
Sore menjelang.....
Para karyawan Alexander Group sudah mulai berhamburan meninggalkan gedung tinggi itu.Begitu juga Adela dan Selly.
Kedua gadis ini dengan langkah cepat meninggalkan perusahaan tempat mereka bekerja.Mereka ingin segera pulang,mereka benar benar tidak nyaman dengan tatapan dan gunjingan gunjingan para karyawan disana
Selly segera melesatkan motornya meninggalkan tempat itu.Sepanjang perjalanan Selly tak henti hentinya menggerutu mengingat perlakuan karyawan karyawan itu pada Adela.
Sementara Adel,ia sibuk dengan pikirannya sendiri.Apa yang akan terjadi setelah ini?apakah dia akan jadi bulan bulanan para pembully seperti dulu saat ia masih dikampung?rasanya ia tidak sanggup jika harus mengalaminya lagi.Adela memejamkan matanya.Tanpa ia sadari setetes air bening jatuh dari pelupuk matanya.
30 menit perjalanan,motor matic putih itu sampai di depan sebuah kost putri yang cukup sederhana itu.Selly mematikan mesin motor nya.Ia menoleh ke arah belakang,Adela hanya diam tanpa pergerakan,seolah tak punya niat untuk turun dari motornya.
"Del...kita udah sampai....lo nggak turun?" pertanyaan Selly membuyarkan lamunan Adela.
"eh....oh....iya...." ucapnya kaget.Ia kemudian turun dari motor.
Saat Adela hendak membuka helm nya
"ssttt....." Selly memberi isyarat pada Adel sambil mengadahkan dagunga ke arah kamar kost Adel.Nampak seorang wanita paruh baya di sana.
Itu ibu kost.Ada apa ibu kost kesini?
Adela mendekat,menghampiri wanita paruh baya itu.
"assalamu alaikum" sapa Adela lembut.
"wa alaikum salam" jawab ibu kost yang bernama Siti itu lembut sambil tersenyum.
Adela mencium tangan ibu kost,hal yang selalu ia lakukan kepada bu Siti.Adela sudah menganggap bu Siti seperti ibu nya sendiri.Adela lantas duduk di samping bu Siti.
"kok tumben ibu kesini?ada perlu apa bu?saya nggak telat kan buk bayar kost nya?" tanya Adela lembut
Bu Siti tersenyum.Ia menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"nggak nak...kamu nggak telat bayar kost kok.Ibu kesini karena ada hal yang ingin ibu sampaikan"
"ada apa buk?"
Bu Siti menarik nafas dalam.Ia lantas mengambil ponsel miliknya kemudian memperlihatkan sebuah foto yang ada di ponselnya.Foto yang sama dengan foto yang beredar di kantor tempatnya bekerja.Adela terkejut,sepersekian detik seolah nafasnya terhenti.Apa lagi ini?
"nak.....apa benar yang di foto ini adalah kamu?"tanya bu Siti dengan hati hati.
Mata itu kembali mengembun.Entah sudah yang keberapa kalinya sepanjang hari ini.Tangan Adela tergerak memegang tangan bu Siti.
" buk...ibuk percaya kan sama saya?ini nggak seperti yang ibu pikirkan"ucap Adela memelas.Entah dengan apa lagi ia harus mengatakannya.Tidak ada yang mau mendengar penjelasannya.Mereka sudah terlanjur percaya dengan foto foto yang mereka lihat.
Bu Siti menatap sendu gadis berhijab itu.
"ibu percaya nak...sangat percaya....ibu yakin kamu anak yang baik nak" ucap bu Siti.
"tapi......" ucap bu Siti menggantung.Adela menatap bi Siti lekat lekat.
"ibu minta maaf,foto foto ini sudah tersebar ke hampir semua penghuni kost ini nak.Begitu juga ibu ibu di sekitar sini.Ibu tidak tau siapa pengirimnya,ibu juga tidak tau dia mendapatkan nomor hp kami dari mana.Tapi....sedari pagi ibu sudah mendapatkan teguran dari warga sekitar sini,mereka meminta kamu untuk pergi dari sini nak"
Adela tercengang.Entah apa yang ada di pikiran nya saat ini.Kenapa ini terjadi padanya?apa salahnya?siapa yang melakukannya?jika benar Angga,kenapa ia setega ini padanya?lalu kemana ia harus pergi jika ia benar benar di usir dari kost an itu.?Semua pikiran itu berkecamuk dalam diri Adela.Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.Ia begitu bingung sekarang.
"ibu minta maaf nak....sebenarnya ibu sangat berat mengatakannya,tapi semua penghuni disini mengatakan hal yang sama nak.Katanya mereka pernah melihat kamu pulang subuh dengan di antar pria bermobil mewah.Kamu juga pernah di antar pulang seorang pria dalam kondisi luka luka,apa itu betul nak?" tanya bu Siti lagi sambil menelisik wajah Adela yang memang luka memarnya belum sepenuhnya hilang.
Adela menarik nafas panjang.Mencoba menetralkan ekspresi dan pikiran nya.Ia kemudian mencoba tersenyum untuk menjawab pertanyaan yang dirasa menyudutkannya itu.
"iya buk....itu benar" ucap Adela.Bu Siti nampak terkejut dengan pengakuan Adela itu.
"tapi itu tidak seperti yang mereka pikirkan.Tidak terjadi apapun diantara kami buk.Dia hanya atasan Adela.Ada sesuatu hal yang tidak bisa Adela ungkapkan pada ibuk." ucapnya
"tidak semua masalah Adela orang lain harus tau kan buk?" ucapnya lagi.Kini butiran Kristal itu pun tak terbendung lagi.Adela sudah tidak bisa menahannya lagi.Entah harus dengan cara apa lagi ia meyakinkan orang orang bahwa ini tak seperti yang mereka lihat.
"ibu minta maaf nak.Ibu benar benar minta maaf...ibu tidak bisa menolongmu saat ini.Ibu mohon,kamu segera tinggalkan tempat ini.Ibu beri waktu kamu sampai besok sore.Kamu bisa berkemas kemas dulu,kamu bisa cari tempat kost yang baru..." ucap bu Siti sambik mengusap punggung Adel yang kini mulai sesenggukan.
__ADS_1
"ibu permisi nak...assalamu alaikum" ucap bu Siti kemudian pergi dari tempat itu.
"wa alaikum salam" ucap Adela lirih,nyaris tak terdengar.
Seperginya bu Siti,tangis itu semakin pecah.Ia semakin sesenggukan melampiaskan kesedihannya.
Kemana dia harus pergi sekarang??
Adela terus menangis ditemani angin malam yang mulai berhembus.
Tak jauh dari tempat nya saat itu,seorang wanita cantik menatap puas pada gadis yang tengah terpuruk itu.
"selamat menikmati kehancuran lo perempuan sampah....menangislah...dan bersiaplah untuk besok.Karena akan ada sesuatu yang lebih mengejutkan dari pada ini"ucap Clara menyeringai.,ia kemudian menutup kaca mobilnya dan melesat meninggalkan tempat itu.
...***...
Selly keluar dari kamarnya saay mendengar tangisan Adela..
" Adel...!"
Selly segera berlari mendekati sahabat nya itu.
Selly memeluk Adela dengan erat,membiarkan Adela menumpahkan segala kesedihannya.Sellybmengusap lembut punggung Adela
"semua akan baik baik aja Del....." ucapnya mencoba menenangkan.
Adela sedikit menjauhkan tubuhnya dari Selly.Ia menatap sahabat nya itu dengan tatapan sendu.
"gue di usir Sell...hikss....." ucap Adela dibarengi dengan tangisan.
"apa?!" tanya Selly terkejut.
"gue harus gimana sell....gue harus kemana??gue bingung...!!" ucapnya frustasi.Selly kembali memeluk sahabat nya itu.Adela menangis sejadi jadinya.
__ADS_1
"lo tenang ya...besok kita cari kost an buat lo.Semua akan baik baik aja Del...percaya sama gue...."