WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 81


__ADS_3

Di dalam kamar mandi sebuah apartment....


Sepasang suami istri kini berada dalam satu bathup dengan sang suami yang berada di belakang istrinya.Johan menyandarkan kepalanya di punggung polos Adela,sambil sesekali menciumi punggung mulus tersebut,tangan yang selalu lincah jika berdekatan dengan Adela itu bergerak mengusap dua benda kenyal itu.Adela hanya pasrah,membiarkan Johan melakukan apapun yang ia mau pada tubuh wanita itu.


Harusnya saat ini Johan sudah kembali ke kantornya,namun pria itu justru memilih tetap berada di apartment menemani sang istri,


Alhasil....disini lah mereka sekarang,Johan mengajak Adela mandi bersama.


Johan menciumi tengkuk istrinya.Sedangkan tangannya kini beralih mengusap paha,pinggang lalu kembali ke dada mulus Adela.


"sayang..." ucap Johan.


"ya..."


"aku mau ngajak kamu ke suatu tempat...." ucap Johan lagi.


"kemana?"


"ke villa keluarga Alexander....sekaligus aku mau ngajak kamu ke makam mama" ucapnya lagi.Adela berbalik badan,kini posisi tubuhnya berhadapan dengan sang suami.


"kapan?" tanya Adela,


Johan menggerakkan jari jemarinya di atas gunung kembar itu,seolah menuliskan sesuatu di sana.


"aku lihat jadwal dulu...aku mau menghabiskan waktu berduaan sama kamu di villa mama...." ucapnya lagi.


Adela tersenyum..


"iya mas....aku mau" ucapnya.


Johan meraba pinggang,lalu menuju ke perut Adela.


"ada hasil karya Johan di sini.." ucapnya sambil mengusap perut Adela yang masih rata.


Adela tertawa ringan.


"kita akan jadi orang tua mas....." ucap Adela.


"aku harap...dia akan tumbuh dewasa dengan mewarisi sifat sifat kamu sayang..." ucapnya.


"maksud kamu?ini kan anak kita mas...dia adalah duplikat kita..."


"aku terlalu buruk untuk dia tiru sayang...."


"kok ngomong nya gitu?jangan gitu dong...." ucap Adela.


Adela merebahkan tubuhnya di dada bidang Johan.Johan membalas dengan memeluk pinggang ramping itu.


"anak ini akan tumbuh menjadi anak soleh solehah,berbakti,penyayang...tapi itu semua tergantung dari kita mas....gimana kita mendidiknya...."


"dia adalah apa yang kita ajarkan....dia adalah apa yang kita contohkan." ucapnya sambil bermain dengan bulu bulu dada Johan


"mulai sekarang....kita harus belajar untuk menjadi guru yang baik untuk Johan junior kita,karena kita adalah madrasah pertama nya." ucap Adela lagi.


"aku akan berusaha menjadi contoh yang baik untuk dia nantinya sayang..." ucap Johan.


Adela tersenyum,ia memeluk tubuh tegap itu dengan erat.


Johan pun memebalas dengan mengecup bibir Adela singkat.


Sepasang suami istri itupun melanjutkan aktifitas panas mereka di dalam bathup tersebut.


...****...


Sementara itu di kediaman Alexander.


Mira duduk di balkon kamarnya.Wanita itu duduk sambil menatap langit,sesekali ia mengusap lelehan air mata yang menetes di pipinya.


"kenapa aku harus bertemu lagi dengannya Tuhan?kenapa?" ucapnya lirih.


"setelah semua yang terjadi....ku kira aku sudah benar benar jauh darinya,ternyata aku salah..."


"dunia ini begitu sempit....sudah puluhan tahun dia pergi meninggalkan kehancuran...sekarang dia datang di saat aku sudah mulai bangkit...."


"dan bodohnya aku....kenapa aku masih menangisi laki laki be**t sepertimu...." ucapnya yang mulai menangis tersedu sedu.


"kau bodoh Mira....kau bodoh...." ucapnya sambil memukuli kepalanya sendiri.

__ADS_1


Bayangan tentang masa lalunya yang kelam kembali terlintas dalam ingatannya.Mira kembali menyesali kebodohannya,kebodohan yang membuat masa remajanya hancur hanya karena laki laki bej*t yang sudah merenggut kehormatan nya.


Mira menghapus lelehan air matanya,ia mengambil ponselnya,mencoba menghubungi anak kandungnya yang menghilang entah kemana sejak acara pesta ulang tahun suaminya.


tuutt...tuutt....


"halo ma..." ucap Marvel dari seberang sana.


"Marvel...kamu dimana nak?"


"Marvel sedang di luar ma...ada apa?"


"mama kangen nak....pulang ya..."


Marvel mengernyitkan dahinya di seberang sana.


"mama nggak apa apa kan?" tanyanya.


Mira menyeka air matanya.


"mama nggak apa apa nak...mama hanya merindukan anak mama"


"iya udah....nanti sore aku pulang ma....kalau sekarang aku nggak bisa ma..masih ada urusan" ucapnya.


"iya sayang....mama tunggu ya nak..." ucap Mira.


Sambungan telefon pun terputus.


...****...


Di tempat lain.....


Di sebuah cafe....


Marvel meletakkan ponselnya di atas meja,kini ia kembali sibuk dengan laptopnya.Hari ini ia tidak pergi ke kantor,alhasil ia hanya bisa bekerja dari rumah dengan laptop miliknya.Saat ia sedang fokus bekerja,tiba tiba ia mendengar sebuah suara yang cukup mengganggu pendengarannya.Suara yang cukup jelas,yang terdengar seperti suara dengkuran.


Marvel menoleh ke sekitar tempat duduk nya,,


"siapa yang ngorok di tempat kek gini sih?kampungan banget" ucapnya.


Marvel mencoba kembali fokus pada laptopnya,namun terhenti ketika ia melihat pemandangan di hadapannya,seorang gadis nampak tertidur dengan posisi kepala yang bersandar di kursi.Mulutnya setengah terbuka,menghasilkan bunyi bunyian yang sedari tadi Marvel cari cari sumber nya.


Dua jam Selly duduk berhadapan dengan Marvel tanpa melakukan aktifitas apapun,membuatnya mengantuk hingga kemudian ia tertidur dalam posisi setengah duduk.


Marvel mengambil ponselnya,lalu membuka fitur kamera,dan kemudian mengambil beberapa gambar Selly yang tengah tertidur dengan mulut setengah terbuka.


Marvel tertawa geli melihat hasil jepretannya.


Ia lantas meletakkan ponselnya di atas meja,ia kemudian menetralkan ekspresinya.


"ehhmm..."


Selly masih mendengkur.


"ehhhmmm.....bangun...!"


tetap mendengkur,malah semakin keras.


"astaga Tuhan...." gumam Marvel sambil menggelengkan kepalanya.


"Selly bangun...!."


"Selly....!!"


braakkk....


Marvel menggebrak meja...membuat Selly yang sedang tidur terjingkat kaget.


"astagfirullah...!!" ucapnya setengah berteriak menahan kesal.


Marvel menatap Selly dengan tatapan angkuh,sambil melipat kedua lengannya di depan dada.


"udah puas tidurnya?" tanya Marvel.


Selly menetralkan ekspresinya,


"mana ngorok lagi..." ucap Marvel.

__ADS_1


Selly menunduk.


"maaf tuan....saya ketiduran...."


Marvel menatap jengah pada wanita itu.Pria itu kemudian menutup laptopnya lalu bangkit,


"tuan mau kemana?"


"pulang"ucap Marvel sambil terus berjalan keluar kafe.Selly mengikutinya dari belakang dengan setengah berlari.


Saat sudah berada di luar kafe,langkah Selly tiba tiba terhenti.


" tuan...."lirih Selly sambil menarik kemeja Marvel,membuat Marvel pun menghentikan langkahnya.Dilihatnya Selly nampak menunduk takut.


"ada apa sih?" tanyanya....


"Selly...." ucap seorang pria.


Marvel menoleh ke arah pria tersebut.


Dilihatnya laki laki seusia dengan ayahnya nampak berdiri di hadapannya sambil merangkul pundak seorang wanita,Nani.


Ya....laki laki itu adalah Samuel.


Selly yang gemetar,ia bergerak mendekatkan tubuhnya pada tubuh Marvel,lalu bersembunyi di balik punggung laki laki berbadan tegap itu,seolah mencari perlindungan.


"anda siapa?" tanya Marvel pada pasangan paruh baya itu.


"harusnya saya yang bertanya?kamu siapa?sedang apa kamu dengan anakku?!" ucap Nani.


Marvel mengernyitkan dahinya.


"anak?" gumamnya.


Marvel menoleh ke arah Selly,gadis itu nampak ketakutan bersembunyi di balik tubuh kekarnya..


"tuan....bawa saya pergi dari sini" ucap Selly lirih,sangat jelas terlihat bahwa ia begitu ketakutan sekarang.


"maaf,ini pacar saya....mungkin kalian salah orang...kami permisi" ucap Marvel kemudian hendak pergi sambil merangkul pundak Selly.


Namun dengan gerakan cepat Samuel menarik tangan gadis itu.Marvel tak tinggal diam.Ia menarik sebelah tangan Selly.


"lepaskan tangan anda" ucap Marvel dingin.


Samuel menaikkan satu sudut bibirnya.


"kau yang lepaskan dia anak muda"


Selly meronta,mencoba melepaskan sebelah lengannya yang di genggam Samuel.


"apa matamu buta pak tua....dia tidak mau ikut denganmu" ucapnya dengan sorot mata membunuh.


Samuel menarik tangan Selly kasar.


"lepaskan dia!" ucapnya.


Marvel melepaskan genggaman tangannya,membuat Selly menoleh ke arahnya,gadis itu menatap Marvel dengan tatapan memelas.Seolah ia memohon untuk tidak melepaskan tangannya.


Samuel menyeringai.Ia kemudian berbalik arah sambil menyeret Selly pergi dari tempat itu,meninggalkan Marvel yang masih berdiri di tempat tersebut.


Marvel menatap tajam punggung ketiga orang yang mulai menjauh dari pandangannya itu.


Seringai muncul dari bibirnya....


"selamat datang mangsa baru....."ucapnya.


...----------------...


**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰


JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤*****


__ADS_2