
Sepasang suami istri baru itu berjalan menuruni tangga rumah mereka sambil terus olok olokan
"tuan....bisa diem nggak sih..!cerewet banget jadi cowok" ucap Selly kesal lantaran Marvel yang sedari tadi tak henti menggodanya mengatai wanita itu tukang ngorok.
"nggak bisa...." ucap Marvel santai.
"gara gara lo nih semaleman gue nggak bisa tidur dengerin lo ngorok!mana ilernya banyak banget lagi."
"bodo amat..!" ucap wanita itu kemudian berjalan cepat mendahului Marvel menuju meja makan.
Meja makan itu sudah sepi,Mira dan Jonathan sudah menghilang entah kemana.
Marvel duduk di salah satu kursi di sana.Selly mulai meraih piring dan mengisinya dengan makanan lalu meletakkan nya di depan sang suami.
"silahkan suami monyetku..." ucapnya.
"an**it lo...!" ucap Marvel spontan yang hanya di balas dengan juluran lidah dari sang istri.
Selly pun mengambil makanan untuknya lalu duduk di kursi di samping sang suami dan mulai memakannya.
Marvel menatap wanita di sampingnya itu sambil senyum senyum
"makan nyet...!jangan liatin mulu!" ucap Selly tanpa menoleh.
"gue mau nanya deh sama lo..lo punya mantan nggak sih?"
"kenapa nanya kek gitu?"
"emang ada gitu cowok yang mau ama lo....cempreng,tepos,ngorokan,ileran,makannya banyak" ucap Marvel meledek sambil terus menatap Selly .
"mantan gue banyak....dan semuanya masih muda...."
"tapi nggak ada yang seganteng gue kan?
" cih....pede banget sih jadi cowok!udah deh buruan makan..!berisik banget deh.."ucap Selly kesal.
Marvel tertawa renyah,..
cup.....
sebuah ciuman mendarat di pipi mulus Selly membuat wanita itu mematung seketika.
"lanjutin makannya....dicium gitu aja kaku lo...."ucap Marvel santai sambil melahap makanannya.
Selly tak merespon....
" buruan makan...katanya pen ketemu nyokap lo"ucap Marvel.
"i....iya..." ucap Selly..
Sepasang suami istri itupun makan bersama
...****...
Selesai makan...
Sepasang suami istri itu kini tengah berada di dalam mobil menuju ke sebuah rumah yang menjadi tempat Marvel dan Johan menyekap Nani dan Samuel.Tak ada obrolan di antara kedua anak manusia itu,mereka sibuk dengan pikiran mereka masing masing.
Sebenarnya Marvel sangat malas pergi ke tempat itu,bertemu dengan Samuel yang ternyata adalah ayah kandungnya.Laki laki be**t yang sudah menelantarkan ia dan ibunya.
Dua puluh menit perjalanan,mobil itu sampai di sebuah rumah lusuh yang menjadi markas sekaligus tempat eksekusi bagi para hama pengganggu dua putra Alexander itu.Marvel turun dari mobil,diikuti Selly yang kemudian berdiri di samping Marvel.Wanita itu bergidik merasakan aura menyeramkan yang menyeruak di sekitaran tempat itu.Marvel menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam rumah itu.Beberapa pria bertubuh besar membungkukkan badannya memberi hornat pada atasannya itu saat Marvel dan Selly melewatinya.
Ceklekkk.....
pintu terbuka...
Selly dan Marvel masuk ke dalam rumah tersebut....
"mama....!!" pekik Selly saat melihat wanita paruh baya yang terduduk di lantai dengan kondisi memprihatinkan itu.
"Selly...!" ucap Nani dengan binar bahagia.
Selly hendak berlari mendekati mamanya,namun Marvel menahan tangan mungil.
"tuan lepasin...!saya mau meluk mama!"
__ADS_1
"buat apa?" tanya Marvel dingin.Entah sejak kapan raut wajah itu berubah menjadi dingin dan mengerikan.
Selly mencoba menepis pelan tangan itu dengan wajah yang memelas.
"tuan...hiks..."
"gue emang ngijinin lo ketemu sama nyokap lo!tapi bukan berarti lo boleh nyentuh dia"
"tapi dia mama saya...."
"dan gue suami lo...!nurut ama gue..!setidaknya gue nggak bunuh nyokap lo..!setidaknya dia masih idup...!tapi gue nggak rela kalau lo bersentuhan sama dia...!lo terlalu suci buat menyentuh dia..." ucapnya.
Mata Selly mengembun,ia menatap nanar wanita yang nampak lusuh itu.Tak seperti Nani yang biasa ia lihat yang begitu angkuh dengan riasan wajah yang sempurna.Sedangkan di sampingnya,Samuel..ia tak jauh lebih baik dari sang kekasih.Ia tampak kurus dengan beberapa luka lebam di sekujur tubuhnya.
Marvel menatap tajam ke arah pria itu.Pria yang harusnya ia panggil papa.Sampai sekarang Samuel tidak tahu kalau Marvel adalah anaknya,ia tak tahu kalau laki laki yang sudah menyekapnya berbulan bulan itu adalah anak dari wanita yang pernah ia campakkan puluhan tahun lalu.
"Bono....!!" teriak Marvel memanggil salah satu anak buahnya.
Seorang pria berbadan besar datang mendekat.
"saya tuan...!"
"lo pergi ke wisma milik nenek nenek ini...bakar sampai habis...jangan sampai ada sisa...!termasuk club malamnya" ucap Marvel dengan aura iblisnya.
"baik tuan"
Selly membelalakkan matanya.
"tuan...." lirihnya.
"tempat seperti itu memang pantas dimusnahkan nyet...!lo nggak usah khawatir....gue tau lo sayang banget sama nyokap lo..!gue udah nyiapin dia tempat tinggal dan usaha baru...!dia akan mulai hidup baru disana dibawah pengawasan anak buah gue..!gue ijinin lo buat nengokin dia selama lo perginya sama gue..!tapi ingat.....gue nggak pernah ngijinin lo buat bersentuhan sama dia..." ucapnya dengan tatapan mata tajam mengarah ke mata Selly.
Air mata itu menetes lagi..
"hapus....jadi istri gue nggak boleh lemah..!" ucapnya dengan mata yang tak lepas menatap wajah wanita itu.
Selly menunduk,sekuat tenaga ia mencoba meredakan isak tangisnya.
"lo udah lihat kondisi nyokap lo....kita pulang sekarang..." ucapnya lagi.
"lepasin nenek nenek ini" ucap Marvel pada anak buahnya.
"bagaimana dengan pacarnya tuan?"
Marvel menatap tajam ke arah Samuel,dadanya naik turun mengingat kelam nya masa kecilnya sebelum menjadi putra Alexander.Amarah nya seolah sudah berada di ubun ubun mengingat betapa menderitanya ia dan ibunya yang harus banting tulang untuk bertahun hidup.Selly menatap sendu ke arah suaminya yang terlihat begitu menahan emosi.
"nyet...." lirihnya pada sang suami.Marvel menoleh ke arah Selly..
"katanya pulang....ayook..." ucapnya.Ia mencium gelagat tak baik pada laki laki itu.Selly takut Marvel gelap mata lalu berbuat yang tidak tidak pada ayah kandungnya sendiri.
Marvel tak bergeming....
"nyeet...." ucapnya sambil menggoyang goyangkan lengan suaminya.
Marvel menghela nafas panjang,ia kemudian mengangguk membuat Selly tersenyum lega.
"biarkan dia membusuk disini" ucapnya kemudian pergi meninggalkan tempat itu bersama Selly.
...****...
Ditempat lain....
Di ruangan CEO Alexander Group...
Wanita hamil itu tengah duduk di sofa panjang di sana sambil tangannya sibuk mengupas apel.Johan saat ini sedang berada di ruang rapat,tengah melakukan pertemuan dengan beberapa petinggi perusahaan.Laki laki itu cukup sibuk akhir akhir ini,lantaran Marvel yang tak masuk beberapa hari belakangan membuat semua pekerjaan dilimpahkan padanya.
ceklekk....
pintu terbuka....
Johan muncul dari balik pintu dengan beberapa berkas di tangannya.Pria itu melangkah mendekati meja kerjanya lalu meletakkan berkas berkas tersebut ke atas meja.
Ia kemudian duduk di kursi kerjanya.Pria itu lantas membuka laptopnya,kembali berkutat dengan seabrek pekerjaan yang seolah tak ada habisnya.
Adela tersenyum,ia mendekati pria berjambang tercintanya itu sambil membawa piring berisi potongan buah hasil karya tangannya.
__ADS_1
Adela menyandarkan tubuhnya di meja tepat di samping Johan.Tangannya tergerak menusuk sepotong buah apel yang ada diatas piring dengan garpunya lalu mengarahkan apel tersebut ke mulut sang suami.
"aaa..." ucapnya.
Johan tersenyum menatap apel di hadapannya.Pria itu pun membuka mulut nya dan memasukkan apel tersebut ke dalam mulutnya.
"thanks sayang...." ucapnya dengan mata yang kembali fokus menatap layar laptop.
Adela hanya tersenyum,ia kemudian kembali menusuk sepotong buah lalu memasukkan nya ke mulut mungilnya.
"kamu istirahat aja kalo capek" ucap Johan tanpa menoleh ke arah Adela.
"nggak mau..." ucap Adela sambil kembali mengarahkan sepotong buah ke mulut Johan.
"kenapa?" tanya Johan.
"nanti aja sama kamu..."jawab Adel.
Johan tersenyum mendengar ucapan itu...
" kamu kek nya sekarang nggak bisa ya jauh jauh dari aku"
"dari dulu aku nggak bisa mas jauh dari kamu..." ucapnya sambil kembali menyuapi Johan dengan sepotong buah.
Johan hanya tertawa renyah.
"aku bikinin minum buat kamu mau...?"
"suruh ob aja...."
"nggak apa apa mas....sekalian aku gerak kan?kurang gerak juga nggak bagus buat ibu hamil"
Johan menatap Adela dengan penuh cinta..
"ya udah...tapi hati hati ya...jangan lari lari..."
"ngapain juga aku lari lari mas....kek anak kecil aja..."ucap Adela kemudian bergegas pergi meninggalkan ruangan itu menuju pantry.
...----------------...
***Bolehlah kasih like vote dan komennya😭😭😭
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUA KU***...
👇👇👇👇





SANGAT DI TUNGGU LIKE VOTE DAN KOMENNYA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤********
__ADS_1