WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 61


__ADS_3

Di ruangan asisten Marvel...


Dua wanita itu berdiri dalam posisi menunduk.Sedangkan sang pemilik ruangan itu berjalan mondar mandir sambil sesekali menggaruk keningnya yang tak gatal itu.


Hampir sepuluh menit mereka di ruangan itu,tapi tidak ada yang mengucapkan sepatah katapun.


"bapak nggak capek apa dari tadi mondar mandir mulu..." ucap Selly spontan,membuat Mila yang berada di sebelahnya reflek menoleh ke arah Selly.Begitu juga Marvel.


Marvel menatap kedua wanita itu.Melipat kedua tangannya di depan dada.


"Mila..." ucap Marvel membaca name tag yang ada di dada Mila.


"saya pak..."


"kamu tau kan kesalahan kamu?"


Mila semakin menunduk...


"tapi saya nggak sengaja pak...niat saya baik..."


"baik mata lo...!lo tuh udah ngata ngatain Adela dari tadi...!nggak usah cari muka loo...!!" ucap Selly emosi.


"lo bisa diem nggak sih..?!" ucap Mila tak kalah emosi.


"gue nggak bisa diem...!!lo udah keterlaluan menghina teman gue...!lo ngatain dia ja*ang..!lo ngatain dia suka godain laki laki kaya...!lo tadi juga bilang kan kalau lo pengen tau seganteng dan sekaya apa suami Adel?!sekarang lo udah tau...lo mau apa haahhh...?!!" ucap Selly lantang membuat Mila tak bisa berkutik.


Marvel menatap tajam pada Selly dan Mila secara bergantian.


"apa itu benar?" tanya Marvel pada Mila.


"ya bener lah..!" sahut Selly dengan emosi


"saya tanya sama dia bukan sama kamu...!!" ucap Marvel dengan suara meninggi dan penuh penekanan membuat Selly menunduk.


"maaf pak..." ucap Selly kemudian.


Marvel kembali menatap Mila.


"jawab saya Mila...!"


"ma..aaf pak..sa...saya nggak bermaksud...." ucap Mila gemetar.


Marvel menghela nafas panjang.Wanita di hadapannya ini sudah melakukan kesalahan fatal.Dia sudah berani mengusik kenyamanan nyonya muda Alexander.


"Mila...saya minta maaf.Kesalahan yang sudah kamu perbuat adalah sebuah kesalahan fatal.Tuan Johan sangat mencintai istrinya.Dia tidak akan membiarkan ada orang yang menyakiti istrinya bekerja disini"


"saya akan minta maaf pak sama pak Johan"


"kamu tau sendiri kan pak Johan itu orang yang sperti apa?dia bukan orang yang mudah memaafkan orang lain.Apalagi yang sudah berbuat salah dengan istrinya" ucap Marvel.


Mila mulai menangis.


"ini hari terakhir kamu bekerja,kamu bisa keluar sekarang"


"tapi pak...." ucapan Mila terhenti saat Marvel mengangkat tangannya,mengisyaratkan dirinya untuk keluar.


Mila pun dengan berat keluar dari tempat itu.

__ADS_1


Seperginya Mila.


Marvel menatap wanita dihadapannya yang masih menunduk.


"ini kali kedua kamu bikin ulah di kantor ini" ucap Marvel dengan tatapan tajam pada Selly.


"maaf pak.Saya cuma nggak suka dia jelek jelekin teman saya"


"apapun alasannya saya nggak suka ada karyawan yang merasa jadi jagoan di kantor ini...!"


"maaf...."ucap Selly lirih sambil menunduk.


Marvel menghela nafas panjang.Ia mendekati wanita berwajah imut itu.


" bisa nggak lo jadi wanita yang lebih lemah lembut?"tanyanya dengan suara yang lebih lirih.


Selly masih menunduk.Tangan Marvel tergerak menyentuh dagu Selly,mengangkat kepala gadis itu agar menatapnya.


Untuk beberapa saat kedua mata itu saling terkunci.Marvel mendekatkan wajahnya pada Selly,membuat jantungnya berdetak kencang.


"ini peringatan terakhir buat lo.Kalau setelah ini lo masih membuat ulah lagi...gue nggak bisa nolongin lo lagi." ucap Marvel lirih,wajah nya sangat dekat dengan Selly serta mata yang terus menatap Selly.


"i....iya tuan...." ucap Selly gugup.


"lo bisa keluar sekarang" ucap Marvel masih dalam posisi yang sama.


Selly memejamkan mata,lalu dengan gerakan cepat ia setengah berlari meninggalkan ruangan itu.Marvel tersenyum melihat kegugupan gadis imut itu.Sedangkan Selly yang kini sudah berada di balik pintu ruangan itu berdiri bersandar pada pintu tersebut untuk menetralkan degup jantungnya.


Di ruangan lain.


Nasi itupun habis,Adela kembali merapikan peralatam makan itu kembali meletakkannya di tas bekal yang tadi ia bawa.


Adela mendekatkan tubuhnya pada suaminya itu.Johan mengarahkan Adela untuk bersandar di pundaknya.


"mas...." ucapnya,kini jari telunjuknya mulai bermain di dada bidang suaminya,menggerak gerakkan jari itu seolah sedang menulis sesuatu di sana.


"hmm...." ucap Johan sambil mengusap kepala berbalut hijab itu.Sesekali ia mengecup pucuk kepala istrinya tersebut,lalu menghirup aroma sampo Adela.


"aku boleh nanya?"


"tanya apa?"


"kamu tadi kemana?"


Johan terdiam sejenak.


"keluar sebentar...." ucapnya kemudian.


"keluar kemana?"


"ada urusan tadi sama Marvel."


Adela menegakkan posisi duduknya.


"trus kenapa kamu nggak jujur?aku nggak suka mas dibohongin...." ucap Adela dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"aku kan istri kamu mas...harusnya kamu terbuka dong.Kalau memang cuma sekedar urusan kantor kamu nggak perlu kan bohong sama aku...ngomong aja yang jujur.Kamu tau kan aku sayang mas sama kamu.Aku takut kalau kamu bohongin aku.Jangan sembunyiin apapun dari aku mas....aku takut..." ucap Adela bertubi tubi,cairan bening itu sudah mengalir dengan derasnya.Ia seolah takut Johan membohonginya,lalu berbuat macam macam saat tidak bersamanya.Sungguh Adela sangat menyayangi pria di hadapannya itu.Pria yang sudah berhasil membuat nya merasa menjadi manusia yang diharapkan,yang disayangi,yang di butuhkan,Sesuatu yang tak pernah ia rasakan sejak kecil.Adela tak mau kehilangan semua itu,ia tak mau kehilangan pria tampan dihadapannya itu.

__ADS_1


Johan memeluk wanitanya yang menangis sesenggukan itu.


"maaf sayang...maaf udah buat kamu khawatir"


Johan kembali mengecup pucuk kepala istrinya yang masih terisak.


Setelah isakan itu mulai mereda,Johan sedikit menjauhkan tubuh Adela.Ia mengusap pipi wanita itu,menatap mata Adela dengan tatapan yang intens.


"tadi aku ketemu Angga" ucapnya.Membuat Adela sedikit terkejut.


"Angga?" lirihnya.


Johan hanya mengangguk.


Adela menangkup wajah suami nya itu.


"kamu nggak apa apa kan?kamu berantem?kamu nggak bunuh dia kan mas?" ucap Adela bertubi tubi.


"belum..." ucapnya.


"belum??apa kamu benar benar mau bunuh dia mas?"


"iya...." ucapnya lagi.


Adela kembali menangis.


"mas....jangan.Aku khawatir sama kamu.Aku nggak mau suamiku jadi pembunuh...hiks..."


"tapi sayangnya laki laki dihadapan kamu ini memang seorang pembunuh sayang.Preman preman yang dulu pernah menculik kamu,mereka sudah mati di tanganku." ucap Johan.Adela menutup mulutnya yang terbuka.Ia begitu kaget dengan apa yang diucapkan suaminya itu.


"aku akan melakukan apapun untuk melindungi kamu"


"tapi bukan dengan membunuh mereka mas...!kalau kamu di tangkap polisi gimana?aku takut kamu kenapa kenapa!aku nggak mau!Aku sama siapa nanti....hikss...!" Adela kembali menangis.


Johan menghapus lelehan air bening itu,seutas senyum terbentuk dari bibirnya.Sebegitu khawatirkah istrinya itu?


"aku nggak akan kenapa kenapa sayang" ucapnya menenangkan.


"aku sudah terbiasa dengan kehidupanku yang seperti ini.Penjara bukan hal yang mengerikan buat aku.Aku akan melenyapkan siapapun yang mengusik kebahagiaanku."


Adela mengusap lembut wajah suaminya itu.Ia menatap Johan dengan tatapan penuh arti.


"tapi sekarang kamu punya istri mas.Kamu punya aku.Aku sama siapa kalau sampai kamu dipenjara,kalau sampai kamu kenapa napa.Aku takut kehilangan kamu mas....hikkss" ucap Adela,membuat dada Johan bergetar.Ia segera memeluk wanitanya itu dengan erat.Adela benar,Johan tidak sendiri sekarang.Ia mempunyai wanita yang harus selalu ia lindungi.Johan semakin mengeratkan pelukannya saat Adela semakin menangis.


"maaf sayang...maaf udah bikin kamu khawatir." ucap Johan lembut sambil terus mendekap tubuh istrinya.


...----------------...


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰


JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰


TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤***

__ADS_1


__ADS_2