
Malam hari....
Adela sedang berada di kamar sang mama bersama Mira dan Selly.Johan yang berada di ruang keluarga bersama sang ayah berkali kali menoleh ke arah pintu kamar yang tertutup rapat itu.Sesekali terdengar suara tawa yang cukup keras dari dalam kamar utama tersebut.
"udah....biarin aja....biarkan para ciwi ciwi itu menikmati waktu mereka" ucap Marvel yang tiba tiba datang.
Jonathan yang sedang menonton acara berita bisnis di televisi itupun tersenyum.
"kakakmu benar Jhon...biarkan saja,sepertinya mereka sedang bersenang senang." ucap pria itu.
Johan hanya menghela nafas panjang.
"nge game di kamar gue yuk...." ucap Marvel.
Johan nampak berfikir.
"boleh...." ucap Johan kemudian.
Kedua saudara tiri itupun beranjak menuju kamar Marvel yang letaknya bersebelahan dengan kamar Mira.
Sedangkan Jonathan kini masih sibuk dengan berita dintelevisinya.Ia begitu fokus pada acara berita yang selalu ia tonton itu.Hingga tiba tiba...
"whhhooooooeee.....!!!"
sebuah teriakan yang cukup kencang terdengar dari kamar Marvel
Jonathan terhenyak,namun sedetik kemudian ia tersenyum.Sepertinya dua putranya itu begitu asyik main game nya sampai berteriak sekencang itu.
Jonathan kembali fokus pada tv nya....
lalu....
"hahahahahahhahaha........."
Sebuah tawa yang cukup kencang kembali membuat Jonathan terhenyak.Kali ini suara itu datang dari kamar utama,tempat dimana Mira,Adel dan Selly sedang melakukan entah apa ia pun tak tau karena pintu di kunci dari dalam oleh sang istri.
Jonathan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.Mereka semua sedang asyik dengan kegiatan mereka masing masing.
Pria paruh baya itu mematikan televisinya.Ia kemudian berjalan menuju kamar Marvel.Dimana kedua saudara tiri itu nampak begitu asyik bermain game.Jonathan berdiri di depan pintu,dengan kedua tangan yang dilipat di depan dada.Netra yang memancarkan kebahagiaan itu nampak terus fokus pada kedua putranya yang terlihat begitu bahagia.Tawa menggelegar memenuhi ruangan saat salah satu diantara mereka merasa lebih unggul dari lawannya.Tak jarang sesekali mereka saling toyor menoyor...(bahasaku😁)
Seutas senyum mengembang dari bibir pria paruh baya itu.Sudah sekian lama ia tak mendapati pemandangan seperti ini.Dimana seluruh anggota keluarga nya berkumpul.Suasana hangat dan menyenangkan yang sudah lama hilang sejak kepergian istri pertamanya.Jonathan tersenyum bahagia,air mata kebahagiaan itupun menetes saat melihat Johan tertawa begitu lepas.Hal yang tak pernah ia lihat selama puluhan tahun lamamnya.Jonathan begitu bahagia.Ia merasa kebahagiaannya sudah lengkap sekarang.Meskipun Johan belum sepenuhnya mau memaafkan dirinya dan menerima Mira sebagai ibu sambungnya,namun setidaknya hati yang beku itu perlahan mulai mencair.Putra kandungnya itu bahkan kini bersedia kembali ke rumahnya...
"pa...."ucap Marvel saat melihat papanya berdiri mematung di depan pintu kamarnya.Johan menoleh ke arah pintu.Dilihatnya pria dengan rambut yang mulai beruban itu meneteskan air mata.
Suara itu membuyarkan lamunan Jonathan.Ia mengusap lelehan air mata yang membasahi pipinya.
" papa ngapain disitu.Masuk pa...."ucap Marvel.
Jonathan tertawa kaku.
"lanjutkan saja kalian mainnya,papa mau ke ruang kerja papa" ucap Jonathan.
Pria itu kemudian menutup pintu kamar tersebut.Ia kemudian turun ke lantai satu,berjalan ke sebuah ruangan yang ada di sana.
Ceklek...
pintu terbuka..
pria itu memasuki sebuah ruangan yang tak begitu luas.Dimana terdapat banyak rak buku disana dengan satu meja kerja di tengah tengahnya.
Jonathan duduk di kursi kerjanya.Ia kemudian membuka laci meja kerja tersebut,mengeluarkan sebuah bingkai foto yang nampak sudah usang.Sebuah foto seorang wanita cantik dengan senyum manis yang menampakkan deretan giginya yang rapi.Jonathan tersenyum,di usapnya foto itu dengan lembut.
"Mayang.....anak kita sudah pulang" ucapnya seolah berbicara pada sosok wanita di dalam foto itu.
"Aku sangat bahagia Mayang.Keluarga ini terasa begitu lengkap."
"aku mendengar tawa bahagia yang sudah sekian lama tidak pernah aku dengarkan di rumah ini"
"akhir nya aku bisa seatap lagi dengan putra kita di usiaku yang semakin tua"
Jonathan kembali menangis.Ia menangis bahagia.Sesederhana itu kebahagiaan seorang Jonathan Alexander,pengusaha sukses dan kaya raya.Hanya dengan melihat anak istri dan mantunya berkumpul sudah cukup membuatnya tersenyum lebar,bahkan hingga menangis.
"apa yang anda tangisi?"
__ADS_1
Suara baritone itu mengagetkannya.
Dilihatnya Johan sudah berdiri di depan pintu dengan kedua tangannya yang ia masukkan ke saku celananya.
"nak..." lirih Jonathan
Johan mendekat,ia mengamati seisi ruangan yang belum pernah ia masuki meskipun ia tumbuh dan besar di rumah itu.
Johan menatap ke arah meja,dimana terdapat sebuah foto yang sedari tadi dipegangi oleh ayahnya.
Itu foto ibunya.
"anda masih menyimpan fotonya?"
"tentu saja nak.."
"untuk apa?"
"untuk mengenangnya,mengingatnya,dan menyayanginya."
Johan tersenyum sinis.
"kau menyayanginya...tapi kau melupakannya bahkan saat tanah kuburannya belum kering"
Jonathan menghela nafas panjang.
"maaf,jika keputusan papa menikahi mama Mira membuatmu kecewa nak."
"dulu,sebelum mamamu meninggal,dia sempat bercerita pada papa tentang Mira.Dia merasa Mira memiliki hati yang tulus dan sangat menyayangi kamu." ucap Jonathan.
"dia sempat berkata,jika suatu saat ia pergi,ia ingin ada seseorang yang dapat menggantikan posisinya untuk menjaga dan merawat kamu"
"papa tidak tau bahwa ternyata ucapan mamamu itu adalah sebuah firasat.Ia mengatakan hal itu satu minggu sebelum kecelakaan itu terjadi."
Johan bergetar.Bayang bayang ibunya yang tergeletak mengenaskan ditengah jalan akibat kecelakaan itu kembali berputar di kepalanya.Mata itu mengembun,sedetik kemudian air mata itu tumpah tanpa suara.
"papa tidak pernah melupakan mamamu nak.Bahkan sampai saat ini.Dia adalah wanita yang sudah membawa separuh hati papamu ini pergi.Papa sangat menyayangi mamamu"
Johan semakin bergetar.Entahlah...apa yang ada dalam pikiran nya saat ini.Apakah selama ini dia hanya salah paham?apakah semua perkataan papanya itu benar?ia hanya menjalankan wasiat?
"nak....."
Johan menghentikan langkahnya,masih dalam posisi membelakangi papanya.
"terima kasih...sudah memberikan kebahagiaan di hari tua papamu ini." ucap Jonathan tulus berhasil membuat dada Johan sesak.Padahal ia tak melakukan apapun.
"aku tidak melakukan apapun"
"melihatmu kembali ke rumah ini dan tertawa lepas,itu adalah kebahagiaan terbesar papa nak" ucapnya.
deg.....
Jantung Johan tersentil.
Semudah itukah membuat pria paruh baya itu bahagia?
"ini sudah malam,sebaiknya anda segera kembali ke kamar,istirahatlah...." ucap Johan tanpa menoleh kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Sepanjang perjalanan menuju,langkah kakinya terasa lemah,ia seolah baru saja ditampar sebuah kenyataan betapa ia sangat bodoh selama ini.Atau lebih tepatnya...durhaka?
Johan memasuki kamarnya...
ceklek....
pintu dibuka,
dilihatnya Adela tengah duduk di depan meja rias,menyisir rambutnya menghadap cermin besar disana.
"mas...." ucapnya sambil tersenyum saat melihat pantulan sosok suaminya dari cermin besar itu.
Johan mendekat.Ia menyentuh bahu wanita itu lalu mencium pucuk kepala Adela.
"cantik..." ucapnya.
__ADS_1
Adela tersenyum.Tangan Johan tergerak,mengambil sisir yang ada di tangan wanitanya itu.
"aku bantuin" ucapnya.
Adela menurut.Johan mulai menyisir rambut sebahu itu dengan lembut.
"Johan....Johan....lo beruntung banget punya istri bidadari kek gini.Cantik,baik,solehah,kurang sempurna gimana coba?" ucapnya sambil menatap ke arah cermin yang memantulkan wajah ayu Adela.Sedangkan tangannya terus menyisir lembut rambut itu.
Adela terkekeh.
"dah....udah cantik" ucap Johan kemudian.
Adela bangkit,ia berbalik badan menghadap Johan.Dilihatnya wajah berjambang suaminya itu,lalu...
cup...
sebuah kecupan singkat mendarat dipipi kanan pria itu.
"makasih...selamat malam suami...." ucap Adela lembut membuat Johan terdiam,
Adela hendak naik ke atas ranjang,tiba tiba ia berbalik badan lagi dan...
cup....
satu kecupan lagi mendarat di pipi kiri Johan.
"satu lagi....bonus....hehe..." ucapnya sambil cengengesan,lalu naik ke atas ranjang dan menarik selimut tebalnya.
Johan terkekeh.Ada ada saja tingkah istrinya itu yang membuat Johan semakin gemas.
Johan naik ke atas ranjang,ikut masuk kedalam selimut itu.Ia mendekatkan tubuhnya pada tubuh Adela,lalu menarik lembut tubuh mungil itu agar masuk ke dalam dekapannya.Adela pun menurut.Ia membenamkan wajahnya ke dalam tempat favorit nya...ketek.
Johan mengecup pucuk kepala Adela.
"makasih sayang....selamat malam" ucap Johan lembut.
Adela tak menjawab,ia hanya tersenyum bahagia dan semakin membenamkan wajahnya,sedangkan tangannya semakin memeluk tubuh kekar itu erat erat.
...---------------...
***Bolehlah kasih like vote dan komennya😭😭😭
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUA KU***...
👇👇👇👇





SANGAT DI TUNGGU LIKE VOTE DAN KOMENNYA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤