
Mentari mulai bergerak naik memancarkan sinar teriknya....
Seorang gadis menggeliat di atas ranjang king size miliknya.Matanya masih terpejam..seolah enggan untuk memulai hari ini.kepalanya masih pusing akibat pengaruh minuman keras yang semalam diteguknya.Dengan susah payah Clara memaksa membuka matanya,Ia duduk dan menyandarkan kepalanya yang masih terasa berat.
Ia mencoba mengingat ingat kembali kejadian yang samalam ia alami...
ceklekk....
pintu terbuka....
Hanna,ibunya,masuk ke kamar tersebut,di lihatnya sang anak yang tengah duduk bersandar di ranjangnya,,ia lantas duduk di tepi ranjang milik Clara...
"kamu sudah bangun nak...." ucap Hanna lembut.
Clara mencoba menahan rasa pusing dalam dirinya.
"siapa yang membawa aku pulang ma...?"
"Marvel...dia yang mengantarkanmu pulang nak..." ucap Hanna lembut.Ia menatap wajah anak gadisnya itu.
sejenak mereka saling diam.
"nak...."ucap Hanna lagi.
"sudah nak...jangan menyiksa dirimu lagi dengan mengharapkan pria yang tidak mencintaimu.." ucap Hanna mencoba menasehati Clara.
Clara menatap mamanya dengan tatapan tidak suka.
"mama ngomong apa sih...?!Johan tuh jodoh aku ma....dia ditakdirkan untuk aku.Kita cuma tinggal tunggu waktu aja ma...dia pasti akan menerima aku.....dia akan menerima perjodohan ini..." ucap Clara menggebu.
"sayang...."
"ma....aku itu cinta sama Johan..aku harus dapetin dia maa.." ucap Clara mulai histeris.Hanna mendekati putrinya,ia menangkup wajah Clara yang sudah basah karena air mata
"Clara....sayang....dengerin mama nak....Kamu itu cantikk,kamu memiliki segalanya...banyak laki laki di luar sana yang mengharapkan untuk menjadi pasanganmu sayang" ucap nyonya Hanna mulai menangis.
"dengar mama sayang....kamu harus bangkit,sadar...!perasaan itu tidak bisa di paksakan nak....!"
Clara menatap wajah mamanya,ada perasaan tak suka di sana.Clara menepis tangan ibunya....
"aku nggak mau maa....!!"ucapnya histeris.
" Johan milikku maa.....selamanya dia milikkuuu.....!!!"ucqpnya lagi...
"nak....".Hanna semakin terisak melihat putrinya..
" pergi.....aku benci sama mama....!!pergiii......!!!"ucap Clara sambil melempar semua benda yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Hanna terpukul dengan keadaan anak semata wayangnya ini,ia keluar dari dalam kamar Clara dengan deraian air mata.
Seperginya Hanna....
Clara perlahan menghentikan tangisannya...Tatapan sayu yang sarat akan kesedihan itu sepersekian detik kemudian berubah menjadi tatapan yang bengis penuh kebencian.Seringai muncul dari bibirnya....
"mama salah...Johan akan jadi milik gue....gue akan selalu mendapatkan apa yang gue mau....bagaimana pun caranya....."
...***...
Sementara itu....
Disebuah villa mewah di kaki gunung.....
Seorang pria berbadan tegap itu sudah bersiap di halaman luas villa keluarga nya.Dengan hoodie hitam dan dua sepeda gunung di sampingnya,ia melakukan pemansan guna meregangkan otot otot kakinya sembari menunggu sang pujaan hati keluar dari dalam hunian mewah itu .
"baby....buruann......" ucapnya setengah teriak....
"iyaaa..." teriak seorang gadis manis dari dalam sana.
Tak butuh waktu lama Adela keluar dari dalam rumah dengan baju olah raganya
Adela tersenyum manis pada pria tampan yang kini sudah jadi kekasihnya itu.
Johan membalas senyuman manis itu..
"yappss...." ucap Adela mantap.Johan tersenyum melihat respon Adela.Mereka segera menaiki sepada gunung menyusuri jalanan desa.Walaupun sudah mulai siang tapi udara disana masih sangatlah sejuk.Dikelilingi hamparan sawah yang luas dan hijau,pegunungan nan tinggi menjulang menambah nuansa indah disana.Seindah suasana hati dua anak manusia yang kini tengah di mabuk cinta itu.Mereka bersepeda beriringan,saling melempar tawa,bercanda,sungguh seolah dunia hanya milik mereka berdua...
padahal dunia mereka adalah dunia milik authorš¤£
lanjoot.....
Cukup lama mereka bersepeda, Johan maupun Adela sudah merasa lelah.Johan mengajak Adela berhenti di sebuah saung yang ada di sana.Adela pun menurut.Mereka turun dari sepeda gunung itu Adela mengambil botol minum yang tadi ia bawa,lalu menyusul Johan yang sudah terlebih dulu duduk di saung itu.Adela mendudukkan bo*ongnya di samping Johan.Ia lantas membuka tutup botol itu, dan dengan cepat meneguk isinya.Mata Johan tak berkedip melihat pemandangan di samping nya....Sungguh ia sangat menikmati pemandangan indah itu,lebih indah dari hamparan sawah dan gunung yang nampak hijau disana.Lelehan keringat dari dahi Adela turun melewati pelipis dan pipinya...menambah kesan sexy dari wajah wanita berhijab itu.Adela sudah meneguk hampir separuh dari isi botolnya.Ia menutup botol tersebut lalu mengusap bibirnya yang basah,juga lelehan keringat yang ada di dahinya.Seutas senyum muncul dari bibir Johan.Adela sangat cantik walau dalam kondisi berkeringat seperti ini,bahkan lebih cantik.Johan masih dalam posisi yanh sama,mengamati setiap inchi detail wajah wanita yang dicintainya itu.
Adela merasa bahwa Johan sedari tadi mengamatinya,ia menoleh ke arah pria di sampingnya itu.
"tuan ngapain lihatin saya gitu?" tanya Adela.Johan tersenyum.Ia lalu membuka tutup botol yang ia bawa juga tadi lalu meneguknya separuh.Lalu Johan mengguyurkan separuhnya lagi kewajahnya.Kini giliran Adela yang tak berkedip.Ia memiringkan kepalanya,menatap pacar barunya itu sambil tersenyum penuh kekaguman...
"subhanallah....lakik gue ini mahh....." batinnya bangga...
Johan menyudahi aktifitasnya.Ia lantas menutup botol minum miliknya.Adela masih dalam posisinya.Kini ia menyandarkan kepalanya pada tiang bambu di sana.Johan bangkit,menghirup nafas panjang,menikmati semilir angin yang menerpa wajah berjambangnya.Ia lalu membuka hoodie miliknya,mempertunjukkan otot ototnya yang kekar...juga bulu bulu dada dan beberapa tato yang ada di tubuhnya.
Adela terbelalak,ia segera berbalik badan membelakangi Johan,ia tidak mau kalau sampai khilaf lagi melihat Johan tanpa baju seperti itu.
Johan membalikkan badannya menatap Adela.Lalu tersenyum melihat pujaan hatinya yang kini menunduk.
__ADS_1
Johan mengelap tubuhnya yang berkeringat dengan hoodie yang sedikit basah itu,lalu menggunakan nya kembali.
"gue udah pakai baju....angkat kepala lo..." ucapnya
"takut banget lo liat gue nggak pake baju"
Adela mengangkat kepala nya.Ia menatap ke segala arah untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah merah merona.
Johan tersenyum sambil menyentuh kepala Adela yang berbalut hijab hitam itu dan sedikit mengacak acak gemas di sana.
Sejenak mereka terdiam,menikmati pemandangan asri di hadapan mereka.
Adela lalu mengambil ponsel yang ada di sakunya.Ia membuka hp tersebut dan langsung menuju ke aplikasi kamera.Ia lalu mengarahkan kamera tersebut ke arah wajahnya.Setelah mendapatkan posisi yang tepat.
cekreekkk......
satu foto dengan senyum manis tersimpan di ponsel yang tak terlalu mahal itu.Pemandangan indah itu tak luput dari tatapan mata tajam Johan Alexander.Gadis yang dulu selalu menunduk saat bertemu dengannya,kini sudah berani menunjukkan ekspresi cantiknya dihadapannya.
settt....
dengan satu gerakan Johan merampas ponsel ungu itu.Ia membolak balikkan hp tersebut .
"ada apa tuan?" tanya Adela.Johan menatap Adela...lalu mengangkat tangannya hendak membuang ponsel tersebut.Adela terkejut...dengan gerakan cepat ia menahan tangan Johan.Membuat posisi tubuh mereka saat ini sangat dekat.
"mau ngapain...!" ucap Adela dengan nada kesal dan melotot.
"mau gue buang" ucap Johan santai.
"kenapa?!" tanya Adela lagi masih dengan posisi melotot.
"hp lo jelek banget Del...buang aja deh ntar gue ganti" ucap Johan lagi.Ia kembali mengayunkan tangannya yang sudah terangakat itu..
"jangaann...!!" teriak Adela.Ia Berusaha hendak mengambil hpnya yang ada ditangan Johan.Ia tidak sadar bahwa posisi tubuhnya saat ini sudah sangat dekat dengan Johan..bahkan menempel.Johan menahan tawa kemenangannya,wanita ini benar benar polos,dia tidak sadar dengan posisi tubuhnya sekarang.Adela masih fokus meraih ponselnya.Untuk beberapa saat mereka saling terdiam.
"eheemmm...." sebuah deheman menyandarkan mereka.Beberapa petani melintas menyaksikan mereka berdua yang begitu dekat seolah memberi isyarat jangan berbuat aneh aneh disini.Adela tersadar akan posisinya.Ia segera duduk dengan manis di samping Johan,kepalanya tertunduk malu karena para petani itu menatapnya juga Johan dengan tatapan risih.Sedangkan Johan,dia malah berbalik menatap para petani itu dengan tatapan menantang.
"gangguin aja..." ucapnya kemudian setelah rombongan petani itu pergi meninggalkan tempat tersebut..
Johan bangkit,dengan gerakan yang ringan....
plung.......
sebuah benda pipih terlempar dengan santainya ke dalam parit yang cukup dalam disana...
"aaaaaa.......!!hp gueee....!!" pekik Adela yang melihat Johan dengan santainya melempar ponsel miliknya ke dalam parit.
"udah...ntar gue beliin lagi...hp jelek gitu doang juga..!!" ucap Johan santai lalu bergegas menaiki sepedanya.
__ADS_1
"ayo buruan pulang...." ucap Johan kemudian.Adela menurut sambil terus menggerutu sepanjang perjalanan,dalam hatinya ia sangat menyayangkan ponsel yang ia beli dengan susah payah harus berakhir mengenaskan di parit itu..
...----------------...