
Di rumah belakang yang berisi kamar tidur para pelayan.
Selly tengah sibuk berbalas pesan dengan Adela.Saat ini para pelayan sudah diijinkan istirahat setelah sang tuan rumah selesai makan malam.
Selly duduk di salah satu kursi panjang yang berada di depan rumah belakang.Tiba tiba...
"wah enak ya....jadi anak emas majikan...kerjaannya main hp mulu" ucap seorang pelayan bernama Lina.
"iya dong....kan bentar lagi jadi mantu" ucap seorang pelayan lagi bernama Tuti.
"eh Tut....lo tau nggak gimana caranya kita bisa dengan mudah jadi orang kaya" ucap Lina lagi
"gimana tuh...?
" gampang aja...lo tinggal masuk tuh ke kamar majikan lo yang lagi mabok,abis itu lo godain deh.Abis itu lo bilang kalo lo diperko**....!jadi deh semua orang percaya...!sukur sukur kalo lo hamil....langsung deh tuh....diangkat mantu!kek si onoh noo....hahahhah....."ucap Lina kemudian tertawa terbahak bahak bersama Tuti.
Selly menatap tajam ke arah dua pelayan itu.
Wanita itu Kemudian menarik nafas panjang,mencoba menetralkan emosi nya.Ia tak mau membuat keributan.Sudah cukup kehebohan yang ia ciptakan di rumah ini meskipun itu bukan sepenuhnya salah Selly,tapi wanita itu cukup tahu diri atas statusnya di rumah itu.Ia tak mau terlalu merepotkan sang tuan rumah.
Selly hendak pergi masuk ke dalam kamarnya,namun tiba tiba...
"buah jatuh itu emang nggak jauh dari pohonnya ya Tut....buktinya dia tuh,emaknya ger**...eh... anak nya ikut ikutan jadi lon**...!" ucap Lina vulgar.
Selly menghentikan langkahnya.Tangannya mengepal.Ia tak bisa lagi menahan emosi.Ia bisa saja bersabar jika dirinya yang dihina.Tapi jika ibunya yang dihina...sungguh,ia tak bisa terima.Memang benar ibunya bukan orang baik baik.Tapi sebagai seorang anak ia tak kan bisa terima jika wanita yang telah melahirkannya itu di hina di depan matanya.
Selly mendekati Lina dan Tuti.
"maksud lo apa?" tanya Selly dingin.
"kenapa?lo tersinggung?emang gitu kan kenyataan nya?nyokap lo ger**,dan lo lon**nya....!" ucap Lina angkuh tepat di depan wajah Selly,membuat wanita yang sedang ditimpa banyak masalah itupun murka.
"dasar mulut sampah....!!!" ucap Selly lalu dengan gerakan cepat menarik rambut Lina yang panjang.Wanita itupun menjerit kesakitan.
"lepasin gue dasar pela***...!!"
"mulut lo tuh emang mulut sampah....!!" ucap Selly yang dikuasai emosi.Pertengkaran antar dua pelayan itupun berlangsung sengit.Tuti berteriak meminta tolong,membuat keributan itu semakin ramai.Beberapa pelayan pun datang mendekati mereka,mencoba melerai perkelahian dua wanita itu.Suasana semakin gaduh hingga terdengar sampai ke rumah utama.Marvel yang sedang berada di dapur untuk mengambil minum pun tersita perhatiannya saat melihat kerumunan orang yang berada di depan rumah belakang itu.Marvel meletakkan gelas nya yang sudah kosong.Ia kemudian berjalan cepat mendekati kerumunan para pelayan itu.
"Hei....!berhenti...!!ada apa ini..?!!" ucap Marvel tegas dengan sedikit berteriak,memecah kerumunan para pelayan itu.
Para pelayan itupun menunduk,hingga nampaklah Lina dan Selly yang sudah acak acakan.Kedua wanita itupun menunduk saat Marvel mendekati mereka.
Marvel menghela nafas panjang.
__ADS_1
"ada apa ini?" tanyanya dingin.
Kedua wanita itu tak menjawab.Mereka hanya menunduk tak berani menatap sang majikan.
"tadi aja berantem udah serasa jadi jagoan..!sekarang kenapa diem?"
Tak ada yang menjawab,semua diam menunduk.Marvel menatap tajam pada dua wanita di hadapannya.
"bubar..!" ucapnya dingin dengan sorot mata tajam.
"i...iya tuan"
Para pelayan itu pun membubarkan diri,termasuk Selly,tiba tiba
"Sell...." ucap Marvel,Selly pun menoleh.
"gue mau ngomong sama lo..."ucapnya lagi
" iya tuan..."ucap Selly sambil mengangguk.
Marvel berjalan menuju rumah utama,di ikuti Selly di belakangnya.Marvel lantas menuju ruang keluarga yang ada di lantai bawah itu.Suasana rumah utama sangat sepi lantaran Jonathan dan Mira sedang pergi ke acara ulang tahun salah satu kerabat mereka.
Marvel duduk di sebuah sofa panjang di sana.Sementara Selly masih berdiri menunduk.
"duduk Sell...." ucap Marvel.
Selly mendudukkan tubuhnya di sofa single di sana,jaraknya cukup jauh dari tuannya itu.
Marvel menatap tajam pada wanita itu.
"Sell...."
"gue mau tanya sekali lagi sama lo...lo mau nikah sama gue?"tanya Marvel serius.
Selly menatap sendu ke arah laki laki itu.
" tu......"baru saja Selly hendak berucap,laki laki itu sudah memotong kata kata Selly.
"gue tau lo masih ragu sama gue...!dan kalau gue boleh jujur,gue nggak punya pilihan lain Sell...!gue udah ngelakuin hal yang salah sama lo!bisa aja sekarang lo lagi mengandung anak gue!!" ucapnya.
Selly tak berucap sepatah katapun.
"Sell...lo butuh gue sekarang..!cinta bisa kita pupuk pelan pelan" ucap Marvel.
__ADS_1
Selly terdiam,beberapa detik kemudian wanita itu tertawa sinis.
"jangan dipaksain tuan.Belum tentu kita bisa.Jatuh cinta nggak segampang itu!apa lagi kalau masih ada orang lain di hati tuan" ucap Selly sambil menahan air matanya.
Marvel bergetar....
iya....wanita itu benar.....
"saya capek tuan...saya mau istirahat....permisi..." ucap Selly kemudian bangkit dan hendak pergi meninggalkan tempat tersebut,namun tiba tiba.....
setttt....
Marvel bangkit,ia menarik tangan Selly,membuat wanita itu berbalik badan.Marvel memeluk wanita itu erat,membenamkan wajahnya ke dada bidang miliknya
"gue tahu itu Sell....tapi setidaknya kita bisa nyoba dulu kan?gue takut ada anak gue di rahim lo sekarang.Gue adalah anak yang lahir tanpa bapak Sell,lo juga gitu kan?gue nggak mau anak ini lahir dengan kondisi yang sama seperti yang kita alami dulu"
Air mata wanita itupun tumpah membasahi kaos putih polos milik Marvel.Selly terisak dalam dekapan laki laki itu.
Marvel sedikit menjauhkan tubuhnya,ia menangkup wajah sayu itu agar menatap wajahnya.Ibu jarinya bergerak mengusap lelehan air mata itu.Marvel menatap dalam mata sembab itu....
"tolong....setidaknya lakuin ini demi janin yang mungkin ada di rahim lo sekarang"
"please Sell....tolong jangan bikin gue merasa jadi laki laki paling be**t....!" ucap Marvel sungguh sungguh.
Selly menatap sendu laki laki itu.
"gimana kalau kita nggak bisa?"
Marvel mendekatkan wajahnya pada wajah wanita itu.
"kita coba Sell....gue yakin kita bisa..." ucapnya.
Selly memejamkan matanya,air mata itu menetes deras.
Selly mengangguk dalam tangis.
"aku mau...." ucapnya kemudian.
Marvel tersenyum bahagia...
"makasih sayang....makasih...." ucapnya,
Tanpa sadar ia mengecup bibir tipis itu lembut.Ada kebahagiaan di sana.Begitu juga Selly,tanpa sadar tangannya terangkat menangkup wajah berjambang tipis itu.Marvel kembali mendaratkan ciumannya pada bibir merah muda itu.Ciuman yang awalnya hanya singkat kini berubah menjadi ciuman yang cukup lama dan dalam.Marvel begitu menikmati momen ini,begitu juga Selly.Mereka saling berpagutan,saling bertukar saliva satu sama lain.
__ADS_1
Marvel melepaskan ciumannya,ia mengusap bibir tipis yang basah itu.Lalu mengecup kening wanita yang akan segera menjadi istrinya itu.
...----------------...