WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 9


__ADS_3

Petang mulai mengambil alih dunia,memaksa mentari untuk segera kembali keperaduannya.


Disebuah apartment mewah itu,seorang gadis sedang khusyuk melantunkan ayat ayat indah yang ada diponselnya,diatas sajadah,berbalut mukenah hitam yang ia dapatkan dari tuan angkuh yang sejak tadi malam menampungnya.Ya....siang tadi Adela menelfon Johan,ia minta izin untuk pulang karena ia merasa sudah sehat.Ia juga beralasan ia ingin melaksanakan sholat dzuhur tapi di apartment Johan tidak ada mukenah.Alih alih memberinya izin Johan malah menyuruh orang kepercayaannya untuk membelikan Adel alat sholat lengkap dan tetap menahan Adel untuk tidak pergi dari apartment nya,ia beralasan ia akan mengantarkan sendiri Adela pulang ke kost an nya agar lebih aman.


Setelah sholat maghrib Adela masih setia di atas sajadah,ia mulai membaca ayat ayat suci Al Quran dari ponselnya sambil menunggu waktu isya' tiba.Ia begitu khusyuk hingga tidak menyadari bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang mengamatinya dari belakang.Laki laki itu duduk di sebuah sofa dibelakang tempat Adela menggelar sajadah nya.Sedari tadi ia fokus mengamati gerak gerik Adela serta menikmati suara lembut yang mengalun merdu dari mulut mungil gadis manis itu.Rasa lelah dan penat yang sedari tadi ia rasakan di kantor hilang sirna begitu ia mendapati alunan merdu yang menyeruak di dalam ruang apartment nya itu.Alunan ayat ayat Allah itu begitu menentramkan jiwanya,sesuatu yang tidak pernah lagi ia rasakan setelah kepergian sang mama.Johan sesekali memejamkan matanya,menikmati suara yang sungguh membuat hatinya bergetar.Apa yang terjadi pada dirinya?bukankah dia sering mendengar suara wanita?tapi kenapa suara wanita ini terdengar sangat berbeda?


setelah Adela selesai dengan kewajibannya......


"ehmm......." Johan berdehem.


Sontak Adela yang masih dibalut mukenah itupun menoleh ke belakang


"tuan...?" ucap Adela sedikit kaget


"sejak kapan tuan disitu"


"lumayan lama"


ucap Johan kemudian,ia mengamati wajah Adela yang polos tanpa make up itu.Putih,bersih..benar benar terlihat imut.



"tuan sudah makan?" ucap Adela kemudian sembari melipat sajadahnya.


"belum"


"saya siapkan makan malam anda dulu tuan" ucap Adela kemudian yang hanya dijawab dengan deheman oleh Johan.Adel hendak ke kamar untuk melepas mukenah dan mengganti nya dengan hijab instan nya.Tiba tiba......


tokk.....tok..tokk.....


pintu apartment diketuk....


"biar saya yang buka tuan" ucap Adela.Ia bergegas ke arah pintu untuk membukanya,masih dengan busana solat yang lengkap.


ceklek....


pintu dibuka oleh Adela.


Sepersekian detik kemudian tatapan mata nya bertemu dengan tatapan pria yang ia kenali.


Adela segera menunduk...


"assalamualaikum..." ucap Marvel sambil tersenyum.Ia terpesona dengan wajah Adela,sampai sampai ia lupa,sedang dimana Adela sekarang?kenapa dia ada disini?

__ADS_1


"wa alaikum salam tuan"jawabnya sambil terus menunduk.


" kalian saling kenal?"ucap pria yang usianya kurang lebih 60tahunan itu.


"dia salah satu karyawan di kantor pa.." ucap Marvel pada Jonathan.


"siapa...?" tanya Johan yang tiba tiba datang dari arah Belakang Adela.


Johan terdiam,dia menatap dua pria yang ada dihadapan nya saat ini


"naakk..." ucap jonathan lirih.


"masuk kamar.." perintah Johan pada Adela,Adel hanya mengangguk kemudian pergi dari situ..


...***...


diruang tamu apartment...


"nakk..." ucap Jonathan


Johan hanya membuang muka,menatap ke segala arah,seolah tak sudi melihat wajah sang ayah.Ia duduk dengan angkuhnya sambil sesekali menghisap rokok yang ada di tangannya.


Adela saat ini ada dikamar,sebenarnya ia penasaran,kenapa asisten tuannya itu malam malam datang kemari,dan siapa pria sepuh tadi?kenapa tuan angkuh itu seolah tidak suka dengan kedatangan mereka?


kembali ke ruang tamu.....


"ada tujuan apa anda datang kemari?" ucap Johan tanpa melihat ayahnya


"papa merindukanmu nak" ucap Jonathan.


Johan tertawa sumbang


"hahaha...rindu?aku kira anda sudah lupa jika saya masih hidup..."


Marvel yang juga ada di sana hanya diam menunduk.Entah lah....apa yang ada dipikirannya saat ini.Sampai saat ini adik tirinya ini belum bisa berdamai dengan keadaan,ia seolah merasa sebagai biang dari semua masalah ini.Andai saja ibunya tidak menikah dengan Jonathan,pasti kehidupan ayah dan anak ini tidak akan rumit seperti saat ini.


"Johan...papa sangat menyayangimu...tolonglah nak....pulang...mari kita hidup bersama sama seperti dulu lagi..." ucapan Jonathan terdengar bergetar..pria tua itu menahan tangisnya agar tidak pecah.Ia sangat merindukan putra kandung semata wayangnya ini.Semnenjak ia menjabat sebagai CEO Johan sudah tidak pernah lagi menginjakkan kaki nya dirumah utama yang ditempati sang ayah.Seolah ia sudah tidak mau lagi berhubungan dengan keluarga itu.


Jonathan bangkit dari duduknya.Ia menghampiri Johan,hendak memegang pundak putranya tersebut...tapi dengan cekatan Johan segera bangkit dan menepis tangan pria sepuh itu


"jangan menyentuhku....!" ucap Johan dingin


"nak..."

__ADS_1


"berhenti memanggilku dengan sebutan itu pak tua.."nada bicaranya mulai meninggi


"segeralah pergi dari sini,saya lelah...saya butuh istirahat..."ucapnya tanpa melihat wajah sang ayah


“Johan anakku...."


"kalian yang pergi atau aku yang pergi..!" ucapnya lagi dengan penuh penekanan


"pa...kita pulang ya..." ucap Marvel lembut...mencoba membujuk sang ayah.


"Johan....papa minta maaf atas semua kesalahan papa...papa sangat menyayangimu juga ibumu nak....papa tidak pernah sekalipun punya niat untuk mengucilkan mu nak....papa mohon maafkan papa jika kau terluka atas sikap egois papa..." airmata pria tua itupun tumpah....


"papa mohon....kembalilah nak...papa ingin memelukmu..."


"keluar..." ucap Johan dingin.Dadanya kembang kempis,ia sungguh tidak kuat berada dalam situasi ini.Ia tidak mampu menatap wajah pria tua itu.


"papa pergi nak....maaf,sudah membuat luka yang terlalu dalam untukmu..."


Jonathan mengajak Marvel untuk meninggalkan tempat itu.


Setelah Ayah dan kakaknya pergi.....


Johan menghempaskan tubuhnya ke sofa.Ia menarik rambutnya frustasi.


"aaaaaaakkkkkhhhhhh......" Johan berteriak sekencang kencangnya.dia menyapu semua benda yang ada dimeja ruang tamu itu dengan tangannya,hingga membuat vas bunga yang berdiri cantik ditengah tengahnya itu terlempar ke lantai dan pecah


praaaannngggggg


Adela yang tadinya sudah terlelap dikamar pun terbangun karena suara ribut itu...


Ia perlahan keluar dari kamar mewah tersebut,dilihatnya sang tuan angkuh duduk menunduk di sofa.Kedua tangannya mencengkeram rambutnya....seolah olah ingin melepaskannya dari kulit kepalanya itu.


Baru saja Adela hendak mendekat,si tuan angkuh itu sudah bangkit dari duduk nya,ia mengambil kunci mobil yang tergeletak dilantai dan bergegas meninggalkan tempat itu.


"tuan...tuan mau kemana?" tanya Adela,dia bukan bermaksud lancang..tapi ia melihat,tuan angkuhnya ini tidak dalam kondisi baik baik saja sekarang.


"gue mau pergi...lo tetep disini...jangan kemana mana..." ucap Johan kemudian melanjutkan langkahnya..sesampainya di depan pintu,ia kembali menoleh pada Adela yang masih kebingungan


"jangan nunggu gue pulang.Lo masuk kamar...tidur.Jangan lupa kunci pintu kamarnya.Gue nggak mau lo kenapa napa saat gue pulang nanti"ucapnya lagi kemudian pergi meninggalkan apartment itu


...----------------...


DI TUNGGU LIKE VOTE DAN KOMENT NYA YA READERS 🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2