WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 59


__ADS_3

*flashback on*


Johan berangkat ke kantornya menggunakan mobil pribadinya.Dengan kecepatan sedang,pria beristri itu memecah jalanan ibu kota yang mulai padat.


tuttt....tuttt....


"halo..." ucap seorang pria dari seberang sana.


"gue mau nemuin si be*at itu...kita ketemuan disana" ucap Johan singkat kemudian mematikan sambungan telfon secara sepihak.


Johan segera melajukan mobilnya menuju tempat dimana pria yang menjadi tawanannya itu disekap.Hari ini memang jadwal Johan tak begitu padat,itu sebabnya ia berniat untuk mengunjungi tawanan yang sudah lama ia sekap itu.


Tak butuh waktu lama,Johan sudah sampai di sebuah bangunan tua yang nampak seperti rumah yang tak terurus.


Johan mendekati Marvel yang sudah berada disana,bersandar pada mobilnya.


Marvel mempersilahkan Johan untuk masuk dengan isayarat tangannya,Johan pun melangkah disusul Marvel di belakangnya.


Setelah masuk kedalam rumah Johan bertemu dengan dua pria berbadan besar yang merupakan orang orang yang diperintahkan Marvel untuk menjaga tawanannya itu.


Johan menghentikan langkahnya,dilihatnya pria yang sudah babak belur,wajah dan tubuhnya sudah penuh dengan luka bekas pukulan,ia masih bertelanjang dada dengan menggunakan celana jeans panjang,sama seperti saat terakhir anak buah Marvel menyeretnya dari tempat persembunyiannya.Angga berdiri terlentang dengan tangan dan kaki terikat di dua buah tiang.Wajahnya terus menunduk,seoalah sudah tak kuat lagi untuk terangkat.


Johan mendekati pria yang sudah berani membuat istri tercintanya itu terguncang batinnya.


"apa kabar tuan Angga?" ucapnya dingin.Seringai mengerikan muncul dari bibirnya.Aura membunuh menyeruak dari dalam diri seorang Johan Alexander,


Johan berdiri dengan angkuhnya,kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya.Marvel mendekati Angga yang seolah tak mampu untuk mendongak menatap pria di hadapannya.Marvel berdiri di belakang Angga.Dengan satu gerakan Marvel menarik rambut Angga sehingga membuat wajah pria itu terangkat menatap Johan.


Nampak lah wajah yang sudah penuh dengan luka itu,darah mengucur di berbagai sudut wajah itu,bahkan ada yang sudah mengering.


"tu....tuaann...." ucap Angga pelan.Ia seolah sudah tak berdaya,dia benar benar salah pilih lawan.


Johan mendekatkan tubuhnya.


"a....ampuni saya tuan...." ucap Angga.


Johan tersenyum menyeringai.


"ampun?" tanyanya.


"saya akan melakukan apapun untuk anda tuan...asal anda mau melepaskan saya tuan...tolong ampuni saya tuan..." ucapnya memelas.Marvel yang masih setia di belakang Angga itu hanya tersenyum sinis.


Johan mengusap usap jenggotnya,seolah sedang berfikir..


"lo mau melakukan apapun?"


"i..iya tuan...saa...saya mau..." ucapnya antusias.


"termasuk kalau gue minta lo untuk jadi budak gue?" tanya Johan lagi sambil terus mengamati wajah Angga dengan tatapan tajam.


"i....iya tuan...saya akan menjadi budak tuan seumur hidup saya pun saya mau..." ucapnya lagi.


Johan menaikkan satu sudut bibirnya..


Johan mengambil sesuatu dari balik jasnya.Angga terbelalak melihat benda yang kini ada di tangan Johan.Tubuhnya menjadi gemetar ketakutan.Pistol.....


Johan mengarahkan pistol itu ke arah jagoan Angga dengan tatapan merendahkan.Membuat Angga semakin panas dingin.Bahkan kini Johan sudah menempelkan pucuk senjata itu di benda yang terbungkus celana jeans itu.


"tapi sayang nya gue nggak butuh sampah seperti lo..." ucapnya dingin.


Johan menggerakkan pucuk pistol itu menyusuri setiap inchi tubuh Angga,mulai naik ke perut,dada,dagu,mata,dan berhenti di dahi.


Tatapan iblis kembali terlihat dari mata Johan.


"jangan tuan...ampuni saya...."


"lu pikir gue bakal biarin anj*ng kayak lu untuk tetap hidup haah....!!!"


buugghhh....


"berani beraninya lo bikin wanita kesayangan gue nangis!nggak ada ampun untuk ba**ngan kayak lo...!!"

__ADS_1


bugghhh


satu pukulan lagi mendarat di wajah Angga.


Tak puas,Johan kembali menghajar pria yang terikat itu dengan membabi buta.Johan menghajar Angga habis habisan seolah ingin melampiaskan emosi yang sudah cukup lama ia pendam.


Bayangan istrinya yang menangis,dibully,bahkan dipukuli orang tuanya sampai masuk rumah sakit dan hampir dijodohkan dengan pria tua kembali terlintas dalam ingatan Johan.


Tangisan dan rintihan air mata Adela kembali berputar putar di ingatannya,membuat ***** membunuh dalam diri Johan membuncah.


Dada Johan bergerak naik turun.Tatapannya semakin tajam,aura menyeramkan itu semakin kuat menyeruak dari dirinya.


Johan kembali mengarahkan pistolnya ke dahi Angga.Tiba tiba.....


"ja...jangan tuan..ampunn..."


ddrrtt....dddrrt...


ponsel johan bergetar.


Baby❤❤


memanggil.....


halo sayang..." ucap Johan seketika mengubah mimik wajahnya,dengan tangan yang masih memegang pistol yang di arahkan ke dahi Angga.


"mas...kamu dimana?"


" dikantor sayang...."


Adela menghela nafas panjang di seberang sana


"mas...kamu jangan bohongin aku dong..." ucapnya kesal.


"bohongin apa sih?aku nggak bohong sayang..."ucap Johan sambil memain mainkan pistol itu di kening Angga


"aku di depan ruangan kamu sekarang"


"APA....??!!"


"okey....baby...kamu tunggu di situ sebentar ya...aku akan segera ke kantor.Kamu tunggu...jangan kemana mana...okey..tunggu bentar..nggak nyampe sepuluh menit aku udah sampai disitu....tungguin ya sayang...." ucap Johan mencoba menenangkan Adela.


tuutt....tuuttt...tuuuttt....


sambungan telfon terputus sepihak.


Johan semakin kalut.


"shitt...!"


"Vel...gue balik ke kantor sekarang"


"dia gimana?"


"biarin aja dulu...gue mau dia tetap hidup"ucap Johan dengan tatapan iblis


"ok" ucapnya santai


kedua pria itupun pergi meninggalkan tempat tersebut.


*flashback off*


Kini Johan tengah berada di dalam mobilnya.Ia mengendarai mobil mewahnya itu seperti orang kesetanan.Sementara Marvel mengikutinya dari belakang dengan kecepatan yang tak kalah tinggi.


Sementara di lobby perusahaan Alexander group.


Sudah 15 menit wanita itu menunngu di lobby tersebut.Waktu yang cukup lama untuk seorang Adela menjadi pusat perhatian para karyawan yang lalu lalang di kantor itu.


"Adel....!"


suara itu menggema...membuat Adela menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Sellyy.....!"


Selly berlari ke arah Adela,begitu pun sebaliknya.Kedua sahabat itupun saling berpelukan melepas rindu mereka.


"gue kangen banget sama lo Del....."ucap Selly sambil mengusap punggung Adel


"gue juga sell..." balas Adela


Kedua sahabat itu saling memeluk satu sama lain melepaskan rasa rindu masing-masing.


cukup lama mereka saling melepas rindu. Selly melepas pelukannya....


" lo ngapain di sini" tanya Selly


Adela tersenyum


"gue bawain makan siang buat suami gue" ucap Adela sambil menoleh ke arah tas bekal yang ia letakkan di kursi tunggu itu.


"ooh...trus kenapa lo masih disini?" tanya nya lagi


"dia nggak ada di kantor Sell....gue nggak tau kalau dia nggak ada ternyata." ucapnya sedih.


"dia kemana?" tanyanya lagi


Adela hanya menggelengkan kepalanya.


"wahh......dua sahabat lagi reunian nih....." ucap Mila yang kembali menghampiri Adela.


Selly dan Adela menoleh ke arah sumber suara ada tatapan tidak suka terpancar dari mata Selly.


" lo ngapain masih di sini ?Katanya tadi mau nganterin makan siang buat suami lo?"tanya Mila.


Adella hanya diam tidak mau menanggapi ucapan wanita tersebut.


"jangan-jangan lo cuma halu lagi !ngaku- punya suami yang kerja di sini.. padahal niat lu cuma pengen cari mangsa baru" ucap Mila dengan nada merendahkan .


Selly menipiskan bibirnya menahan emosi.


" Maaf ya Mbak saya nggak ada urusan sama Mbak! tolong jangan ganggu saya... Saya mau nungguin suami saya di sini!"


"gue jadi penasaran...kek apa sih muka suami lo....seganteng apa sih dia?se kaya apa sih dia? sampai lo se belagu ini sama gue...dasar j**ang...!"


"heehh....!jaga ya mulut lo....!!lo nggak tau kalau Adela itu...." ucapan Selly terhenti saat Adela menarik tangan nya mengisyaratkan untuk sahabatnya itu diam.


"kalau apa?!kalau sahabat lo ini pel*cur....kalau sahabat lo ini perempuan murahan yang suka godain laki laki kaya....?iyaaa....!!"


"an*ing lo...!" ucap Selly lalu manjambak rambut Mila.


Mila menjerit tanpa melakukan perlawanan.


"aww...sakit....!lepasin gue apa salah gue sama loo....hikss...hikss...." ucap Mila sambil menangis,membuat Adela dan Selly heran,bukankah tadi wanita itu terlihat garang saat mengatai Adela,kenapa sekarang ia berubah seolah menjadi wanita lemah yang tersakiti?


"lepasin gue...gue mohonn...!" ucapnya histeris membuat mereka menjadi pusat perhatian para karyawan.


Sadar akan hal itu,Selly pun melepaskan tangannya dari rambut Mila.Mila menangis meraung raung membuat para karyawan semakin berkumpul untuk menyaksikan mereka bertiga.


"ada apa ini?!"


suara laki laki itu menggema,membuat semua karyawan menoleh ke arahnya.......




...----------------...


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰


JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰

__ADS_1


JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰


TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤***


__ADS_2