WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 133


__ADS_3

****BAB INI MENCERITAKAN TENTANG PEMBALASAN DENDAM JOHAN.


MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN SEK**AL...!!!


BOCIL JANGAN BACA PLISS***"


Lamborghini merah itu sampai di sebuah bangunan lusuh yang biasa menjadi tempat eksekusi bagi para musuh putra Alexander.Sebuah bangunan yang hanya Marvel,Johan dan Selly yang tau.Ya....Marvel dan Johan memang sangat bisa menyimpan rapat tentang keberadaan bangunan tersebut.Hingga tak ada satu orang pun yang bisa mencium keberadaan bangunan yang jauh dari pemukiman penduduk tersebut.


Johan keluar dari mobilnya.Pria itu melangkah dengan aura angkuh yang terlihat jelas dari dalam dirinya.


"selamat datang tuan" ucap sang anak buah saat Johan mendekati mereka.Johan tak menjawab.


"sandera sudah ada di dalam tuan" ucap sang anak buah bernama Bono itu.


Johan melangkah ke dalam rumah tersebut disusul Bono di belakangnya.Seorang anak buah datang membawakan sebuah kursi untuk Johan.Kursi itu diletakkan tepat di hadapan seorang wanita yang duduk tertunduk di sebuah kursi dengan tangan dan kaki terikat serta mulut yang ditutup lakban.


Johan duduk di kursi yang di sediakan oleh sang anak buah.Ia mengangkat kakinya,menekuknya di atas kaki sebelahnya,lalu ia mengambil rokok di saku dalam jasnya,menyalakannya kemudiam menghisapnya.


Johan menatap bengis ke arah wanita yang masih belum menyadari kedatangannya itu.Sepertinya wanita itu tertidur.


"bawa Bruno kesini" ucapnya dengan mata yang tak lepas dari Clara.


Johan kembali menghisap rokoknya,ia sedikit membungkuk,mendekatkan wajahnya ke wajah Clara yang tertunduk lalu membuang asap rokoknya tepat di wajah Clara.Pria itu kemudian melepas lakban di mulut Clara dengan lembut.


Clara tersadar dari tidurnya merasakan asap rokok menerpa wajahnya.Johan menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi yang ia duduki.Mata tajamnya menatap sinis ke arah Clara.


"Johan..." ucap Clara lirih dengan raut wajah yang nampak terkejut.


Bukankah laki laki itu sudah mati.Bayu bilang ia sudah menembak mati Johan.Kenapa dia bisa ada disini?


"apa kabar Clara?" tanya Johan dengan aura mengerikan.Clara bergetar.Ia benar benar ketakutan setengah mati.


Johan kembali menghisap rokoknya.


"Jo...Johan....lo...."


"kenapa?kaget karena gue masih hidup?" ucap Johan dengan tatapan iblisnya.


Johan bangkit.Ia mendekati wanita yang nampak ketakutan itu.Johan mendekatkan wajahnya ke wajah Clara,tangannya tergerak membelai rambut Clara yang berantakan.


"kenapa takut?katanya lo suka sama gue...harusnya lo seneng dong karena gue masih hidup" ucapnya.

__ADS_1


"Jhon....lepasin gue.."ucap Clara bergetar.


Johan menyeringai.


" kenapa?gue pengen seneng sama lo Clara....lo nggak usah takut...Adel nggak tau kok"ucapnya lembut,namun terdengar menyeramkan di telinga Clara.


Johan bangkit,ia berjalan tenang mengitari kursi Clara sambil menghisap rokoknya.


"kerja sama seperti apa yang lo tawarkan ke Bayu?imbalan seperti apa yang lo kasih ke dia sampai sampai dia berani coba coba nyelakain gue" ucap Johan


Clara semakin bergetar


"Jhon...gue nggak bermaksud buat nyelakain lo" ucap Clara.


"nggak bermaksud lo bilang?"


"iya....gue sayang sama lo Jhon...lo tau itu kan?"


"lo suka sama gue....tapi lo berniat mau bunuh gue?"ucap Johan dengan tatapan sinis.


Clara diam sejenak.Pandangan matanya berubah tajam.Ia menatap penuh amarah ke arah laki laki itu.


"karena gue nggak mau lo bahagia selain sama gue...!" ucapnya dengan aura penuh kebencian.


"bertahun tahun gue punya perasaan ini ke lo..tapi lo nggak pernah sekalipun melihat gue...!!!!" bentaknya.


"lo lebih memilih perempuan kampung itu..!!lo nggak mikirin perasaan gue Jhon...!!gue nggak bisa liat dia tertawa di samping lo..!"


"kalau gue nggak bisa dapetin lo...itu artinya orang laim juga nggak boleh dapetin lo..!"


"dan lo mutusin untuk bunuh gue gitu?sinting lo..!!"


Clara tersenyum sinis.


"iya...gue emang gila..!gue gila karena lo....!!!gue gila karena lo nggak pernah mau lihat gue...!!!"


Clara mengeluarkan senyuman psychopath nya...


"gue jodoh lo Jhon..!sampai kapanpun lo akan jadi milik gue...!gue akan nglakuin apapun buat dapetin lo..!termasuk membunuh istri dan anak lo..!!" ucap Clara seolah bangga.


Johan murka dengan satu gerakan ia mencekik leher wanita itu.

__ADS_1


"sudah berapa kali lo berusaha nyelakain Adel..selama ini gue diem karena istri gue yang meminta gue diemin lo...!tapi sekarang gue nggak bisa diem lagi..!" ucap Johan.


Seorang anak buah datang membawa seekor anj*ng dewasa yang bertubuh cukup besar.


"tuan..." ucap sang anak buah sambil menyerahkan tali pengikat leher anj*ng tersebut.


Johan pun menerimanya.


"lo ngapain?!" tanya Clara was was.


Johan menyeringai.


"sesuatu yang akan lo ingat sampai mati" ucapnya.


"tel*njangi dia" ucap Johan pada beberapa anak buah yang ada di sana.


Para anak buah itupun menurut.Empat orang pria berbadan besar itu mendekati Clara dan mulai melucuti pakaian wanita itu dengan menggunakan pisau dan gunting.


Clara histeris,mencoba berontak minta di lepaskan.Namun sia sia,ikatan di tangan dan kakinya begitu kuaat.


Gerakan meronta ronta itu berhasil menarik perhatian Bruno,sang an*ing yang masih berada dalam kendali Johan.Binatang itu menggonggong sambil memberontak minta dilepaskan.


Tak butuh waktu lama,pakaian Clara pun tertanggal,memperlihatkan tubuh mulus wanita itu yang sukses membuat para anak buah itu menelan ludah nya kasar.


Johan menyeringai...


"lepaskan ikatannya,dan pegangi tangan dan kakinya" ucapnya


"baik tuan"


Para anak buah pun kembali menurut.Mereka melepaskan ikatan di kaki dan tangan Clara lalu memegangi kaki dan tangan mulus itu dan sedikit membuka kedua belah paha Clara,membuat sesuatu di sana dapat terlihat dengan jelas.


Bruno semakin memberontak.Johan menatap ke arah binatang nya itu.


"you see it Bruno?" tanyanya pada sang an*ing.


Johan menghisap rokoknya lagi.


"buat wanita itu gila...dan lempar dia kerumah sakit jiwa"ucap Johan.Kemudian dengan satu gerakan ia melepaskan an*ing itu.Sang anjing pun langsung menyerbu tubuh Clara.


Tangisan histeris terdengar dari bibir Clara saat Johan mulai berbalik badan dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Itu adalah pembalasan yang setimpal untuk wanita itu menurut Johan.Wanita ular itu sudah berkali kali mencoba melukai istri nya,anaknya,bahkan dirinya.Kesabaran Johan sudah habis.Membunuh Clara dirasa tak cukup baginya.Wanita itu harus menderita dulu di dunia ini.Ia harus membayar semua perbuatannya pada anak istri dan juga keluarga nya.


__ADS_2