
Jam makan siang....
Adela mondar mandir di pantry....
"aduh gimana niihh.....hp guuee...." monolognya sambil menggigit kukunya.
"gue ke ruangannya aja kali ya..mudah mudahan dia belum keluar makan siang" ucapnya.Ia lalu bergegas pergi meninggalkan pantry.
Adela berjalan cepat menuju ruangan Johan...dengan menggunakan lift akhirnya ia sampai di lantai tempat ruangan Johan berada.
tingg...
pintu lift terbuka,
Adela keluar dari kotak besi itu...
Ia menghampiri Tari yang masih ada di mejanya.
"permisi mbak...pak Johan ada di dalam nggak?saya mau ketemu..." ucapnya dengan sopan
Tari menatap Adela,.memperhatikannya dari atas kebawah dengan tatapan menilai.
"ada perlu apa?" tanyanya dengan nada ketus
"saya ada perlu sebentar mbak" ucap Adela lagi
"pak Johan lagi sibuk...lo ada perlu apa ngomong aja ama gue ntar gue sampein" ucap Tari lagi
"nggak bisa mbak....saya harus ketemu langsung sama pak Johan...."
"sepenting apa sih urusan lo sampai lo ngotot banget.....!pak Johan tuh sibuk,kerjaannya numpuk...nggak ada waktu buat ngurusin office girl kayak lo...!" ucap Tari lagi dengan nada sinisnya.
Adela menunduk.
"maaf mbak...kalau gitu saya permisi..."ucap Adela lalu hendak pergi meninggalkan tempat itu.
Tiba tiba Marvel keluar dari ruangan nya
" Adel...."ucapnya.
Adela menoleh ke arah sumber suara.Begitu juga dengan Tari.
"tuan...." ucap Adela menunduk
"mau kemana?"
"emm...nggak tuan...nggak kemana mana....saya mau kebawah" ucapnya lagi.
"udah makan?"
Adela hanya menggeleng.
"ya udah makan bareng aja yuk,di kantin" ucap Marvel kemudian,membuat Tari melotot.
"what??pak Marvel ngajak office girl itu makan?" batin Tari .Ia menggeleng kan kepalanya tak percaya.
"nggak usah tuan....makasih...saya masih mau sholat dulu.Permisi tuan..." ucap Adela kemudian pergi meninggalkan Marvel.
Marvel menatap punggung Adela yang mulai menjauh,hingga hilang ditelan lift.
"siapa?"
Suara baritone dari arah belakang mengagetkan Marvel.
"ngagetin aja lo"
"siapa?" tanya Johan lagi
"Adela...tadi dia kesini." Jawab Marvel santai.
"apa?dia nyariin gue??" tanya Johan antusias.
"paan sih lo....?!gue nggak tau..!.orang dia buru buru pergi nggak ngomong" jawab Marvel
__ADS_1
Johan membalikkan badan,menatap Tari.
"apa ada yang nyari gue tadi Tar?" tanya Johan pada Tari dengan ekspresi tegas
"a....ada pak....off...office girl" ucap Tari terbata bata.
"trus kenapa nggak lo suruh masuk?" ucapnya lagi
"ma..maaf tuan"
"sejak kapan lo punya hak nentuin siapa yang boleh dan nggak boleh ketemu gue..?!"Ucap Johan mulai meninggikan suaranya.
" ma...maafkan saya tuan"
"berani lo kayak gini lagi gue lempar lo...." ucap Johan emosi.Membuat Tari makin menciut.
Dengan langkah panjang Johan pergi meninggalkan tempat itu.Ia bergegas menuju pantry.Tapi tidak ada siapapun disana.Johan bergegas menuju lobby.....
"dia dimana sih?" monolognya
tring...
1pesan masuk.
Marvel..
"dia di mushola..."
Johan tersenyum.Kenapa dia nggak kepikiran ke sana.
Dengan langkah cepat Johan menuju mushola.Dilihatnya gadis manis itu masih khusyuk menjalankan kewajibannya.
Johan tersenyum,ia memilih menunggu Adel diteras mushola.Beberapa karyawan tetkejut dengan kehadiran CEO tampan itu,pasalnya ini adalah kali pertama seorang Johan Alexander menginjakkan kakinya di mushola inj,mereka menunduk dan memberi salam pada pria berbadan tegap itu.
Tak lama ia menunggu,wanita berhijab itu keluar dari mushola.
"tuan...." panggil Adela,posisinya masih berdiri disamping Johan.
Johan sedikit mendongak,melihat siapa disampingnya,ia kemudian berdiri.
Adela menundukkan pandangannya
"sudah tuan"
"tuan kenapa nggak masuk?"
Johan tersenyum,
"Tuhan nggak butuh sujud dari orang seperti gue" ucapnya.Membuat Adela mengangkat kepalanya dan menatap dalam pada Johan.
"lo udah makan?" tanya Johan mengalihkan pembicaraan
Adela menggeleng.
"kita keluar cari makan yukk..." ajak Johan.
"nggak usah tuan,saya makan di kantin aja" ucap Adel menolak.Bukan apa apa,dia merasa tidak enak jika harus pergi dengan pria sekelas Johan yang notabene adalah atasannya,anak dari pemilik Alexander group,sedang kan dia hanyalah seorang office girl.Apa kata karyawan disana jika melihat dia pergi dengan Johan.
"saya permisi tuan" ucap Adela hendak meninggalkan tempat itu.
"tunggu"
Adela menghentikan langkahnya.
Johan menghampiri Adela yang masih menunduk..
"gue cuma mau balikin hp lo" ucap Johan sembari memberikan hp Adela.
"makasih tuan" ucap Adel sopan.
Johan tersenyum,lalu pergi meninggalkan Adela disana.
...***...
__ADS_1
Di dalam ruangan Johan...
Johan sudah menerima semua laporan dari orang suruhannya untuk mencari latar belakang Adela.Semua sudah lengkap disana,mulai dari asal usul keluarga,sekolah,prestasi,nama anggota keluarga,mantan pacar,teman,sahabat hingga tentang kelainan yang di deritanya.
"jadi dia sudah mulai mengidapnya sejak SD?" monolognya.
"apa nggak ada pengobatan medis untuk ini?" monolognya lagi.
*tentang Adela*
Remaja itu terus berlari sambil menangis meraung raung.Masih dengan seragam sekolah yang lengkap.Ia menangis tak tentu arah.Entah mau kemana ia sekarang....ia seolah tak punya tempat untuk berlindung.Hidupnya seolah hancurTuhan tidak sayang padanya,kenapa harus dia yang mengalami ini?kenapa bukan orang lain.
Gadis itu terus berlari dengan pakaian seragamnya yang acak acakan,rambutnya yang nampak semakin tipis itu terlihat menyedihkan.Ia terus berlari,hingga disinilah ia sekarang.....di atas sebuah bukit yang tak terlalu tinggi.Kaki dan tangannya sudah lecet lecet karena terjatuh saat berlari,beberapa bagian dari seragamnya koyak karena ulah beberapa orang tak punya hati di sekolah nya itu.
Ya....dia Adela Belva,gadis malang itu baru saja di bully habis habisan oleh teman temannya..
Dia dipermalukan di depan banyak orang oleh beberapa kakak kelasnya.
"dasar perempuan aneh!"
"kamu gila ya?masak ngebotakin rambut sendiri?"
"dasar gila"
"aneh"
"sinting"
"kamu pikir kamu cantik banget dengan penampilan mu sekarang?"
"orang tua mu pasti malu punya anak seperti kamu
Adela terus menangis mengingat semua ucapan menyakitkan itu.Tidak sadarkah mereka bahwa itu melukai hatinya?
tidak sadarkah mereka bahwa menjadi sepertinya saat ini bukanlah keinginannya.
Adela Belva...ramaja 18 tahun (saat itu).Gadis malang pengidap gangguan mental yang disebut trikotilomania yang membuatnya kehilangan sebagian besar rambutnya.Ia mengidap kelainan itu sejak masih duduk di bangku Sd.
Adela yang dulu masih polos tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya,begitu juga keluarganya yang hanya seorang petani miskin di sebuah desa kecil.
Semakin dewasa ia mulai mencari cari tentang apa yang ia alami,ia mencoba mencari cari di internet.Ia pun menemukan fakta bahwa apa yang di alaminya adalah sebuah kelainan.
Adela yang malang,harus kehilangan semua nya karena hal itu,teman temannya menjauhi nya karena malu,keluarganya seolah menyalahkannya atas apa yang terjadi padanya.
Iya....keluarganya bukanlah orang orang yang berpendidikan,Kedua orang tua nya hanya lulusan Sd.Mereka tidak tau tentang kelainan yang putri mereka alami.Mereka hanya mengira itu adalah kebiasaan buruk yang harus dihilangkan dan Adela tidak bisa dinasehati.
Mereka berqnggapan Adel anak yang ngeyel,tidak mendengarkan apa yang orang tuanya katakan.
Padahal tidak seperti itu....Adela sendiri juga ingin berhenti,tapi dorongan dalam dirinya seolah tidak bisa ia lawan.Ia sadar saat tangannya mulai bergerak menyentuh helai demi helai rambutnya,tapi ia tidak bisa menghentikan nya.
Tekanan batin dan fisik terus menerus ia dapatkan selama bertahun tahun.Saat di sekolah Adela selalu jadi sasaran empuk untuk para pembully.Saat pulang sekolah ia selalu berharap untuk bisa berkeluh kesah,mencurahkan segala isi hatinya di tengah tengah keluarga,tapi tidak demikian.Keluarganya pun tidak menyambutnya.Seolah olah ia adalah aib keluarga,terutama sang ayah yang memang suka main fisik.Adela sering mendapat pukulan dan caci maki dari sang ayah.
Sebenarnya Adela tau maksud mereka baik,mereka ingin Adela berhenti dari " kebiasaan buruk "itu.
Tapi tidak semudah itu bukan?ini bukan hanya sebuah kebiasaan yang bisa dengan mudah di hilangkan.
Lagian siapa sih yang mau terus menerus dibully?dipukuli?dikatai gila?
Jika memang menghilangkan kelainan itu bisa semudah itu...Adela pasti akan melakukannya.
singkat cerita...
Suatu hari...beberapa minggu setelah ia lulus SMA, Adela lebih memilih pergi dari rumah itu tanpa izin dari orang tuanya.Ia hanya berpesan pada adiknya,Ardico bahwa ia akan pergi untuk cari uang.Di keluarga nya memang hanya Ardico yang bisa mengerti Adela,yang selalu memberi semangat untuk Adela.
Dengan modal uang tabungannya ia merantau ke kota besar ini.Tidak ada satu keluarga pun yang ia kenal di sini.Hanya modal nekat dengan satu tujuan,untuk menjauh dari keluarga dan kampung halamannya.Ia tidak mau terus menerus jadi beban untuk keluarga nya.Jadi sumber keributan di tengah keluarga nya.
Selama di hidup di Kota Adela tinggal di kost" an yang cukup sempit,karena memang itu yang sesuai dengan isi kantongnya.Adela bertemu dengan Selly yang tinggal bersebelahan dengan nya.Selly lah yang hingga saat ini jadi teman Adela,meskipun Selly tidak tau tentang latar belakang dan kisah masa lalu Adela.Adela tidak pernah menceritakan nya pada siapapun.Ia seolah ingin mengubur semua kisah tentangnya di masa lalu.Ia menutupi identitasnya,ia mulai mengenakan hijab,dan lebih mendekatkan diri pada sang pencipta.
Sebulan sekali Adela selalu mengirim uang untuk keluarganya melalui rekening Ardico.
Jauh dalam lubuk hatinya ia selalu menyayangi keluarganya,ia menyimpan rindu yang amat dalam untuk ayah ibu kakak dan adiknya.
Ingin rasanya ia pulang kampung untuk memeluk orang tuanya,berkumpul,bercerita selayaknya keluarga.Tapi Adela urung melakukannya.Ia sadar kehadirannya tidak terlalu diharapkan.Mungkin saat ini keluarganya jauh lebih baik setelah ia pergi.Ia tidak mau mengganggu kebahagiaan itu,ia harus cukup bahagia melihat keluarganya bahagia.
__ADS_1
...----------------...
Boleh kasih like dan vote nya biar diriku lebih semangat up nya🥰🥰🥰🥰🥰🥰