
Wanita hamil itu terus menangis,kini ia tengah duduk di tepi ranjang kamarnya,sedangkan sang suami kini tengah mengeluarkan baju baju mereka dari dalam lemari.Johan yang masih di kuasai amarah itupun memasukkan pakaian pakaian itu dengan kasar ke dalam koper.
Adela menatap sendu pria tercintanya itu..
"mas....." ucapnya.
Johan tak menjawab.Ia bahkan tak berani menatap wanita itu,Adela adalah sumber kekuatan sekaligus kelemahannya.Sebesar apapun emosi menguasai dirinya,sudah dipastikan hanya wanita itu yang mampu meluluhkan hatinya dengan segala kelembutan yang Adela miliki..
Adela bangkit,dengan satu gerakan ia memeluk pinggang sang suami dengan erat.
"jangan kayak gini mas.....aku mohon....hiks...."ucapnya sambil sesenggukan.
Johan melempar pakaian yang ada ditangannya dengan gontai.Matanya menatap nanar lurus ke depan.Dadanya naik turun.Sungguh...dalam hatinya ia masih menyimpan kekecewaan yang teramat dalam pada kakak tirinya itu,tapi di sisi lain,tangisan dan air mata Adela berhasil sedikit demi sedikit meluluhkan hatinya yang mengeras.
" aku baik baik aja sayang....tolong jangan begini....aku takut..."ucap Adela lagi.
"aku nggak terima Del..." ucap Johan lirih.Ia seolah kehabisan kata kata untuk menggambarkan betapa kecewanya ia pada Marvel.
Adela melepaskan pelukannya,ia menangkup wajah berjambang laki laki dewasa itu.
"mas Marvel hanya manusia biasa mas...mungkin dia punya maksud baik.Dia nggak mau melihat kamu terus terusan menyiksa dan menghakimi orang lain sayang..." ucapnya dengan tatapan sendu.
"cobalah berfikir positif mas....nggak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekerasan" ucapnya lembut.
Johan menatap sendu pada mata wanita itu.Ia seolah sedang mencari jawaban,bagaimana bisa Adela yang seharusnya sebagai korban yang paling tersakiti justru bisa bersikap se sabar ini.
Beruntungnya Johan,ia menemukan wanita se lembut dan se sabar Adela,yang selalu bisa meluluhkan kerasnya hati dan kuatnya emosi dalam diri Johan
Johan menangkup wajah ayu itu.Menatap mata itu lekat lekat.
"kenapa kamu bisa sesabar ini?"
Adela tersenyum..
"aku ikhlas mas...selalu ada hikmah di balik semua cobaan.Kalau bukan Angga yang punya niat jahat sama aku,mungkin sampai sekarang hubungan kita nggak lebih dari CEO dan OB nya.Kalau bukan Clara yang punya rencana nyulik aku,mungkin sampai sekarang kamu belum menikahi aku mas...."
"semua sudah ada yang mengatur mas....ini semua sudah jalan cerita yang Allah tuliskan untuk kita" ucapnya lagi.
Johan masih tak bergeming,matanya tak lepas dari wajah ayu yang menenangkan itu.
Tangan Adela tergerak,satu tangannya memeluk pinggang sang suami,sedangkan satu tangannya menyentuh dada bidang berbalut kemeja itu.
"ikhlaskan ya mas....jangan diterusin lagi....aku mohon...aku nggak mau kamu seperti ini terus mas....aku takut" ucapnya dengan lelehan air mata yang kembali luruh.
"kita pergi dari sini,tapi tolong...lepas semua dendam kamu.Ikhlasin semuanya,kita mulai dari awal sayang..." ucapnya lagi.
Johan menitikkan air mata.Ia memejamkan matanya,tangannya tergerak mendekap erat tubuh yang mulai berisi itu.Merasakan ketenangan saat tangan mungil itu mengusap punggung nya dengan lembut.
"makasih sayang....makasih sudah mau jadi istriku..."
"aku juga berterima kasih mas...kamu rela melakukan apapun demi aku.Aku sangat beruntung..."
"kita balik ke apartment ya..."
"iya mas..."ucap Adela.Ya....wanita bersuara merdu itu harus ekstra sabar untuk menghadapi dan mencoba meluluhkan sifat keras Johan yang begitu mengerikan.
marah dikit urusannya nyawa boss....😩
Keduanya pun melepaskan pelukan mereka,Johan kembali memasukkan pakaian pakaian mereka ke dalam koper.
"aku bantuin mas.." ucap Adel
Johan pun mengangguk sambil tersenyum.
...****...
Sementara di tempat lain....
Di ruang keluarga di lantai dua kediaman Alexander...
Jonathan menatap tajam pada sepasang muda mudi yang kini tengah tertunduk itu.Marvel yang babak belur berkali kali meringis sambil memegangi luka luka diwajahnya itu.Sementara Selly hanya tertunduk,ia begitu malu dan ketakutan.
"sekarang jawab pertanyaan papa..!apa yang baru saja kalian lakukan di kamar?!" tanya Jonathan dengan suara tegas.
Kedua anak manusia itu diam tak menjawab.
"JAWAB....!!!" bentak Jonathan membuat Selly dan Marvel terjingkat.
"maaf pa..." ucap Marvel pelan tanpa menatap sang ayah.
"maaf?maaf kamu bilang??!kamu pikir dengan maaf bisa menyelesaikan semua kekacauan yang kamu buat ini haaahh???!!!" bentak Jonathan.
"kamu lihat sekarang....!!kamu membuat adikmu murka!dan sekarang??lihat gadis ini?!apa yang kau lakukan pada dia Marvell....!!!!"
__ADS_1
Jonathan pun ikut murka.Ia benar benar kecewa dengan anak tiri yang ia anggap dewasa itu.
ceklek....
pintu kamar Johan terbuka,
Sepasang suami istri itu keluar dari dalam kamar mereka dengan tas dan koper ditangan mereka.
Ketiga manusia itupun bangkit.
"nak...Johan,Adel...kalian mau kemana?" tanya Jonathan gusar.
Johan tak menjawab,bahkan menatap mereka pun ia tak sudi.Johan mengarahkan pandangannya ke segala arah.
Adela tersenyum,ia hendak mendekati ayah tirinya itu namun tangan kekar Johan menahannya.Johan masih mengarahkan pandangannya ke segala arah dengan tangan kirinya yang memegang erat lengan sang istri.
Adela pun mengurungkan niatnya...
"maaf pa...kita memutuskan untuk kembali ke apartment" ucap Adela lembut.
"nak...."
"pa....kita masih bisa ketemu kok.Adel akan sering sering kesini jengukin papa sama mama" ucap Adela selembut mungkin,agar tidak ada hati yang tersentil.
"jangan pergi nak....papa mohon...ini rumah kalian" ucap Jonathan memelas.
"maaf pa....Adela ikut mas Johan...kami pamit pa,mas Marvel,Selly....assalamu alaikum..." ucap Adela.
"Jhon..." ucap Marvel..
Johan dengan cepat menoleh ke arah pria itu dengan tatapan tajam.
"jangan pernah panggil gue lagi ba**sat...!!" ucapnya dingin dengan gigi yang mengetat.
Johan segera menarik tangan Adela untuk segera pergi dari rumah itu.
Jonathan lemas,ia mendudukkan bokongnya kembali ke sofa single disana.Ternyata kebahagiaannya berkumpul dengan keluarga yang lengkap tak bertahan lama.Kini sang putra kandung kembali murka dan pergi meninggalkan rumah mewahnya.
Marvel mengusap wajahnya kasar.Ini semua karena ulahnya.Ini semua karena kebodohannya.Ya Tuhan....apa yang harus ia lakukan sekarang.
Di ruang tamu...
Johan dan Adela bertemu dengan Mira yang baru saja sampai setelah melakukan penyelidikan tentang ponsel ber case bunga bunga namun tak membuahkan hasil.
"lho....lho....lho....lho......ada apa ini?kalian mau kemana?" tanya Mira heboh.
Adela dan Johan menghentikan langkahnya.Johan menatap tajam lurus ke depan tanpa ada sepercik senyuman pun di wajahnya.
Adela tersenyum.
"kami mau balik ke apartment ma...." ucapnya lembut.
"lhooo....kenapaa?" tanya Mira.Tangannya terangkat hendak memeluk menantu kesayangannya itu,namun....
"JANGAN SENTUH ISTRIKU...!!" ucap Johan dingin dengan tatapan membunuh,membuat Mira kaget dan menghentikan pergerakannya.
Adela tersenyum kaku.
"maaf ya ma...kami pamit,assalamu alaikum,"
"wa alaikum salam..." jawab Mira sedih.
Sepasang suami istri itupun pergi meninggalkan rumah itu.
Mira langsung heboh....
Ia naik ke lantai atas dengan tergesa gesa.
"paaa....papa......" teriaknya heboh.
Iya segera mendekati ketiga orang yang sedang berkumpul di ruang keluarga itu.
" pa....! Papa....! Mereka kenapa Pa?Adel sama Johan pergi paaa...."ucap Mira heboh,namun tak ada yang menjawab.
Mira menoleh ke arah Marvel .Ia seketika membelalakan matanya melihat wajah sang putra yang babak belur.Mira menutup mulutnya yang sudah terbuka. Mira segera mendekati Marvel..
"Marvel....!!!" pekiknya.
Ia pun membolak balikkan wajah sang anak dengan hebohnya.
"kamu kenapa?!kenapa babak belur begini?!!"
"Marvel nggak apa apa ma.."
__ADS_1
"nggak apa apa gimana?orang bonyok kayak gini kok bilang nggak apa apa!"
"anakmu baru saja dihajar sama Johan!" ucap Jonathan lantang,tersirat jelas kemarahan dan kekecewaan dari dalam dirinya.
"apa?kenapa?kok bisa??"
Mira makin heboh,Marvel hanya menunduk.
"dia menyembunyikan Clara,orang yang sudah berkali kali mencoba mencelakai menantumu!
" APA??!!"
"Dan yang lebih parah lagi,dia sudah melakukan hal tak senonoh pada gadis di sampingmu itu..!!"
Mira menoleh ke arah Selly yang menunduk.
wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya pelan..
"nggak....nggak mungkin....ini nggak mungkin kan?"
Mira menatap nanar pada kedua anak manusia itu.
"Marvel....jawab mama!nggak mungkin kan?ini nggak bener kan?" desak Mira sambil menggoyang goyangkan tubuh Marvel.Pria itu tak menjawab.
"MARVEL..!!JAWAB....!!"
"Selly....Selly jawab saya...!ini nggak bener kan?!nggak bener kan ini??!!" Mira makin histeris.
Selly terus menunduk sambil menangis,
Mira menggelengkan kepalanya,.
"nggak boleh....nggak bisa..!!kalian nggak bisa melakukan ini..!!kalian saudara se ayah!kalian adik dan kakak!!kalian saudara kandung.....!!!" pekiknya histeris.
"APA.....???!!!" pekik Jonathan,Marvel dan Selly bersamaan.
Mata Mira mulai buram,tubuhnya lemas,dalam hitungan detik...
buugghhh....
Mira jatuh tersungkur ke lantai tak sadarkan diri......
...----------------...
***Bolehlah kasih like vote dan komennya😭😭😭
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUA KU***...
👇👇👇👇







SANGAT DI TUNGGU LIKE VOTE DAN KOMENNYA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤********
__ADS_1