WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 42


__ADS_3

Mentari muncul dari ufuk timur.Kicauan burung burung terdengar merdu menambah suasana asri sebuah desa kecil disana.


Seorang gadis dengan kaos polos warna hitam, rok panjang warna cream dan hijab bergo instan warna crem itu nampak menyapu halamannya yang tak terlalu luas.


Beberapa ibu ibu nampak berkerumun mendekati tukang sayur yang mangkal di depan rumah Adela.


"eh....Adel....pulang kampung ya?kapan sampai?" tanya seorang ibu ibu berdaster kuning bernama bu Yuyun itu ber basa basi pada Adela.


Adela menatap lalu tersenyum....


"sudah seminggu buk...." jawabnya lembut.


"wah....udah lama ya....kok nggak pernah kelihatan?dikamar terus ya?" tanyanya lagi.


Adela hanya tersenyum.Ia meneruskan aktifitas menyapunya.


"wajahmu kenapa Del?dipukuli lagi sama bapakmu?" tanya ibu ibu lain bernama bu Darmi itu.


Adela terdiam sesaat, kemudian ia kembali melanjutkan menyapu tanpa mau bersusah payah menjawab pertanyaan ibu ibu tersebut.


"kasian kamu Del.....tiap dirumah selalu jadi sasaran kemarahan bapakmu" ucap bu Darmi lagi.


"kamu juga sih Del...aneh aneh aja,,rambut kok di botakin.Apa nggak sayang sama wajahmu yang cantik itu?kamu itu kan masih muda,belum nikah,emang nggak pengen nikah?" ucap bu Yuyun menimpali.


"iya lo Del....mau secantik apapun kamu,lah kalau botak yaa mana ada yang mau....hehehe.."ucap bu Darmi sembil tertawa seolah mengejek,tidak memperdulikan Adela yang matanya mulai mengembun itu.


" lho....ibu ibu ini emang nggak tau?Adel kan mau menikah sebentar lagi"ucap seorang ibu ibu lagi bernama bu Yuli.


"lho iya to bu?sama siapa?"tanya bu Darmi penasaran


Adela semakin menunduk menyembunyikan tangisannya.


" itu lo bu....sama pak Maman,juragan yang punya sawah luas itu lo...yang juga digarap sama pak Harun..."jawab bu Yuli.


Ya....pak Harun memang bekerja di sawah pak Maman.


"oh...yang istrinya dua itu" sahut bu Darmi antusias.


"iya....."


"wah....iya Del...mending sama pak Maman aja,mumpung ada yang mau sama kamu,dari pada kamu jadi prawan tua.." ucap bu Yuyun.Disambut anggukan dari ibu ibu yang lain.

__ADS_1


Adela meletakakan dengan kasar sapu yang ia pegang.Ia segera berlari ke dalam rumah nya.Adela menangis masuk kedalam kamarnya.Ia menangis di atas ranjang sambil memeluk bantal.


Seburuk itukah dirinya di mata mereka?sebegitu hinakah dia dengam kelainan yang ia derita?sehingga di jadikan istri ke tiga oleh pria yang lebih pantas jadi ayahnya itu dianggap suatu keberuntungan?


Johan?dimana dia?kenapa ia tidak mencari wanita yang katanya sangat ia cintai?apakah ia juga mulai sadar bahwa memcintai gadis yang pernah botak ini adalah suatu kebodohan?apakah pria itu sekarang sudah tidak peduli lagi padanya??apakah ia sudah melupakan gadis malang itu??


Adela terus terisak,meratapi nasibnya yang sungguh menyedihkan.


Ceklek...


pintu terbuka,


"makanlah....dari kemarin kau belum makan.." suara wanita paruh baya itu membuat Adela menoleh ke arah sumber suara.


Wanita itu berbicara sambil berdiri di depan pintu kamar Adela,tanpa mau masuk ke dalam.Setelah menyuruh Adela makan,wanita itu hendak pergi.Tiba tiba...


"ibuk....." ucap Adela dengan si sela tangisannya.Suaranya mirip seperti rengekan anak kecil yang memanggil ibu nya


Bu Rusmini menghentikan langkahnya.


"Adel pengen di peluk ibuk....hikss...hikss...." ucap gadis itu.


"Adel kangen buukk......" ucapnya lagi dengan deraian air mata.


Hati bu Rusmini bergetar.Ya....dia anak ku,dia darah dagingku.Dia janin yang tumbuh dalam rahimku sembilan bulan lamanya.Dia anak yang ku lahirkan dengan mempertaruhkan nyawaku.Dia anak gadis yang ku harapkan bisa membanggakan ku,Anak gadis yang ku harapkan bisa merawatku di hari tua ku.Begitulah batin bu Rusmini berbicara.


"buk.....Adel masih punya ibuk kan buk?Adel masih anak ibuk kan?Adel masih bisa peluk ibuk kan??" ucap Adela yang kini mulai berjalan mendekati ibunya.Sungguh,ia butuh tempat untuk berkeluh kesah sekarang.Ia butuh bahu untuk bersandar saat ini.Tolong...bantu gadis malang ini.


"bukk....." tangan Adela tergerak untuk memeluk wanita yang sangat ia sayangi itu.Namun tiba tiba....


settt...


bu Rusmini mengelak,ia menjauh,menjaga jarak dari Adela.


"cepat makan!nanti kau sakit...!kau itu sudah besar..!jangan bertingkah seperti anak kecil...!" ucap bu Rusmini.


"ingat.....nanti malam pak Maman akan bertamu kerumah ini.Jangan berbuat ulah yang bisa membuat bapak dan ibumu malu lagi..." ucapnya lagi, lalu pergi meninggalkan Adela sendiri.Adela luruh ke lantai.Ia meremas bajunya,dadanya terasa sangat sesak.Ia benar benar sendiri di tengah tengah keluarga yang lengkap.


...***...


Sementara itu di tempat lain.....

__ADS_1


pukul 17.30 wib


"gimana?beres?" tanya pria tampan itu.


"beres..." jawab Marvel.


"ok...gue harus segera pergi." ucap Johan lalu bergegas.


"lo nggak istirahat dulu?lo bisa kecapean Jhon....dari kemarin lo ngebut kerja nggak ada istirahat" ucap Marvel mengingatkan.


"gue bisa istirahat nanti setelah memastikan wanita gue disana baik baik aja" ucap Johan lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Ya...masalah di kantor cabang itu telah berhasil di atasi oleh dua saudara beda ibu itu.Kini Johan sudah tancap gas menuju bandara dengan menggunakan taksi online setelah ia memesan tiket pesawat via on line siang tadi.Hanya satu yang menjadi tujuannya saat ini,menemui Adela dan menyelamatkannya dari keadaan bahaya apapun yang sedang di alami gadis itu.


...***...


Malam menjelang..


..


Gadis manis itu sudah berada di tempat persembunyiannya saat ini.Setelah berhasil kabur dari rumahnya dengan cara melompat lewat jendela kamarnya,Adela kini tengah bersembunyi di balik semak semak.Dengan piyama panjang warna navy dan hijab instan warna hitam itu,Adela mengendap endap melihat situasi di sekitar tempat persembunyiannya itu.Entahlah,ia juga tidak tau akan pergi kemana,yang pasti ia harus lari dulu dari acara lamaran yang sama sekali tidak ia harapkan itu.


Sudah cukup jauh ia berlari,sepertinya tidak ada orang yang memebuntutinya.Adela keluar dari tempatnya sembunyi.Ia berjalan menyusuri jalanan yang sepi itu,entahlah....kemana ia harus pergi,bahkan sepeser pun ia tak memegang uang.Hanya baju yang melekat di badanlah yang ia bawa.Ponsel pemberian Johan pun juga tidak jelas bagaimana nasibnya sekarang.Ia sudah tidak pernah melihatnya lagi setelah Andika mengambilnya secara paksa saat ayah dan kakaknya itu menjemputnya di kota.


Sekilas bayangan laki laki angkuh yang mulai mengisi hatinya itu kembali terlintas dalam ingatannya.Sedang apa dia sekarang?apa dia masih sering menghibunginya ratusan kali sehari seperti yang biasa ia lakukan?Adela terswnyum masam,nyatanya pria itu tidak menemuinya hingga hari ini.Entahlah....dia tidak tau.Sebenarnya ia sangat berharap laki laki itu datang menyelamatkannya saat ini,seperti yang berkali kali ia alami,Johan selalu datang sebagai penolongnya saat ia membutuhkan bantuan.


Adela menghentikan langkahnya,ia mendongak menatap langit....


"daddy....sedang apa sekarang?" tanya nya pada langit malam.Sungguh,ia sangat merindukan laki laki itu sekarang.Adela hanyut dalam lamunannya,air mata menetes perlahan membasahi wajahnya yang penuh dengan luka.Tiba tiba...


deg.....


Tubuh Adela menegang,seolah jantung berhenti berdetak untuk beberapa saat.Sebuah tangan besar menepuk pundaknya dari belakang....


Adela menoleh.....dan...............................


*jeng.....jeng.....jeng.......


😅😅*


...----------------...

__ADS_1


LIKE KOMENT & VOTE NYA PLEASE.....🥰🥰🥰


__ADS_2