
Adela nampak begitu cemas.Apa yang terjadi dengan suaminya sampai memintanya untuk datang ke kantor.Kalau memang sakit kenapa ia tidak pulang saja atau ke rumah sakit,kenapa malah memintanya datang ke kantor.Adela semakin cemas,karena kini ia tengah terjebak macet,membuatnya tak bisa datang cepat ke kantor sang suami.Sudah setengah jam mobil itu berhenti tanpa pergerakan membuat Adela semakin merasa tidak tenang.Lebih tidak tenang lagi karena ternyata ponselnya ketinggalan.Lengkap sudah...
Adela meremas ujung hijab syar'i nya.Berkali kali ia melirik arloji di tangannya.Sudah jam berapa ini?bagaimana kondisi suaminya sekarang.
Di saat Adela diserang rasa panik.Tiba tiba....
drrttt.....drrttt....
Ponsel milik Jono bergetar....
Jono mengambil ponsel yang ada di saku celananya.
Dilihatnya layar ponsel tersebut...
Tuan Johan..
memanggil.....
Ia segera mengusap tombol hijau yang berada di layar itu.Belum sempat ia mengucapkan kata 'halo' untuk sang majikan,sebuah bentakan yang memekikkan telinga terdengar dari seberang sana.
"LO BAWA KEMANA ISTRI GUE JONN...??!!"
Jono reflek menjauhkan ponsel dari telinganya.Telinga sebelah kirinya berdenging mendengar bentakan sekuat tenaga dari atasannya itu.Adela mengernyitkan dahinya.Suara itu bahkan samar samar dapat didengar oleh Adela,padahal ponsel tidak dalam mode loudspeaker.
Jono kembali mendekatkan ponselnya ke telinga kirinya.
"halo tuan..."
"kemana dulu lo nggak nyampe nyampe dari tadi..?!" tanya Johan.
"ma...maaf tuan....ka...kami terjebak macet..."
"nggak usah alesan!!kalau dalam waktu lima menit lo nggak sampai sampai juga gue pecat lo...!"
"ta...tapi...tuan......"
Ucapan Jono terhenti ketika Adela menepuk pundak nya.Jono menoleh,dilihatnya sang nyonya muda mengulurkan tangannya,meminta ponsel miliknya.Jono pun menurut,ia menyerahkan ponsel itu pada Adela.
Adela mengarahkan ponsel itu ke telinganya.
"Jono lu denger gue nggak?!" ucap Johan dengan nada menggebu gebu.
Adela hanya diam.
"Jono...!jawab gue...!lu bu*ek sekarang...?!!"
Adela menipiskan bibirnya.
"bisa nggak sih apa apa nggak usah marah marah dulu?!ini lagi macet mas...kamu pikir kita harus gimana?!" ucap Adela mulai emosi.
Johan mengusap wajahnya kasar.
"kenapa telfon dari aku nggak kamu angkat?" ucap Johan dengan suara yang lebih lembut.
"hp aku ketinggalan"
"ketinggalan apa sengaja kamu tinggal?" tanyanya dengan nada bicara yang tidak mengenakan.
"kamu kenapa sih?!ngomel ngomel mulu dari tadi...!bisa kan kalo ada apa apa ngomong baik baik..!" ucap Adela tak kalah nyolot.
Johan semakin frustasi.Pria itu menarik nafas panjang,mencoba menetralkan emosinya.Sedang di tempat yang berbeda,Adela pun melakukan hal yang sama.
"kamu kesini sekarang..." ucapnya melembut.
"gimana caranya mas?kamu mau aku cari ojek di sekitar sini?"
"ya jangan lah!kamu mau bahayain anak kita?!"suara itu kembali meninggi
"ya terus aku harus gimana?kamunya marah marah terus..!" ucap Adela mulai kesal.Bahkan matanya mulai mengembun.
Johan kembali menarik nafas panjang.
"ok...aku tunggu kamu disini." ucapnya kemudian mematikan sambungan telfonnya sepihak.
Adela mengembalikan ponsel itu pada Jono,ia mengusap air matanya yang mulai menetes.Johan kenapa?semenjak menikah,ia tak pernah di bentak bentak seperti ini oleh suaminya itu.
Mobil itu mulai bergerak perlahan.Adela menatap datar keluar jendela.Ada rasa sedih dalam hatinya saat Johan membentaknya tadi.
.....
Sekitar dua puluh menit,mobil mewah itu sampai di depan sebuah bangunan tinggi dan mewah tempat dimana sang suami berada.
Adela segera turun dari mobil yang ditumpanginya setelah mobil itu berhenti di tempat parkir perusahaan tersebut.Wanita dengan setelan gamis dan hijab hijau botol itu berjalan dengan terburu buru,hingga tiba tiba...
"Adela...." ucap seseorang sambil menarik pelan tangan wanita itu.
Adela menoleh...
"Bayu...." gumamnya,ia reflek menarik tangannya dari genggaman Bayu.
"eh...maaf..." ucap Bayu.
Adela menunduk.
"kamu ngapain di sini?" tanya Adela.
"gue tadi pengen ketemu sama suami lo" ucap Bayu.
Adela hanya mengangguk sambil terus menundukkan pandangannya.
"Adel....boleh aku minta tolong?"
"minta tolong apa?"
"tolong bujuk suami kamu untuk bantuin perusahaan papa aku.Perusahaan kami ada di ujung tanduk Del" ucap Bayu memelas.
Adela mendongakkan kepalanya menatap pria di hadapannya itu.
__ADS_1
"memangnya ada apa?"
"Tuan Johan membatalkan kerja sama dengan perusahaan papa,membuat investor di perusahaan kami kehilangan kepercayaan pada perusahaan kami Del" ucapnya
"tolong Del..kamu bujuk suami kamu."
"aku tau aku banyak salah sama kamu selama ini.Aku minta maaf Del..."
Adela menghela nafas panjang.
"aku akan coba ngomong sama mas Johan,tapi aku nggak janji ya...." ucapnya.
"iya Del..nggak apa apa...yang penting kamu mau nolongin aku" ucap Bayu bak mendapat angin segar.
Adela tersenyum.
"aku masuk dulu ya...mas Johan udah nungguin" ucapnya sambil tersenyum.
Bayu mengangguk.
"assalamu alaikum"
"wa alaikum salam"
Adela pun pergi meninggalkan Bayu di sana.
Tanpa mereka sadari,sepasang mata menatap tajam adegan singkat itu dari balik jendela besar di ruangan CEO itu.
Darahnya semakin mendidih.Tangannya mengepal.Rahang tegas itu mengetat.Berani beraninya pria itu mendekati istrinya bahkan setelah ia memperingatkannya tadi pagi.
"cari mati kau ba**sat...!!" ucapnya dingin dengan gigi yang bergemeretak.
Johan kemudian duduk di sofa panjang di dalam ruangan itu.Ia mengatur nafasnya,juga emosinya.
Sedangkan di luar ruangan...
Di depan pintu ruangan CEO...
Adela mengatur nafasnya.Ia tak boleh menunjukkan emosinya saat bertemu Johan.
Setelah di rasa cukup bisa mengontrol emosi,Adela lantas membuka pintu ruangan itu lalu masuk ke dalam nya.
Dilihatnya sang suami tengah duduk di sofa panjang itu.Adela pun mendekatinya....
"mas..." ucapnya.
Johan mendongak,menatap wajah istrinya yang tengah mencoba tersenyum.
Adela meraih punggung tangan Johan,lalu menciumnya.
Adela kemudian duduk di samping Johan.Johan menatap datar pada wanita yang sangat ia cintai itu.Tangan Adela tergerak menyentuh kening Johan.
Tidak panas...
Adela mengernyitkan dahinya...
"kamu kenapa?" tanyanya lembut.
"ada apa?" tanya wanita itu lembut dengan tatapan teduh,tangannya tergerak menyentuh wajah berewokan itu.Membuat emosi yang tadinya membuncah jadi lumer seketika...
"aku tadi ketemu Bayu..." ucap Johan menggantung,seolah ia menunggu reaksi dari istrinya itu.
"ok...lalu...?" tanya Adela santai sambil manggut manggut.
"dia orang yang pernah nelfonin kamu kan?"
"iya...."
"dia orang yang pernah nolongin kamu saat kamu hampir ditabrak?"
"iya..."
"dia orang yang pernah kamu idolakan waktu SMP?"
Adela menatap suaminya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"iya......." ucapnya kemudian.
"gimana sekarang?"
"apanya?" tanya Adela bingung.
"kamu masih mengidolakan dia?dia tambah ganteng kan sekarang?dan kayaknya dia mulai tertarik sama kamu" ucapnya.
"hah???" Adela mengernyitkan dahinya.
Adela seperti berfikir sejenak.
1 detik
2 detik
3 detik
....
"hahahaha...." Adela tertawa terpingkal pingkal.Air matanya bahkan sudah keluar.Ia bahkan memukul mukul lengan Johan untuk meluapkan tertawanya
"nggak lucu Del..!" ucap Johan kesal.
"lucu....!hahaha...." ucapnya sambil terus tertawa.
Adela mulai menghentikan tawanya,ia mengusap air mata yang menetes akibat tawanya itu.
Adela mendekatkan tubuhnya pada Johan.Tangannya tergerak merangkul pundak laki laki itu seperti ia sedang merangkul sohibnya.Adela menatap mata suaminya yang jaraknya kini sangat dekat.
"dengerin ya suamik..." ucapnya dengan jari telunjuk yang mengetuk ngetuk pucuk hidung Johan.
__ADS_1
"Dulu...aku emang pernah suka sama Bayu.Dia itu adalah laki laki yang paling popular di sekolahku dulu.Tapi...itukan dulu.."
Tangan itu beralih dari hidung.Adela membelai wajah suaminya itu.
"sekarang udah nggak sayang.Aku udah punya suami yang jaaaauuuuhhh lebih dari Bayu.Lebih ganteng,lebih baik,lebih penyayang,lebih perhatian,lebih lucu.Kurang apa lagi cobak laki gue?" ucapnya.
Adela tersenyum manis
Ia meraih tangan Johan dan meletakkan telapak tangan besar itu ke perutnya .
"Adel itu istrinya Johan,dan ibu dari anak anaknya Johan" ucapnya lembut dengan senyuman yang sangat manis.
Johan menatap dalama istrinya.
"really??"
"ya...."
"say you love me..."
Adela tersenyum
"i love you"
"lagi...."
"love you"
"lagi...."
Adela tersenyum.
Adela mulai mengecupi wajah Johan..
mulai dari kening...
"love you"
"lagi"
pipi kanan....
"love you"
"lagi...."
pipi kiri...
"love you"
mata kanan...
"love you"
mata kiri...
"love you...
bibir....
" love you mas...aku milik kamu kan?"ucapnya lembut.
Johan mengangguk,ia membelai wajah ayu istrinya itu...
"ya....forever..." ucap Johan .
cup....
Johan mengecup singkat bibir mungil itu.
Adela tersenyum.Johan kembali mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya.
Daaaannn..........
terjadilah yang seharusnya terjadi pada sepasang suami istri yang saling mencintai itu.
...❤❤❤❤❤❤...
...----------------...
***Bolehlah kasih like vote dan komennya😭😭😭
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUA KU***...
👇👇👇👇



SANGAT DI TUNGGU LIKE VOTE DAN KOMENNYA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤