WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 17


__ADS_3

Malam hari...saat kumandang Adzan isya'....


Adela bersimpuh di atas sajadah...rangkaian gerakan menyembah Sang Maha Besar ia lakukan dengan khusyuk.


Setelah selesai dengan kewajibannya,Adela keluar kost an,ia berniat beli nasi goreng yang terletak tak jauh dari tempat kost nya.


Tak butuh waktu lama,Adela sampai di tempat pedagang nasgor yang berada di seberang jalan itu.


"bang...yang pedes satu ya..." ucapnya.


"iya neng..."ucap Kang nasgor


" kamu suka makan pedes juga ternyata?" ucap seseorang yang ia kenal.


"tuan Marvel?" ucap Adela.


Marvel tersenyum.


"tuan kenapa bisa sampai sini?"


"kebetulan lewat...katanya nasi goreng disini enak...makanya saya mampir" jawab Marvel


"kamu tinggal di sekitar sini?"


"iya tuan...saya nge kost dekat sini"


"ini pesanannya mas" ucap kang nasgor sambil memberikan bungkusan berisi nasi goreng untuk Marvel.


"makasih ya bang...ini uangnya..kembaliannya buat bayar punya mbaknya aja"


"nggak usah tuan...sa...."ucapan Adela terhenti.


" udah...nggak papa...."jawab Marvel..


drrtttt.....drrtttt....


Ponsel Marvel berbunyi....


Marvel mengangkat telfonnya sedikit menjauh dari Adela,


tak berapa lama menunggu...


"ini pesanannya mbak" ucap kang nasgor.


"oh..iya....makasih ya bang...." ucap Adela..


Ia bergegas kembali ke kost an nya.Saat hendak menyebrang jalan tiba tiba sebuah motor melintas dengan cepat ....


"Adel...awaaasss......."Marvel berteriak.Ia segera berlari ke arah Adela.Mengabaikan ponsel yang jatuh dalam kondisi masih menyala.


bugghhh....


Adela dan Marvel jatuh terbentur aspal.Untung saja Adel tak sempat tertabrak oleh motor yang ugal ugalan tersebut.


" aakkhh...."rintih Marvel.


Adela bangun,dilihatnya tangan Marvel yang lecet.


"tuan....astagfirullah haladzim....tangan tuan sakit?" ucapnya panik


"nggak...saya nggak papa" ucap Marvel


"saya obati dulu ya tuan..kita ke kost an saya...." ucap Adela


Marvel mengangguk.Adela berdiri mengambil kresek berisi nasi goreng miliknya juga milik Marvel,serta ponsel Marvel yang tergeletak disana.


"mari tuan saya bantu..." ucapa Adela.

__ADS_1


Mereka berjalan bersama menuju kost an Adela .


Tanpa mereka sadari...lagi lagi sepasang mata mengamati gerak gerik mereka dengan tatapan penuh kebencian.


...***...


Sesampainya di kost an Adela....


"duduk dulu tuan...saya ambilkan obat merah dulu." ucapnya.


Marvel duduk di sebuah kursi kayu panjang di luar kamar kost Adela.


Adela bergegas ke dalam mengambil kotak obat...


Tak lama kemudian,Adela keluar.Ia duduk di samping Marvel dan mulai mengolesi lengan Marvel yang lecet dengan obat merah.


"sshhh....." Marvel mendesis pelan.Matanya menatap dalam pada wajah Adela yang kini menunduk fokus membersihkan luka luka Marvel yang sebenarnya tak seberapa parah itu.


"tahan ya tuan..." ucap Adela masih fokus


"sakit Del....ssshhhh..." ucap Marvel sambil terus menatap wajah Adela.


"uuuhhh....ssshhhh....aaahhh....yeeesss.......ssshh......aahhhh.....yesss baby....." Marvel meracau asal.


Adela menghentikan aktifitasnya,ia sedikit mendongak,menatap wajah Marvel dengan tatapan kesal.Sepertinya dia dikerjai...


Marvel tertawa geli melihat ekspresi Adela.Adela segera melepas lengan Marvel yang sedari tadi di pegangnya dengan kesal.


"bercanda Del....hehehe..." ucap Marvel sambil terus tertawa menggoda Adela yang kini duduk bersandar menyilangkan kedua tangannya di dada.Padahal tadi dia panik sekali.


"gue laki Del...cuma luka gini aja nggak ada apa apanya..." ucap nya lagi.


"saya tuh khawatir tuan...tuan hampir celaka gara gara saya...malah di bercandain" ucap Adela dengan nada kesal.


"iya...iya...sorry...jangan ngambek donk...." ucap Marvel kemudian.


"oh..iya..maaf tuan..saya ambil sendok dulu" ucapnya.


Adela masuk ke dalam mengambil dua sendok makan dan dua botol kecil air putih.Adela memang pecinta air putih,ia selalu punya stok air putih kemasan dikost an nya.


Adela kembali menghampiri Marvel.


"silahkan tuan"ucap Adela sambil memberikan sendok makan untuk Marvel.


" thank you"ucap Marvel.


Mereka mulai menikmati makan malam sederhana mereka.


"enak juga nasi goreng nya" ucap marvel


"tuan baru pertama makan nasi goreng ini?


" iya..."


"enak lo tuan....tiap hari pasti rame terus" ucap Adela sambil mengunyah makanannya


"sering sering aja tuan....makanan pinggir jalan tuh rasanya malah lebih enak tauk...."


"iya...gue juga lebih suka makanan pinggiran kayak gini" ucap Marvel lagi


"oh...ya...?biasanya orang kaya kan lebih suka makan di restoran..atau tempat tempat yang mahal gituuu..." ucap Adela polos


Marvel tersenyum...


"gue bukan orang kaya Del...gue sama aja kayak lo.." ucap Marvel.Adela menatap Marvel penuh tanda tanya.


"gue itu cuma anak seorang pengasuh yang kebetulan dipungut dari jalanan oleh orang kaya."

__ADS_1


Adela menghentikan aktifitas mengunyahnya...


"maksud tuan?"


Marvel tersenyum miris..


"nyokap gue pengasuh di keluarga Alexander.Dia yang mengasuh Johan sejak kecil.........................."


Marvel mulai bercerita tentang kisah hidupnya.Marvel seolah menemukan tempat untuk mencurahkan segala keluh kesahnya selama ini.Segala beban yang ia rasakan sebagai anak yang lahir tanpa ayah..anak yang dianggap sebagai perebut kebahagiaan seorang Johan Alexander.Marvel menceritakan semua dengan gamblang..ia seolah bisa meluapkan semua uneg unegnya saat ini.


Marvel tersenyum getir ...


"jadi sebenarnya tuan dan tuan Johan itu keluarga?" ucap Adela kemudian setelah mendengar cerita Marvel panjang lebar


Marvel mengangguk


"iya....dan orang tua yang lo liat bersama gue ke apartment Johan itu adalah papanya Johan...tuan Alexander..."


Adela mengangguk.


"tapi sekarang Johan udah mulai berubah loh Del.." ucap Marvel lagi.


"sejak kenal lo...sifat dinginnya sedikit demi sedikit mulai berkurang....dia mulai bisa tertawa sekarang"


Adela menegakkan posisi duduk nya


Marvel tetsenyum....


"gue rasa dia punya perasaan khusus sama lo" ucap Marvel lagi membuat Adela seketika menatapnya.


"tuan bicara apa....?mana mungkin tuan...." ucap Adela yang kini menunduk.


"selama gue kenal dia...dia nggak pernah dekat dengan satu wanitapun.Gue aja dulu sempat mikir...jangan jangan dia udah nggak normal...Sikapnya selalu dingin dan angkuh....tapi berbeda setelah dia kenal lo...gue bisa ngrasain itu Del."


"dia mulai meninggalkan kebiasaan buruknya." ucap Marvel kemudian.


"gue akan berterima kasih banget sama lo kalo lo mau bantu Johan untuk bangkit dari keterpurukannya."


"tuan ngomong apa sih..." ucap Adela menunduk.


Marvel tersenyum


"lo itu cantik...baik....solehah....Johan nggak akan salah jika dia milih lo jadi pasangannya "ucap Marvel tulus


" saya nggak sesempurna itu tuan.."ucap Adela menunduk.


Marvel tersenyum.Obrolan mereka terus berlanjut...


Mereka sudah semakin akrab saja sekarang.Mereka saling bercanda...hingga tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 9malam.


"gue balik ya Del...." ucap Marvel setelah ia berdiri dari kursi panjang itu dan hendak pergi


"iya tuan....hati hati..." ucap Adela.


Adela menatap Marvel yang berlalu pergi meninggalkan kost kost an nya.


Adela tersenyum,lalu masuk ke dalam .


Sementara di sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari tempat Adela berdiri.....


"dasar perempuan murahan...!gue pastiin lo nggak akan bisa mendapatkan apa yang incar selama ini" ucap wanita cantik di dalam mobil mewah itu.


Ia tersenyum sambil menatap ponselnya,ia nampak puas dengan apa yang berhasil ia rekam..


Wanita cantik itu segera menaikkan kaca mobilnya,lalu tancap gas pergi dari tempat itu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2