WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 56


__ADS_3

Sore hari....


Para karyawan Alexander Group sebagian sudah mulai meninggalkan gedung megah itu.


Begitu juga sang asisten CEO,Marvel Alexander.Dengan kendaraan roda empatnya ia memecah jalanan ibu kota yang cukup ramai.Kali ini ia berkendara sendiri,karena Johan hari ini membawa mobil sendiri.


Saat dalam perjalanan,ia tak sengaja melihat sosok yang ia kenal sedang berdiri di pinggir jalan yang padat itu..


Marvel pun menepikan kendaraan nya.Di lihatnya dari spion mobilnya sosok wanita di itu nampak sedang mengumpat sambil sesekali menendang ban motor maticnya.


Marvel melepas sitbeltnya,ia kemudian turun dari mobil tersebut,lalu berdiri menyandarkan pantatnya di bagian belakang mobilnya.Marvel menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil terus mengamati wanita yang sedang ngomel ngomel itu.Saking asyiknya ngomel,ia sampai tidak tau jika pria 35 tahun itu sedang mengamatinya.


buughhh....


Selly kembali menendang ban motor nya yang sedang mogok tersebut.


"ayo nyala dong....!gue capek...mau pulang....!!" ucapnya kesal.


Selly kembali mencoba menghidupkan mesin motornya....tapi tidak berhasil.


Selly menghentak hentakkan kakinya ke tanah dengan kesal.


Marvel tertawa geli melihat wanita itu.


"nyala...!!" umpatnya sambil menendang nendang motor nya.


"udah...bakar aja....motor butut ini..." ucap Marvel santai.


Selly menoleh ke arah sumber suara.


"tuan Marvel?" ucap Selly kaget.


Marvel mendekati Selly,ia mengamati motor itu sejenak.Lalu...


"eiitssss......!!" Selly berdiri di hadapan Marvel yang sudah mengangkat kakinya.


"mau ngapain?" ucap Selly was was.


"gue mau bantuin lo ngrusakin ni motor...motor butut kek gini di buang aja"


Selly menatap pria di hadapannya itu dengan kesal.


"nggak lucu...!" ucapnya kemudian dengan wajah kesal ia beranjak sambil terus menuntun motor itu meninggalkan Marvel.


"eh lo mau kemana?"tanya Marvel setengah berteriak.


Selly tak menjawab,ia terus berjalan tanpa memperdulikan atasannya yang terus berteriak memanggil namanya.


Selly menuntun motor itu dengan kesal.Ia sangat lelah hari ini,malah sekarang motornya mogok,sedang kan jarak kost an nya masih cukup jauh.


Marvel sedikit berlari mengejar gadis yang belum terlalu jauh itu.


"eh...lo bisa gempor dorong motor ini sampai kost an lo"


Selly tak menjawab.Wajahnya masih cemberut menandakan kekesalannya.


"gue antar lo pulang"

__ADS_1


Selly masih tak bergeming,bahkan cairan bening nampak keluar dari pelupuk matanya.


"gue bercanda doang tadi..."


Selly tetap berjalan tanpa menghiraukan perkataan atasannya tersebut.


Marvel yang gemas menarik tangan Selly hingga motor yang dituntun Selly jatuh ke tanah.


"Sell....gue nggak suka ya di cuekin...!"ucapnya dengan suara yang sedikit meninggi


Selly menghempaskan tangan Marvel dengan kasar.Ia memang sedang dalam mode sensitif saat ini.


Tanpa berucap sapatah katapun ia pergi meninggalkan tempat itu sambil kembali menuntun motor nya.


"serah lo lah...ngapain juga gue ngurusin lo...nggak penting...!" ucapnya setengah teriak.


Marvel masuk ke dalam mobilnya dengan terus menggerutu.Ia pun segera pergi meninggalkan wanita itu,membiarkan gadis itu menuntun motornya sendirian malam malam.


Selly tak peduli.Mood nya sedang tidak bagus saat ini.Hari ini ia sudah di tagih uang kost oleh bu Siti pemilik kost kost an,harusnya kemarin ia sudah membayar uang kost nya,tapi secara tiba tiba ibunya di kampung meminta dikirimi uang dalam jumlah yang cukup besar.Selly sebenarnya sudah menolak,karena ia tau untuk apa uang tersebut,tapi ibunya malah memaki makinya dan mengungkit ungkit jasanya yang telah melahirkan dan membesarkannya.


Alhasil,seperti inilah ia sekarang,mood nya berantakan,mood nya kacau.Ia bahkan hanya punya uang yang cukup untuk bensin dan makan seadanya.


Selly terus meneteskan air mata sambil menuntun motor yang lecet dan spion yang pecah karena terjatuh tadi.


...****...


Di tempat yang lain...


Johan duduk di sofa single itu sambil menikmati sebatang rokok di tangannya.Netranya terus berfokus pada wanita berbalut mukenah ungu yang bersimpuh di atas sajadah dalam posisi membelakanginya.


Johan menikmati ayat demi ayat yang di lantunkan wanita pujaannya itu.


"mas....kamu udah lama disitu?" tanyanya lembut saat mendapati pria tampan itu duduk di sofa dengan sebatang rokoknya.


Johan hanya tersenyum,lalu memberi isyarat dengan tangan nya agar Adela mendekat.


Adela melipat sajadah dan melepas mukenahnya,lalu meletakkannya di atas meja bersebelahan dengan Al Quran nya.


Johan menepuk pahanya,meminta agar Adela duduk di sana.


Adela pun menurut.


Johan merengkuh pinggang ramping itu,menciumi pipi istrinya,lalu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Adela,menghirup aroma tubuh yang kini seperti obat penenang dan penawar lelahnya.


Adela yang mulai terbiasa dengan perlakuan suaminya itu pun membalas dengan merangkul pundak Johan.Satu tangannya tergerak mengusap kepala pria berjambang itu.


Johan mencium ceruk leher wanitanya,membuat Adela meremang.


"wangi banget kamu...." ucapnya sambil terus mendusel disana.


Adela tersenyum.


"gimana tadi belajar dandannya?"


"bisa dong...nih udah dipraktekin.Cantik nggak?" tanya Adela dengan mimik muka yang di buat se menggemaskan mungkin.


Johan tersenyum melihat pemandangan di hadapannya.

__ADS_1


"kok sama aja...?"ucapnya,membuat Adela mengerucutkan bibirnya.


" masa sih mas?aku udah dandan lohh buat menyambut kamu...." ucapnya kemudian hendak beranjak menuju meja rias,tapi Johan mencegahnya.


"ssttt....udah disini aja..."


"aku mau ngaca dulu mas..."


"udah nggak usah..gini aja nggak apa apa."


"kamu udah cantik kok.Tanpa make up pun kamu tetap cantik.." ucapnya sambil menatap dalam wajah Adela.


Adela tersenyum,ia menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Johan.


Mereka diam sejenak,menikmati suasana sepi yang hanya ada mereka berdua di sana.Johan kembali menghisap rokoknya.


Tangan Adela tergerak masuk menyentuh dada bidang suaminya yang terbungkus kemeja putih dengan dua kancing atas yang terlepas.


"mas...."


"hmm...." ucapnya lalu membuang asap rokoknya ke wajah Adela.


"aku pengen deh....jadi makmum sholat kamu....."ucapnya sambil menatap dalam netra pria itu.


Johan terdiam menatap wajah istrinya.


Adela kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


" aku pengen di imamin sama kamu mas..."ucapnya dengan tangan yang masih mengusap dada berbulu itu.


Johan mengeratkan pelukannya.Ia menciumi pucuk kepala istrinya tersebut.


"aku terlalu buruk baby..."


Adela mendongakkan kepalanya.Kini tangannya tergerak menyentuh wajah berjenggot itu.


"nggak ada yang terlalu buruk mas....semua orang pernah melakukan kesalahan.Dan semua orang berhak untuk memohon ampunan.." ucapnya lembut.


Johan kembali mencium kening istrinya,ia kembali mengeratkan pelukannya.


"maafkan aku sayang,aku belum bisa menjadi imam yang baik untukmu."


Adela membalas pelukan itu.


"aku akan menunggu mas...aku paham...."


Johan memeluk hangat istrinya itu.Sepasang suami istri itu seolah tak mau terpisah satu sama lain.Kecupan demi kecupan terus mendarat di pucuk kepala Adela.


...----------------...


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰


JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤***


__ADS_2