WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 50


__ADS_3

Mentari sudah menampakkan sinar terangnya.Kicauan burung burung menambah suasana sejuk desa yang tak terlalu padat itu.


Adela tengah sibuk memilah milah sayur mayur yang dijajakan oleh penjual sayur yang biasa mangkal di depan rumahnya.Tak lama berselang...beberapa ibu ibu datang mendekat ikut memilih sayuran yang ada di sana.


"eh Adela....belanja?" tanya bu Darmi yang baru datang.


"iya buk...."


"mau masakin suami ya?" tanya bu Darmi lagi.


Adela hanya tersenyum.


"ya iya dong buk...kan pengantin baru...." imbuh bu Yuyun


"saya itu masih nggak nyangka lo....kamu bisa menikah dengan orang kaya itu.Ya....walaupun sepertinya..umurnya jauh ya Del dari kamu...hahaha...tapi nggak apa apa...dari pada nggak laku..."ucap bu Darmi sedikit mengejek,membuat Adela mulai merasa tidak nyaman.Bu Darmi memang belum melihat langsung wajah suami Adela itu.Ia hanya tau dari beberapa tetengga jika usia Adela dan suaminya terpaut sangat jauhjauh dan bukan orang asli desa itu.


Adela mempercepat pilih pilihnya,agar segera bisa pergi dari tempat itu.


" eh Del....mending saran saya nih ya....kamu jangan mau punya anak dulu.Takutnya nanti kamu dibohongi lagi...baru beberapa bulan udah ditinggal...."ucap bu Darmi lagi.


Wajah Adela mulai menunjukkan ekspresi tidak suka.


"iya Del...dari pada nanti kamu jadi janda anak satu,kan mending jadi janda tanpa anak...bener nggak ibu ibu...." ucap bu Yuyun menambahi,dibalas dengan anggukan kepala dari beberapa ibu ibu yang lain.


Adela mulai jengah,ia hendak menjawab ucapan ibu ibu itu tiba tiba...


settt......


sebuah tangan besar memeluk pinggang ramping itu dari belakang,membuat Adela sontak menoleh dan membuat ibu ibu yang tadinya gaduh langsung diam seketika.


Johan datang dengan muka bantalnya,membuat beberapa ibu ibu menajamkan pandangannya,pasalnya Johan nampak sangat tampan dengan muka bantal seperti itu.Dengan menggunakan celana kain pendek warna biru dongker dan kaos putih tipis menerawang yang cukup longgar,sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang atletis.Sontak pemandangan itu menjadi pencuci mata yang ampuh untuk ibu ibu disana.


"mas?mas udah bangun?" tanya Adela


"hmmm......" ucap Johan sambil mengucek matanya.Johan mengecup pucuk kepala Adela dihadapan para ibu ibu itu,membuat wajah Adela memerah.


Johan mengambil beberapa jajanan pasar yang juga dijajakan oleh penjual sayur itu.Seperti kue cucur,onde onde,kui lapis dan beberapa jajanan pasar lainnya.


"pak ini semua ya..." ucapnya pada pedagang sayur itu


"baik mas..." ucap pedagang sayur itu lalu memasukkan jajanan pasar itu ke dalam kantong plastik.


"berapa semua?sama blanjaan istri saya "


"semuanya 35ribu mas...."


Johan mengeluarkan dompet tebalnya lalu memberikan selembar uang seratus ribuan untuk pedagang itu.


"kembaliannya buat bapak aja..."


"lho...tapi kembaliannya kebanyakan mas...."


"nggak apa apa,rejeki....."


"wah....terima kasih banyak mas...."


Johan hanya tersenyum,ia kembali meraih pinggang istrinya dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


"ternyata ganteng banget buk....suaminya Adel" ucap bu Yuyun.


"iya.Hmmmhh......coba kalau dia kenal sama anak saya si Tika...pasti dia milih anak saya.Anak saya mah chantiikk....."ucap bu Darmi percaya diri membuat ibu ibu disana tertawa geli.

__ADS_1


Sementara di dalam rumah...


Johan terus mengikuti langkah Adela kemanapun wanita itu pergi.Seperti saat ini,Adela yang tengah berada di dapur,Johan terus mengintili di belakang wanita itu.Pak Harun yang tengah duduk di meja makan hanya menggelengkan kepalanya melihat pasangan pengantin baru itu.


" mas ngapain sih....?mandi sana...aku bikinin kopi"ucap Adela.


"mandiin...." ucap Johan manja.


"apaan sih...iihhh...." ucap Adela sambil mencubit pinggang suaminya itu membuat Johan meringis.


"aduh...sakittt...."


"udah mandi sana...." ucap Adela lagi.


"iya sayang....bawel banget istri Johan pagi pagi" ucap Johan sambil beranjak pergi dari tempat itu.


Bu Rusmini yang juga ada disitu ikut tersenyum bahagia melihat putrinya kini bisa tertawa lepas.


Johan segera bergegas ke kamar mandi.Dico keluar dari kamar dengan seragam sekolahnya.


Adela membuatkan tiga kopi hitam dan tiga teh untuk seluruh anggota keluarga nya.Lalu meletakkan minuman minuman tersebut di atas meja makan.


Adela duduk disalah satu kursi disana sambil membawa beberapa sayuran untuk dipotong.


"pak...buk....siang ini rencananya kami akan kembali ke kota."ucap Adela.


Bu Rusmini hendak menjawab ucapan Adela tapi..


" kok buru buru mbak?pasti si om deh yang minta buru buru balik ke kota" sahut Dico dengan nada kesal.


"dek....dia bukan om kamu...jangan gitu ah.." ucap Adela.


"maaf mbak...maksudnya mas Johan."


"mas Johan punya pekerjaan yang nggak bisa lama lama ditinggal dek" ucap Adela menjelaskan.


Dico mendengus kesal.


"kalau libur sekolah,kamu bisa kok main main ke kasana,ntar biar mbak kasih alamatnya" ucap Adela sambil memotong notong sayuran yang ada di hadapannya.


"Dico....jangan seperti anak kecil begitu.Mbak mu itu sudah menikah." ucap pak Harun.


"jam berapa kamu berangkat nak?" tanya Bu Rusmini.


"habis dzuhur buk" ucap Adel.


Johan datang dengan wajah yang lebih segar,dengan menggunakan celana pendek dan singlet warna abu abu,Johan duduk di tengah tengah antara Adela dan sang istri.


"baru mandi nak?" tanya bu Rusmini basa basi.


"iya buk..." jawab Johan sambil tersenyum.


Adela menyodorkan kopi untuk suaminya.


"thank you" ucap Johan sambil tersenyum menatap wajah Adela.Adela hanya membalas senyuman.


Johan menyeruput kopi buatan wanita itu.Kini kopi buatan Adela adalah kopi paling nikmat baginya.


Johan meletakkan cangkir kopi tersebut.Ia menoleh ke arah Dico yang sedari tadi mengamatinya.


"kenapa lo?" tanya Johan cuek.

__ADS_1


"mbak....mbak nggak sakit kalau dipeluk suami mbak?badannya gede banget..." ucap Dico polos.Ia kini menekan nekan lengan kekar Johan dengan jari telunjuknya.


"uhuuukkkk..." pak Harun sampai tersedak mendengar ucapan anak bungsunya itu.


"Dico....yang sopan.." tegur pak Harun


"nggak apa apa kok pak" ucap Johan tenang.


"justru badan gede kek gue pelukannya anget tau..." ucap Johan percaya diri.


"kalo nggak percaya tanya aja sama kakak lo..dari semalem nemplok mulu nggak mau lepas" ucap Johan sambil memasukkan jajanan pasar yang ia beli tadi ke dalam mulutnya.Adela membelalakkan matanya,wajahnya merona merah seketika.


"mas....ngomong nya..." ucap Adela dengan malu setengah mati.Ia menundukkan pandangannya.


Pak Harun dan Bu Rusmini hanya tersenyum senyum dengan tingkah anak anak dan menantunya itu.


"Dico...sudah siang..cepat berangkat sekolah sana.Nanti kamu telat" ucap pak Harun.


Dico bangkit dari duduknya,kemudian mengdekati sang ayah dan meraih tangan pria paruh baya tersebut,lalu mencium punggung tangannya.Kemudian beralih ke ibu,kakak,dan kakak ipar nya.


"Dico berangkat.Assalamu alaikum"


"wa alaikum salam "


Seperginya Dico.


"mas Dika mana pak?" tanya Johan pada pak Harun.


"dia kalau jam segini masih tidur,hari ini dia dapat shift malam "ucap pak Harun.


Johan teringat sesuatu.Ia bangkit dari duduk nya lalu menuju ke kamarnya.Tak berselang lama,ia kembali dengan membawa sebuah map hijau.


" pak...."ucap Johan setelah ia kembali duduk di kursinya.


Johan menyodorkan map yang ia ambil dari kamar.


Pak Harun dan bu Rusmini saling menatap.


"apa ini nak?"


"itu adalah sertifikat sawah yang saya beli untuk bapak."


"mulai sekarang bapak bisa menggarap sawah bapak sendiri.Semua sudah atas nama bapak" ucap Johan.


Pak Harun nampak kaget,ia saling melempar pandangan dengan istrinya.


Pak Harun membuka map tersebut,nampak lah sebuah sertifikat atas nama dirinya.


Adela tersenyum,ia diam diam meraih telapak tangan suaminya sambil memeberikan sebuah senyuman yang penuh arti,seolah ia ingin mengatakan banyak banyak terima kasih atas pemberian itu


"apa ini tidak berlebihan nak?" tanya bu Rusmini.


"ini tidak seberapa dibandingkan restu bapak dan ibuk yang sudah mengizinkan saya menikahi Adela" ucap Johan tulus.Membuat pak Harun dan bu Rusmini semakin terharu.


"terima kasih banyak nak....kami benar benar menitipkan Adela pada orang yang tepat." ucap pak Harun terharu sekaligus sedih.


Sungguh,ia sangat menyesali semua perbuatannya kepada putri nya itu.Ia merasa sangat malu,putri yang dulu sering ia katai gila,tak berguna,tak tahu balas budi dan lainnya,justru kini ia lah yang dapat memberikan perubahan dalam keluarga sederhananya itu.


...----------------...


***BOLEH KASIH LIKE,KOMENT VOTE NYA.JANGAN LUPA DI KLIK FAVORITE NYA YA......

__ADS_1


DITUNGGU HADIAH BUNGA DAN KOPINYA🥰🥰🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2