
Sepasang suami istri itu melangkah beriringan dengan tangan yang terus bergandengan.Terlihat dari pandangan mata Adela,tak jauh dari tempatnya berdiri sekumpulan manusia dengan busana dan penampilan yang serba mewah,sambil bercengkrama dan tertawa satu sama lain.Sekelompok ibu ibu sosialita dengan tas dan perhiasan yang mentereng,seolah ingin menunjukkan bahwa mereka adalah manusia high class dengan segala kemewahan yang mereka miliki.Jujur saja,Adela merasa kurang nyaman di tempat itu,ini pertama kalinya ia menghadiri acara semacam ini,ia merasa tidak cocok berada di tempat ini.Tapi demi bertemu sang ayah dan ibu mertua sekaligus mempertemukan Johan dengan keluarga Alexander,Adela mengabaikan perasaannya tersebut.
Johan menoleh ke arah sang istri yang terdiam melihat pemandangan di halaman belakang rumah orang tuanya itu.Johan meremas lembut tangan Adela,membuat Adela menoleh ke arahnya.
"kalau kamu nggak nyaman kita pulang aja" ucap Johan.
Adela menggelengkan kepalanya.
"aku nggak apa apa kok mas...." ucapnya.
"kamu yakin?"
"iya...."
Johan kembali menggandeng tangan Adela,berjalan menuju tempat dimana sang ayah,Jonathan Alexander berada.
Adela semakin mengeratkan genggaman tangannya saat mulai memasuki area pesta,pasalnya kini ia dan suaminya menjadi pusat perhatian para tamu undangan disana.Mereka memang penasaran dengan sosok wanita yang sudah berhasil meluluhkan hati seorang putra Alexander yang dikenal dingin dan angkuh.
"jangan nunduk sayang...." ucap Johan berbisik.
Dengan gerakan cepat Adela mengangkat wajahnya, mencoba menatap lurus ke depan dengan percaya diri.Johan tersenyum melihat istrinya yang begitu cepatnya menuruti ucapan nya.
Sepasang suami istri itu melangkah mendekati sang tuan rumah,Jonathan Alexander yang berdiri berdampingan dengan istrinya,Mira.
"Johan,Adela..." ucap Jonathan lirih saat melihat anak dan menantunya itu mendekati nya.Raut wajah bahagia nampak jelas tergambar disana.Pasalnya ini kali pertama putranya itu menginjakkan kaki nya di rumah besar tersebut semenjak memjabat sebagai CEO.Johan menatap nanar pada pria yang kini sudah berada di hadapannya itu.Ekspresi wajahnya tak terbaca,tak ada senyuman dari bibirnya.
Adela meremas tangan suaminya,membuat Johan menoleh ke arahnya,Adela tersenyum,seolah mengisyaratkan untuk Johan melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
Johan menelan ludahnya kasar,ia kembali menatap laki laki di hadapannya itu.
Sesaat dua pasang mata ayah dan anak itu saling menatap dalam...seolah saling terkunci satu sama lain.Mata tajam itu mulai mengembun,dada itu mulai sesak...
"selamat ulang tahun.......papa......" ucap Johan masih dengan tatapan mata yang terbaca
Jonathan tersenyum,ia memeluk tubuh tinggi tegap Johan,namun tak mendapatkan sambutan dari putranya tersebut.
"terima kasih nak.....terima kasih..." ucap pria itu sambil mengusap punggung anaknya.
Adela tersenyum melihat pemandangan itu,ada rasa haru disana,sementara Mira hanya diam,seolah tanpa sikap,entah senang atau apalah,tidak ada yang tau isi hati ibu sambung Johan itu.
Cukup lama pria itu memeluk Johan,menyalurkan perasaan rindunya pada anak laki lakinya tersebut.Jonathan kemudian melepaskan pelukannya,
"terima kasih sudah mau datang kemari nak...." ucapnya lagi.Johan tak menjawab,ia hanya membuang muka mengarahkan pandangan matanya ke segala arah,seolah menghindari tatapan mata pria di hadapannya tersebut.
"Adela...." ucap Jonathan yang kini menatap Adela yang berdiri di samping Johan.Adela tersenyum,lalu mendekati sang mertua hendak menjabat tangan dan mencium punggung tangan pria tersebut sebagai tanda baktinya...
tiba tiba....
hhmmmkk.....
Adela menutup mulutnya,rasa mual itu kembali muncul.
__ADS_1
"Adela kamu kenapa?" tanya Jonathan,
"sayang?kamu mual lagi?" tanya Johan sambil tangannya memegangi kedua pundak Adela,menjaganya agar tidak jatuh.
Adela hanya mengangguk.
"apa Adela sakit nak?" tanya Jonathan pada Johan,Johan tak menjawab.
"kita pulang aja ya....." bujuk Johan.
"jangan....aku masih mau disini."ucap Adela
"Tapi dari tadi kamu mual terus sayang..."
"aku nggak apa apa mas..."
"Adel kamu bandel banget sih dibilangin..." ucap Johan mulai kesal.
"aku nggak apa apa....jangan marah marah dong...." ucap Adela merengek sambil menarik narik bagian bawah jas Johan.
Jonathan tersenyum melihat anak dan menantunya itu.
"sudahlah Jhon,kalau memang istrimu masih mau tetap disini,kamu ajak saja dia duduk.Mungkin dia lelah...."ucap Jonathan pada Johan.
Adela hanya mengangguk,sementara Johan masih terlihat kesal.
Johan pun mengajak Adel untuk duduk di sebuah kursi di area pojok taman agar tak terlalu berdekatan dengan para tamu,untuk menghindari Adela mual karena bau parfum.
"masih pusing?"
"sedikit...." ucapnya
"kamu gabung aja mas sama yang lain....disini kan banyak rekan bisnis kamu...aku di sini aja" ucap Adela.
"masa iya kamu aku tinggal Del..."
"nggak apa apa mas...."
"oh iya...kado papa belum kamu kasih..." ucapnya lagi sambil mengeluarkan kotak kecil berisi jam tangan yang mereka beli kemarin.
Johan mengambil kotak itu.
"kamu kasih ya ke papa...." ucap Adela.
"ya udah...kamu tunggu di sini bentar ya....aku kasih ini dulu ke papa."ucap Johan lalu pergi meninggalkan Adela di sana.
seperginya Johan,
Adela mengeluarkan ponselnya,lalu kembali menghubungi nomor sahabatnya yang sampai saat ini tidak jelas keberadaan nya.
" ck....lo kemana sih Sell...."gumamnya.
__ADS_1
Adela kembali mencoba menghubungi nomor tersebut tiba tiba....
"ehhmmm........"
sebuah deheman dari seseorang mengagetkan Adela,membuatnya reflek menoleh ke arah suara tersebut......
...****...
Sementara itu...
Mobil mewah yang membawa gadis malang tersebut sudah berhenti di depan sebuah bangunan mewah....
Selly semakin gemetar.....
Pintu mobil terbuka..
"ayo turun...!" ucap Burhan,pelanggan pertamanya.
Selly turun dari mobil itu dengan gemetar.Burhan mencengkeram pundak Selly.
"akkhh..." Selly memekik,wajahnya terus menunduk,tak berani menatap pria di hadapannya.
"ingat...!jangan macam macam kamu disini!bersikaplah selayaknya kamu pasanganku!jangan coba coba menolak apapun perlakuanku kepada mu...atau kamu akan mati konyol malam ini" ucap Burhan pelan namun penuh penekanan.
Selly hanya bisa meneteskan air matanya.
"apa kau dengar pela***...!" ucapnya dengan mata melotot dan cengkeraman tangan yang semakin kuat.
"i...iya tuan..." ucap Selly menangis.
Burhan melepaskan cengkeraman tangan nya,lalu menetralkan ekspresi wajahnya,ia kemudian menekuk lengannya,mengisyaratkan Selly untuk menggandeng lengan keriput tersebut.Selly hanya menurut,gadis dengan baju terbuka yang super ketat dan high heels hitam itupun berjalan beriringan dengan Burhan.
Tanpa mereka sadari,
dari dalam sebuah mobil....
sepasang mata elang menatap tajam mengikuti setiap gerak gerik mereka,rahangnya mengeras,sorot mata tajam penuh amarah sudah jelas terlihat di sana.Tangannya sudah mengepal,nafasnya naik turun menahan amarah.
"gue mampusin lo hari ini bang***...!!" ucapnya penuh penekanan
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤*****