WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 8


__ADS_3

"ini semua data yang anda minta tuan" ucap Marvel sambil menyerahkan beberapa berkas tentang Adela dan Angga.


Johan membuka beberapa lembar berkas tentang Angga...ia menyeringai menatap foto Angga yang ada di sana,ia mengingat kembali kejadian tadi malam,saat gadis yang diam diam mampu mengukir senyum diwajah dinginnya itu menangis ketakutan akibat ulah pria bej*t ini.Johan melempar berkas itu keatas mejanya.


"pecat dia...dan pastikan namanya masuk kedalam blacklist semua perusahaan cabang Alexander group..."ucap Johan.Marvel melihat ada kilatan amarah dalam mata Johan.Marvel memang tidak tau apa yang semalam terjadi karena dia sudah tidak ada di kantor saat itu.


" baik tuan"ucapnya,..


Johan kemudian mengambil berkas tentang Adela...Wajah yang tadinya nampak dingin seketika berubah,memperlihatkan seebuah senyum tipis ketika ia melihat foto Adela yang ada pada tumpukan lembar kertas itu..


Gadis itu...gadis polos yang selalu menunduk tiap berbicara dengan lawan jenisnya,gadis cengeng yang hanya bisa diam dan menangis saat ia memaki makinya.Gadis pemilik suara merdu yang membuat Johan bergetar tiap kali mendengarnya.


"sedang apa gadis itu sekarang ..." gumamnya.


Johan kemudian menatap Marvel yang masih berdiri di ruangannya.Ia lantas menetralkan ekspresinya.Ia tidak mau terlihat bodoh didepan kakak tirinya itu dengan senyum senyum sendiri.Meskipun sebenarnya marvel sudah menangkap gelagat itu.


"ehhmm.....kau boleh keluar" ucap Johan.


"baik...saya permisi tuan"ucap Marvel kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


seperginya Marvel,Johan kemudian mengeluarkan ponselnya,ia mulai mengetik beberapa digit nomor disana.


"save"


Johan tersenyum melihat layar ponselnya.


...***...


sementara di apartment...


Adela mondar mandir sambil menggigit kukunya.


"sebenarnya apa yang terjadi semalam?apa yang udah gue lakuin semalam?"


Adela masih sibuk dengan pikiran nya...tiba tiba..


ceklek....


Bi Marni muncul dari balik pintu...


"nona...?kenapa nona tidak istirahat?" ucap bi Marni sambil membawa beberapa kantong plastik berisi barang belanjaan.Ia bergegas menujudapur,Adela mengikutinya,ada beberapa hal yang ingin dia tanyakan.


"maaf bu,apa ibu bekerja disini?" tanya Adela


"benar non...saya pembantu disini" ucap bi Marni.


"oh..." ucap Adela


"maaf bu,apa boleh saya bertanya?" ucap Adela sopan.


"silahkan nona" ucap bi Marni sambil menunduk.


"apa ibu tau siapa yang membawa saya kesini tadi malam?" tanya Adela penasaran.


"maaf nona,saya tidak tau..saya tidak tinggal disini.Saya datang kesini hanya diwaktu tertentu untuk menyediakan keperluan tuan dan membersihkan apartment ini"


"lalu...apa ibu yang mengganti baju saya?"

__ADS_1


"itu benar nona...tadi sewaktu saya datang tuan masih tidur di sofa depan tv,setelah beliau bangun dia meminta saya untuk mengganti baju nona"


Adela bernafas lega...ternyata apa yang terjadi tidak seperti yang ia bayangkan.


"terima kasih banyak bu...." ucap Adela


"sudah kewajiban saya nona"


"ibu sedang apa?ada yang bisa saya bantu?"


"tidak usah non,tuan berpesan pada saya untuk memastikan nona istirahat agar kondisi nona segera pulih,saya akan ada di sini untuk menemani nona sampai tuan kembali" ucap bi Marni sopan


"nggak papa bu....saya sudah nggak kenapa napa kok,biar saya bantu ya.."ucap Adela,ia hendak meraih beberapa bahan makanan disana untuk diletakkan ke dalam kulkas,tapi bi Marni menahannya.


" saya mohon jangan non,saya tidak mau dimarahi tuan"ucap bi Marni setengah memohon


Adela pun menyerah,dia tau seberapa seramnya tuan angkuhnya itu.Dia sendiri juga nggak akan berani membantah perintah atasannya tersebut.


...***...


Siang hari..


di perusahaan...


Ceklek......


Pintu pantry terbuka,beberapa ob dan office girl yang ada didalam sana segera berdiri menunduk memberi hormat pada pria yang baru saja masuk ke ruangan itu.


"selamat siang tuan Marvel..." ucap para penghuni ruangan tersebut


"ada yang lihat Adela?"


"Adela nggak masuk tuan" jawab seorang office girl disana,itu adalah Shelly.


"kemana dia?"


"saya juga nggak tau tuan.Tadi pagi saya jemput di kost an nya dia nggak ada,saya telfon juga nggak diangkat" ucap Shelly,dia juga bingung,kemana sahabatnya itu pergi,dan dia lebih bingung lAgi saat pagi tadi ia mendengar kabar bahwa Angga,kepala ob sekaligus sahabatnya yang kemarin memarahi Adela dipecat.Ada apa ini sebenarnya?


"ya sudah kalau gitu.makasih atas infonya,kalian bisa kembali bekerja" ucap Marvel kemudian pergi dari tempat tersebut.


sementara di ruang CEO.....


"shitt..." Johan tak henti hentinya mengumpat.


"kemana sih ni cewek..berani beraninya dia nggak angkat telfon dari gue..."Johan terus mondar mandir sambil terus mencoba munghubungi nomor Adela.Ya...ia mencoba menghubungi nomor gadis itu yang ia dapat dari data karyawan yang diberikan Marvel tadi.Sudah ratusan panggilan yang dia lakukan,tidak ada satupun yang diangkat.Entah kenapa Johan ingin sekali mendengar suara Adela.Puluhan pesan yang Johan kirim pun juga tidak ada yang dibuka.


Johan pun Akhirnya menelpon bi Marni


tuuuttt......


" halo tuan..."suara bi Marni terdengar dari ujung sana


"bi...suruh Adel angkat telfon dari saya sekarang!" ucapnya singkat kemudian mematikan sambungan telfon nya tanpa menunggu jawaban dari bi Marni.


sementara di apartment...


"non..." ucap bi Marni pada Adela yang sedang duduk di balkon.

__ADS_1


"ada apa bu..."


"tuan baru saja telfon,Katanya nona di suruh mengangkat telfon dari tuan sekarang"


"oh..baik bu..saya cari hp saya dulu" ucap Adela kemudian bergegas menuju kamar untuk mencari dimana hpnya.


Adela sampai lupa dengan hp nya hari ini,pasca pingsan tadi malam ia bahkan tidak ingat bahwa dia punya benda pipih yang disebut hp tersebut.


Setibanya dikamar Adela mengedarkan pandangannya mencari keberadaan tas ransel miliknya.


Adel segera menyambar ransel yang berapa di atas meja tersebut,diambilnya ponsel yang ada didalam nya.


"120 panggilan,50 pesan dari......" Adela membulatkan matanya melihat foto profil dari si pemilik 120 panggilan itu


"tuan johan???"


drrrttttt......drrtttt......


Hp Adel bergetar lagi,masih dari nomor yang sama...


Adela segera mengusap tombop hijau yang ada di layar tersebut


"ha...halo tuan...." ucap Adela terbata bata


..............


tidak ada jawaban


"halo tuan"


..............


Adela menjauhkan ponsel dari telinga memastikan kalau hpnya masih menyala


"tuan...?tuan dengar saya?" ucap Adela lagi..


...................


"tu......"


"gue cuma mastiin aja kalo lo masih hidup" ucap Johan dari seberang sana.


tuttt..tuttt..tuutt.


sambungan telfon terputus sepihak.


Adela mengernyitkan dahinya


"aneh banget bos gue..." ucapnya yang kemudian mengangkat bahunya acuh.


sementara di gedung mewah bertuliskan Alexander Group


Senyum lebar tak henti henti mengembang dari wajah Johan Alexander.Emosinya yang sempat membuncah seketika mencair hanya karena mendengar suara lembut gadis berhijab itu dari seberang sana.Padahal tadinya dia sudah berencana untuk mencecar Adela dengan ribuan kata pedas yang sudah ia siapkan.


Tapi semua kata kata itu menghilang seketika dari otak Johan hanya karena kata "halo tuan" yang Adel ucapkan dari seberang sana.


...----------------...

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTELIKE AND KOMENT NYA YA READERS🥰🥰🥰🥰


__ADS_2