
***trikotilomania....
Suatu gangguan yang melibatkan dorongan berulang yang tak tertahankan untuk mencabut rambut tubuh.
Dorongan untuk mencabut rambut dari kulit kepala, alis, atau area lain dari tubuh**.
(untuk readers yang belum paham bisa browsing internet,sebuah gangguan mental yang nyata dan benar benar ada)
Johan masih terdiam, setelah dokter Kevin memberikan artikel tentang penyakit atau apalah namanya yang disebut trikotilomania ini..
Ia masih fokus pada laptop di ruang kerjanya itu.Padahal saat ini jam sudah menunjukkan pukul 01.00
Tapi rasa penasarannya tentang gadis pemilik suara merdu itu mengalahkan rasa kantuk dan lelahnya.
"apa mungkin style rambutnya yang berantakan juga karena pengaruh kelainan ini?" gumam Johan penuh selidik..
"gue harus cari tau semua tentang lo" gumamnya lagi.
Johan menutup laptopnya.Ia bergegas menuju kamar dan merebahkan tubuhnya.Ia mengmbil ponsel Adela lagi,
Menuju galeri,dilihat nya foto foto gadis itu,,tidak terlalu banyak....
Johan menggeser geser layar ponsel itu,sampai ia berhenti pada satu foto di sana.Johan sedikit tercengang.Dalam foto itu nampak Adela yang tidak menggunakan hijab dengan kepala yang hampir botak.
"sampai separah ini?" ucapnya seolah tidak percaya.
Johan menarik nafas panjang....
"lo harus sembuh....lo terlalu berharga untuk menderita..." ucapnya kemudian..
Johan meletakkan ponsel Adela setelah mengirim beberapa foto Adela ke ponselnya...lalu bergegas untuk tidur.
...***...
Keesokan harinya....
Doorrrr.....doooorr...doorrr....
"Adel....!!Adel buka...."
"Adeeelll.......!!"
Selly terus menggedor gedor pintu kamar Adela
ceklek..
pintu terbuka,muncul Adela dari dalam sana yang sudah rapi dengan baju kerjanya..
"apa sih sell.....pagi pagi udah kaya orang kesetanan loo...." gerutu Adela.
Selly menarik Adela masuk kedalam lalu mengunci pintu.
"apa sih sell...?!"
Selly mengajak Adela duduk di tepi kasur busa yang ada dilantai itu.
"lo kemana kemarin?" tanyanya serius.
"ke apartment pak Johan" ucap Adela santai
"ngapain lo?" Selly masih nampak serius.
"gue cuma disuruh Beresin apartment dia doank....Art nya lagi pulang kampung" ucap Adela,karena memang itu yang Johan ucapkan saat Adel bertanya tentang keberadaan bi Marni kemarin.
"serius cuma itu doang?lo nggak lagi bohongin gue kan?" tanya selly penuh selidik
"ngapain juga gue bohong....lagian kenapa sih?"
"masalahnya dari kemarin lo gue whatsApp ,gue telfon nggak ada yang lo angkat Del...!ya gue khawatir lah...orang kemarin gue lihat lo di tarik tarik gitu sama pak Johan...gue kira lo ada masalah apa sama dia..." ucap Selly lagi.
"astagfirullah haladzim....gue lupa..hp gue di bawa sama tuan Johan..!" Adela terperajat...ia baru sadar kalau ia tidak menyentuh hp nya dari sejak pulang kantor.
"mati gue....gimana kalau dia buka buka hp gue....Ya Allah matii aku...." batin Adela kalut.
Selly mendorong pelan tubuh Adel
"woee...!malah bengong lagi....udah ayok buruan berangkat....ntar lo tanyain deh ke pak Johan...." ucap selly menyadarkan lamunan Adel.
Mereka akhirnya berangkat bersama menuju kantor.
...***...
Adela dan Selly sampai di kantor.
Baru saja Adela dan Selly hendak masuk ke pantry.
"Del...lo di minta pak Johan buat bersihin ruangan nya" ucap Bobby
"saya mas?" ucap Adela sambil menunjuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"iya..elo....pak Johan sendiri yang minta" ucap Bobby lagi
"apa?pak Johan sendiri yang minta?" tanya selly memperjelas ucapan Bobby.
"iya..." ucap Bobby mengangguk.
"kok tumben pak Johan sampai minta sendiri orang buat bersihin ruangannya?emang yang biasa bersihin ruangan pak Johan kenapa?" tanya Selly lagi
"ya mana gue tau..udah buruan,keburu dateng orangnya."
" iya mas"ucap Adela.
Adela bergegas meletakkan tas lalu mengambil alat bersih bersihnya,secepat kilat ia sudah berada di depan ruangan Johan.
"permisi mbak...saya mau bersihin ruangan pak Johan" ucap Adela ketika bertemu dengan Tari.
"iya..masuk aja" ucap Tari tanpa melihat.
Adela segera masuk ke ruangan itu.Ruangan tempat pertama ia bertemu dengan bos nya...ketika ia dimaki maki bahkan Johan sempat berucap bahwa ia jijik dengan wajah Adela dan tidak mau lagi bertemu dengan nya.
“tapi sekarang kebalikannya kan???ciiieee ciiieee Johan kemakan omongan sendiri.....wkwkwk!makanya jangan macem macem sama Adel...karena author ada di pihak Adel...hahahaha..."
lanjoottt.....
Adela segera membersihkan ruangan yang luas itu....mulai dari merapikan meja,kursi serta barang barang yang ada di tempat itu.Menyapu, lalu mengepel.
Selesai....
Adel memang cekatan, tak butuh waktu lama ia sudah menyelesaikan pekerjaannya.
Ia pun merapikan kembali alat bersih bersihnya,lalu bergegas keluar.
ceklekk.....
pintu di buka..
bukan oleh Adela,tapi oleh si pemilik ruangan yang baru saja sampai,Johan.
Tatapan mata mereka bertemu.Adela segera menunduk.
Johan mendekati Adela dengan langkah yang tenang...
"ruangan anda sudah bersih tuan.....saya permisi..." ucap Adela lalu bergegas pergi,belum sampai pintu.
Adela berhenti,ia berbalik arah mendekati Johan.
"maaf tuan...boleh saya bertanya?" ucap Adela.
"tuan...maaf...apa hp saya masih tuan bawa?" tanya Adela lagi.
Johan masih tidak menjawab.
Adela mencoba mengangkat kepalanya,
Deg....
Tatapannya dan tatapan Johan bertemu...
deg....deg....deg....
detak jantung kedua anak manusia itu berdetak lebih cepat...tatapan mata mereka seolah terkunci,seakan tak mau lepas satu sama lain.
"tuan..." ucap Adela lirih...tapi matanya tak berpaling menatap pria tampan di hadapannya.Hidungnya mancung,alis tebal,sorot mata tajam,wajahnya putih dengan bibir yang merah walaupun dia perokok berat.Rahangnya tegas ditambah dengan bulu bulu jenggot dan kumis yang tumbuh sempurna disana.
"subhanallah...." batin Adela memuji.
Sebuah senyum tercipta dari bibir Adela.Betapa sempurnanya pahatan Tuhan yang ada dihadapannya saat ini.
Johan berhasil menangkap senyum indah itu dalam penglihatannya.Senyuman manis dari wanita yang beberapa hari belakangan ini telah berhasil sedikit demi sedikit mencair kan hati Johan yang sudah lama beku pasca kepergian sang mama.Wanita yang berhasil membangkitkan lagi sisi humoris dan jahil yang sudah lama mati dalam dirinya.Wanita pemilik suara merdu yang tanpa sadar selalu Johan rindukan saat ia sedang sendiri.
Johan tersenyum penuh arti,ia sangat menikmati saat ini,saat hanya ada dia dan gadis polos ini di sini.Johan mendekatkan wajaahnya kearah Adela.Kedua tangannya terangkat untuk menangkup wajah polos itu,Johan mulai memiringkan wajahnya...matanya kini fokus menatap bibir merah muda yang mungil itu,tempat dimana alunan alunan merdu yang menenangkannya itu tercipta.......daaaannnn....................................
...
...
....
....
.....
.....
"Jhon....!" ucap seorang wanita dengan sedikit berteriak.
Seketika Johan menghentikan aksinya dibarengi sebuah umpatan.
"bang*at....!"
__ADS_1
Ia menegakkan posisi tubuhnya .Begitu juga Adela yang segera menundukkan pandangannya
"astagfirullah haladzim....tuh kan khilaf lagi gue kalo sama dia....Ya Allah..." batin Adela
ia memejamkan matanya,merutuki dirinya yang bahkan sampai tidak berkedip menatap pria yang bukan muhrimnya ini.
"kalian lagi ngapain?" tanya Clara penuh selidik.Ia menatap Adela dan Johan bergantian.
"lo..?lo ngapain pagi pagi disini?" tanya Clara tidak suka pada Adela
"saya baru saja membersihkan ruangan tuan Johan nona" ucap Adela sopan.
Clara menatap Adela dari atas sampai bawah dengan tatapan menilai.
"lo boleh pergi....suruh Ob lain antar kopi buat gue" ucap Johan pada Adela.Ia tidak mau Adela terus disini saat ada Clara.
"baik tuan...saya permisi" ucap Adela sopan kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Seperginya Adel...
"lo ngapain ke sini." tanya Johan cuek.Ia menyandarkan bo*ong nya di atas meja kerja.
"gue kesini cuma mau bilang sama lo....papa ngundang lo dan keluarga lo makan malam di rumah gue besok malam" ucap Clara kemudian mendudukkan bo*ong nya ke kursi depan meja kerja Johan.
Johan membuang muka.
"gue sibuk..." ucapnya kemudian
Clara tersenyum sinis...
Ia mengmbil ponsel di tas nya, bangkit,kemudian mendekat ke arah Johan.Tangannya merangkul lengan Johan,kemudian menyandarkan kepalanya ke pundak Johan .
cekrekk....
satu buah foto selfi ia ambil.Johan yang mendapat perlakuan demikian sontak menatap ke arah ponsel,sehingga menciptakan sebuah foto selfi yang seolah olah mereka berdua memang ingin melakukannya.
"udah...." ucap Clara sesaat melihat hasil jepretannya.
"lo mau ngapain?" tanya Johan tidak suka.
"gue mau up load" ucapnya.
"nggak masalah kalau kalau lo nggak bisa datang ke rumah gue besok,gue tinggal bilang ke papa juga om Jonathan kalo kita udah ketemuan dan membicarakan masalah perjodohan ini.Gue akan bilang kalau lo menerima perjodohan ini dengan senang hati" ucapnya lagi.
"gue tau kok...kalau lo belum membicarakan ini dengan bokap lo kan?" ucap Clara tersenyum sinis.
Johan menatap tajam pada Clara.
drrtt....drttt.....
Johan mengambil ponsel yang ada di saku jasnya.Sebuah ponsel yang tidak terlalu mahal,dengan softcase warna ungu membungkusnya.
Itu ponsel Adela
Johan melihat pada layar ponsel itu
"Dico❤
memanggil....
“an*riit...!Dico siapa?pakai dikasih emot love segala lagi...!awas ya lo Del berani macam macam sama gue...!" umpatnya dalam hati
Ekspresi Johan berubah menjadi tak bersahabat.Clara menangkap pemandangan itu.
"lo kenapa?siapa yang telfon?itu bukan hp lo kan?" tanyanya bertubi tubi..
Johan segera menetralkan ekspresi nya dan memasukan ponsel itu ke saku jasnya setelah menekan tombol merah disana..
"itu bukan urusan lo..." ucapnya
"gue sibuk...lo bisa keluar sekarang..." ucap Johan seolah mengusir,kemudian mendudukan diri di kursi kerjanya,ia mulai membuka laptopnya.
Clara menarik napas panjang..
"ok...gue keluar...sampai jumpa besok malam "ucapnya kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
Seperginya Clara....
Johan Johan kembali mengeluarkan hp ungu itu.
"lo berani beraninya ngasih nama cowok lain pakai emot love....trus lo ngasih gue nama apa?" ucap Johan yang kink mulai menjelajahi aplikasi whatsApp milik Adel
"shiiittt....." umpatnya saat ia melihat foto profil dirinya dengan nama "*om sinting".
Johan mulai mengetik sesuatu di sana...lalu tersenyum penuh kemenangan*....
visual Bianca Clara....
__ADS_1
...----------------...