
Johan menggandeng tangan Adela dengan posesif meninggalkan tempat itu.Matanya terus memancarkan kemarahan,ia tidak suka melihat istrinya disentuh laki laki lain.
"mas...." ucap Adela merengek.
Johan tak peduli,ia masih menggandeng bahkan sedikit menyeret tangan wanita itu memasuki rumah tersebut,dan hendak membawanya pulang.
"mas...sakiiittt....hikss...." ucap Adela menangis,membuat Johan menghentikan langkahnya.
"hikks......hikkss...." Adela terus menangis,ia tak suka dengan perlakuan Johan kali ini.
Johan menoleh ke arah istrinya.Dilihatnya wanita itu sudah menangis terisak isak.
"ini yang kamu mau?dari tadi aku udah melarang kamu kesini...kamunya ngeyel!sekarang kamu di gangguin sama laki laki sia**n itu....ini yang kamu mau?!" ucap Johan dengan suara yang mulai meninggi.
Adela tak menjawab,ia terus menangis sambil menundukkan kepalanya.
"angkat kepala kamu..jangan nunduk....!" ucap Johan,dadanya naik turun menandakan emosi di dalam dadanya.
Adela tak bergeming,ia terus menangis sambil menundukkan kepalanya.
"angkat kepala kamu Adela....!" ucap Johan penuh penekanan.
Adela masih tak bergeming.
"Adel kamu nggak dengerin suami kamu...?!" ucap Johan dengan sedikit membentak.Membuat Adela seketika mendongak menatap wajah suaminya.
"nggak usah marah marah bisa nggak sih?!kamu pikir aku mau ketemu sama dia?aku juga nggak mau....!!!" ucapnya dengan banjir air mata,suara nya pun sedikit meninggi.
"aku kesini cuma pengen lihat kamu ketemu sama keluarga kamu...!aku cuma pengen lihat kamu ketemu sama papa kandung kamu....!!udah....itu aja...!bisa nggak kamu nggak usah marah marah...!!" ucap Adela dengan setengah berteriak.Ia menyeka air matanya kemudian pergi meninggalkan suaminya.
Johan berbalik badan.
"Adel....!!" ucap Johan sambil berlari mengejar Adela.
Adela tak menggubris,ia begitu kesal dengan perlakuan suaminya.
"Adel....!!"
"Adela tunggu...!!"
settt.....
Johan menarik tubuh mungil itu sehingga masuk ke dalam dekapannya.Adela berusaha berontak...
"lepasin...!" ucap Adela sambil terus berontak.
"sstt......maaf....maafin aku sayang...." ucap Johan lirih sambil terus memeluk tubuh Adela.Adela masih terisak isak di dalam dekapan pria gagah itu.
"maaf....aku cuma nggak suka ada laki laki lain yang mendekati kamu sayang...." ucap Johan lembut sambil terus mendekap tubuh istrinya itu.
"maaf...." ucapnya lagi,tak henti henti mengucap kata itu.
__ADS_1
"aku takut mas kalau kamu kayak gini...." ucap Adela sambil menangis di dekapan Johan.
"maaf....maaf sayang.....maaf..."
Johan terus memeluk wanita itu hingga Adela menyudahi tangisannya.
Johan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Adela.Ia menangkup wajah ayu wanitanya tersebut.Ibu jarinya tergerak mengusap lelehan air mata di pipi Adela
"maaf....aku janji nggak akan gini lagi sayang...maaf...." ucapnya.
"jangan nangis lagi ya...." ucapnya.
Adela mengangguk,Johan kemudian mengecup kening wanita itu.
"sekarang kamu istirahat dikamar ku ya...." ucapnya
"tapi mas......" ucap Adela merengek..
"sayang....tolong....kamu kurang enak badan..." ucap Johan mencoba membujuk Adela.
Adela menghela nafas panjang....
"ya udah....aku mau....tapi ada syaratnya."
"apa?"
"aku mau kita nginep disini"
"ya aku pengen aja mas...." ucap Adela merengek.
"kalau kamu nggak mau aku juga nggak mau istirahat...." ancam Adela.
Johan menarik nafas panjang,ia benar benar harus bersabar menghadapi Adela yang begitu manja hari ini.
Johan menangkup wajah ayu itu dengan gemas.
"ok...kita nginep disini....sesuai permintaan kamu" ucapnya kemudian.
Adela tersenyum senang.
"beneran?"
"apa sih yang nggak aku kasih buat kamu..." ucap Johan.
Adela melompat senang seperti anak kecil yang baru saja dapat mainan,membuat Johan mengernyitkan dahinya lucu melihat tingkah istrinya.
"apaan sih Del....kamu kek anak kecil deh..." ucapnya sambil terkekeh.
"anterin aku ke kamar mas....aku mau tidur...." ucap Adela manja.
Johan pun mengantarkan Adela ke kamarnya dahulu saat masih tinggal di rumah itu.Kamar Johan berada di lantai dua,mereka menaiki tangga beriringan,setelah sampai di depan kamar Johan,pria itu lantas membukakan pintu untuk Adela.
__ADS_1
"kamu tidur duluan ya....aku mau kembali ke pesta"
"iya...kamu temenin papa ya mas..."
"iya sayang...." ucapnya kemudian mengecup kening wanita itu.
Adela segera masuk ke dalam kamar itu,Johan menutup pintu tersebut.Seketika setelah pintu tertutup raut wajah manis pria itu berubah menjadi raut wajah sadis.Masih ada satu masalah lagi yang harus ia selesaikan.Johan sengaja tidak memberitahu Adela jika Selly ada di tempat itu,ia tak mau membuat Adela khawatir.
Johan segera melangkah lebar menuju halaman belakang.Saat telah berada di tempat pesta itu berlangsung,dilihatnya Marvel yang duduk di bangku tak jauh dari bangku Burhan.Johan mendekati Marvel,lalu duduk di samping pria itu,di bangku yang sama.Johan mengikuti arah pandangan Marvel.
"mau lo apain dia?" tanya Johan.
Marvel tak menjawab,ia menyeringai menatap pria buncit itu.
Burhan mulai tidak tenang.Ia merasa kedua putra Alexander itu mengamatinya sedari tadi.Apa salahnya?ia sudah cukup merinding menyaksikan keributan yang melibatkan Johan tadi,dan kini justru kedua putra Alexander itu menatap nya dengan tatapan mata yang tajam.Burhan semakin tidak tenang.Ia kemudian bangkit menarik tangan Selly dengan kasar dan membawanya pergi dari Tempat itu.
"tuan...kita mau kemana ?" tanya Selly
"jangan banyak bicara...!" ucap Burhan sambil terus menyeret wanita itu agar mengikuti langkahnya.
Johan dan Marvel ikut bangkit,ia mengikuti langkah Burhan dari belakang dengan langkah tenang.
Selly setengah berlari mengimbangi langkah Burhan yang terus menyeret nya.Bodohnya Selly yang hanya fokus meratapi nasibnya,sampai sampai hingga saat ini ia tidak mengetahui sedang di mana ia sekarang.Ia juga tidak tau jika Johan dan Marvel mengikuti langkahnya sedari tadi.
Burhan sudah sampai di halaman rumah keluarga Alexander,ia segera menuju mobil bersama Selly dan memerintahkan sopirnya untuk segera tancap gas dari tempat itu.
"cepat....segera pergi dari tempat ini...!" ucap Burhan
"baik pak...." ucap sang sopir
Sementara itu Johan dan Marvel masuk ke dalam mobil yang sama dengan Marvel sebagai pemegang kemudi.Mobil itupun melesat cepat mengikuti mobil Burhan.Marvel mengambil ponselnya dan menyerahkan nya pada Johan.Johan sudah tau apa yang harus dia lakukan...
tuuuttt....tuuuttt...
"halo tuan" ucap seseorang dari seberang sana.
"bergerak ke markas....kita bikin api unggun...." ucapnya dengan senyum psychopath nya, kemudian mematikan sambungan telfon.Kedua putra Alexander itu tersenyum menyeringai.Kau salah pilih lawan Burhan....berurusan dengan putra Alexander sama saja dengan kau menyerahkan nyawamu cuma cuma.....
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤*****
__ADS_1