WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 95


__ADS_3

Suatu pagi..


Di sebuah bangunan megah bertuliskan Alexander Group.Seorang pria nampak duduk di kursi tunggu lobby perusahaan itu dengan gelisah.Berkali kali ia melirik ke arah jam di tangannya.Sudah setengah jam ia menunggu di sana,namun sosok yang ditunggu tidak muncul muncul juga.


Bayu semakin gelisah,ia harus menemui Tuan muda Alexander itu segera.Nasib perusahaan ayahnya tengah di ujung tanduk lantaran perusahaan Alexander Group memutus hubungan kerja dengan perusahaannya secara sepihak.Hal itu membuat citra buruk untuk perusahaan miliknya yang baru mulai berkembang.Berkali kali Bayu mencoba menghubungi Johan namun tidak pernah ada hasil.Hingga kini ia nekat datang ke perusahaan besar tersebut untuk meminta maaf dan membujuk sang CEO untuk membantu perusahaan milik ayahnya itu.


Hampir satu jam Bayu menunggu,Johan datang dengan Marvel yang berjalan di sampingnya.Pria berpostur tinggi besar dengan kemeja putih dan setelan jas dan celana bahan hitam itu datang dengan langkah yang mendominasi.


Bayu segera berlari mendekati Johan.


"tuan...." ucap nya.


Johan menatap angkuh pria di hadapannya itu.


"kau.......!masih punya nyali kau menemuiku?" ucapnya dingin sambil tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya.


"tuan....bisa kita bicara sebentar?" ucap Bayu memohon.


"jika itu mengenai perusahaan mu...aku tidak tertarik..." ucapnya kemudian melangkah pergi dari tempat itu.


"tuan....saya mohon...saya benar benar minta maaf karena saya tidak tau jika Adela adalah istri anda." ucapnya.


Johan menghentikan langkahnya.Ia menoleh ke arah Bayu.


"sungguh tuan...saya tidak bermaksud mengganggu istri anda.Saya mengenal Adela karena dia adalah adik kelas saya dulu.Adela juga tidak bilang kalau dia sudah bersuami tuan" ucapnya.


Johan memiringkan kepalanya,mencoba mengingat sesuatu.


"tolong tuan...saya benar benar meminta maaf"


"tapi sayang nya aku tidak pernah memberi ampun pada siapapun yang berani mengganggu istriku" ucapnya dingin.


"pergilah...sebelum ku lempar kau dari atas gedung ini" ucapnya kemudian pergi meninggalkan Bayu yang masih nampak memelas.


Bayu mengusap wajahnya dengan kasar.Ia begitu frustasi.Harus bagaimana lagi melunakkan hati CEO muda yang angkuh itu.


Bayu mondar mandir di lobby perusahaan besar itu.Mencoba berfikir keras.Apa yang harus ia lakukan..??


...****************...


Sementara itu....


Di sebuah rumah mewah kediaman keluarga Alexander....


Mama Mira sedang berada ditaman belakang bersama sang menantu.Dua wanita beda generasi itu kini tengah menikamati waktu bersama sambil ngopi ngopi cantik....itu untuk mama Mira ya...Adela nggak ngopi...kan lagi isi😁


"Sell....sini..." ucap Mama Mira setengah berteriak saat melihat Selly ada di balik jendela dapur dengan peralatan bersih bersihnya.


Selly mendekati majikannya itu.

__ADS_1


"iya nyonya..."


"sini....duduk sini...sama kita" ucap nyonyanya.


"maaf nyonya....tapi kerjaan saya belum selesai...nggak enak sama yang lain"ucap Selly.


" yahh...sayang banget...ya udah...nggak apa apa...kamu kerja lagi aja ya...."


"baik nyonya....saya permisi..." ucap Selly kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Selly bergegas ke lantai dua untuk membersihkan kamar para majikannya.Selly berniat membersihkan kamar Jonathan dan Mira terlebih dulu,namun saat melewati kamar Marvel,ia terpikirkan sesuatu.Selly celingukan melihat situasi di sekitar kamar itu,ia kemudian masuk kedalam kamar Marvel dengan membawa alat bersih bersihnya.


Di dalam kamar,Selly segera beraksi.Ia mencari cari keseluruh ruangan di kamar itu,mulai dari laci,rak,hingga lemari.Katakanlah dia lancang.Ya...Selly hanya ingin mencari ponsel ibunya yang berada ditangan Marvel.Selly sangat penasaran dengan kondisi dan keberadaan ibu kandungnya itu.Pasalnya semenjak tragedi pembebasannya dari jeratan sang mama,ia tak pernah lagi bertemu dengan Nani.Ia juga tidak tau bagaimana kabar ibu kandungnya itu sekarang.Selly berkali kali bertanya pada Marvel namun tak pernah di gubris oleh pria tiga puluh lima tahun itu.


Dan akhirnya Selly tersenyum puas.Ia menemukan ponsel itu di salah satu laci yang ada di tempat itu.


Selly segera memasukkan ponsel itu kedalam saku rok seragamnya.Ia kemudian membersihkan kamar pria itu seperti tugas yang biasa ia kerjakan.


...****...


Kembali ke bangunan megah kantor perusahaan Alexander Group...


Di ruangan CEO....


Johan menatap tajam pada lembaran lembaran kertas itu.Lembaran kertas yang berisi semua data tentang istrinya yang ia dapatkan dari anak buahnya saat ia ingin mencari tahu seluk beluk Adela dulu,sebelum mereka menikah.


Johan melempar kertas itu ke atas meja dengan kasar.Berani beraninya laki laki itu muncul kembali di kehidupan istrinya.Untuk apa?untuk mendekati istrinya?untuk merayu istrinya?apa dia menyesal pernah menolak bahkan mempermalukan istrinya?Lalu bagaimana dengan Adela?apa dia juga masih punya perasaan yang sama seperti yang dulu ia rasakan?apa Adel masih menyukai Bayu?Apalagi usia Bayu hanya terpaut satu tahun lebih tua dari Adela,beda sama dia yang terpaut jauh dengan istrinya itu.


Johan merasa kesal sendiri membayangkan bagaimana Adela begitu mengagumi laki laki itu dulu.Ada rasa cemburu di sana.Ia tidak terima kalau istrinya pernah mengagumi Bayu.


padahal cuma masa lalu ye kann??dasar calon bapak bapak....😪


Ingin rasanya Johan berlari pulang untuk bertanya tentang bagaimana perasaan Adela pada Bayu saat ini.Namun tidak bisa,ia ada meeting sebentar lagi.Ia juga sudah terlalu sering tidak masuk kantor akhir akhir ini.


Johan berdecak kesal.Ia mengambil ponselnya,mencari satu nama di sana...


tuutt...tuutt....


"halo mas..." suara lembut mengalun dari seberang sana.


"kamu kesini sekarang"


"ada apa mas?"


"aku nggak enak badan.Suruh Jono nganterin kamu sekarang.Jangan lama lama"


"ta....." Adela belum selesai bicara,namun Johan sudah memotong ucapannya.


"jangan ngebantah...buruan!kamu mau suami kamu mati disini?!" ucap Johan ketus.

__ADS_1


"i...iya...iya...aku kesana sekarang ya...tungguin ya..." ucap Adela.


Johan mematikan sambungan telfon itu sepihak.Pria berjambang itu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya.Tak lama kemudian.


tok...tok....tok...


"masuk"


Tari datang dari balik pintu


"permisi pak....bapak sudah ditunggu di ruang rapat" ucap Tari.


"hmmm...." ucapnya.


Tari pun keluar dari ruangan atasannya itu.


Johan menghela nafas panjang.Ia pun meraih ponsel yang ada di atas meja itu lalu pergi menuju ruang rapat.


...----------------...








SANGAT DI TUNGGU LIKE VOTE DAN KOMENNYA...


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


...----------------...


**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰


JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰


TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2