WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 19


__ADS_3

Sebuah mobil mewah nampak memasuki sebuah rumah dengan halaman yang luas itu.Sang tuan rumah sudah berdiri di depan pintu hendak menyambut tamu kehormatan yang sudah mereka tunggu tunggu.


Pintu mobil terbuka,keluarga Alexander turun dari mobil.Mulai melangkahkan kaki menuju pintu rumah megah itu...


"Jonathan.....selamat datang..." ucap tuan Alex sambil merentangkan tangannya hendak memberikan pelukan pada sahabatnya itu.Sementara nyonya Hana,istri tuan Alex memberi sambutan pada Mira.


Tuan Jonathan membalas pelukan itu.


"Apa kabar Lex.." ucapnya kemudian.


"baik...baik.." ucap Alex


"ayo...masuklah...."ucapnya kemudian mempersilahkan masuk.Dua pasang suami istri paruh baya itu


" oh ya....mana Johan dan Marvel.?"tanyanya lagi.


"oh...mereka masih dalam perjalanan" ucap Jonathan.


Alex manggut manggut....


"om..tante....." ucap seorang wanita cantik yang turun dari tangga.


Clara segera menghampiri Jonathan,mencium punggung tangannya,lalu beralih pada Mira.


"kamu makin cantik saja Clara...." ucap Mira.


"tante bisa saja...."ucap Clara tersipu.


" Johan sama Marvel mana tante?"tanya Clara.


"oh....mereka masih di jalan.Sebentar lagi sampai" ucap Mira.


Mereka bergegas duduk di ruang keluarga untuk berbincang bincang sambil menunggu Johan dan Marvel.


...***...


Sementara itu.Marvel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar.


Sedang Johan duduk disebelahnya dengan terus sibuk memainkan hpnya.


Akhir akhir ini hubungan Marvel memang sedikit mulai membaik,itu juga karena mood Johan yang mulai menunjukkan perubahan akhir akhir ini.


Seperti saat ini,sedari tadi sejak masih di apartment Johan tak henti hentinya tertawa tawa sendiri,senyum senyum sendiri,sesekali ia mengumpat gemas.Marvel yang melihat ekspresi adiknya itu pun ikut tersenyum.Ia bersyukur sekarang ia sudah banyak melihat perubahan dalam diri Johan.Semua itu karena office girl manis itu bukan?


"lama lama gue ngeri deket deket ama lo Jhon" ucap Marvel sambil geleng geleng.


"paan sih lo...." ucap Johan sambil tertawa ringan.


Tak lama berselang..

__ADS_1


Lamborghini merah itu sampai di tempat tujuan.


Johan dan Marvel segera merapikan jas nya dan keluar dari tunggangan mewah mereka itu.Mereka berjalan menuju pintu rumah di sana sudah ada pria berjas hitam yang menyambut mereka.


"selamat datang tuan" ucap pria itu sambil membungkukkan badannya.Marvel tetsenyum..sedangkan Johan....senyumnya limited edition jadi tidak sembarang orang bisa mendapatkannya.


"nyonya dan tuan sudah menunggu di ruang keluarga." ucap pria itu lagi "mari saya antar tuan"


Pria itu mengantar Johan dan Marvel untuk menuju ruang keluarga.


sesampainya disana...


"tuan muda sudah datang tuan..." ucap pria berjas itu.Nampak Johan dan Marvel berdiri di belakangnya.


Semua mata yang ada di ruangan itu tertuju pada dua pria gagah yang baru saja sampai itu.


Clara mengulum senyum,ia tampak terpesona dengan penampilan Johan yang dilihatnya makin hari makin tampan saja.Dia lah pria yang sangat ia idam idam kan sejak dulu,pria yang begitu sangat ingin ia miliki.


Sedangkan disamping Johan,Marvel tak henti menatap Clara yang nampak begitu anggun dan sexy malam ini.Ya....Clara pasti sudah mempersiapkan dirinya untuk malam ini bukan.Ini adalah malam yang ia tunggu tunggu sejak dulu.Dua keluarga ini pasti akan membahas tentang perjodohan mereka.Meskipun Marvel tau malam ini pasti tidak akan berjalan sesuai rencana Clara,karena Johan Pasti akan menolak perjodohan tersebut.


"Johan....Marvel....selamat datang..." ucap Alex.


Johan dan Marvel pun memberi kan pelukan dan ucapan selamat datang pada keluarga Alex....


"karena yang ditunggu sudah datang....gimana kalau kita langsung ke meja makan saja" ucap Hana...


Semua pun setuju.Dua keluarga itu segera bergegas menuju meja makan yang sudah dipenuhi makanan lezat itu.


"terima kasih sudah mau datang nak..." ucap Jonathan berbisik pada Johan.


Johan tersenyum senang hingga memperlihatkan giginya,bukan tersenyum atas ucapan terima kasih ayahnya...tapi tersenyum melihat banyaknya makanan yang ada di hadapannya..


"coba kalau tuh cewek ada disini..dia pasti nggak akan kedip lihat makanan sebanyak ini" batinya.Ia tertawa geli membayangkan ekspresi Adela andaikan dia ada di sini saat ini.Hal itu membuat semua orang yang ada disana mengarahkan pandangan mereka pada Johan.


"Johan?apa kau baik baik saja?apa ada yang lucu?" tanya tuan Alex.


Johan menetralkan Ekspresinya...


"oh...tidak ada....saya hanya teringat kucing cantikku" ucap Johan santai sambil terus senyum senyum membayangkan wajah Adela.


Semua orang diruangan itu mengerutkan dahinya,menatap penuh tanya pada pria angkuh itu.


"sejak kapan johan menyukai kucing?"


Itulah yang ada dalam pemikiran mereka.


Sedangkan Marvel yang ada di samping nya hanya menggeleng gelengkan kepala nya sambil menahan tawa.


"dasar bocah...se angkuh angkuhnya lo kalo udah jatuh cinta ujung ujungnya be*o juga..!" batin Marvel.

__ADS_1


Makan malam pun dilanjutkan.Setelah selesai kedua keluarga itu menuju ruang keluarga untuk berbincang bincang.


"Johan...bolehkah om bertanya padamu." ucap Alex


"silahkan om" ucap Johan dengan santainya.


"emm...begini...seperti yang om dulu pernah katakan...om dan papamu berniat untuk menjodohkan kamu dengan Clara...putri om,..." ucap Alex


"benar nak....selama ini papa tidak pernah melihatmu dekat dengan seorang wanita..maka dari itu papa dan om Alex berniat untuk menjodohkan kalian.Lagipula kalian kan sudah lama kenal..." ucap Jonathan mengimbuhi.Karena memang di usia Johan yang sudah 30 tahun ia belum pernah sekali pun dekat dengan wanita.Hidupnya hanya ia habiskan untuk kesenangannya sendiri.Ia seolah mati rasa.Tidak pernah ada rasa cinta dalam dirinya untuk siapapun.Berbeda dengan Marvel.Walaupun hingga kini perasaannya hanya untuk Clara,tapi untuk urusan mantan pacar,Marvel tergolong pria yang memiliki daftar mantan pacar yang cukup banyak.


"ya.....itu benar Johan,keluarga kita kan sudah saling mengenal satu sama lain,jadi tentu saja sudah bukan masalah lagi kan...." ucap Alex.


Johan tersenyum.Ia yang awalnya duduk bersandar dengan santai di sofa kini menegakkan posisi duduknya.Ia kemudian mematikan puntung rokok yang sedari tadi dihisapnya.


"terima kasih banyak atas kesediaan om untuk menjodohkan putri om yang cantik ini untuk saya...." ucap Johan menggantung


Terbersit senyuman di bibir Clara mendengar itu.Ia tidak menyangka Johan akan secepat itu berubah pikiran.Begitu juga dengan dua pasang pasutri paruh baya itu.Mereka tampak tersenyum puas.


"tapi....." ucap Johan lagi.


Senyuman dan rasa lega manusia manusia itu pun sontak terhenti


"mohon maaf sebesar besarnya om.Saya tidak bisa menerima perjodohan ini" ucap Johan lagi membuat semua orang diruangan ini terkejut,kecuali Marvel yang nampak santai karena dia sudah menduga hal ini.


"acara ini hanya akan mempermalukan keluargamu Ra...." batin Marvel.


"kenapa nak?bukan kah kalian sudah saling mengenal?kalian juga cukup dekat bukan?" tanya nyonya Hana.


Johan menaikkan salah satu ujung bibir nya.


"saya hanya menganggap Clara seperti adik saya tante...tidak lebih" ucap Johan


Clara menggeleng pelan,tatapannya nanar.Matanya mulai berkaca kaca,seolah air mata itu memaksa untuk tumpah membasahi pipi mulusnya.


"maafin gue Clara...gue sayang sama lo cuma sebatas teman....gue nggak bisa lebih dari itu" ucap Johan menatap Clara.


"Jhon..." ucap Clara lirih.


"gue nggak mau memaksakan suatu perasaan.Gue nggak cinta sama lo....gue harap lo bisa mengerti." ucap Johan lagi.Entah mengapa ucapannya kali ini terdengar lebih dewasa dan tidak terdengar angkuh seperti biasanya.


"sekali lagi saya minta maaf om,tante,Clara...saya yakin Suatu saat Clara bisa mendapatkan yang lebih baik dari saya.Kalau begitu saya permisi dulu semuanya...selamat malam" ucap Johan kemudian beranjak pergi.


"pa...ma..." Clara menangis.Hana memeluk putri semata wayangnya itu.Marvel tak henti menatap wanita yang ia sayangi iti yang terus menangis.


Sementara Alex menarik nafas kasar.Ada kekecewaan di dalam hatinya.Tapi ia sadar bahwa apa yang dikatakan Johan itu benar adanya.Alex juga tidak menutup mata atas perilaku Johan yang memang sudah di cap buruk itu.


Perjodohan ini memang atas permintaan Clara,ia yang menginginkan papanya untuk membujuk tuan Jonathan agar mau menikahkannya dengan Johan.Awalnya Tuan Alex menolak.Ia kurang setuju jika Clara menikah dengan Johan,tapi karena Clara yang terus meminta,akhirnya Alex pun mengalah dan membujuk tuan Alexander.


"kami minta maaf atas ucapan Johan barusan tuan Alex..nyonya Hana..." ucap Mira yang sedari tadi hanya diam.Ia tidak pernah banyak bicara jika ada Johan karena ia tau Johan tidak suka padanya.

__ADS_1


"tidak apa nyonya.Kami mengerti." ucap Alex..


...----------------...


__ADS_2