WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 20


__ADS_3

Keluarga Alexander pergi meninggalkan kediaman Tuan Alex...


Marvel ikut bersama dengan mobil papanya.


"aku merasa tidak enak dengan keluarga tuan Alex mas..." ucap Mira pada Jonathan.


Jonathan menghela nafas.


"mau bagaimana lagi....tidak ada yang bisa memaksakan perasaan seseorang bukan?" ucap Jonathan.


"Marvel....." ucap Jonathan kemudian.


"iya pa..."ucap Marvel yang duduk di kursi depan.


" apa selama ini kau tidak pernah melihat Johan dekat dengan wanita?"tanya Jonathan


Marvel tersenyum...


"papa tenang saja.Johan akan menemukan wanita yang tepat untuk dia pa" ucap marvel.


"maksudmu?" tanya Jonathan penasaran


"apa Johan sedang dekat dengan seseorang?siapa?" tanya Mira.


"nanti papa dan mama akan tau" ucap Marvel tenang.


sejenak mereka larut dalam pikiran masing masing...


"lalu bagaimana dengan mu nak?usia mu sudah sangat matang untuk menikah "ucap Mira lagi.


" iya Vel....papa sudah sangat ingin menimang cucu"imbuh Jonathan.


Marvel tersenyum tulus,menatap dalam pada pasangan paruh baya itu dari kaca mobil....


" papa dan mama doakan saja,semoga Marvel bisa segera meluluhkan hatinya"ucap Marvel lagi.


Mira dan Jonathan saling menatap.


...***...


beberapa hari kemudian.....


Disebuah bangunan tinggi menjulang bertuliskan Alexander group.....


Seorang remaja pria nampak berdiri gelisah di bawah pohon rindang sambil matanya tak lepas dari pintu depan perusahaan,tempat dimana para karyawan berlalu lalang disana.


Tenggorokannya sudah sangat kering,sedari pagi ia menunggu,hingga kini waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang.Berkali kali ia mengecek ponselnya,berharap ada pesan balasan dari seseorang yang sudah berhari hari tidak mengabarinya.Bahkan nomor WhatsApp dan semua akun media sosialnya di blokir oleh gadis manis yang kini ia tunggui di depan tempatnya bekerja itu.


"mas....mas ini sebenarnya lagi nungguin siapa sih?" tanya security disana.

__ADS_1


"saya nungguin kakak saya pak" ucap pria bernama Ardico itu.


"emang nama kakak mas siapa?dia bekerja di bagian apa?"


Ardico berfikir sejenak...


"namanya Adela pak...saya kurang tau dia bekerja dibagian apa.Kakak saya nggak pernah ngasih tau...saya taunya cuma dia bekerja disini" ucapnya lagi.


"Adela?siapa ya...?saya kok nggak hapal ya mas" ucap security itu.Ardico hanya menghela napas panjang.


Ardico,atau lebih sering disapa Dico itu kembali menatap ke arah pintu kaca yang lebar di sana.Matanya sedikit menyipit untuk memeperjelas penglihatannya...hingga netranya terfokus pada seorang wanita bersragam biru dengan hijab putih itu.


matanya sontak berbinar binar..


"mbakk....mbak. Dela.....!" teriaknya sambil melambai lambaikan tangan.Membuat beberapa orang disana ikut menoleh ke arahnya.


Adela menyipitkan matanya,ia melihat sosok yang selama ini masuk dalam daftar orang orang yang paling ia rindukan.


pria itu melangkah menuju Adela,senyumnya merekah,melihat sosok kakak yang sangat ia sayangi itu.


"mbak Dela..." ucap Dico sesaat setelah ia mendekati Adela.


"Dico...." lirih Adela.Butiran air mata sudah tumpah membasahi pipinya.Pria kecilnya yang sangat ia sayangi yang biasanya hanya bisa ia tatap melalui layar ponsel itu kini nyata ada di hadapannya.Ya...Adela memang sering telfon atau vidio call dengan sang adik.Itu ia lakukan jika Dico sedang tidak ada dirumah.Adela tidak mau jika ayah ataupun ibunya tau,ia merasa ia hanya akan menjadi beban sehingga untuk menampakkan wajahnya di layar ponsel pun ia tak berani.


Adela menangis sesenggukan,dipeluknya pria yang terpaut dua tahun lebih muda dari nyabitu dengan erat.


"mbak kangen dekk....hiks..." ucap Adela disela sela tangisnya.


Mereka saling memeluk,menumpahkan air mata,melepas rindu yang sudah lama mereka tahan.


Selly yang menyaksikan adegan haru adik dan kakak itupun ikut terharu.


" Del...kita ngobrolnya di kantin aja yuk...disini dilihatin orang"ucap Selly.Memang saat ini mereka menjadi pusat perhatian para karyawan yang sedang lewat.


Adela dan Dico saling melepas pelukan.


"kita ke kantin ya dek....sekalian makan siang" ucap Adela di sambut dengan anggukan oleh Dico.Mereka berjalan bergandengan,postur tubuh Dico yang lebih tinggi dari Adela sesekali merangkul pundak sang kakak sambil terus bercanda melepas rindu.Tanpa mereka sadari LAGI LAGI beberapa jepretan kamera hp telah berhasil menangkap momen pertemuan mereka.


...***...


Di kantin perusahaan.....


"jadi lo adiknya Adel?" tanya Selly antusias setelah Adela bercerita dan memperkenalkan nya pada Dico.Saat ini mereka di kantin untuk makan siang.


"iya mbak " ucap Dico sambil tersenyum.


"Del....lo nggak butuh calon adek ipar gitu...?gue mau daftar..." ucap Selly sambil nyengir kuda.


"paan sih lo...ganjen banget..." ucap Adela .Mereka lantas tertawa hanyut dalam obrolan mereka.

__ADS_1


sesaat kemudian...


"dek..kamu kesini sama siapa?kok nggak ngabarin mbak dulu" tanya Adela.


"lha mbak yang aneh,kenapa nomorku di blok.Semua akun sosmed ku juga.Aku kan jadi bingung mau ngabarin mbak gimana" ucap Dico dongkol.


Adela terdiam.Dia tidak merasa memblokir nomor ataupun sosial media Dico.


"mbak nggak memblokir nomor kamu dek..."


Adela kemudian mengambil ponselnya dan mengecek daftar nomor yang ia blokir.Ternyata benar,ada nama Dico disana.


"kok bisa??siapa yang memblokir?" batin Adela berfikir


beberapa detik kemudian...


Adela menipiskan bibirnya dan membuang nafas kasar.Pasti si om om sinting itu yang melakukannya.Siapa lagi?hanya dia orang lain yang pernah memegang hp Adela.


"mungkin mbak salah pencet dek.Maaf ya...mbak nggak tau" ucap Adela beralasan.


Dico mengernyitkan dahinya.


Kepencet kok sampai semua akun sosmed ke blokir,pikirnya.


"trus kamu ngapain bela belain kesini nemuin mbak?ada apa?"tanya Adela mengalihkan pembicaraan.


Dico terdiam...nampak guratan kesedihan di wajahnya.


" ada yang pengen Dico bicarain sama mbak..."ucapnya


"hari ini Dico bolehkan tidur di kost an embak"


Adela tersenyum manis.


"ya boleh lah dek" ucapnya


"mbak pesenin ojek online ya...kamu pulang duluan,biar kamu bisa istirahat,tunggu mbak pulang ya"ucapnya lagi dengan suara lembut.


" iya mbak"ucap Dico.


Sementara itu dimeja lain.....


sebuah pesan terkirim....


tring....


1pesan masuk...


"bagus....cari tau semua tentang dia...jangan sampai ada satupun yang terlewat"

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2