
Adela duduk berhadapan dengan tuan Jonathan.
Pria itu sedari tadi nampak diam dan terus mengamati Adela yang menunduk.
"Adela..."ucap Jonathan kemudian.
" saya tuan..."jawab Adela sopan.
"boleh saya bertanya?"
"silahkan tuan...."
Jonathan diam sejenak,menatap wanita dihadapan nya....
"sejauh mana hubunganmu dengan putra ku" ucapnya.
Adela reflek mengangkat kepalanya,menatap pria yang kini ada di hadapannya.
Adela kembali menunduk
"maksud tuan?" tanya Adela sedikit takut.
"apa kalian memiliki hubungan yang lebih dari sekedar pekerjaan?" tanyanya lagi.
Adela meremas ujung seragamnya,menyalurkan rasa takutnya.Sungguh,ia sadar bahwa ia sangat tidak sepadan dengan putra Alexander itu...ia takut mendapat penolakan atau bahkan cacian dari tuan Alexander,seperti yang ia alami beberapa hari lalu oleh Clara.
Adela terus menunduk,nampak jelas ekspresi takut pada wajah cantiknya.
"jangan takut nak....saya bukan orang yang akan menentang hubunganmu dengan putraku" ucap Jonathan kemudian,membuat Adela sontak menatap wajah pria itu.
"kau tau....jika dirimu adalah orang yang bisa membuat putraku bahagia,bisa membuat putraku tersenyum,bangkit dari keterpurukan akan lukanya dimasa lalu...maka aku adalah orang pertama yang akan merestui kalian" ucapnya lagi.Matanya menatap jauh kedepan.Bayang bayang akan Johan kecil yang terpuruk atas kepergian ibunya kembali terlintas dalam pikirannya.
"saya sadar....selama ini saya tidak pernah bisa membahagiakan dia.Saya sadar,bahwa semua perubahan sikapnya menjadi angkuh dan dingin itu semua adalah karena ulah saya.Saya sadar akan hal itu."
"Adela.....diusia Johan yang sudah 30 tahun,belum pernah sekalipun saya mendengar Johan dekat dengan wanita.Bahkan saya pernah berniat menjodohkan putra ku dengan anak sahabatku,Clara....namun Johan dengan tegas menolak"
Adela terdiam....
"Ia selalu sibuk dengan dunianya sendiri.Mabuk,judi,berkelahi....tapi setelah bertemu dengan mu,ada perubahan dalam dirinya.Putraku lebih mudah tersenyum,dia mulai menjauh dari dunia dunia gelapnya."
"nak...saya yakin kau adalah sosok wanita yang tepat untuk Johan.Tolong...bimbing dia agar menjadi lelaki yang lebih baik"
Adela tetap diam.Jonathan menatap gadis itu dengan tatapan penuh harap.
"tuan.....saya tidak pernah melakukan apapun yang membuat tuan Johan berubah."
"apa kau mencintai Johan nak?"tanya Jonathan dengan menatap Adela lekat lekat.
Adela mengangguk..
" iya tuan...."
Jonathan tersenyum...
"kapan kapan,kalau ada waktu mainlah kerumah....saya akan sangat senang jika kau mau mampir ke rumah kami"
Adela tersenyum...
"trima kasih tuan"
Jonathan berdiri....
"saya pergi dulu,titip Johan nak...."
"iya tuan...."
Pria 60 tahun itu lantas pergi meninggalkan Adela yang masih terduduk.
...***...
__ADS_1
Sore menjelang...
Para karyawan Alexander Group sudah mulai meninggalkan gedung tinggi tersebut.
"take care baby...ntar malam kita jalan lagi ya...."
Sebuah pesan dari sang kekasih yang saat ini sudah tidak ada di kantor itu membuat wajah Adela bersemu merah.
"iya....istirahat ya...❤❤"
1pesan balasan terkirim.
"ciee.....lope lope an...." ledek Shelly yang sedari tadi berjalan di samping Adela.
"paan sih..."
Dua sahabat itu lantas berjalan menuju parkiran motor.Adel dan Shelly mengenakan helm masing masing kemudian melesat menjauhi gedung itu.
Kurang lebih 30 menitan mereka memecah keramaian jalan raya,kini mereka sudah memasuki sebuah gang menuju kost an mereka.Belum terlalu jauh mereka masuk gang tiba tiba sebuah mobil sedan hitam menyalip motor matic tersebut dan berhenti tepat di depan motor itu.Beberapa pria bertampang preman keluar dari mobil itu dan langsung mendekati dua wanita yang masih terkejut tersebut.
Preman itu menarik tangan Adela agar ikut dengannya.
"kalian siapa...??!lepasin...!!" teriak Adel meronta ronta.
"tolong.....tolong....!!" Adela berteriak sekencang kencangnya.
Selly pun mencoba menolong sahabatnya itu.
"kalian siapa?!!lepasin teman gue...!!" ucap Selly mencoba melawan tiga preman itu.
"diam...!"
bugghh....bugghh
sebuah pukulan mengarah pada perut dan wajahSelly membuatnya tersungkur ke tanah.
"lepasin gue....!!" teriak Adela meronta ronta.
"toloooonnggg.......!!"
bugghh........bugghh...
Dua pukulan yang cukup keras mendarat ke wajah dan perut Adela,membuatnya tak sadarkan diri.
Preman preman itu lantas masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu membawa Adela bersama dengan mereka.
"Dell.......!!Adel....!!"
"tolong.....!!" teriak Selly yang masih menahan rasa sakitnya.Namum sia sia...gang itu cukup sepi...membuat teriakannya tak terdengar oleh siapapun.Selly menangis meraung raung sambil menahan rasa sakitnya juga mengkhawatirkan sahabatnya yang entah di bawa kemana.
...***...
Sementara di sebuah apartment mewah.
Johan berkali kali menghubungi nomor Adela,namun tidak di angkat.Entah kenapa perasaannya tiba tiba tidak enak.
"gue ke kost an sekarang aja kali ya..." ucapnya.
Johan segera menyambar kunci mobilnya dan bergegas meninggalkan apartment nya.
Di dalam mobil Johan tak henti henti menghubungi Adela.Johan berkali kali mengumpat kasar lantaran laju mobilnya terhenti karena terjebak macet.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya Johan hampir sampai di kost an Adela,,Johan membelokan setir mobilnya memasuki gang yang memang cukup sepi itu.Dari kejauhan ia melihat seorang wanita yang tertatih menuntun motornya.
"itukan temannya Adela" ucap Johan pelan.Ia memberhentikan mobilnya setelah jaraknya cukup dekat dengan Shelly yang sedang menuntun motor dengan tertatiitu.
Johan keluar dari mobil mewahnya.
"tuan Johan..." ucap Selly terkejut.
__ADS_1
"lo temannya Adela kan?lo kenapa?Adela mana?" ucap Johan beruntun.
"tuan tolongin Adel.....dia dibawa orang..." ucap Selly yang kini kembali menangis.
duuarrr....
Johan sangat terkejut.Kekhawatirannya terjawab sudah..memang terjadi sesuatu dengan gadis pujaannya itu.
"siapa yang bawa?kemana perginya...?!!" ucap Johan kepanikan,kecemasan,dan amarah nampak jelas dari sorot matanya.Selly menggeleng,dia tidak tau kemana mereka membawa Adel pergi.Johan mengusap wajahnya kasar.
"ban*satttt.......!!!" umpatnya.
Johan mengambil ponsel dari dalam sakunya.
tuutt.....tutt....
"halo..." jawab seseorang dari seberang sana.Marvel
"Vel...suruh anak buah lo untuk melacak keberadaan Adela sekarang...!!gue bakal kirim nomor hp nya yang baru..
gue tunggu secepatnya....buruan....!!" ucap Johan menggebu gebu.Ya.....setelah Johan memebelikan hp baru untuk Adela tak banyak orang yang tau nomor ponsel gadia manis itu.
Sementara di tempat lain Marvel yang sedang asyik rebahan di sisi kolam renang mengernyitkan dahinya.Apa yang terjadi.Dengan cepat Marvel mengirimkan nomor ponsel Adela yang sudah ia terima dari Johan itu kepada salah satu anak buahnya untuk dilacak keberadaannya .
tingg....
tak butuh waktu lama satu pesan masuk dari sang anak buah.
"ini dimana?" monolog Marvel
"nggak beres nih.."
Marvel segera mengirim lokasi Adela pada Johan.
tuuuttt....tutt...
Marvel menghubungi Johan lewat sambungan telfon.
"halo"Johan menjawab dari seberang sana.
" gue udah kirim lokasinya....kayaknya ada yang nggak beres.Gue akan kesana,kita ketemu di sana"ucap Marvel.
"ok"
sambungan telfon terputus.
Marvel beranjak segera mengganti pakaiannya dan melesat pergi menuju lokasi dimana Adela berada.
Sementara di tempat lain..
"lo pulang sekarang....gue akan cari Adel" ucap Johan pada Selly
Selly menggeleng cepat
"nggak tuan...saya ikut....saya mau tau keadaan Adela" rengek Selly.
"nggak...lo pulamg aja...lo cewek...kita nggak tau keadaan disana seperti apa.Lo pulang... serahin Adela sama gue"
Selly menangis...
"tolong selamatkan Adel tuan.." ucapnya sambil sesenggukan.
"Adela itu nyawa gue....gue nggak akan biarin dia terluka" ucap Johan sepenuh hati.
"lo pulang sekarang...hati hati..." ucap Johan kemudian pergi secepat kilat meninggalkan tempat itu dengan mobil mewahnya.
...----------------...
BOLEH BANGET UNTUK DI LIKE KOMEN &VOTE🥰🥰🥰
__ADS_1