
pintu lift terbuka...
Johan kembali menarik Adela menuju tempat tinggalnya itu.
saat pintu dibuka..
ceklek....
Adela membulatkan matanya....
"astagfirullah haladzim...!!" pekiknya.
Adela masuk kedalam ruangan yang luas itu.Mulutnya bahkan terbuka melihat apa yang ada di hadapan nya...
Sedangkan Johan berdiri menyandarkan tubuhnya di dinding.Ia tak henti hentinya tersenyum lebar hingga memperlihatkan deretan giginya yang putih.Ia merasa sangat puas dengan hasil kerja asisten rumah tangganya itu....
*flashback on*
Adela terus menunduk...ia bertanya tanya apa yang akan dilakukan si tuan angkuhnya itu.Mau dibawa kemana dia??
Sedangkan si tersangka,Johan....
"mau gue apain ya nih bocah"batinnya.
ya.....Johan sendiri pun sebenarnya tidak tau apa yang akan dia lakukan pada Adela.Dia hanya ingin memberinya sedikit pelajaran,dia masih merasa kesal dengan adegan di ruangan marvel.Berani beraninya dia makan siang berduaan dengan kakak tirinya itu.
Sebenarnya dia tidak ada niat untuk "menculik" Adela,tapi melihat Adela sendiri an di depan pintu perusahaan tanpa pengawasan siapapun membuat Johan "gatal" untuk membawa gadis imut itu kabur..entah kemana,yang penting Adela bersamanya.
Lama Johan berfikir,,,,hingga tiba tiba muncul ide jahil dalam otak nya...ia mengambil ponsel disaku jas nya
"bik....bibik sekarang pulang aja,nggak usah nungguin saya pulang...kalau bibik sudah masak bawa aja semua makanannya,jangan sisain satu pun,setelah itu saya minta bibik buat apartment saya seberantakan mungkin"
sebuah pesan terkirim untuk asisten rumah tangganya itu,tak berapa lama kemudian,sebuah pesan balasan masuk kedalam ponsel Johan.
"baik tuan" jawab si bibik melalui pesan singkat.
Johan tersenyum licik....setidaknya sekarang ia punya alasan untuk menahan Adela bersamanya.
*flashback off*
dan disini lah mereka sekarang ...berada di dalam ruangan yang bak kapal pecah.Johan terus mengulum senyum,ia mengambil ponselnya lalu menulis sebuah pesan untuk sang ART
"good job bik.Bonus buat bibik sebentar lagi akan saya kirim" tulis Johan.
Johan mendekati wanita berhijab yang masih kebingungan itu.
"gue ada tugas buat lo sekarang...lo bersihin apartment gue...abis itu lo masak buat gue..." ucap Johan yang saat ini sudah berada di belakang Adela.
"ta...tapi tuan saya...." ucapan Adela terhenti saat Johan mengisyaratkan dirinya untuk diam...
"sssstt.....ini perintah....!gue hitung ini sebagai lembur....lo akan dapat bonus untuk itu" ucapnya kemudian
"cepetan beresin...abis itu masak....gue laper" ucapnya sambil berlalu ke dalam kamar.
seperginya Johan
Adela marah marah sendiri di ruang tamu..ia menendang nendangkan kakinya ke udara seolah olah Johan lah yang ia tendang
__ADS_1
"dasar om om gila... lo pikir gue nggak capek apa kerja seharian.Main perintah perintah aja seenaak jidat!" Adela terus ngomel sambil tangan dan kakinya bergerak kesana kemari membereskan semua kekacauan di apartment itu.
"lagian ni ART nya kemana sih....apartment bisa kek kapal pecah gini..!!gabut banget kali ya tu manusia ... sampai segala apartment di acak acak...!!"
Sesekali ia meletakkan dengan kasar benda benda yang jatuh berserakan di lantai itu ke tempatnya.
Tanpa ia sadari Johan sudah selesai mandi,ia duduk di salah satu bangku sambil terus mengamati tingkah Adela yang nampak tidak bersahabat itu.
"untung gue nggak berani....coba kalo gue berani...udah gue cabutin tu semua bulu bulu lo...!"sungutnya sambil berkacak pinggang di depan foto Johan yang menempel di dinding.
" dasar om om sinting!lo tu udah nyulik anak prawan orang tau nggak..!"gerutunya lagi.
"mana main tepuk tepuk ****** gue lagi...awas lo ya....gue sumpahin jadi perjaka tua lo..." ucapnya lagi.
Adela terus ngomel ngomel sendiri.Ia tidak sadar bahwa sang tuan angkuh terus memperhatikannya dari belakang sambil merekam semua ucapan Adela.
"ngomel mulu lo kek emak emak...!buruan....gue udah laper!" ucap Johan setengah teriak.Membuat Adela bungkam seketika
"mampuss lo Del....mampuuss lo beneran kali ini!dasar lo ya...lemess banget punya mulutt..." batin Adela mengumpati dirinya sendiri
"mm...maaf tuan..." ucap Adela takut.
Johan beranjak dari tempatnya menuju sebuah sofa single di sana.
Ia mengambil sebatang rokok dari bungkusnya,membakarnya, menghisap ,lalu membuang asapnya .
"lo nggak usah takut...gue nggak marah kok..bahkan gue dengan suka rela akan menyerahkan tubuh gue ini kalo lo mau cabutin bulu bulu gue" ucapnya santai sambil terus menatap Adela.
"sumpah...pengen gue plintir tu mulut om om....!umpatnya dalam hati
" lo mau cabut yang mana dulu?"ucap Johan dengan tatapan menggoda..
Adela semakin menipiskan bibirnya..
"najiiss..." batinnya.
Johan masih senyum senyum melihat ekspresi Adel yang nampak menahan emosi.
bugghh....
kemoceng melayang menimpa wajah Johan
"dasar om om sinting....!!!" ucap Adela kemudian berlari ke dapur saking malunya.
Johan tak bisa menahan tawanya lagi.Ia terbahak bahak melihat adegan yang menurutnya kocak itu.
...***...
Waktu yang ditunggu tunggu Adela pun tiba....ia di antar pulang oleh Johan.Setelah drama bersih bersih dan makan malam,Johan tak henti hentinya menggoda Adel..entah mengapa kehadiran Adela selalu bisa membuatnya tertawa lepas.Hal yang sudah lama tidak ia rasakan setelah kepergian sang mama.Biasanya malam malam Johan hanya dihabiskan dengan mabuk mabukan,club dan sejenisnya.Perjalanan dari apartment menuju kost an Adela memakan waktu sekitar 40 menitan
Sesampainya di kost an Adela waktu sudah menunjukkan jam sembilan malam.
"makasih tuan..." ucap Adela kemudian keluar dari mobil..
Adela berjalan menuju rumah kost nya.
__ADS_1
"tunggu...!ucap Johan
Adela berbalik badan
" ada apa tuan,?"
Johan mengeluarkan sejumlah uang.
"uang lembur lo" ucapnya sambil menyodorkan uang tersebut.
Adela kembali menghampiri Johan lalu menerima uang tersebut.
"terima kasih tuan.." ucapnya kemudian berbalik kembali hendak masuk ke dalam rumah..
"Del...." ucap Johan lagi
Adela menghentikan langkahnya.Ia membuang nafas panjang,lalu kembali menoleh ke arah Johan.
"good night....have a nice dream" ucap Johan sambil menampilkan senyum nya yang tulus.Johan menaikkan kaca mobilnya lalu melajukan kendaraan roda empatnya itu meninggalkan Adela yang masih bengong di sana.
Adela memiringkan kepalanya.Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.Seutas senyum tercipta dari bibirnya.
"selamat malam juga tuan" ucap Adela seolah olah Johan masih ada di sana mendengar ucapnya.Adela segera masuk ke dalam rumah untuk istirahat.Tanpa ia ataupun Johan sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sedari tadi.
...***...
Johan sudah kembali ke apartment nya.Tempat tinggal yang sudah kembali rapi setelah tadi sore sudah di acak acak oleh bi Marni.Ia merebahkan tubuhnya di ranjang king size itu.Ia menoleh ke arah nakas yang ada di samping ranjang tersebut.Ia kembali terduduk.Ia mengambil sebuah benda pipih yang ada di atasnya
"hp Adel ketinggalan" ucap Johan.
Ya....bukankah tadi hp Adel disita Johan bukan??
Johan membuka hp yang ternyata tidak dikunci itu.
Pertama ia membuka aplikasi WhatsApp.Ada banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari satu nomor.Selly.
Ia iseng membuka aplikasi pesan yang ada di sana.
Setelah puas...ia kini membuka aplikasi Instagram Adela.Ia segera ke profil Adela.
"wanita tanpa mahkota??aneh banget namanya...." monolog Johan.Ia tersenyum melihat postingan postingan Adela yang tidak terlalu banyak itu.Tiba tiba ia terfokus pada bio Adela yang tertera disana yang tertulis
*tricotilomania 👊👊*
"trico??" monolog Johan....
Ia segera mengambil hp nya...mencari nomor seseorang yang ada di kontaknya
tuuuutttt.......
..............
"halo...gue butuh bantuan lo....."
...----------------...
JANGAN LUPA LIKE KOMENT DAN VOTE NYA YA READERS KUUHHH🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1