WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 115


__ADS_3

***sebelum baca jangan lupa di like komen & vote ya....


jangan lupa bunganya😍


❤❤❤❤


sekalian ijin promo ya.....


jangan lupa mampir di novel keduaku


👇👇👇👇👇**




Terima kasih❤❤


...----------------...


Lamborghini merah itu melesat menembus jalanan kota yang


cukup lengang.Adela sedari tadi tak henti menatap sang suami dengan tatapan menyelidik.


"kamu kenapa sih sayang?" tanya Johan tanpa menoleh.


"tadi itu siapa sih mas...kok kamu kayaknya nggak suka baget sama mereka" tanya Adela.


"mereka orang tuanya Clara" ucap Johan


"oh ya..." ucap Adela.


"kamu jangan deket deket ama mereka.Aku nggak suka" ucap Johan dengan mimik wajah tegas


Adela tersenyum...


"iya papa...." ucapnya sambil mencubit pipi sang suami.


"ngomong ngomong gimana ya kabar Clara sekarang mas..." tanya Adela.


"aku nggak tau dan aku nggak peduli"ucap Johan.


Adela menatap intens ke arah suaminya itu.


" kamu udah melepaskan dia?"


"karena permintaan kamu sayang...meskipun sebenarnya aku masih belum sepenuhnya rela melihat dia bebas berkeliaran di luar sana setelah semua yang dia lakukan ke kamu" ucapnya.


"kamu nggak perlu mengadili dia mas....biar tangan Allah yang bekerja.." ucap Adela.


Johan mengusap lembut kepala berbalut hijab itu.


Dua puluh menit kemudian,mobil itu sampai di sebuah rumah sakit besar di kota itu.


Sepasang suami istri itupun turun dari mobil dan berjalan bergandengan menuju ruangan dokter kandungan setelah sebelumnya sudah membuat janji melaluu sambungan telfon.


tok...tok...tokk....


"masuk" ucap seorang dokter wanita dari dalam ruangannya.


Sepasang suami istri itupun masuk ke dalam ruangan tersebut.Dokter dengan name tag Vera itu pun berdiri mengulurkan tangannya menyambut kedatangan pasienny tersebut.


"nyonya Adela,tuan Johan....apa kabar..."


"baik dok" ucap Adela sambil menyambut uluran tangan dokter Vera.Begitu juga dengan Johan.


"silahkan duduk..." ucap dokter berusia empat puluh tahunan itu.


Adela dan Johan pun duduk di kursi didepan meja kerja sang dokter.


"wah....bu Adel....makin hari makin terlihat cantik" ucap sang dokter memuji.


"dokter bisa aja..."


"bener lo buk....ibuk makin kelihatan cantik."


Adela hanya tersenyum,sementara Johan,ia hanya diam sambil mendengarkan obrolan dua wanita itu.


"bisa kita mulai pemeriksaannya?" tanya dokter Vera.


"bisa dok..." ucap Adela.


"mari buk...silahkan berbaring disana" ucap sang dokter sambil mengarahkan Adela untuk tidur di ranjang pasien.


Adela pun menurut,ia berbaring di ranjang pasien itu dengan Johan yang duduk di kursi di samping ranjang tersebut.Dokter Vera mulai mengoleskan sejenis gel ke perut buncit itu.Lalu menggerakkan transducer ke perut Adela hingga nampaklah kondisi janin dalam perut Adela itu di layar yang ada disana.Adela dan Johan tersenyum,itu calon anak mereka,.


"waah...sepertinya bapak dan ibuk akan memiliki bayi kembar..." ucap sang dokter.


Adela dan Johan membelalakkan mata.Sepersekian detik kemudian,mereka tersenyum bahagia.


"yang bener dok?" tanya Adela.


"iya ibuk....seperti nya janin dalam perut ibu ini sepasang."

__ADS_1


"Alhamdulillah...." ucap Adela penuh syukur,ia menatap haru pada layar monitor itu.


Johan tersenyum bahagia,ia berkali kali mengecup punggung tangan istrinya sambil terus menatap haru pada layar yang memperlihatkan gambar sang jabang bayi.Ia akan jadi seorang ayah.Ayah dari dua orang Johan junior...sungguh sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelummya.


Dokter mengakhiri kegiatannya dengan alat canggih itu .Adela pun turun dari ranjang dengan perlahan dibantu oleh Johan.Merekapun kembali duduk ke kursi di depan meja sang dokter.


"janinnya sangat sehat buk...babynya juga aktif"


"dijaga baik baik ya pak ibuk Adela nya,,jangan sampai stress,jangan sampai bekerja yang terlalu berat.Istirahat yang cukup dan jangan lupa makan makanan yang bergizi"


"iya dok..." ucap Johan.


"ini vitamin vitaminnya,jangan lupa diminum ya buk..."ucap sang dokter sambil memberikan beberapa jenis obat pada Adela


"makasih dok..."


"kalau begitu kami permisi,assalamu alaikum"ucap Adel kemudian


"wa alaikum salam"


Sepasang suami istri yang begitu berbahagia itupun pergi meninggalkan tempat tersebut.


...****...


Malam hari....


Di salah satu kamar di rumah kediaman keluarga Alexander...


Selly yang baru saja keluar dari kamar mandi,ia kemudian duduk di sisi ranjang di samping sang suami.


"tuan..." ucapnya.


Marvel yang tengah fokus dengan game nya pun menoleh ke arah wanita yang kini telah menjadi istrinya tersebut.Marvel mematikan ponselnya.


"ada apa?" tanyanya.


"apa saya boleh tau...dimana mama saya?" tanya nya,wanita itu tak pernah sekalipun lupa pada mamanya.Ia selalu memikirkan keberadaan wanita yang telah melahirkannya itu.Entah dimana ia sekarang,masih hidup ataukah sudah mati.


Marvel menghela nafas,ia mendekatkan tubuhnya pada Selly,membuat wanita itu berdebar.Marvel menatap intens pada wanita yang kini tengah menunduk itu.


"dia baik baik aja.Apa lo mau ketemu sama dia?" tanya Marvel.


Selly menoleh ke arah Marvel.


"saya mau tuan..." ucap Selly.


"gue bukan tuan lo Sell....gue suami lo sekarang"


"trus saya harus panggil apa?"tanya Selly polos.


Marvel tersenyum..


Selly nyengir..


"kok saya geli ya tuan...."


Marvel terkekeh...


"kok geli sih....gue suami lo....lo nggak boleh manggil gue tuan lagi" ucap Marvel dengan tangan yang tergerak menyelipkan beberapa helai rambut Selly ke belakang telinga wanita itu.


Selly menegang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Marvel.


"dia suami gue sekarang....raganya milik gue....tapi hatinya milik Clara" batin Selly.


Selly menatap dalam pada laki laki di hadapannya itu.


Marvel tersenyum...


"kenapa lihatin gue kek gitu?kagum ya...sama ketampanan suami lo..."


Selly tertawa renyah...


"makasih sayang....lo udah mau ngasih gue kesempatan untuk bertanggung jawab.Gue janji....gue akan selalu berusaha jadi suami yang baik buat lo..." ucap Marvel tulus


"maafin saya tuan...."ucap Selly.


" maaf untuk apa?"


"karena saya tuan harus merelakan perasaan tuan pada Clara...."


Marvel semakin mendekatkan tubuhnya pada wanita imut itu.


"Selly....dengerin gue...." ucapnya,ia kembali menggerakkan tangannya kini mengusap pipi mulus itu dengan lembut.


"gue memang suka sama Clara...tapi....sekarang gue suami lo.Gue milik lo sekarang" ucapnya.


Sebelah tangannya tergerak meraih tangan Selly dan membimbingnya untuk mengusap wajah berjambang miliknya.Sedangkan satu tangannya masih fokus pada pipi mulus itu.


"ini semua milik lo Sell...!lo berhak atas gue..!lo berhak melakukan apapun yang lo mau sama tubuh gue...!"ucapnya lagi.


" terus gimana sama hati tuan..?apa itu juga punya saya sekarang?saya tau tuan....raga tuan memang milik saya,tapi hati tuan milik Clara"ucapnya lirih.Matanya kembali mengembun.


Marvel menatap intens mata yang nampak sendu itu.Marvel semakin mendekatkan wajahnya,membuat hidung keduanya hampir menempel.

__ADS_1


"gue akan selalu berusaha memberikan semua yang gue miliki buat lo Sell.Termasuk hati dan nyawa gue.Gue nggak akan biarin lo kecewa,gue nggak akan biarin lo nangis karena gue...!gue janji..!gue akan pelan pelan hapus nama Clara dari hidup gue...!dan akan gue ganti dengan nama lo" ucapnya begitu tulus dengan tatapan mata yang tak lepas dari netra sendu yang mulai berair itu.


Marvel tersenyum...


cup....


satu kecupan lembut mendarat di kening Selly.


"i love you...i will always love you...." ucapnya penuh keyakinan.


Selly mencoba tersenyum.Ia mencoba untuk percaya pada kata kata manis itu.Meskipun ia ragu,apakah akan semudah itu Marvel menepati ucapannya tadi??


Entahlah,Marvel sekarang adalah suaminya,sebisa mungkin ia harus bisa berfikir positif terhadap laki laki itu.


Selly menoleh ke arah jam dinding.


"udah malem tuan..." ucap Selly.


"terus...?" tanya Marvel sambil tak henti menatap mata Selly.


"tidur..." ucap Selly polos.


"yakin?nggak bikin dedek dulu?" ucap Marvel menggoda.


Selly membelalakkan matanya.Sepersekian detik kemudian wajahnya nampak merona malu.


"lo nggak pengen bikinin ponakan buat Adel ama Johan?"


Selly semakin merona malu.


"tuan apaan sih ngomongnya....." ucapnya tanpa berani menoleh ke arah suaminya.


Marvel terkekeh,tangan besarnya tergerak merengkuh pinggang ramping sang istri,namun baru saja ujung jarinya bersentuhan dengan pinggang Selly,wanita itu sudah berteriak sembari berjingkat kaget.


"lo kenapa?!" tanya Marvel heran.


"kaget...!tuan tangan nya jangan jelalatan dong...!" ucap Selly ngegas.


"kok jelalatan sih...gue laki lu...!" ucap Marvel tak kalah nyolot.


"ya tapi jangan gitu dong..!ngomong dulu..!saya kaget..!" ucap Selly masih ngegas.


"banyak omong lo...!"


Dengan satu gerakan Marvel mengangkat tubuh Selly dan meletakkan tubuh mungil itu di tengah tengah ranjang,membuat Selly memekik kaget dengan ulah sang suami.Marvel tak peduli,ia mendekap pinggang ramping itu dengan kedua tangannya,sedangkan kepalanya ia letakkan di atas dada Selly,lalu kedua kakinya mengapit erat kaki Selly.Membuat wanita itu tak bisa bergerak sama sekali.


"tuan..!lepasin..!"


Marvel tak bergeming...


"tuan...!"


masih tak bergeming...


"Ya Allah orang tua....gue nggak bisa nafas!badan lo gede banget tolong...!" ucap Selly kesal.Ia benar benar kesulitan bernafas lantaran tubuh mungilnya di dekap erat bak guling oleh badan kekar Marvel.


Marvel mengulum senyum mendengar kalimat itu,tapi ia masih tak mengubah posisinya.


"tuann......."


"Allahu akbar Ya Robb....!gue bisa mati di malam pertama gue...!" ucap Selly makin kesal.


Marvel semakin tak bisa menahan tawanya.Ia pun melepaskan tubuh mungil itu,membuat Selly bernafas lega.


"berisik tau nggak lo..!kalo mama denger di kira gue main kasar ama lo di malam pertama..!" ucap Marvel dengan nada yang dibuat kesal.


Selly tak menjawab.


Marvel memposisikan tubuhnya tidur miring di samping Selly,tangannya kembali tergerak memeluk pinggang sang istri.


"tidur..!nggak ada malam pertama malam ini...!gue capek" ucapnya dengan mata terpejam.


Selly tak menjawab,jujur ia begitu tegang saat ini.Meskipun ia pernah berhubungan badan dengan Marvel,tapi itu terjadi saat Marvel dalam kondisi mabuk bukan.Berbeda dengan saat ini,pria itu memeluknya dalam kondisi sadar.Selly mendongak menatap wajah suaminya yang sudah memejamkan matanya itu.Pria itu walaupun terpaut hampir lima belas tahun darinya tapi masih terlihat sangat tampan.Selly tersenyum menatap keindahan ciptaan Tuhan itu.


"aku ingin memilikinya seutuhnya Ya Robb" batinnya.


Selly pun mendekatkan kepalanya ke dada bidang Marvel.Ia kemudian ikut memejamkan matanya.




...****...


Di tempat lain....


Di sebuah club malam.


wanita itu frustasi,ia tak henti meracau asal sambil menegak minuman dari dalam botol yang ada di tangan nya.


"lo semua jahat..!lo semua ninggalin gue cuma demi perempuan perempuan kampung itu...!!" ucap Clara yang tengah mabuk.


"kalian lihat aja....!!harus ada yang bertanggung jawab atas kesedihan gue ini...!kalau gue nggak bahagia...lo semua juga nggak boleh bahagia....!!" teriaknya.

__ADS_1


Ia kembali menenggak minumannya.Wanita itu benar benar sudah gila.Ia akan melakukan apapun untuk membalas sakit hatinya.Entah apa yang akan ia perbuat setelah ini.


...----------------...


__ADS_2