
Mentari masih belum berani menampakkan cahayanya....
Wanita yang telah bersuami itu kini tengah bersimpuh di atas sajadahnya.Dengan mukenah berwarna ungu yang merupakan warna favoritnya,mukenah yang diberikan Johan sebagai salah satu mas kawin untuk meminang wanita ayu itu.Adela kini begitu khusyuk melantunkan ayat ayat suci Al Quran setelah ia selesai melaksanakan solat subuhnya.....
Suara merdunya menggema ke seluruh penjuru kamar mewah itu.Kamar yang biasanya hanya dipenuhi kesunyian.
Tanpa Adela ketahui seorang laki laki yang sejak semalam sudah berhasil membuatnya sulit berjalan itu tak henti mengamati dan menikmati setiap alunan ayat ayat Allah yang Adela lantunkan.Dengan tubuhnya yang bertelanjang dada,hanya menggunakan boxer,ia memeluk gulingnya,Johan memejamkan matanya,menikmati indahmya suara wanita yang sangat ia cintai itu.
Adela telah selesai dengan ibadahnya,ia kemudian melipat perlengkapan solatnya dan meletakkan di sebuah sofa single tak jauh dari tempatnya beribadah.
"mas...udah bangun?" tanya nya lembut pada suami nya itu.
Johan kembali merebahkan tubuhnya.Meminta istrinya mendekat dengan menggunakan kode tangannya..
"udah pagi mas....mandi sana...kamu nggak ke kantor?"ucapnya lembut,Adela lantas mendudukkan bo**ngnya di sisi ranjang,di samping suaminya.
Johan bangkit,ia duduk di samping istrinya,lalu memeluk pinggang ramping itu.Satu kecupan singkat mendarat di pucuk kepala wanita ayu itu.
" aku nggak mau jauh dari kamu sayang...."ucapnya yang kini mulai mendusel di ceruk leher istrinya itu,membuat bulu kuduk Adela meremang.
Sebelah tangan Adela tergerak mengusap lembut wajah tampan suaminya itu.
"katanya kemarin kerjaannya numpuk?"
Johan mendengus kesal.
"kapan kapan....aku mau kamu ikut aku ke kantor" ucap Johan.
Adela beringsut menghadapkan tubuhnya berhadapan dengan suaminya.
"aku?"
"iya...kamu kan istrinya Johan.Tapi nggak sekarang...kamu jalannya belum bener" ucap Johan tersenyum,tangannya terangkat mengusap lembut pipi Adela.
Adela terdiam sejenak...
"aku takut mas ke kantor kamu..."
"kenapa?"
Adela hanya menunduk.Johan menyentuh dagu Adela ,mengangkat wajah wanita itu agar menatap dirinya.
"kamu adalah pemilik perusahaan itu.Kamu bagian dari keluarga Alexander sekarang...nggak ada yang berani bully kamu lagi disana..." ucap Johan meyakinkan.
Adela menatap dalam suami tercintanya itu.
"mau ya..." bujuk Johan.
"tapi berangkat nya bareng kamu ya...." ucap Adela memberikan persyaratan.
"iya....mau di gendong sekalian juga boleh...." ucap Johan dengan sedikit menggoda.
Adela tertawa ringan.
"ya nggak digendong juga.....hihihi...."
__ADS_1
Johan tersenyum...mengacak pelan rambut Adela.
"makasih sayang...kamu benar benar membuat kehidupanku berwarna sekarang...."
"iya...aku juga berterima kasih sama kamu....kamu mau menerima aku dengan segala kekuranganku..."
"buatku nggak ada kekurangan dalam diri kamu...kamu adalah ciptaan Tuhan paling sempurna yang pernah ku kenal..." ucap Johan tulus
Sejenak mereka hanyut dalam tatapan mata yang mendalam itu.
Adela mengatupkan kedua tangannya di samping pipinya.
"ouuhhhh....cuaminya Adel co cweet....." ucapnya dengan ekspresi bak anak kecil yang sangat menggemaskan
Johan tersenyum lebar melihat ekspresi Adela.
"udah mandi sana....bauukk..." ucap Adela sambil mendorong pelan tubuh kekar disampingnya itu.
Johan pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Adela mempersiapkan pakaian kerja untuk suaminya tersebut.
Setelah selesai Adel bergegas menuju dapur.Dengan sedikit susah payah berjalan,akhirnya Adela sampai di dapur apartment tersebut.Bi Marni sudah ada di sana memasak masakan untuk sarapan tuan dan nyonya barunya tersebut.
"selamat pagi nona..." sapa bi Marni sopan.
"selamat pagi bik...." jawab Adela hangat.
Adela bergegas mengambil toples kaca berisi kopi itu.
"ini nasi goreng kesukaan tuan muda nona" jawab bi Marni.
"oh ya?mas Johan suka nasi goreng?" tanyanya antusias.
Memang Adela tidak tahu makanan dan hal hal favorit Johan,karena mereka kenal sebelum menikah pun juga dalam waktu yang cukup singkat bukan?
"tuan suka semua makanan yang pedas nona.Tapi tuan tidak suka sayur..." ucap bi Marni.Adela hanya mengangguk.Ia pun kembali melanjutkan aksi bikin kopinya.
kurang lebih 10 menitan Johan keluar dari kamar nya dengan pakaian kerja yang sudah rapi.Adela tersenyum menatap laki laki yang kini sudah menjadi miliknya seutuhnya itu.Johan duduk di salah satu kursi di meja makan tersebut.Adela bergegas membawakan kopi yang ia buat tadi untuk suami tercintanya.
"selamat pagi suaminya Adel..." ucapnya riang membuat Johan tersenyum menyambut belahan jiwanya itu.
"secangkir kopi untuk suaminya Adel biar nggak ngantuk kalo di kantor..." ucapnya manis sambil meletakkan secangkir kopi itu di depan suaminya.Adela duduk di sebuah kursi di samping Johan.
"makasih istrinya Johan..." balas Johan dengan senyum sumringahnya.
Bi Marni yang melihat pemandangan itu pun ikut tersenyum.Pasalnya selama bertahun tahun bekerja dengan tuan mudanya itu ia tak melihat Johan bersikap manis menjurus ke lebay seperti saat ini🤣
maklum ya bik...penganten baru...anggap aja wajar🤣🤣🤣🤣
"masih sakit?" tanya Johan pelan agar tak terdengar ART nya itu.
"hmmm?" Adela yang kurang memperhatikan itu mencoba bertanya kapada suaminya apa maksud pertanyaannya tadi.
"tuuhh...." ucap Johan dengan mengarahkan pandangan nya ke sarah bawah perut Adela itu.
__ADS_1
Wajah Adela memerah,ia menunduk malu mengingat pertempuran mereka semalam.
Johan mendekatkan wajahnya ke telinga istrinya.
"makan yang banyak...ntar pulang kantor kita perang lagi..." ucapnya berbisik.Adela menoleh ke arah Johan...lalu mencubit gemas paha pria berbadan tegap itu membuat Johan sedikit kaget.
"iih...nggak usah dibahas...ada bik Marni..." ucap Adela malu malu.
"untung bik Marni nggak tinggal disini...coba kalau tinggal...dia pasti nggak bisa tidur semalam....kamunya berisik banget...." ucap Johan santai membuat wajah Adela semakin memerah.
"maaaaasss.....udah...aku maluu..." rengek Adela membuat Johan semakin bahagia.
Johan mengusap gemas pipi wanitanya itu.Ia kemudian menyeruput kopi buatan sang istri.
Tak lama menunggu,bi Marni mendekati meja makan membawakan sarapan yang sudah ia buat untuk dua majikannya tersebut.
"silahkan nona..tuan..." ucapnya.
"makasih ya bik..." ucap Adela.
"sama sama nona" ucapnya sopan.Bi Marni merasa sangat senang Johan menikah dengan Adela.Selain cantik,wanita itu juga baik dan ramah.
Bi Marni pergi meninggalkan dua majikannya tersebut lalu menuju dapur untuk bersih bersih di sana.
Seperginya bi Marni,Adela bangkit dari duduk nya,ia mengambil piring di hadapan Johan lalu mengisinya dengan nasi goreng yang masih panas tersebut untuk suami tercintanya.
"silahkan tuan.." ucapnya manis.
Johan tersenyum.Moment ini persis seperti saat pertama Adela makan di meja makan ini,saat Johan membawa gadis yang hampir dip**kosa itu ke apartment nya.
Seketika ekspresi wajahnya berubah.
Ia teringat sesuatu....ia masih punya satu tawanan di kota ini.Tawanan yang sudah lama ingin ia lenyapkan.
"mas...ada apa?" tanya Adela saat melihat mimik wajah suaminya yang tiba tiba berubah.
Johan tersenyum...
"nggak apa apa..." ucapnya.
"ayo sarapan...."
Adela tersenyum.
Sepasang pengantin baru itupun menikmati sarapan mereka....
...----------------...
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤***