WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 43


__ADS_3

"mau kemana kamu.....?" terdengar suara seorang pria yang sangat ia kenal.Adela menegang,jantungnya berdetak lebih kencang


Adela kemudian menoleh dengan perasaan takut..


"mas......" ucapnya gemetar.Nampak Andika yang kini memegang lengan Adela dengan tatapan marah.Sementara di belakang Andika ada empat orang laki laki teman Andika.


"itu kan adikmu Dik?yang dulu botak itu kan?" tanya laki laki bernama Riki itu.


Andika hanya diam,menatap tajam pada gadis yang kini nampak ketakutan itu.Tangannya meronta,meminta untuk dilepaskan.


"lepasin mas...." ucapnya sambil menangis LAGI


"mau kemana kamu?!!harusnya kamu dirumah...!bapak bilang sama mas...pak Maman ngamuk gara gara ulah kamu yang kabur dari rumah...!!" ucap Andika.


Ya....Andika mendapat kabar dari sang ayah jika Adela kabur,dan ia meminta Andika untuk mencari keberadaan adik perempuan nya itu.Andika yang saat itu tengah nongkrong bersama teman temannya pun segera mencari Adela bersama sama,hingga akhirnya mereka menemukan gadis malang itu tengah berjalan sendiri di jalan yang sepi ini.


"aku nggak mau mas..." rengek Adela.


plakkk....


tamparan lagi.


Entah,sudah yang ke berapa kali.


"anak sial*n....!pulang....!" ucap Dika dengan murka.Ia segera menyeret dengan paksa adiknya yang menangis disepanjang jalan


Sesampainya dirumah.....


bugghh....Adela tersungkur ke lantai.Sikunya terbentur pinggiran meja hingga mengeluarkan darah.Adela meringis,bertambah satu lagi luka di tubuhnya.


"mbak......!!" pekik Dico.Ia segera menghampiri dan memeluk kakaknya itu.


"mas Dika keterlaluan...!"bentaknya


" diam anak kecil....!"ucap Andika dingin


Pak Harun yang tengah duduk di kursi ruang tamu bersama dengan istrinya itu langsung bangkit melihat Adela datang diseret oleh Andika.Wajahnya merah padam menandakan kemarahan yang teramat besar


Pak Harun pergi ke kamarnya,ia mengambil sebuah cambuk yang tergantung di dinding.Ia kemudian kembali ke ruang tamu itu dengan langkah cepat.Dico yang menyaksikan gelagat itu langsung mengeratkan pelukannya dengan perasaan was was.


"bapak mau ngapain ?!jangan sakiti mbak Dela lagi...!!" ucap Dico histeris sambil terus memeluk wanita malang itu


"kau.....anak tidak tau diri...!!sudah berapa kali kau membuat aib untuk keluarga ini...?!!sudah berapa kali kau membuat bapak dan ibumu ini menanggung malu...??!!" ucapnya penuh amarah.

__ADS_1


Adela terus terisak.Bu Rusmini memalingkan wajahnya,ia tak mau melihat adegan ini.Sebagai seorang ibu ia merasa tidak tega anak kandungnya diperlakukan kasar oleh suaminya sendiri.


Tapi....sebagai seorang wanita desa yang hanya berpendidikan rendah,ia menilai Adela terlalu bebal sejak kecil.Ia tak pernah mau mendengarkan ucapan orang tua yang melarangnya untuk membotaki rambutnya.Dan kini,Adela kembali membuat ulah,dia menjual diri di kota,saat pulang ke kampung ia lari dari rumah saat seseorang yang mau menjadikannya istri datang untuk melamarnya.Air mata wanita paruh baya itu kini menetes deras.Ia merasa gagal sebagai seorang ibu.


"minggir Dico...!" ucapnya penuh penekanan pada anak bungsunya itu.


Dico menggeleng cepat..


"nggak...!!"


"bapak bilang minggirrr.......!!!" Pak Harun menarik tubuh Dico membuatnya melepas pelukannya untuk sang kakak.


"kau tau...!selama belasan tahun kami menanggung malu karena ulahmu yang merusak dirimu sendiri...!!kau membotaki dirimu sendiri seperti orang gila....!!"


cetaaakkk.......


satu cambukan mendarat ke tubuh mungil Adela,ia menjerit menahan sakit.


"lalu kau pergi dari rumah ini....!kami membiarkanmu...kami berharap di kota kau bisa berubah...!kau akan punya malu jika kau berada di kota orang.....!!"


"iya.....itu benar....!kau berhenti sekarang...!tapi kau membuat ulah lagi dengan menjual dirimu pada para laki laki di luar sana....!!"


cetakk......


"kau membuat kami merasa gagal mendidikmu Adelaa....!!"


cetakk....


"pak...cukup....!!" Dico histeris,tangisan nya tak terbendung lagi.


"dan sekarang kau kabur dari rumah saat calon suamimu datang untuk melamarmu..!!"


cetakk....


"kau tau betapa murkanya pak Maman pada bapak...!bahkan ia tidak mengijinkan lagi bapaak untuk menggarap sawahnya...!satu satunya mata pencarian bapakmu ini Adela....!"


cetakkk...cetakk.....cetakkkk.....


Cambukan bertubi tubi mendarat ditubuh yang kini mulai ringkih itu.Adela menangis tanpa suara,bu Rusmini terus memalingkan wajahnya tak mau melihat adegan memilukan itu.Air matanya tak henti henti mengalir membasahi pipinya yang sudah nampak kriput.


"ampun pakk..." lirih Adela dalam tangisannya.Suaranya semakin tak terdengar.Matanya pun kini nampak buram,sepersekian detik kemudian,tubuh ringkih itu ambruk,tersungkur di lantai.Adela pingsan.


"mbak...!!" teriak Dico lalu memeluk tubuh Adela yang terkulai lemah.Dico menangis sambil menepuk nepuk pipi Adel

__ADS_1


"mbak....bangun mbak....!!" ucap Dico panik


Dico lantas menatap ketiga manusia yang ada di dalam ruangan itu secara bergantian.


"puas kalian???PUAS KALIAANNN....!!" teriak Dico.


"Dico....diam...!" bentak Andika.


"KAU YANG DIAM...!!" balas Dico.Ia menunjuk tepat di wajah Andika,seolah ia tak mengenal pria yang menjadi lawan bicaranya itu.


Dico bangkit...Ia menatap benci pada tiga


"kakakku tidak gila...!!dia sakit.... !!dia bukannya tidak mau mendengarkan kalian...!tapi dia tidak mampu menahan perasaannya sendiri....!!dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri...!!itu sebuah kelainan.....!!"


"dia tidak butuh makian kalian!dia tidak butuh cacian kalian...!!dia butuh dukungan....!!tapi kalian tidak pernah memberikan itu....!kalian sibuk dengan asumsi kalian sendiri...!kalian tidak pernah mau mendengarkan penjelasannya!!dia tidak gila tapi kalian yang terlalu kejamm....!!!" ucapnya dengan lantang.Amarahnya sudah tak terbendung melihat wanita yang ia sayangi kinj tergeletak mengenaskan.


"aku bersumpah....aku tidak akan pernah mau menginjakkan kakiku lagi di rumah ini jika sampai terjadi sesuatu pada mbak Dela....!"


Dico segera membopong tubuh ringkih itu keluar dari rumah hendak membawanya ke klinik.Matanya menatap tajam ke depan.Ia berjalan menyusuri jalanan yang sepi itu sambil membopong tubuh yang lemah itu.Tak ada kendaraan yang lewat karena memang itu hanyalah jalanan desa yang belum beraspal..


Tanpa ia sadari sepasang mata tajam milik pria bertato itu terus mengawasinya dari dalam sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari rumah kecil nya..


Mobil itu melesat pelan mendekati remaja pria yang kini sedang diselimuti amarah itu.


tinn...tinn....


Dico menoleh,ia menatap mobil yang kini mulai mendekatinya.Dilihatnya pria tampan dengan tatapan tajam berada di dalam mobil itu.


"bawa kakakmu masuk" ucap pria yang menggunakan kemeja hitam itu.Penampilannya tak terlalu rapi,terlihat raut wajah yang nampak kelelahan,namun tidak mengurangi karisma nya.


Dico menatap pria itu dengan tatapan menilai.Siapa dia?itu yang ada dalam pikiran nya.


"gue bukan orang jahat!gue antar kalian ke rumah sakit" ucapnya lagi.


Dico masih tak bergeming.


"Dico...!bawa Adela masuk sekarang....!lu mau dia kanapa napa?!"ucapnya kemudian dengan nada meninggi.


Dico tersentak.Dari mana ia tau namanya dan kakaknya?


Tapi ia mengabaikan pertanyaan dalam benaknya itu.Benar kata pria itu.Adela harus secepat nya mendapatkan pertolongan.Dico bergegas membuka pintu belakang mobil itu dan membawa kakak nya masuk ke dalam mobil pria itu.


...----------------...

__ADS_1


KASIH LIKE KOMENT & VOTE NYA PLEASE.....😢😢😢


__ADS_2