WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 24


__ADS_3

Marvel melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh...


Ia benar benar panik,ia tidak mau terjadi apa apa dengan wanita itu.


"wait for me....wait for me......." ucap Marvel sambil terus menambah kecepatan mobil nya..


Marvel mengambil ponselnya..ia mencoba kembali menghubungi nomor wanita cantik itu...


tuuuutttt.....tuuuttt.....


"come on.....angkat Ra.....!!" ucap Marvel gelisah.


Ia segera tancap gas saat panggilan nya tak digubris oleh Clara.


Mobil hitam itu melesat kencang...tak butuh waktu lama,Marvel sudah sampai di sebuah club malam.Marvel segera keluar dari mobil dan bergegas masuk kedalam tempat hiburan malam itu.


Lampu yang remang remang membuat pandangannya terbatas untuk mencari sosok wanita pujaan hatinya itu.Bau parfum yang menyengat,alkohol,dan asap rokok menusuk hidup siapa saja yang tidak terbiasa berada disana.Marvel membelah kerumunan manusia yang disana,matanya menyipit mencoba mencari sosok Bianca Clara.Hingga akhirnya matanya tertuju pada satu wanita disana.Wanita itu bergerak dengan sangat erotis bersama dengan seorang pria.Pria itu terlihat sangat menikmati gerakan Clara yang sudah tidak ada jarak dengannya.Dilihat dari sudut manapun jelas terlihat bahwa wanita itu sedang dalam kondisi mabuk.Ia bergerak melenggak lenggok seperti cacing kepanasan mengikuti alunan music.


Dengan langkah lebar dan cepat Marvel mendekati Clara.Sesampainya ia di dekat wanita itu ia segera menarik tangan Clara.


"ayo pulang..." ucapnya dingin.


Clara menghempaskan tangan Marvel...


"apaan sih lo...gue masih pengen disini..!!" ucap Clara.Ia kembali melenggak lenggok dengan erotisnya disana.


Marvel kembali menarik tangan Clara,kali ini dengan lebih kuat hingga membuat Clara yang mabuk kehilangan keseimbangan dan terjatuh dipelukan Marvel.Clara mencoba bangkit menjauh dari pria itu


"Clara....pulang...!!"ucap Marvel dengan suara yang lebih meninggi.


" apa sih..??!pulang aja sendiri sana......!!"ucapnya lagi


Dengan langkah sempoyongan ia hendak kembali ke tempatnya namun Marvel mencegah.


"pulang sekarang...." Marvel menarik paksa tangan Clara.


"gue nggak mau...!" ucap Clara mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Marvel.Marvel tidak peduli...ia terus menarik tangan Clara yang terus meronta.Tiba tiba....


"heii....broo....lo mau bawa dia kemana?dia cewek gue...!" ucap seorang pria yang tadi bersama Clara menghadang jalan Marvel.


"minggir.." ucap Marvel dingin.Tidak ada senyum sedikit pun di wajahnya.Ia tidak suka jika Clara pergi ke tempat macam ini.Entah sejak kapan gadis pujaannya ini mengenal tempat terkutuk macam ini.


"lepasin dulu dia...dia cewek gue." ucap pria itu.Clara masih melenggak lenggok kan tubuh nya mengikuti alunan musik.Pria asing itu mencoba meraih tangan Clara untuk kembali ke lantai dansa.Tapi dengan sigap Marvel menepisnya.


"lepasin dia b**gsat...!" ucapnya penuh penekanan.


"lu pulang aja broo....biar dia sama gue..." ucap pria itu yang juga dalam kondisi mabuk.Ia kembali ingin meraih tangan Clara,tiba tiba..


bugghhh....


sebuah pukulan keras dari tangan kekar Marvel berhasil membuat pria itu tersungkur.


"an*ing....!!" teriak pria itu kemudian bangkit dan hendak membalas pukulan Marvel.

__ADS_1


*adegan selanjutnya adalah adegan saling pukul antara Marvel dan pria asing itu*


Pria itu jatuh berlumuran darah.Marvel menatap garang pada pria itu.Marvel kembali menarik tangan Clara dan membawa gadis yang sudah sempoyongan itu keluar dari tempat tersebut.


Marvel memapah Clara yang sudah mabuk parah menuju mobilnya.Sementara Clara,mulutnya tak henti meracau.Johan...hanya nama itu yang selalu ia sebutkan.Marvel sudah tidak menggubrisnya.Ia segera memapah,membantu menidurkan tubuh Clara di jok belakang mobilnya.Setelan itu,Marvel segera duduk di kursi dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat tetsebut.


...***...


Sementara di dalam mobil yang berbeda,di tempat yang berbeda.


Dua anak manusia yang sedang di mabuk cinta itu tak henti hentinya menebar senyum.


Setelah drama kejar kejaran dan tangis tangisan Adela,kini mereka sudah berada dalam satu mobil dalam perjalanan menuju Villa milik keluarga Alexander.


"Del...."


"hemm..."


"nikah yukk"


"astagfirullah haladzim...!" pekik Adela sambil menoleh ke arah kekasihnya itu.


"kok astagfirullah...?alhamdulillah dong...."


"tuan kita belum ada satu jam pacaran...." ucap Adela


Johan tertawa melihat ekspresi Adela.


"gue sayang banget sama lo Del.." ucap Johan lagi..entah sudah berapa kali ia mengucapkan kalimat itu.


"tapi....." ucap Adela menggantung


"saya boleh minta sesuatu tuan?"


"apa?ngomong aja.." ucap Johan santai


"tuan....untuk sementara kita rahasiakan dulu ya hubungan kita.." ucap Adela pelan...ia takut Johan tidak setuju.


"kenapa?" tanya Johan heran.


"saya cuma nggak mau aja ada kegaduhan nanti di kantor..."


"siapa yang berani bikin gaduh?nggak akan Del...!udah..lo tenang aja...." ucap Johan lagi.


"tapi tuan...."


"nggak Del...semua orang harus tau.."


"jangan tuan..." ucap Adela merengek.Kali ini Adela menarik narik pelan lengan kemeja Johan.Johan tak bergeming.


"tuan...." ucapnya lagi,ia terus menarik narik lengan kemeja itu.Johan tetap diam.


"tuaann......"

__ADS_1


Johan masih diam.


"saya mohon tuan...."


masih tetap diam.


"daddy please........."


Johan terbelalak,ia menoleh,menatap Adel.Sementara yang ditatap kini berbalik arah,menoleh ke arah jendela sambil berusaha menyembunyikan tawanya.


"coba ulang lagi"


"apanya?"


"yang tadi"


"yang manaa...??"


"yang barusan tadii.Lo manggil gue apa tadi?"


"tuan"


"bukan!"


"iya..!"


"bukan!yang tadi...!coba ulang lagi..!"


"dad....dy..." lirih Adel


"ulangi lagi"


"daddy"


"lagi"


"daddy..."


"sekali lagi"


"daddy...daddy.....daddy.....daddyyyyyy...." ucap Adela dengan nada cepat dan meninggi.


Johan tersenyum puas....


"ok....gue kabulin permintaan lo.....tapi dengan syarat.....lo harus manghil gue dengan sebutan itu mulai sekarang....!"


Adela menggigit bibir bawahnya,Sebenarnya ia sangat malu mengucapkan kalimat itu.


"deal,?" ucap Johan menjentikkan jari kelingkingnya.


"deal" jawab Adela lalu menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Johan.


Johan tersenyum puas....sedangkan Adela tersipu malu..

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2