WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 29


__ADS_3

Siang hari disebuah cafe tak jauh dari perusahaan Alexander Group.


Pasca adegan labrak melabrak di bangunan besar itu kini Clara sudah tidak diberi akses untuk masuk ke perusahaan itu.Clara bahkan sempat meminta tolong pada sang papa,tapi tuan Alex tidak mau membantunya.Ia dan nyonya Hanna justru meminta Clara untuk berhenti mengejar Johan.Tapi Clara seolah sudah buta dan tuli,ia tidak mau mendengar semua nasehat itu.Seolah ia sudah cinta mati pada pria kekasih Adela Belva itu.


Clara tak henti hentinya menatap bangunan tinggi nan megah yang ada di seberang jalan itu.


sreek...


Sebuah pergerakan dari kursi di depannya membuyarkan lamunannya.


Seorang pria berbadan tegap,dengan kumis dan jambang tipis.Dilihat dari penampilannya sepertinya dia bukan dari kalangan berada.


Pria itu duduk di kursi yang ia tarik.


"selamat siang nona Clara" ucapnya.


Clara diam,mengamati pria yang ada di hadapannya itu.


"oh....perkenalkan...nama saya Angga..." ucap nya sambil mengulurkan tangannya..


Clara masih tak merespon.Bukan levelnya untuk bersentuhan dengan pria biasa seperti Angga.


"kita punya musuh yang sama nona" ucapnya kemudian.


Clara menatap pria itu.Sesaat kemudian ia menegakkan posisi duduknya.Ia meletakkan kedua lengan bawahnya di atas meja.


"maksud lo?"


Angga tersenyum menyeringai.


"Adela....office girl yang sekarang sedang dekat dengan laki laki idaman anda...Johan Alexander..." ucapnya dengan senyuman iblis di bibirnya..


"oh ya...?" tanya Clara mulai tertarik.


Angga menaikkan satu sudut bibirnya.


"kita bisa bekerja sama untuk menghancurkan wanita sial*n itu" ucapnya.


Clara dengan sikap angkuhnya...


"apa gue bisa mempercayai lo?" tanyanya


"kenapa tidak?saya sudah punya rencana..." ucap Angga sambil melemparkan beberapa foto Adela ke atas meja


Clara mengambil beberapa foto yang ada di atas meja itu.


seringai muncul dari bibir Clara.


"tapi saat ini saya masih butuh beberapa informasi....dan saya yakin...anda bisa membantu saya" ucapnya lagi.


Clara kembali duduk bersandar,ia menatap angkuh ke arah Angga


"apa keuntungan yang bisa gue dapat kalau gue bantuin lo?"


"bukankah kita punya musuh yang sama?kita bisa bersama sama menghancurkan Adela dan Johan"


Clara tersenyum sinis.


"lo jangan macam macam ya.....Johan itu calon suami gue...gue cuma mau perempuan kep*rat itu pergi dari kehidupan Johan....gimanapun caranya...." ucap Clara penuh penekanan.Kebencian nampak jelas dari mata wanita yang sudah di butakan oleh cinta itu.


Angga menarik nafas panjang.


"baiklah kalau begitu...." ucap Angga menurut.


"apa yang bisa gue lakukan...?"ucap Clara


" jadi begini......"


Dan dimulailah.....


Angga menjelaskan rencana busuk yang sudah ada di otaknya selama ini.Semenjak adegan pemerkosaan yang coba ia lakukan pada Adela namun di gagalkan oleh Johan.Sejak saat itu kebencian nya pada dua manusia itu tumbuh.Apalagi setelah Johan memecatnya dan mem black list namanya dari semua anak cabang Alexander Group membuatnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan.


Hingga akhirnya dia memutuskan untuk balas dendam.Ia mulai membuntuti Adela dan memata matainya tanpa Adela sadari.


Clara tersenyum menyeringai mendengar rencana Angga....


"lo tenang aja...itu hal mudah buat gue" ucapnya kemudian,....


...***...


Sementara di tempat lain.....

__ADS_1


Disebuah ruangan mewah.....


Seorang office girl sedang duduk terkantuk kantuk di sebuah kursi berhadapan dengan atasannya yang kini sedang fokus dengan laptopnya.


Ya....terhitung kurang lebih sudah satu jam ia berada di tempat itu tanpa melakukan apapun.


Johan memanggilnya ke ruangan nya dengan alasan minta kopi,tapi sudah satu jam ia disana,Johan tidak mengizinkan Adela keluar,ia justru menyuruh Adela duduk menemaninya bekerja tanpa melakukan apapun.


"tuan saya keluar ya...." ucapnya lagi.Entah sudah berapa kali ia minta ijin pada Johan untuk keluar ruangan,tapi Johan tak bergeming


"tuaan...."


Johan masih diam.


Adela menggerakkan tangannya lalu mengaruk garuk punggung tangan Johan yang berada di samping laptop nya.


"tuaann..." ucapnya pelan.


Johan menatap ke arah Adela


"apasih baby?"


"keluar..."


Johan membuang nafas kasar.Ia bangkit mendekati Adel,lalu menyandarkan bo*ongnya di atas meja kerjanya,tepat di samping kursi yang Adela duduki.


"gue sepi banget kalo nggak ada lo Del..."


"tapi ini kan masih jam kerja tuan...ntar kalau ada yang curiga gimana?"


Johan tersenyum...


"takut banget sih lo kalau ketahuan...malah bagus tau..." ucap Johan gemas sambil mengusap usap pelan kepala Adela


Adela bangkit..


"saya keluar ya..." ucapnya.


"boleh cium dikit nggak...?" tanya Johan asal.


Adela tertawa geli...


"nggak boleh...." ucapnya kemudian.


"muacchh...."


Adela nyengir geli..


"ihh....apaan sih....udah ahh...."


Mereka tertawa bersama...Johan mencubit pipi Adela gemas...tiba tiba...


ceklekk...


pintu terbuka...


Marvel muncul dari balik pintu bersama seorang pria sepuh...Jonathan.


"tuan Marvel...?" ucap Adela kaget.Ia segera menunduk.


"emm....sorry... apa gue ganggu?"


Adela menggeleng.


"saya sudah mau keluar tuan....permisi..."


Ucap Adela kemudian berlalu pergi meninggalkan tiga pria disana.Semenjak masuk ke ruangan Johan,Jonathan tak henti henti menatap Adela hingga gadis itu hilang di balik pintu.Dia masih ingat,di wanita berbalut mukenah yang pernah ia jumpai di apartment Johan.


Johan mengisyaratkan dengan tangannya,mempersilahkan ayah dan kakak tirinya untuk duduk di sofa panjang itu.Ayah dan anak itupun duduk,disusul Johan yang duduk di sofa single lalu menyalakan rokok favoritnya dan menghisapnya


"Adel ngapain tadi disini?" tanya Marvel.


"bikinin kopi..." ucap Johan santai sambil menunjuk cangkir kopi yang ada di mejanya.


Marvel hanya mengangguk mengiyakan...meskipun ia tahu sebenarnya itu hanya modus Johan,ini sudah terlalu siang untuk secangkir kopi baru bukan.


Johan masih diam...menunggu dua tamunya ini untuk berbicara.


"apa kabar nak...." ucap Jonathan membuka pembicaraan.Johan menatap sejenak ayah kandungnya itu.


"baik.." ucapnya kemudian.

__ADS_1


Jonathan tersenyum..


"nak....hari ini papa ingin berziarah ke makam ibumu...apa kau mau pergi bersama papa...?" ucapnya kemudian.


Johan terdiam.Ya.....hari ini adalah hari ulang tahun sang mama.Johan sebenarnya sudah berencana mengunjungi makam ibunya siang ini.


"apa kau mau nak?"


"anda pergi sendiri saja...saya akan kesana sendiri nanti" ucapnya kemudian.


Jonathan tersenyum,menatap anaknya...


"baiklah nak....papa sebenarnya tau jawaban apa yang akan kamu berikan." ucap pria tua itu.


"papa akan pergi sendiri menemui mamamu....terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk papa" ucapnya lagi.


Jonathan bangkit...ia mendekati anak laki laki nya yang masih duduk di sofa dengan rokok di tangannya.


"papa pergi nak...kalau kau ada waktu ajaklah wanitamu main kerumah....papa juga ingin mengenalnya lebih jauh..." ucapnya sambil menepuk pundak Johan.


Jonathan kemudian pergi dari ruangan itu diantar Marvel,meninggalkan Johan yang masih terdiam di posisinya.


Sesampainya di luar ruangan Johan...


"sudah Vel...papa turun sendiri saja..." ucap Jonathan.


"tapi pa....."


"tidak apa apa Vel...supir papa sudah menunggu di lobby." ucap pria tua itu lagi.


Marvel mengangguk.Ia lantas mencium punggung tangan ayah tirinya itu sebagai tanda bakti.


Jonathan pun pergi meninggalkan lantai itu bergegas memasuki lift untuk turun ke lobby perusahaan.


triingg....


Tak membutuhkan waktu lama,pria itu sudah sampai di lobby perusahaan.Jonathan berjalan menuju pintu keluar.....tiba tiba langkahnya terhenti melihat seorang gadis berhijab berjalan terburu buru dengan membawa setumpuk kertas foto kopi.


Jonathan menghampiri wanita yang ia ketahui sedang dekat dengan anak kandungnya itu.


"selamat siang" ucapnya sesaat setelah menghampiri Adela.


Adela menghentikan langkahnya...


"selamat siang tuan" jawab Adela menunduk.Ia tahu bahwa itu adalah ayah Johan.Sekaligus pemilik perusahaan tempatnya bekerja.


"siapa namamu nak..." tanya Jonathan.


"saya Adela tuan" ucap Adela sopan.


Jonathan tersenyum


"bisa kita bicara sebentar?" tanyanya kemudian.


Adela menatap sejenak pria itu..


"sebentar tuan..." ucapnya...


Adela kemudian menatap ke segala arah mencari cari seseorang yang bisa ia mintai tolong.


"mas Bobby..." ucap Adela setengah teriak.


Bobby menoleh...Adela mendekati pria tersebut.


"mas....boleh minta tolong nggak...tolong bawakan ke ruangan pak Yoga..saya ada perlu dengan tuan Alexander.." ucapnya sopan.


Bobby menatap ke arah pria tua di sana,ia kemudian mengangguk..


"iya udah...sana gih..."


"makasih ya mas..." ucap Adela.


Ia segera menghampiri Jonathan.


"sudah?" tanya Jonathan


"sudah tuan" ucap Adela mengangguk..


Jonathan segera mengajaknya pergi dari tempat itu.Tak jauh,ia hanya mengajaknya ke cafe yang ada di seberang jalan untuk berbincang....


...----------------...

__ADS_1


BOLEH KASIH SARAN APA YANG KURANG DARI NOVEL INI.....🥰🥰


__ADS_2