WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 58


__ADS_3

Beberapa hari berlalu..


Wanita dengan hijab segiempat berwarna putih dan gamis berwarna baby pink itu menatap bangunan tinggi dan megah yang dulu pernah menjadi tempatnya bekerja.Adela meremas tali tas bekal yang ia bawa.Seketika ingatannya kembali berputar mengingat hari di mana ia menjadi bahan perbincangan hampir seluruh karyawan perusahaan besar itu.Jantung Adel berdetak lebih kencang,ia berniat untuk membawakan makan siang sekaligus memberikan kejutan untuk suami tercintanya.


Dengan langkah yang sedikit berat ia memasuki perusahaan bertuliskan Alexander Group tersebut.Mengingat dulunya ia bukan orang penting di perusahaan itu,ia berharap para karyawan sudah lupa dengannya.Adela berjalan dengan buru buru agar tidak ada karyawan yang mengenalinya.Karena berjalan sambil menunduk...


buugghhh........


Adela menabrak tubuh seorang karyawan wanita.


"aaauugghhh..." pekik karyawan wanita berambut panjang tersebut.


Karyawati itu menatap Adela yang menunduk dengan tatapan bengis.


"hati hati dong...kalau jalaann....!" ucap karyawati itu dengan nada kasar.


"maaf mbak...nggak sengaja..." ucap Adela menunduk.


Karyawati dengan name tag Mila itu memperhatikan Adela.


"bentar bentar.....gue kek pernah liat lo dehh..." ucapnya sambil terus mengamati Adela yang semakin menunduk.


"ooohhh....gue inget sekarang....!lo OB yang pernah open BO itu kan?" ucapnya fulgar dengan suara yang cukup lantang membuat para karyawan yang ada di sana menoleh ke arah mereka.Adela mengangkat wajahnya.


"saya nggak seperti yang mbak tuduhkan ya..." ucapnya dengan suara bergetar.


Mila tersenyum sinis,ia kemudian menyilangkan tangannya di depan dada dan menatap Adela dengan tatapan angkuh.


"trus apa namanya kalau bukan open BO?lo jalan dengan banyak cowok,termasuk pak Marvel dan pak Johan juga.Hebat juga ya lo....seorang OB bisa ngrayu putra Alexander....Pakai pelet apa lo??" tanya Mila tak sopan.


"tolong ya mbak....jaga bicaranya!saya kesini cuma mau ketemu suami saya!saya nggak mau cari ribut...!" ucap Adela menahan emosi.


"woww...lo punya suami kerja disini?di bagian apa?emang bener bener ja**ng ya lo...nggak tau malu masih berani datang ke kantor ini...."


"ada di bagian apa suami lo?apa dulu dia juga pelanggan lo?"


Dada Adel naik turun menahan emosi.Memang tidak ada karyawan yang tau tentang pernikahan Johan dan Adela,mengingat pernikahan itu di laksanakan cukup mendadak dan bukan di kota itu.Para karyawan hanya sekedar mengetahui jika CEO nya sudah menikah,tapi tidak tahu siapa istrinya


Ia kemudian pergi meninggalkan Mila yang terus nyerocos mencaci makinya.


Adela segera mwngantri di depan lift khusus karyawan bersama beberapa karyawan lain disana.Para karyawan yang awalnya sudah tidak mengenali Adela kini seketika kembali mengingat wajah wanita yang sempat viral di perusahaan tersebut.


Beberapa karyawan menatap Adela dengan tatapan menilai.


tingg..


lift terbuka..


Para karyawan itupun masuk,begitu juga wanita yang masih setia menenteng tas bekal miliknya itu.Beberapa karyawan itupun tak sungkan menggunjing Adela yang juga berada di tempat tersebut.Sesekali mereka melirik dengan tatapan sinis kepada wanita berhijab itu.Adela hanya diam,ia tak mau membuat keributan di kantor milik suaminya itu.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama,lift terbuka,Adela segera keluar dari lift dan bergegas menuju ruangan suaminya.Hal itupun tak luput dari pantauan para karyawan kepo disana.Sebenarnya siapa suami Adela,siapa laki laki yang bekerja satu lantai dengan CEO Alexander Group itu?


Adela mendekati ruangan Johan,ia melihat Tari yang duduk di meja sekretaris.


"selamat siang mbak....pak Johan ada?" tanya Adela sopan.


Tari menghentikan akfivitasnya,ia kemudian menatap wanita berhijab di hadapannya itu.


"lo..?"


"lo kan mantan OB itu?ngapain lo kesini?" tanya Tari dengan nada yang tak bersahabat


"saya mau ketemu pak Johan mbak.." ucapnya.


"ada perlu apa?" tanya Tari lagi,kini ia bangkit mendekati Adela.


"lo bawa apa tuh?" tanya Tari menyelidik menatap tas bekal yang dibawa Adel.


"lo mau ngasih makanan ke pak Johan?atas dasar apa?lo mau godain pak Johan?" tanya Tari bertubi tubi.


"saya cuma mau ketemu pak Johan mbak...apa dia ada di dalam?" tanya Adela kesal.


"nyolot banget lo..!dia nggak ada di kantor...!"


"kemana?"


Adela menipiskan bibirnya menahan kesal.Ia tak mau berdebat,ia duduk di kursi tak jauh dari meja Tari.


Adela mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam tas slempangnya,ia mencoba menghubungi Johan,ingin menanyakan dimana suaminya itu berada.Pasalnya beberapa saat yang lalu ia sempat bertelfon ria dengan suami tampannya itu,Johan mengatakan jadwal nya tidak terlalu padat hari ini hingga seharian ini ia akan terus berada di kantor.Adela tidak memberi tahu suaminya jika ia akan kesini,ia berniat memberi kejutan pada Johan.Tapi sekarang....justru suaminya malah tidak ada di kantor.


Adela mencoba menelfon Johan.


tuutt....tuutt....


"halo sayang..." ucap Johan dari seberang sana.


"mas...kamu dimana?"


" dikantor sayang...."


Adela menghela nafas panjang.


"mas...kamu jangan bohongin aku dong..." ucapnya kesal.


"bohongin apa sih?aku nggak bohong sayang..."


"aku di depan ruangan kamu sekarang"


"APA....??!!"

__ADS_1


Johan kaget,ia mengusap wajahnya kasar.


"okey....baby...kamu tunggu di situ sebentar ya...aku akan segera ke kantor.Kamu tunggu...jangan kemana mana...okey..tunggu bentar..nggak nyampe sepuluh menit aku udah sampai disitu....tungguin ya sayang...." ucap Johan mencoba menenangkan Adela.


Adela yang sudah kesal pun mematikan sambungan telfon secara sepihak.


Adela bangkit,ia berjalan meninggalkan kursi tunggu itu dengan perasaan kesal.Ia berjalan menuju lift,hendak menuju lantai 3 dimana pantry perusahaan berada.


tringg....


pintu lift terbuka,


Adela masuk dan segera memencet angka 3 di tombol lift tersebut.


Tak butuh waktu lama...Adela sudah sampai di lantai tiga.Ia segera berjalan menuju pantry hendak menemui sahabatnya yang sudah lama tidak ia jumpai.


Ceklek....


pintu terbuka...


Adela melihat Bobby dan beberapa OB di dalam pantry itu.


"siang mas...maaf saya cari Selly...dimana ya?" tanya Adela.


"Selly lagi keluar beliin makan staf keuangan" ucap salah satu OB disana dengan tatapan cuek pada Adela.


"oh...ya udah kalau gitu.Makasih mas...." ucap Adela lalu beranjak pergi.


Sepertinya semua karyawan di kantor ini tidak menyambutnya.Seolah ia sudah terlanjur di pandang buruk oleh orang orang di kantor itu.


Niat hati ingin memberi kejutan untuk suami,malah berakhir dengan sambutan kurang ramah dari para karyawan suaminya itu.Suaminya juga membohonginya,malah tidak jelas kemana laki laki itu sekarang.Adela merasa kesal,matanya mulai mengembun karena kekecewaan yang ia dapatkan hari ini.


Adela kembali memasuki lift menuju lobby perusahaan.Ia masih berniat menunggu suaminya untuk meminta penjelasan dari pria yang sangat ia cintai itu.


tingg....


pintu lift terbuka,ia masuk ke dalam lift yang sudah ditempati beberapa karyawan disana.Di dalam lift itupun ia tak henti hentinya mendapatkan tatapan sinis dari sejumlah karyawan di sana,membuat Adela semakin jengkel.


...----------------...


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰


JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰


TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤***

__ADS_1


__ADS_2