela.
Adela tersenyum
Wanita itu pergi meninggalkan Adela dan Johan yang entah sejak kapan sudah berdiri di pintu kamar Adela.Seperginya wanita paruh baya itu,Johan melangkah mendekati Adela,ia duduk di satu kursi disana.
"lo suka pemandangan nya?" tanya Johan sambil menatap lurus kedepan menikmati hamparan gunung dan sawah yang luas.
"saya suka tuan.Saya suka pemandangan hijau seperti ini" ucap Adela.
"gue tau.." ucap Johan lagi,membuat Adela menoleh ke arahnya
"tuan tau darimana?"
Johan menatap Adela,ia menarik satu sudut bibirnya,lalu kembali menatap pemandangan yang ada di depannya.
"gue tau semua tentang lo" ucapnya.
Adela menatap penuh tanya pada Johan.
"tuan mata matain saya?" tanya Adela.
Johan diam,sesaat kemudian ia menoleh kearah Adela.
Ia menatap dalam pada gadis manis itu lalu tersenyum.
"buruan mandi....gue pengen ngajak lo keluar." ucap nya.Ia kemudian bangkit dan bergegas meninggalkan tempat itu.
...***...
Malam menjelang.....
Disebuah daerah yang asri di kaki gunung itu...
Adela sudah sampai di sebuah restoran di daerah itu.Sebuah resto dengan dua lantai yang didominasi suasana romantis di dalamnya.
Adela berjalan beriringan bersama Johan,wanita dengan dress hitam itu nampak cantik dan serasi dengan pria gagah disampingnya.
Johan menarik satu kursi untuk Adela dan mempersilahkannya duduk.Sebenarnya Adela merasa kurang nyaman di perlakukan seperti itu.
"silahkan..." ucap Johan dengan senyuman manisnya,siapapun wanita pasti akan terpikat dengan senyum manis pria berrahang tegas itu.Begitu juga Adela
Adela menurut,ia duduk di kursi yang terletak di lantai dua itu.Nampak dari sana pemandangan suasana pedesaan di kaki gunung itu,penuh dengan kelap kelip lampu warga yang indah.
Johan menarik satu kursi yang berhadapan dengan Adela lalu duduk disana.Johan tersenyum...
"suka?" tanya Johan.
Adela mengangguk dengan malu malu...
"suka tuan.."ucapnya...
Seorang pelayan datang menghampiri mereka...
__ADS_1
" selamat malam...tuan dan nyonya...mau pesan apa" ucap pelayan itu ramah.
Johan mengambil buku menu yang diserahkan oleh pelayan itu.
"lo mau pesan apa?"tanya Johan
" saya ikut tuan aja..." ucap Adela lembut.
Johan tersenyum,ia lantas memilih menu yang ia inginkan untuk nya juga Adela.
Setelah para pelayan itu pergi.
"tuan...apa saya boleh tanya sesuatu?" tanya Adela,Johan mengangguk,matanya tak pernah lepas dari sosok wanita cantik di hadapannya itu.
"sejauh apa yang tuan tau tentang saya?" ucap Adela penasaran.Johan tersenyum...ia meletakkan sikunya di atas meja,matanya menatap wanita di hadapnnya itu dengan lekat.
"semua gue tau...termasuk hal hal yang berusaha lo tutupin di depan banyak orang pun gue tau..." ucap Johan.
Adela terdiam.
"apa dia juga tau tentang penyakitku??" batin Adela bertanya.
"gue tau tentang keluarga lo,teman,asal usul lo,sekolah,dan semuuanya...."
Adela menatap Johan dalam...
"kenapa tuan?" tanyanya lagi.
"permisi...."seorang pelayan menjeda pembicaraan mereka.
" ini pesanan tuan dan nyonya..."ucap pelayan itu sopan sambil meletakkan makanan dan minuman yang tadi sudah dipesan Johan.
"makasih ya mbak..." ucap Johan.
"sama sama tuan....saya permisi..." ucap pelayan itu lalu pergi meninggalkan mereka..
"tuan...." ucap Adela lagi.
"lo mau tau kenapa?"
Adela mengangguk pelan..
Johan menarik nafas panjang.....
"because I love you....." ucapnya dengan tatapan yang dalam pada Adela.
deg....
jantung Adela seolah berhenti berdetak....
Untuk beberapa saat Adela terdiam....memahami apa yang baru saja terjadi.Matanya tak lepas dari netra coklat pria di hadapannya itu.Ia seolah mencari jawaban dari mata pria itu.Benarkah yang pria itu katakan?kalau benar...kenapa?bagaimana bisa?
Begitu juga dengan Johan,seolah pandangannya mereka terkunci
"tuan...." ucap Adela lirih,dengan mata yang terus berfokus pada pria atasannya itu.
"tuan nggak tau siapa saya...." ucap nya lagi,lirih...hampir tak terdengar.
"apa yang gue nggak tau dari lo?"
Adela menunduk,matanya menatap kesegala arah di bawah sana.Ia seperti orang bingung...
"Del..." ucap Johan,
"lo kenapa?".
Adela mengangkat wajahnya...matanya berkaca kaca...sepersekian detik kemudian bulir cairan bening itupun tumpah....
__ADS_1
" tuan...."ucap Adela dengan debaran hebat dalam dadanya.Ia meremas ujung hijabnya untuk menyalurkan perasaannya...
"gue tau semua tentang lo...tentang masa lalu lo...tentang kelainan yang lo alami...gue tau semua..." ucap Johan.
Adela reflek menatap Johan.Seolah ingin mengatakan sesuatu,mulut Adela terbuka...tapi tidak ada kata kata yang keluar dari sana.
"gue sayang sama lo...gue cinta semua yang ada dalam diri lo.."
Adela meenunduk,air mata masih mengalir deras di pipinya.
"gue nggak peduli dengan masa lalu lo...gue nggak peduli tentang kelainan lo....gue cinta karena kenyamanan yang gue dapat ketika gue sama lo...gue cinta sama lo karena ketenangan yang gue rasain ketika ada di samping lo Del..." Ucap Johan benar benar tulus.
"tuan...." Adel menatap penuh arti pada Johan.
"saya nggak pantas untuk tuan..maaf tuan....saya nggak bisa.." Adela berlari meninggalkan tempat itu sambil terus mengusap air matanya..
"Adel...!" Johan berteriak,ia segera berlari mengejar Adela setelah ia meletakkan sejumlah uang di meja resto itu.
Dengan langkah cepat dan lebar ia mengejar Adela yang saat ini sudah sampai diparkiran.
"Adel tunggu...!"
Adela tak bergeming...ia terus berlari...
settt....
dengan satu gerakan ia berhasil meraih tangan Adela dan membalikkan badan Adela hingga kini keduanya saling berhadapan.
Adela menangis sesenggukan.Entah apa yang ia rasakan saat ini..jujur dalam hatinya ia sangat bahagia...ia senang karena seorang pria menyatakan cinta padanya.Suatu hal yang tidak pernah ia alami dalam hidupnya,bahkan untuk membayangkannya pun ia tidak berani.Ia terlalu takut untuk berharap dicintai laki laki disaat ia merasa dia adalah wanita terburuk di dunia ini.
Johan menangkup wajah Adela dengan kedua tangannya.
"lihat gue Del....lo kenapa?" ucap Johan terus menatap wajah gadis cantik itu.
Adela terus sesenggukan,air matanya deras tertumpah membasahi pipinya.
"saya nggak pantas tuan....hikkss.." ucap Adela
"saya terlalu buruk untuk mendapatkan perasaan tuan.Menjaga apa yang ada dalam tubuh saya saja saya nggak bisaa..." ucap Adela yang kini semakin terisak isak.
"saya nggak pantas tuan....saya nggak bisa....huhuhhuu.."
Johan mendekatkan wajahnya ke wajah Adela..
"Del....tenang...lihat gue...!gue bukan manusia sempurna Del....!gue juga buruk...!lo tau itu kan...!"
"gue nggak peduli dengan semua masa lalu lo..penyakit lo..dan apapun itu...gue nggak peduli...!!!gue cuma mau lo..!gue cinta sama lo...titik!" ucap Johan menggebu gebu.
"gue juga manusia buruk Del....gue cuma mau kita sama sama.Kita belajar untuk jadi orang yang lebih baik..." ucap Johan tulus....
"lo mau kan?gue butuh lo Del..." ucapnya lagi...suaranya mulai melembut.
Adela masih terisak.Johan menghapus bulir air mata itu.Ia mengangkat wajah Adela yang menunduk agar bisa menatapnya.
"lo mau kan..." lirihnya.
Adela tersenyum dalam tangisnya....ia mengangguk.Mengangguk disertai sebuah senyuman disana.Ia tak pernah menyangka ini akan terjadi padanya.
Johan tersenyum bahagia....tanpa ia sadar pandangannya mulai buram,matanya berkaca kaca.Ia sangat bahagia.Untuk kali pertama ia merasakan jatuh cinta.Dua anak manusia ini untuk kali pertama merasakan indahnya merasa dicintai.Johan memeluk erat wanita yang kini telah menjadi kekasihnya itu,seolah tak ingin melepaskannya.Begitu juga Adela.Ia memeluk erat pria tegap itu...meskipun ia masih sesenggukan dalam pelukan Johan tapi sungguh saat ini ia sangat bahagia.Suatu hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.Suatu hal yang menurutnya hanya sebuah mimpi yang tak mungkin akan terjadi.Adela,si gadis malang itu,kini telah menemukan cinta dari seorang pria yang tak pernah ia duga sebelumnya.Adela,wanita yang selalu menyebut dirinya sendiri sebagai wanita tanpa mahkota ini kini sedang berbahagia.Ia semakin mengeratkan pelukan nya.Ya...katakanlah ia khilaf lagi...ia tak bisa lagi membendung rasa bahagianya.
"terima kasih tuan...terima kasih sudah mencintai wanita tanpa mahkota ini..."ucap Adela lirih...
Johan mengecup kening Adela...
" mahkota seorang wanita bukan terletak pada rambutnya baby....tapi terletak pada hatinya.Kamu adalah wanita bermahkota terindah yang pernah aku kenal..."ucap Johan tulus.Ia semakin mengeratkan pelukan mereka......
__ADS_1
...----------------...
DI LIKE DAN DI VOTE BOLEH BANGET KOK READERS....🥰🥰🥰🥰🥰🥰